MODEL PEMBELAJARAN BARBASIS MASALAH (PBM) BERLANDASKAN PADA TOERI BRUNER PADA POKOK BAHASAN PECAHAN

Oleh : Umi Nadliroh , S1 – Pendidikan Matematika

Jerome Bruner menyatakan bahwa belajar matematika berhasil jika proses pengajaran diarahkan kepada konsep-konsep dan struktur-struktur yang terbuat dalam pokok bahasan yang diajarkan. Agar proses mempelajari suatu pengetahuan atau kemampuan berlangsung secara optimal, pengetahuan atau kemampuan tersebut perlu dipelajari secara bertahap dimulai dengan mempelajari pengetahuan secara aktif dengan menggunakan benda-benda kongkrit atau menggunakan benda nyata. Kemudian pengetahuan itu diwujudkan dalam bentuk gambar yang menggambarkan situasi konkrit dan akhirmya pengetahuan itu direpresentasikan dalam bentuk-bentuk abstrak. Salah satu model pembelajaran yang dilandasi teori bruner adalah model pembelajaran berbasis masalah (PMB). PBM merupakan pola pembelajaran yang menghadapkan siswa pada masalah nyata yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dalam PBM ada 5 langkah utama yaitu Orientasi siswa pada masalah, Mengorganisasi siswa untuk belajar, Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Keyword : Pembelajaran berbasis masalah (PMB), Teori Bruner

gdlhub–uminadliro-629-1-44.umi-h

 

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SUB POKOK BAHASAN PERSAMAAN KUADRAT PADA SISWA SMK KAWUNG I SURABAYA TAHUN AJARAN 2010-2011

ISBN: 978 – 979 – 3870 – 89 – 2
Oleh : Nisfil Lailatul Jauharoh, Ani Nopita, S1 – Pendidikan Matematika
Dibuat : 2011, dengan 1 file

Keyword : Think-Pair-Share, Persamaan Kuadrat

Matematika sangat penting bagi perkembangan peradaban manusia secara keseluruhan, dalam mempelajari matematika diperlukan pengertian tidak cukup dengan hafalan saja. Matematika sendiri timbul dari pikiran-pikiran manusia yang berhubungan dengan ide, proses dan penalaran. Dalam kenyataan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar dalam memahami matematika. Sehingga perlu diketahui aspek-aspek pembelajaran yang diduga mempunyai hubungan dengan pembelajaran matematika. Aspek-aspek pembelajaran matematika mencakup proses pembelajaran dan pemikiran kreatif, di dalam pembelajaran kesalahan siswa tidak hanya bersumber pada kemampuan siswa yang kurang melainkan peranan guru juga sangat penting dalam dunia pendidikan, hal ini dikarenakan guru berhubungan langsung dengan para siswa, guru harus bisa merencanakan suatu pembelajaran matematika yang menarik, efektif dan bermakna. Salah satu model yang digunakan adalah model pembelajaran kooperatif tipe Think-pair-Share yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada sub pokok pembahasan Persamaan Kuadrat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Adakah pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think – pair – share terhadap hasil belajar siswa sub pokok bahasan persamaan kuadrat, apakah pengaruhnya positif atau negatif. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendiskripsikan pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think – pair – share terhadap hasil belajar siswa sub pokok bahasan persamaan kuadrat pada siswa, perubahannya positif atau negatif.

Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Kawung I Surabaya tahun ajaran 2010-2011. Dengan tekhnik pengambilan sampel dengan menghitung rata-rata nilai ketiga kelas di bidang matematika, sedangkan untuk menentukan kelas control dan kelas eksperimen menggunakan cara undian, dan diperoleh kelas AP I sebagai kelas kontrol dan kelas AP 2 sebagai kelas eksperimen. Pada akhir pembelajaran kedua kelompok sampel diberi tes. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi dan tes.
Berdasarkan pengujian menggunakan uji chi kuadrat menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika sub pokok bahasan persamaan kuadrat pada siswa SMK Kawung I Surabaya tahun ajaran 2010-2011.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh bahwa ada pengaruh rata-rata hasil belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sehingga Pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share lebih efektif daripada pembelajaran dengan metode ceramah. Disarankan guru dapat mengembangkan pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dan menerapkan pada pokok bahasan lain.

 


PDF File

LOCAL LANGUAGE DAY: PENGEJAWANTAHAN NYATA PELESTARIAN BAHASA DAERAH DALAM MASYARAKAT MULTIKULTUR

Author: Rahayu Pujiastuti, M .Hum, (rahayu_pujiastuti@unipasby.ac.id)

ABSTRAK

Dalam masyarakat yang multi kultur, pembelajaran yang berpijak pada budaya sendiri tetap perlu dilakukan agar para peserta didik tidak tercerabut dari akar budayanya. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa daerah sebagai pembelajaran yang memiliki relevansi dengan muatan lokal perlu tetap mendapat perhatian. Para peserta didik tidak cukup hanya diberi teori, tetapi juga penerapan. Langkah yang paling penting yaitu melakukan performansi pragmatis. Artinya, melakukan pembelajaran yang berupa pemberian pengalaman nyata bagi para peserta untuk menerapkan teori yang dimilikinya.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan mencanangkan local language day yaitu satu hari penuh di sekolah untuk menggunakan bahasa daerah tempat para peserta didik berada. Dengan pelaksanaan rutin local language day diharapkan para peserta didik menjadi terampil karena dihadapkan pada performansi pragmatis kontekstual.

Keyword : BAHASA DAERAH DALAM MASYARAKAT MULTIKULTUR

PDF
1 4 5 6