Utilization of laserpuncture induction as spawning stimulation in catfish (Clarias spp.) crossbreeding toward egg quality

Author: Pungky S.W. Kusumaa, Ngadiani, Dyah Hariani, S1 – Biologi

Keyword : Crossbreeding; Fertilization rate; Hatching rate; Laserpuncture and survival rate
Url : http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1687428515000680
Sumber pengambilan dokumen : The Egyptian Journal of Aquatic Research

Volume 41, Issue 4, December 2015, Pages 353–358

The induction of laserpuncture on the reproductive acupoint of catfish can accelerate gonadotropin hormone formation from the pituitary especially gonadotropin II (GTH-II) which has a role in the final stage of oocyte maturation, ovulation and spawning stimulation. The purpose of this study is to evaluate the effects of laserpuncture induction toward the egg quality from crossbreeding catfish male var. Paiton and female var. Sangkuriang. The egg quality was measured by the following parameters: fertilization rate (FR), egg hatching rate (HR), and larvae survival rate (SR). The research treatments were conducted using two levels along with eight repetitions. The results show that the crossbreed catfish using laserpuncture induction affected the parameters by increasing the mean value of fertilization rate, egg hatching rate and larvae survival rate significantly (P < 0.05) compared with mean value of fish without induction. This study concluded that laserpuncture induction on the crossbreeding between broodstock of male catfish var. Paiton and female var. Sangkuriang will increase FR, HR and SR. pdf file

Studi Aspek Sosial Ekonomi dan Budaya Masyarakat Pekurehua dan Toro di Zona Penyangga dan Area Transisi Cagar Biosfer Lore Lindu

Author: Joko Suryanto, Esti Munawaroh, Purity Sabila Ajiningrum, S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : Studi Aspek Sosial Ekonomi dan Budaya Masyarakat Pekurehua dan Toro di Zona Penyangga dan Area Transisi Cagar Biosfer Lore Lindu
Url : http://www.ppk.lipi.go.id
Sumber pengambilan dokumen : Pusat Penelitian Kependudukan LIPI tahun 2013, dicetak oleh: CV. MEDIA AKSARA Jl. Mawar Blk No. 8 Bogor, ISBN: 978-602-18104-4-6pdf file

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA GURU DI BEBERAPA SMA NEGERI DI KABUPATEN GRESIK

Author: Suharyanto, Tony Susilo W, S1 – Ekonomi

Keyword : Budaya organisasi, Kinerja guru
Sumber pengambilan dokumen : Pro Patria Majalah Ilmiah Universitas Narotama, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Narotama

Budaya organisasi dalam setiap organisasi berbeda-beda, kondisi tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, begitu pula yang terjadi di sekolah, sebagai organisasi pendidikan dan diduga berpengaruh terhadap kinerja guru sebagai Ujung tombak keberhasilan pendidikan. Panetitian ini berusaha mendeskripsikan pengaruh budaya organisiasi terhadap kinerja guru, di SMA Negeri di Kabupaten Gresik yang dalam hal ini adalah SMA Negeri I Gresik dan SMA Negeri I Manyar, yang keduanya merupakan SMA unggulan, pasca di bubarkannya status rintisan sekolah berstandar intemasional (RSBI).
Landasan teori penelitian ini yaitu budaya organisasi yang dikernukakan oleh Schein dan teori kinerja guru yang dikemukakan oleh Usman di mans kinerja guru dibagi menjadi 3 yaitu perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan 3 variabel bebas yaitu perlaku anggota organisasi, kreativitas anggota organisasi dan loyalitas anggota organisasi dan satu variabel tak bebas yaitu kinerja guru. Data yang digunakan merupakan data primer yang langsung diambil dari responden yang dalam hal ini guru, dan proses selanjutnya adalah melakukan uji coba terhadap instrument yang nanti akan digunakan untuk olah data. Pada uji coba instrumen tersebut dilakukan kepada rekan sejawat, yang terdiri dari 30 responden dan dilanjutkan dengan uji validitas dan reliabilitas, yang kemudian diketahui bahwa semua butir pertanyaan pada kuesioner valid dan reliabelpdf file pdf file

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA DALAM MEMILIH PROVIDER TELEKOMUNIKASI

Author: Tri Palupi Apsari, S1 – Statistik (Apsari.lupie@yahoo.com)

Keyword : Provider Telekomunikasi, Faktor-faktor Perilaku Konsumen, SEM, dan CFA

Komunikasi merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting.
Komunikasi dibutuhkan untuk memperoleh atau memberi informasi dari atau
kepada orang lain. Salah satu sistem komunikasi yang berkembang pesat pada era
globalisasi sekarang ini adalah telepon seluler atau biasa disebut dengan
handphone. Handphone merupakan salah satu media telekomunikasi yang sangat
dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari bagi semua orang, khususnya begitu juga
dikalangan mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Dalam pemilihan
provider telekomunikasi setiap mahasiswa itu berbeda-beda, karena setiap
mahasiswa memiliki perilaku yang tidak sama antara mahasiswa yang satu dengan
mahasiswa yang lain. Ada empat faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen,
yaitu faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologis. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui faktor Kebudayaan, Sosial, Pribadi dan Psikologis
berpengaruh signifikan terhadap keputusan mahasiswa Universitas PGRI Adi
Buana Surabaya memilih provider telekomunikasi. Metode analisis yang
digunakan adalah metode analisis Structural Equation Modeling (SEM) untuk
mengetahui pengaruh faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologis terhadap
keputusan pemilihan mahasiswa dalam memilih proovider telekomunikasi. Dan
juga Confirmatory Factor Analysis (CFA) untuk mengkorfimasi indikator
terhadap variabel laten. Hasil yang diperoleh adalah faktor kebudayaan, sosial,
pribadi dan psikologis berpengaruh signifikan terhadap keputusan mahasiswa
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dalam memilih provider telekomunikasi. pdf file

THE RHETORIC OF ENGLISH VERBAL HUMOR

Author: Dyah Rochmawati, S1 – Pendidikan Bahasa Inggris

Keyword : rhetoric, English verbal humor, linguistics, pragmatics, stylistics
Sumber pengambilan dokumen : Prosiding NELTAL, 31 Maret 2012 Universitas Negeri Malang

In modern theory of speech communication rhetoric is defined as a verbal content of peopleÂ’s social life and as a source of communicative interaction. It includes a great number of cultural and linguistic phenomena taking part in the process of social communication. Their use presupposes the convincing speech effect produced on the addressee by the sender. A concrete goal, contents of the speech, certain circumstances under which it is made should be taken into consideration. The analysis of rhetorical phenomena carried out on the functional and interactive ground means that the linguistic forms are not studied as simple forms and structures but as means to express certain thoughts, ideas, relations, communicative intentions. This also applies when we deal with verbal humor expressed in the English language. The description of the rhetoric which includes linguistic, stylistic and socio-pragmatic specific features typical of the verbal humor helps to define their main communicative strategies on the material of the rhetoric of humor. They, in their turn, either promotes or prevents from establishing harmonious communication, communicative contacts of full value between or among the participants of the verbal humor communication

PDF File

ANALYSIS OF GOOGLE TRANSLATE QUALITY IN TRANSLATING ENGLISH TEXTS INTO INDONESIAN AND VICE VERSA

Author : Dyah Rochmawati, S1 – Pendidikan Bahasa Inggris

Keyword : translation analysis, Google Translate, English-Indonesian, Indonesian- English
Sumber pengambilan dokumen : Loow 4, Juni 2014, ISBN: 978-979-99765-9-8 Universitas PETRA

Translation is the replacement of a textual material from source language (SL) into target language (TL). There are many ways of translations. One of them is by using machine translation. Online machine translation has the power to revolutionize communication by eliminating language barriers, bridging the gap between cultures, providing services and information to speakers of minority languages. The most popular one is Google Translate. The present study aims to find out translation errors resulted by Google Translate in translating English into Indonesian and vice versa. The study employs a qualitative method. A collection of documents in both English and Indonesian are analyzed involving the use of linguistic analysis tools that help improve the precision of the translation. The errors identified above are grouped into five categories, corresponding to errors involving noun phrases, adjective phrases, lexical errors, errors involving the preposition, and punctuation errors. On the basis of the data obtained Google is the translator with the greatest number of lexical errors followed by errors in forming noun and adjective phrases for each language. Consequently, the free online automatic translator must be improved to achieve an efficient specialized and contextualized translation PDF File

PENGARUH KARAKTERISTIK PEKERJAAN TERHADAP TURNOVER INTENTION PADA BEBERAPA RESTORAN MASAKAN ORIENTAL DI KOTA SURABAYA

Author : Tony Susilo Wibowo, I Made Bagus Dwiarta, S1 – Ekonomi

Keyword : Job Characteristics, Turnover intention
Sumber pengambilan dokumen : Performance (Jurnal Bisnis dan Akuntansi) Vol. V no. 1 Maret 2015, ISSN: 2338-9583

Culinary industry competition getting tougher to make some employers continue to innovate at a restaurant for some things like menu, places, atmosphere and service that became the mainstay of the restaurant. In so doing, it needs one innovation ability of human resources quality and competence in their field. Innovation will be a reminder for consumers who feel the restaurant services and in turn will increase the revenue thus achieved profit restaurant that is optimal. The selected researchers research object was 3rd Restaurant Oriental cuisine i.e. Lapin, X 0 Cuisine and Paradise Dynasty which respectively have 3 and 2 branches of the restaurant. This research uses the concept of job characteristics expressed by Hackman and Oldham (1976), which are further subdivided into 5 independent variables namely a diversity of tasks, task identity, task meaningful, autonomy and feedback as well as the dependent variable turnover intention, while the analysis on research using multiple linear regression with the respondent an amount of 120 people that consists of all the employees of the restaurant. Data processing results shows that the diversity of the variable assignments and most influential task ID with a value of beta X1 0,676 and the beta X 2 of 0,538 so that these two variables have a positive and significant impact on the turnover intention because the variable is greater than 0.05 alpha. While the 3 other variables i.e tasks meaningful, autonomy and feedback does not affect signcantly to turnover intention.PDF File

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN REALISTIK VERSUS PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN TINGKAT PERKEMBANGAN KOGNITIF ALA PIAGET TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

Author: Ibut Priono Leksono, I Nyoman Sudana Degeng, I Wayan Ardhana Punaji Setyosari, S2 – Pascasarjana

Keyword : realistic instruction, direct instruction, level of cognitive development, mathematics concepts understanding
Sumber pengambilan dokumen : Prosiding Seminar Nasional 1000 Doktor, Oktober 2014, ISBN: 978-602-0923-15-4, Penyelenggara Universitas Negeri Malang

This study aims (1) to compare the effectiveness of the use of realistic mathematics instruction approach and hands-on instruction approach, in terms of understanding of mathematical concepts, (2) determine the effect of different stages of cognitive development in students’ understanding of mathematical concepts, and (3) to determine the effect of the interaction between the application of mathematics instruction approach (realistic and straight) and the level of cognitive development of the students’ understanding of mathematical concepts fifth grade elementary school.
Quasi-experimental study with a pretest-posttest design nonequivalent control group design to achieve these objectives. With the number of students involved in this study were 173 students (84 students experiment group and a control group of 89 students). The data in this study were collected using two types of instruments, namely: (1) the instrument level of cognitive development, and (2) understanding of the concept of the instrument, then the data were analyzed descriptively and Analysis of Variance (ANOVA) 2×3 factorial.
The results showed that: (1) the use of realistic mathematics instruction provide an understanding of math concepts elementary school students better than those using direct mathematical instruction, (2) a group of students who have high levels of cognitive development stages have a concrete understanding of mathematical concepts better than group of students who have high levels of cognitive development of pre-operational phase, and phase transitions (from pre-operational to concrete operational stage) (3) a strategy of instruction and level of cognitive development showed no interaction effect on students’ understanding of math concepts elementary school class V.  PDF File

 

IMPLIKASI PENERAPAN PAIKEM DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Author: Ibut Priono Leksono, S2 – Pascasarjana

Keyword : IMPLIKASI PENERAPAN PAIKEM DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Sumber pengambilan dokumen : Seminar Internasional 21 September 2014 Peyelenggara Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Garut

Saat ini terjadi perubahan paradigma dalam proses pembelajaran. Selama ini yang terjadi dalam proses pembelajaran lebih banyak didominasi oleh guru, dan sekarang paradigma berpikirnya dirubah bahwa yang belajar adalah siswa, sehingga perlu ada aktivitas yang seimbang antara siswa dan guru. Bahkan akan lebih baik lagi, jika siswa lebih banyak aktif dalam pembelajaran.
Pembelajaran adalah proses yang menekankan pada membelajarkan siswa yang dilakukan oleh guru. Dalamnya terdapat usaha-usaha yang terencana dalam manipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi terus menerus proses belajar dalam diri siswa. Itulah pembelajaran aktif, yang sekaligus menumbuhkan daya inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Dalam realitas diketahui bahwa adanya perbedaan antara tingkat kecepatan berbicara guru dan tingkat kecepatan kemampuan siswa mendengarkan. Dalam permenit guru berbicara sekitar 100-200 kata.
Kemampuan siswa untuk menyerapnya sangat tidak seimbang. Karena kemampuan siswa dalam mendengarkan sambil berpikir hanya sekitar 50-100 kata permenit. Itupun jika siswa betul-betul konsentrasi. Pada level mahasiswa pada saat kuliah, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Mc.Keachie (1986) menunjukan bahwa pada sepuluh menit pertama sekitar 70 % dan pada 10 menit terakhir 20%. Dalam konteks inilah akan dibahas mengenai pembelajaran aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan menyenangkan (PAIKEM) sebagai sebuah strategi untuk mengantisipasi berbagai kelemahan di atas.
PAIKEM adalah suatu pembelajaran yang mengajak anak didik untuk belajar secara aktif. Mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran, mereka yang aktif menggunakan otak, menemukan ide pokok dari mata pelajaran,memecahkan setiap persoalan, mengaplikasikan apa yang baru dipelajari kedalam kehidupan nyata. Dalam kegiatan belajar yang aktif, anak didik sendiri yang melakukannya, memecahkan masalah sendiri, menemukan contoh-contoh secara kreatif, mencoba keterampilan-keterampilan dan melakukan tugas-tugas tanpa paksaan PDF File

PENGARUH METODE (DISKUSI VS SIMULASI), PENGETAHUAN AWAL DAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Author: Suhari, S1 – Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan

Keyword : Metode diskusi, metode simulasi, pengetahuan awal, gaya belajar, hasil belajar
Sumber pengambilan dokumen : Prosiding Seminar Nasional 1000 Doktor, Oktober 2014, ISBN: 978-602-0923-15-4, Universitas Negeri Malang

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh metode, pengetahuan awal dan gaya belajar terhadap hasil belajar PKn. Penelitian menggunakan desain faktorial non equivalent control group design (2 x 2 x 2). Pemilihan sampel menggunakan teknik cluster sampling. Data pengetahuan awal diperoleh melalui tes, data gaya belajar diperoleh melalui Index of Learning Style (1LS) dimensi aktif dan reflektif, data hasil belajar diperoleh dari pastes. Hasil penelitian: (1) ada perbedaan hasil belajar yang diajar menggunakan metode diskusi dan simulasi. (2) ada perbedaan hasil belajar yang memiliki pengetahuan awal tinggi dan rendah. (3) ada perbedaan hasil belajar yang memiliki gaya belajar aktif dan reflektif. (4) tidak ada pengaruh interaksi metode dan pengetahuan awal terhadap hasil belajar. (5) tidak ada pengaruh interaksi metode dan gaya belajar terhadap hasil belajar. (6) tidak ada pengaruh interaksi pengetahuan awal dan gaya belajar terhadap hasil belajar. (7) ada pengaruh interaksi metode, pengetahuan awal dan gaya belajar terhadap hasil belajar PDF File

1 2 3 4 5 6