PENDIDIKAN KARAKTER DAN BUDAYA BANGSA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Oleh : Abdul Muiz (math.muiz@gmail.com)

Bangsa Indonesai sebagai negara kesatuan yang terdiri dari berbagai pulau telah melahirkan berbagai macam budaya yang unik dan menarik untuk dikaji lebih mendalam. Seiring dengan perkembangan zaman, nilai budaya yang terkandung dari setiap etnik yang ada akan menghasilkan karakter atau identitas bagi bangsanya. Suatu bangsa yang baik adalah suatu bangsa yang dapat mewariskan budaya yang baik terhadap para generasi penerusnya. Pembiasaan menamankan budaya-budaya yang baik bagi generasi muda memungkinkan untuk mendapatkan penerus yang berkarakter baik pula. Pendidikan sebagai suatu sistem pembentukan watak dan prilaku merupakan salah satu sarana dalam mencetak generasi yang handal dan berkarakter baik. Untuk itu, pendidikan karakter dan budaya bangsa yang selama ini secara tersirat dilakukan dalam proses pembelajaran, harus dilakukan secara tersurat dan terprogram dalam setiap pembelajaran. Pembelajaran matematika sebagai salah satu mata pelajaran wajib dalam setiap jenjang pendidikan dasar dan menengah di bangsa ini juga berkewajiban menanamkan nilai-nilai budaya bangsa dalam setiap aktivitas pembelajarannya. Untuk itu harus dikembangkan suatu pembelajaran matematika yang tidak hanya mengasah kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah matematika, tetapi juga harus menanamkan pendidikan karakter dan budaya bangsa.

Keyword : Pendidikan Karakter, Budaya Bangsa dan Pembelajaran Matematika

PDF

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE PADA POKOK BAHASAN PERSAMAAN KUADRAT

ISBN : 978 – 979 – 3870 – 89 – 2
Oleh : Abdulloh Jaelani , S1 – Pendidikan Matematika
Dibuat : 2011-07-01, dengan 1 file

Keyword : Think Pair Share (TPS), prestasi belajar

Kooperatif Think Pair Share (TPS) adalah suatu model pembelajaran yang dapat melatih siswa untuk berpikir dan merespon serta saling bantu satu sama lain. Dalam menyelesaikan suatu masalah siswa diberi kesempatan waktu untuk berfikir secara individual, berpasangan, dan kemudian berkelompok dengan teman yang beraneka ragam kemampuan. Sehingga dengan model pembelajaran seperti ini akan mereduksi kejenuhan siswa dalam kelas yang muaranya akan meningkatkan prestasi belajar siswa


PDF File

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGALIKAN DUA BILANGAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA JARI TANGAN SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR HANG TUAH 10 JUANDA

ISBN : 978 – 979 – 3870 – 89 – 2
Oleh : Prayogo, S1 – Pendidikan Matematika
Dibuat : 2011-07-01, dengan 1 file

Keyword : Media jari tangan, perkalian dua bilangan satu angka dan dua angka, dan sekolah dasar

Pendidikan bagi bangsa Indonesia mempunyai arti sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, seiring dengan tuntutan dinamika perubahan dalam era global yang terus berjalan, maka pembelajaran bidang studi matematika di sekolah dasar berpotensi menjadi piranti bersaing bagi siswa, namun berdasarkan pengamatan di SD Hang Tuah 10 Juanda Sidoarjo, peneliti menemukan bahwa pembelajaran matematika di Kelas 2, guru kurang menggunakan media pembelajaran untuk membantu siswa dalam pembelajaran perkalian dua bilangan pada penelitian ini, peneliti memilih salah satu alternatif media pembelajaran yaitu dengan menggunakan media jari tangan.
Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah apakah
menggunakan media jari tangan dapat meningkatkan kemampuan mengalikan dua bilangan pada siswa kelas II pada SD Hang Tuah 10 Juanda kecamatan sedati kabupaten sidoarjo?. Dengan demikian penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media jari tangan dapat meningkatkan kemampuan mengalikan dua bilangan, mendeskripsikakn aktifitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran pada siswa kelas 2 di SD Hang Tuah 10 Juanda Sidoarjo. Metode yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan tes yang diberikan pada akhir pembelajaran tiap siklus. Sedangkan data kemampuan guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran di peroleh dengan menggunakan lembar observasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media jari tangan dapat
meningkatkan kemampuan mengalikan dua bilangan pada siswa kelas II dengan tingkat ketuntasan belajar siswa pada Siklus I (62%) dan Siklus II (88%). Berdasarkan skor kriteria keberhasilan yang ditetapkan yaitu > 75% siswa secara klasikal telah tuntas belajar, maka kesimpulan yang diambil dalam penelitian ini adalah materi perkalian dua bilangan yang diajarkan dengan menggunakan media jari tangan adalah kegiatan pembelajaran semakin aktif dan hasil belajar siswa semakin meningkat.

 


PDF File

PEMBELAJARAN KREATIF MELALUI MEDIA MATEMATIKA PLUS

Oleh : Eny Wahyudati, S2 – Pascasarjana

Learning is a process of discovery and invention of everything that is around us. The focus of the quality of teaching is always “Learning”. A good teacher, should be a good learner, too. To improve the learning process in the world of formal education to understand how the learning process took place is very important for children’s learning process. Children need to learn well in building understanding through appropriate media. The teacher is a very important role in the learning process. Teachers who facilitate the students for their success in learning. In learning mathematics, teacher is very necessary to use the media to help students understand the material learned. The medium used by teachers adapted to the conditions of teaching materials, teacher capability and availability of media. For example; card number, used boxes, puppets, pictures, colors, software. and others. But in the modern era are now widely available media that we encounter. It’s just whether the media is in conformity with the conditions that are necessary in learning, or whether the media can be reached by teachers from all walks of life. Teachers need to create your own instructional media. The main medium of learning that involves a computer tool. Electronic media in the form of software available and a good variety of models and prices. But there are still shortcomings, particularly in terms of completeness and conformance with the Competency Standards and Basic Competence in the Curriculum teaching materials. To make learning more meaningful at a reasonable cost, teachers need to be creative in learning media in accordance with the ability of technological knowledge they possess, thus learning would be more optimal and maximum results. Students will easily learn and will easily reach the achievement. Teachers will find satisfaction in performing tasks and generate the appropriate media.

PDF

SHIFT TO THE FUTURE: THE PROSPECTS OF ENHANCING ENGLISH PROFICIENCY AND PERSONAL DEVELOPMENT THROUGH HUMOROUS TEXTS

Oleh : Dyah Rochmawati, S1 – Pendidikan Bahasa Inggris

Texts as the most pervsdasive use of teaching material play strategic roles in a foreign language teaching and learning. They provide samples of real language use in appropriate social contexts so that they provide input model for learners learning English as a foreign language such ones in Indonesia. Texts can also generate classroom interaction between the teacher-students and the students-students, thus minimizing the teacher dominance and maximizing the students’ involvement. It therefore promotes collaborative as well as autonomous learning environment. Humor is the most interesting and puzzling aspects of human behavior. It has been rightfully argued that it plays an important role in an individual’s development, as well as in interpersonal communication (Mihalcea, 2007). A humorous text, as one of the text-types, is to communicate a certain attitude of humor performed by the text. It has the ability to make one feel amused or amusement. It can evoke and make him laugh. It thus brings about happiness to the readers. The humorous texts help the learners read an authentic text and have fun in their English class as well. The aim of this paper is to explore a possibility of using humorous texts is to help Indonesian learners of English improve the language proficiency. It approaches the humorous texts from various viewpoints: their social functions, generic structure, and lexicogrammatical features.

PDF

PEMANFAATAN BAHAN PANGAN LOKAL SEBAGAI ALTERNATIF DENGAN PENGOLAHAN SECARA INTERNASIONAL

Oleh : Susilowati, S1 – Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (redaksi@unipasby.ac.id)

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang besar dari potensi sumber daya wilayah, sumber daya alam Indonesia memiliki potensi ketersediaan pangan yang beragam dari satu wilayah kewilayah lainnya, baik sebagai sumber karbohidrat maupun protein, vitamin dan mineral, yang berasal dan kelompok padi-padian, umbi-umbian, pangan hewani, kacang-kacangan, sayur dan buah dan biji berminyak. Pangan lokal yang ada di Indonesia sangat beragam dan belum seluruhnya dimanfaatkan secara maksimum untuk pemenuhan gizi. Diperlukan pengembangan dan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memperbaiki konsumsi pangan penduduk baik jumlah, mutu dan keragaman sehingga dapat diwujudkan konsumsi pangan dan gizi yang seimbang, seining mengurangi ketergantungan pada salah satu bahan makanan maupun pangan impor serta dapat menaikkan nilai ekonomi bahan pangan. Budaya masyarakat Indonesia yang memiliki sifat konsumtif terhadap barang maupun bahan makanan import, mereka beranggapan bahwa sesuatu yang impot akan lebih baik dani basil lokal, akan tetapi anggapan itu salah, sebab bahan makanan lokal dapat dijadikan alternatif makanan Intemasional yang dapat diterima oleh manusia di seluruh dunia. Tetapi hal ini masih perlu dikampanyekan akan mencintai makanan dengan bahan lokal. Adapun upaya menganekaragamkan bahan pangan lokal sebagai altematif makanan intemasional dapat dilakulcan dengan: 1. Mengidentifikasi dan Inventarisasi makanan tradisional tiap daerah, 2. Mendorong masyarakat berperan aktif dalam upaya pengembangan penganekaragaman makanan berbahan lokal, 3. Peningkatan Teknologi dan Kelembagaan Pangan, 4. Pengembangan Pusat-pusat Makanan berbahan lokal khususnya makanan Tradisional, 5. Peningkatan Peran Akademi/SekolahTinggi Boga, LSM dan Organisasi masyarakat, 6. Promosi dengan Lomba dan Festival makanan berbahan lokal, serta 7. bantuan media untuk mengumumkan dan mengkampanyekan makanan lokal sebagai makanan Internasional.

PDF

HUBUNGAN KEJADIAN TOKSOPLASMOSIS DENGAN KEBIASAAN HIDUP PADA IBU USIA PRODUKTIF DI SURABAYA

Oleh : Yoso Wiyarno, S2 – Pascasarjana (redaksi@unipasby.ac.id)

The objective of this study was to reveal relations between incidence toxosoplasmosis and life habit to housewives reproductive in Surabaya. Life habit were variable keeping cat as pet, the coming of cat from outside, closeness to cat, gardening, using glove when working, cleaning the gutter, eating raw meat, and raw vegetables. Samples were housewives in reproductive (aged 15-49 years) in Surabaya infected with toxosoplasmosis, taken based on blood examination in Klinika, Pramita and Kedongdoro Laboratory from July to October 2008. Total samples were 191, in which 118 taken as case, and 73 were control. This research was restrospective study using case control method. Data taken were processed using chi square test. The result showed that relation between related incidence toxosoplasmosis are life habit were keeping cat as pet, closeness to cat, gardening, cleaning the gutter, and eating raw meat.

PDF

PENGARUH PERSEPSI MAHASISWA TENTANG BAURAN PEMASARAN TERHADAP LOYALITAS MAHASISWA DENGAN MENGGUNAKAN PATH ANALYSIS (Studi Kasus di UNIPA Surabaya)

Oleh : Wara Pramesti, S1 – Statistik (estijra@yahoo.com )

Konsep marketing mix (bauran pemasaran) pada awalnya memfokuskan pada usaha bagaimana menciptakan kepuasan pelanggan pada suatu perusahaan. Pada konsep ini jika kepuasan pelanggan telah tercapai maka selesailah tugas pemasaran. Namun pada saat ini fokus atau pengertian konsep pemasaran telah berkembang dari marketing mix menjadi relationships marketing, yaitu bagaimana fokus lebih kepada mempertahankan pelanggan yang sudah ada disamping mendapatkan pelanggan bare. Marketing mix lebih menitik beratkan kepada pelanggan yang sudah ada dengan memperhatikan unsur-unsur yang ada pada bauran pemasaran, yaitu product (produk) , price (harga) , place (lokasi) dan promotion (promosi). Selanjutnya dari konsep relationships marketing, yaitu cross selling (pembelian silang), word of mouth: (komunikasi dari mulut ke mulut), retransaction commitment (komitmen melakukan transaksi kembali) dan customer loyalty (loyalitas konsumen) akan dikaitkan terhadap bauran pemasaran yang ada. Path analysis adalah suatu metode statistika yang bertujuan untuk menelusuri efek langsung maupun tidak langsung dari suatu variabel terhadap variabel yang lain. Dengan menggunakan path analysis ini akan diketahui unsur bauran pemasaran yang mana yang perlu ditingkatkan kualitasnya untuk meningkatkan loyalitas nasabah. Dan hasil analisis dimana estimasi dari koefisien path analysis diketahui, maka dapat dibangun model stmktural sebagai berikut : Model 1: WOM = 0,2616 produk + 0,278 lokasi + 0,494 harga + 0,223 promosi; Model 2: Retransaction = 0,1924 produk + 0,1432 lokasi + 0,621 harga + 0, 442 promosi; Model 3: Cross Selling = 0,201 produk + 0,337 lokasi + 0,562 harga + 0, 223 promosi dan Model 4: Loyalitas = 0,589 WOM + 0,243 Retransaction + 0,112 cross selling + 0, 179 produk + 0,169 lokasi + 0,214 harga.+ 0,102 promosi. Dan model diatas dapat diambil kesimpulan, bahwa unsur yang harus diperhatikan adalah harga, karena mempunyai pengaruh paling besar terhadap WOM, yaitu sebesar 0,494. Sementara WOM adalah variabel antara yang mempunyai pengaruh paling tinggi sebesar 0,598 terhadap loyalitas mahasiswa.

PDF

POLA BARU PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

Oleh : Sri Widyastuti, S2 – Pascasarjana (redaksi@unipasby.ac.id)

Pendidikan lingkungan merupakan salah satu faktor penting untuk meminimalisasi kerusakan lingkungan hidup dan merupakan sarana dalam menghasilkan somber daya manusia yang dapat melaksanakan prinsip pembangunan berkelanjutan. Pendidikan lingkungan dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dalam mencari pemecahan dan pencegahan timbulnya masalah lingkungan. Untuk membangkitkan kesadaran manusia terhadap lingkungan hidup di sekitamya, proses yang paling penting dan harus dilakukan adalah dengan menyentuh hati. Jika proses penyadaran telah terjadi dan perubahan sikap dan pola pilcir terhadap lingkungan telah terjadi, maka dapat dilakukan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai lingkungan hidup, serta peningkatan dalam mengelola lingkungan hidup. Tahun 1986, pendidikan lingkungan hidup dan kependudukan dimasukkan ke dalam pendidikan formal dengan dibentuknya mata pelajaran Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH). PKLH diintegrasikan e dalam semua mata pelajaran. Perkembangan lebih lanjut Pendidikan Lingkungan Hidup di Indonesia seyogyanya tidak hanya di berikan di tingkat sekolah namun juga harus ada kurikulum Pendidikan Lingkungan Hidup yang melibatkan masyarakat seperti: 1) Menjalin kemitraan dengan berbagai Perusahaan sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) dan 2)Pendidikan Lingkungan Hidup bagi pars wanita khususnya ibu rumah tangga melalui gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Download PDF

1 20 21 22 23 24