PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TEKNIK KONVENSIONAL DAN TEKNIK SQ3R DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN KRITIS

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL RISET DAN PENGABDIAN || Inovasi, Teknologi dan Pendidikan Guna Mewujudkan Indonesia Sejahtera Di Era Industrialisasi 4.0 
21 Desember 2018 || ISBN: 978-602-5793-40-0
Penerbit : Adi Buana University Press
Penulis : Tri Indrayanti
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRAK
Keterampilan membaca adalah salah satu keterampilan berbahasa. Penelitian ini
mengangkat masalah tentang membaca, yakni membaca pemahaman kritis. Alasan membaca
pemahaman kritis dipilih dalam penelitian karena minimnya kemampuan membaca kritis mahasiswa.
Metode yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan
keefektivan penggunaan teknik SQ3R dalam membaca pemahaman kritis mahasiswa. Penggunaan
teknik SQ3R dapat membantu mahasiswa dalam melakukan kegiatan membaca pemahaman kritis
karena mahasiswa lebih mudah memahami isi bacaan dan menangkap secara detail isi bacaan.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman kritis dengan teknik
konvensional bisa dipersentasekan bahwa mahasiswa yang memeroleh skor di atas KKM dan
berkategori baik sekitar 30%, skor sama dengan KKM atau berkategori cukup baik 50%, dan yang
skor di bawah KKM dan berkategori kurang sekitar 20%. Sedangkan proses membaca pemahaman
kritis mahasiswa dengan teknik SQ3R bisa dipersentasekan bahwa mahasiswa yang memeroleh
skor di atas KKM dan berkategori sangat baik sekitar 80%, skor di atas KKM atau berkategori baik
20%, dan yang skor di bawah KKM dan berkatogori cukup baik dan kurang 0%.
Kata Kunci: Efektivitas, Teknik SQ3R, Membaca Pemahaman Kritis

ABSTRACT
This research is aimed at explaining the effectiveness of using SQ3R technique on the
students’ critical reading comprehension that becomes one of language skills. The discussion of
critical reading comprehension is chosen because the students’ critical reading skill is low. This
research is descriptive quantitative. This design is used to describe the effectiveness of SQ3R
technique on the students’ critical reading comprehension. The use of SQ3R can help the students
to do critical reading comprehension because the students are easier to understand the content of
text and to apprehend the content of the text in detail.The result of the research showed that critical
reading comprehension skill using traditional way can be presented that the students’ scores are
higher than KKM and the category is about 30%, the score that is the same as KKM is about 50%,
and the score under KKM is less than 20%. While the process of the students’ critical reading
comprehension using SQ3R technique can be represented that the students get higher scores than
KKM and can be categorized as the best around 80%, the students get higher than KKM and can be
categorized as good around 20%, and the score under KKM and categorized as enough is around
0%.
Keywords: effectivitas, SQ3R technique, critical reading comprehension, reading skill

“RUANG” BISNIS & INDUSTRI PERLINDUNGAN TENAGA KERJA
MIGRAN: DISINTEGRITAS PERAN KELEMBAGAAN

 

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL RISET DAN PENGABDIAN || Inovasi, Teknologi dan Pendidikan Guna Mewujudkan Indonesia Sejahtera Di Era Industrialisasi 4.0
25 July 2017 || ISBN: 978-602-5793-40-0
Penerbit      : Adi Buana University Press
Penulis 1     : Anita Kristina
Penulis 2     : Muhammad Abdul Jumali
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRAK

Artikel ini menganalisis dampak disintegritas peran kelembagaan pada perlindungan Tenaga Kerja Indonesia. Pendekatan kualitatif sebagai metode analisis penelitian. Data dikumpulkan melalui interview dengan informan aktor yang terlibat langsung pada perlindungan TKI. Analisis mengungkapkan bentuk spesifik kebutuhan adanya pergeseran makna perlidungan, karena disintegritas peran kelembagaan yang terjadi memainkan peran terbentuknya “ruang” bisnis dan industri dalam perlindungan TKI.

Kata kunci: Perubahan Kelembagaan, Perlindungan Tenaga Kerja, Bisnis dan Industri

ABSTRACT

The article analyses the impact of disintegration of institutional roles on the protection of Indonesian Workers (TKI). Qualitative approach as a method of research analysis. Data was collected through interviews with informant actors who were directly involved in the protection of migrant workers. The analysis reveals the specific form of incremental transformative change, namely a shift the meaning of protection, because the disintegration of the institutional role that occurs plays a role in the formation of business and industry “space” in the protection of migrant workers

Keyword: Institutional Change, Protection of Indonesian Migrant Workers, Business and Industrial

KLASIFIKASI KUALITAS MADU LEBAH MENGGUNAKAN SISTEM SPEKTROFOTOMETER DAN MACHINE LEARNING BERBASIS SINGLE BOARD COMPUTER

PROSIDING B SNAST 2018 || SEMINAR NASIONAL APLIKASI SAINS & TEKNOLOGI
15 September 2018 || ISSN: 1979-911X || e-ISSN: 2541-528X
Penerbit : INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA
Penulis 1: Sagita Rochman
Penulis 2: M Nushron Ali Mukhtar
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRACT
Honey is a natural sweet substance produced by bees with nectar flower ingredients containing various
nutrients such as carbohydrates, proteins, amino acids, vitamins, minerals, plant pigments and aromatic
components. Honey consists of water (17%), fructose (38.2%), glucose (31.3%), other disaccharides (5%),
melezitose (<0.1%), erlose (0.8%) , other oligasakarida (3.6%), minerals (0.2%), amino acids (0.3%). It also
contains anti-microbial substances, which can prevent some disease on human. Because it has a high economic value and contains unique substances, honey is often falsified. Honey can be faked in various ways by mixing natural artificial sweetener components or by giving the sugar (sucrose) into the honey, so it is dangerous if given to infants or people suffering from diabetes mellitus. The design of this research used spectrofotometer methode and pattern recognition algorithm (machine learning) system for classifying honey quality. It is based on honey having a chromophore group responsible for absorbance, electronic transition and color giver. We can also knowing the type of honey by using pattern recognition algorithm support vector machine.In this research is used three types of honey to using a spectrophotometer at a wavelength of 500 nm, the absorbance obtained in randu honey type of 0.523-0.654, coffee honey for 0.735-0.824, and rubber honey by 0.947-1.043.
Keywords: Honey Quality, Machine Learning, Single Board Computer, Spectrophotometer.

INTISARI
Madu adalah zat manis alami yang dihasilkan lebah dengan bahan baku nektar bunga yang
mengandung aneka zat gizi seperti karbohidrat, protein, asam amino, vitamin, mineral, pigmen tumbuhan dan
komponen aromatik. Secara Kimiawi madu terdiri dari air (17%), fruktosa (38,2%), glukosa (31,3%), disakarida
lainnya (5%), melezitose (<0,1%), erlose (0,8%), oligasakarida lainnya (3,6%), mineral (0,2%), asam amino
(0,3%). Madu mengandung zat anti mikrobial, yang dapat menghambat penyakit. Karena mempunyai nilai
ekonomis yang cukup tinggi serta mengandung zat-zat yang unik, maka sering terjadi pemalsuan madu. Madu dapat dipalsukan dengan berbagai cara yaitu dengan mencampur komponen-komponen pemanis buatan alami atau dengan memberikan gula pasir (sukrosa) ke dalam madu, sehingga berbahaya bila diberikan pada bayi atau orang yang menderita penyakit diabetes Mellitus. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan sistem untuk pengklasifikasian kualitas madu dengan sistem spektofotometer dan algoritma pengenalan pola (machine learning). Hal ini didasarkan pada adanya kandungan gugus kromofor yang menghasilkan absorbansi transisi elektronik dan pemberi warna pada madu. Kualitas jenis madu juga dapat diketahui dengan menggunakan sistem algoritma pengenalan pola support vector machine. Dalam pengujian tiga jenis madu dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 500 nm, absorbansi yang didapatkan pada jenis madu randu sebesar 0.523-0.654, madu kopi sebesar 0.735-0.824, dan madu karet sebesar 0.947-1.043.
Kata Kunci: Kualitas Madu, Machine Learning, Single Board Computer, Spektrofotometer.

Meme Dagelan_Jowo: Kajian Semiotika

KOLITA 16 || Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya Keenam Belas
27 Februari 2018 || ISSN: 2549-810X
Penerbit : Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Penulis  : Tri Indrayanti
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRAK/ABSTRACT
Saat ini, di jejaring sosial seperti line, instagram, facebook, twitter, dan lain-lain banyak ditemukan
gambar atau tulisan meme dengan karakter unik dan menggelitik. Isi meme yang dibuat sangat beraneka
ragam. Ada yang berisi curahan hati dan perasaan, penggambaran kondisi ekonomi, politik,
mengungkapkan kritik sosial, humor, dan sindiran-sindiran di berbagai bidang. Meme sengaja dibuat
sebagai gambaran berkembangnya teknologi dan informasi. Di Indonesia sendiri, pembuatan meme
berkembang dengan pesat. Gambar yang disertai tulisan selalu dapat menarik perhatian masyarakat
karena point of interest sangat mencolok sehingga pesan yang ingin disampaikan mudah diterima.
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penanda (Signifer) dan petanda (Signifed) dalam meme
dagelan_jowo dan menjelaskan makna yang terkandung dalam meme dagelan_jowo. Meme
dagelan_jowo sendiri merupakan salah satu meme yang terdapat di dalam media sosial instagram.
Pendekatan penelitian dalam penelitian yaitu pendekatan kualitatif yang menghasilkan analisis deskriptif.
Peneliti berusaha mendeskripsikan fakta-fakta yang melatarbelakangi pembuatan meme dagelan_jowo
yang ada di instagram. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik
pustaka dan dokumentasi. Signifer dan Signifed ditemukan dalam meme dagelan_jowo antara lain: merk
favorit sepeda motor (beat), pentingnya rupa dalam pasangan (perempuan cantik), petuah hidup,
percintaan, masalah remaja (terkait jomblo, mantan), sifat manusia (tukang gosip dan kritik), dan lainlain.
Dari segi kalimat yang digunakan, meme dagelan_jowo memiliki jenis kalimat yang memberikan
pernyataan berupa informasi, memberikan nasihat, mengungkapkan perasaan, sindiran, pendapat,
pertanyaan berupa sindiran, dan harapan.
Kata kunci/Keywords: meme, dagelan_jowo, semiotika

ETHICS AND MORALITY IN COLLECTION OF CHILDREN’S STORIES ―AIKA, MAAFKAN AKU!”

PROSIDING CLLT || Innovation In Language And Language Teaching In The 21st Century
26 Oktober 2017 || ISBN: 978-602-50690-1-7
Penyelenggara : Universitas Tidar
Penulis 1 : Tri Indrayanti
Penulis 2 : Ira Eko Retnosari
PDF VERSI CETAK/ASLI

Abstract
Children’s literature is a growing field, especially in Europe and America. Even to this day the definition and
discourse of children’s literature is still a discussion that continues to be discussed, but this does not make children’s literature impossible to be studied.Child of children is an essay that tells the deeds, experiences, events and so forth intended for children whose story is simple but complex and communicative and contains moral values for children.
This study raises ethics and morality in children’s stories. The children’s story itself is part of an imaginative
literature in the form of fictional prose. The reason this research raises ethics and morality in children’s stories
because the study of children’s literature or children’s literature is one part of literary criticism that is still
marginalized. This study aims to describe the ethics and morality contained in the children’s story. Based on these objectives, this study is a qualitative research, ie research that does not hold calculations or numbers. This research seeks to find the ethics and morality contained in the collection of children’s stories “Aika, Maafkan Aku!”. Based on data analysis, it can be concluded that children’s story entitled ―Aika, Maafkan Aku!‖ there is ethics (53%) and morality (47%). Good ethics is more than bad ethics. It is shown there is only one data that contains bad ethics. In morality, there is also good and bad morality. Good morality is also more than bad morality. Data that contains good morality there are fourteen data, while bad morality there are nine data. Thus, children’s stories written by early childhood and kindergarten teachers contain almost equal ethics and morality.
Keywords: children’s story, ethics, morality

PENGEMBANGAN PARAGRAF DALAM ESAI MAHASISWA UNIPA SURABAYA

PROSIDING KONFERENSI NASIONAL BAHASA DAN SASTRA IV || Peningkatan Mutu Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Dalam Upaya Memartabatkan Bahasa Indonesia
11-12 November 2017 || ISBN: 978-602-73739-1-4
Penyelenggara : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Penulis 1 : Tri Indrayanti
Penulis 2 : Ira Eko Retnosari
PDF VERSI CETAK/ASLI SERTIFIKAT

ABSTRACT
Writing is a creative process to express ideas in the written form with a certain purpose, for
example, giving information, convincing, entertaining and so forth. The result of this creative
process is called an essay or writing. The term “writing” is used to refer to the non-scientific
writing, while the term “essay” refers to the scientific writing. This research discussed the
problems in relation to paragraph development that was applied in the students’ essay. Essay is a
type of writing categorized as nonfiction. The method used in this research was descriptive
qualitative. The data collection technique used in this research was documentation. The object of
this research was students and the data source was sentences in paragraphs. Descriptive
qualitative was used to analyze the data containing the development of paragraph in an essay
written by the students. The students’ essay was chosen in this research because the students were
the objects that had writing skill in terms of self-development, creativity, and work. Based on the
result of the reserach, it can be described that the first, most of the essays written by the students
of PGSD of Unipa Surabaya year 2015 used the type of cause-effect paragraph in the amount of
25%. It happened because the students were easier to describe their ideas based on the causeeffect
of event, the second is the example paragraph in the amount 16 %, the third is the definition
paragraph in the mount of 13.6%, the fourth is the fact and classification paragraph in the amount
of 11.4%, the fifth is the opposition and comparasion paragraph in the amount of 5%, the sixth is
process paragraph in the amount of 4.5%, and the last is analogy paragraph. This type is the
lowest amount written by the students, that is, 2,3% because the students were confused to develop
this paragraph.
Keywords: development of paragraph, essay, students

ABSTRAK
Menulis merupakan sebuah proses kreatif menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis dalam
tujuan, misal memberitahu, meyakinkan, menghibur atau tujuan yang lain. Hasil dari proses kreatif
ini disebut dengan istilah karangan atau tulisan. Istilah mengarang digunakan untuk menyebut
dalam proses menulis berjenis nonilmiah, sedangkan menulis melekat pada kegiatan menulis
berjenis ilmiah. Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang pengembangan paragraf yang
digunakan di dalam tulisan esai mahasiswa. Esai merupakan jenis tulisan dikategori nonfiksi.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang
digunakan yaitu dokumentasi. Objek yang digunakan adalah mahasiswa dan bersumber data
berupa kalimat dalam paragraf. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif berisi
penjelasan berupa pembuktian berupa penulisan pengembangan paragraf yang digunakan
mahasiswa dalam menulis esai. Tulisan mahasiswa dipilih dalam penelitian ini karena mahasiswa
merupakan objek yang senantiasa dilekati keterampilan menulis dalam rangka pengembangan diri,
kreativitas, dan berkarya. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diuraikan bahwa sebagian besar esai
yang ditulis oleh mahasiswa PGSD UNIPA Surabaya angkatan 2015 menggunakan jenis
pengembangan paragraf cara sebab akibat yaitu sebesar 25%. Hal ini dikarenakan bahwa
mahasiswa lebih mudah menguraikan gagasan yang dilatarbelakangi dengan peristiwa sebab dan
diikuti dengan akibat yang ditimbulkan. Kedua cara pengembangan paragraf contoh sebesar 16%,
ketiga cara pengembangan definisi sebesar 13.6%, keempat cara fakta dan cara klasifikasi sebesar
11.4%, kelima cara pengembangan paragraf pertentangan dan perbandingan sebesar 5%, keenam
cara pengembangan proses sebesar 4.5%, dan cara pengembangan paragraf yang paling sedikit
ditulis oleh mahasiswa yaitu cara analogi sebesar 2.3% karena mahasiswa masih kebingungan
menguraikan cara pengembangan ini.
Kata kunci: pengembangan paragraf, esai, mahasiswa

1 2 3 4 15