Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Hasil Belajar Matematika Siswa di SMP Negeri 23 Surabaya


PROSIDING || Seminar Nasional || Menyiapkan Pendidikan Matematika Dalam Menghadapi MEA
14 Mei 2016 || ISBN: 978-979-8559-72-3
Penerbit : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Penulis 1: Putri Suhandari
Penulis 2: Moh. Syukron Maftuh

PDF

Abstrak

Belajar akan mengasah potensi-potensi yang dimiliki oleh seseorang. Potensi rasional yang dipengaruhi oleh intelektual atau sering disebut dengan Intelligence Quotient (IQ) yangdigunakan untuk berpikir sedangkan potensi emosional dipengaruhi oleh emosi sering disebut kecerdasan emosional (EQ) yang digunakan untuk merasa.

Kedua potensi, rasional dan emosional saling berhubungan satu sama lain yang akan berguna untuk menyelesaikan sebuah permasalahan khususnya menyelesaikan persoalan matematika. Baik IQ maupun EQ sangat penting dalam keberhasilan siswa namun menurut Goleman (2002:44) IQ hanya berperan 20% dalam keberhasilan seseorang, sisanya 80% tergantung pada kekuatan-kekuatan lain. Salah satu dari kekuatan lain itu adalah kecerdasan emosional. Dari latar belakang yang dipaparkan peneliti maka rumusan masalahnya adalah “Apakah ada hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika materi persamaan garis lurus pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 23 Surabaya?”. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika materi persamaan garis lurus pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 23 Surabaya.Jenis peneitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII D SMP Negeri 23 Surabaya yang berjumlah 40 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan metode angket dan metode tes prestasi, yang kemudian dianalisis dengan mengunakan rumus korelasi product momen. Berdasarkan hasil analisis data dengan perhitungan statistik, diperoleh  = 0,529 lebih besar dari  = 0,312. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa “Ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika materi persamaan garis lurus siswa kelas VIII D SMP Negeri 23 Surabaya tahun pelajaran 2015 – 2016”.

Kata Kunci:  Kecerdasan Emosional, Hasil belajar

 

Abstract

Learning will be exercising the abilities of person. The rational ability is influenced by intellectual or often called as Intelligence Quotient (IQ) which is used to think, while emotional ability is influenced by emotion that often called emotional Quotient (EQ) which is used to feel. The both of those abilties, rational and emotional are correlated each other which will be used for solving problem especially solving mathematics problem. IQ and EQ are very important in the successful of the students but based on Goleman (2002:44) IQ just has a role 20% in the successful of person, the remainder 80% depends on the other strenghths.By the background that has investigasted by the reseracher, so the statement of the problem is “Is there correlation of emotional quotient with the mathematics learning result in the material equations of straight lines on VIII D students of SMP Negeri 23 Surabaya?”. The objective of the research is to find out the correlation of emotional quotient with the mathematic learning result in the material equations of straight lines on VIII D students of SMP Negeri 23 Surabaya. The kind of research which is used is quantitative descriptive research. The sampel which is used in this research is VIII D students of SMP Negeri 23 Surabaya which contains 40 students. The data collection technique in this research used questionnaire method and achievement test method, then it was analyzed by using formula momen product correlation. Based on the result of analyzes data by statistics calculation, the result is  = 0,529 bigger than  = 0,312, it can be concluded that “there is correlation of emotional quotient with the mathematics learning result in the material equations of straight lines on VIII D students of SMP Negeri 23 Surabaya in the 2015-2016 school year”.

 

Keywords: Emotional Quotient, The Learning Result

 

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pendidikan merupakan suatu proses untuk menumbuhkan kepribadian atau kemampuan yang berguna untuk mengembangkan bangsa, dengan kata lain pendidikan sangatlah penting bagi pembangunan Nasional.

Hasil belajar dipengaruhi oleh aspek emosional yang dimiliki oleh seseorang khususnya siswa. Dalam proses perubahan tingkah laku aspek emosional harus dapat dikembangkan serta dikontrol sehingga emosi yang dimiliki oleh seorang siswa dapat diaplikasikan dengan benar dan tepat dalam kondisi yang sesuai. Kondisi emosi yang terkontrol akan mempengaruhi proses berpikir siswa. Pikiran tenang dan santai akan menghasilkan hasil yang baik dalam sebuah pemikiran penyelesaian masalah maupun dalam proses belajarnya.

Belajar akan mengasah potensi-potensi yang dimiliki oleh seseorang. Potensi tersebut, potensi rasional dan potensi emosional. Potensi rasional yang dipengaruhi oleh intelektual atau sering disebut dengan Intelligence Quotient (IQ) yang digunakan untuk berpikir sedangkan potensi emosional yang biasanya disebut kecerdasan emosional (EQ) dipengaruhi oleh emosi yang digunakan untuk merasa. Kedua potensi, rasional dan emosional saling berhubungan satu sama lain yang akan berguna untuk menyelesaikan sebuah permasalahan khususnya menyelesaikan persoalan matematika. Dimana siswa menganggap pelajaran matematika sulit untuk dipelajari.

Dua potensi tersebut berpengaruh  terhadap keberhasilan seseorang. Baik IQ maupun EQ sangat penting dalam  keberhasilan siswa namun menurut Goleman (2002:44) IQ hanya berperan 20% dalam keberhasilan seseorang, sisanya 80% tergantung pada kekuatan-kekuatan lain. Salah satu dari kekuatan lain itu adalah kecerdasan emosional. Menurut Goleman (2002:45) kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi, mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan berpikir, berempati dan berdoa.

Kemampuan seperti yang dijelaskan oleh Goleman merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki oleh guru maupun siswa. Pentingnya memahami kecerdasaan emosional yang ada pada setiap siswa merupakan suatu hal yang harus dipahami oleh seorang guru yang berfungsi sangat penting dalam proses pembelajaran berlangsung. Hal ini berguna agar pembelajaran mendapatkan hasil belajar yang memuaskan. Sebuah cara berpikir yang bagus tidak akan menghasilkan sebuah hasil yang baik tanpa merasakan sesuatu yang terjadi di sekitanya. Banyak sekali orang yang cerdas tetapi tidak dapat merasakan sesuatu yang terjadi di sekitarnya, sehingga orang tersebut tidak akan bisa memahami dan mengontrol perasaannya sendiri.

Kecerdasan emosional erat hubungannya dengan potensi intelek yang dimiliki oleh seseorang. Kecerdasan emosional merupakan proses memahami emosi yang terdapat dalam diri seseorang. Dengan demikian kecerdasaan emosional perlu dikaji dan dipahami oleh setiap orang khususnya setiap guru karena kecerdasaan emosional sangatlah penting perannya dalam keberhasilan yang diperoleh siswa.

Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini ingin menjawab permasalahan apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika materi persamaan garis lurus pada siswa kelas VIII D di SMP Negeri 23 Surabaya?

  1. Rumusan Masalah

Rumusan masalah merupakan kegiatan pokok dalam suatu penelitian. Rumusan masalah yang dibuat penulis dalam penelitian ini akan dibuat sederhana dan terperinci, sehingga dapat memperjelas ruang lingkup dan batasan-batasan masalah. Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti mengambil rumusan masalah sebagai berikut: “Apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika materi persamaan garis lurus pada siswa kelas VIII D di SMP Negeri 23 Surabaya?”.


 

  1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah dan uraian di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika materi persamaan garis lurus pada siswa kelas VIII D di SMP Negeri 23 Surabaya.

  1. Manfaat Penelitian

Berikut merupakan manfaat yang diharapkan setelah penelitian:

  1. Bagi Guru

Diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan agar dapat mengembangkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran matematika.

  1. Bagi Siswa

Penelitian ini diharapkan siswa dapat mengatur emosi dalam segala situasi agar pembelajaran yang dilakukan lebih nyaman dan memudahkan siswa dalam menyelesaikan soal matematika.

  1. Bagi Sekolah

Hasil penelitian tentang hubungan kecerdasan emosional dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi pihak sekolah untuk meningkatkan belajar siswa serta memotivasi siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar secara umum. Serta pihak sekolah diharapkan dapat memenuhi fasilitas sekolah yang nantinya akan meningkatkan hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika.

  1. Bagi Peneliti

Menambah pengetahuan peneliti tentang kecerdasan emosional yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika di sekolah menengah pertama.

  1. Bagi Masyarakat

Memberikan pemikiran kepada dunia pendidikan yang ada di Indonesia dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Sekolah Menengah Pertama.


 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yang peneliti lakukan adalah menentukan subyek penelitian, pengambilan subyek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan data menggunakan metode angket dan metode tes. Angket dalam penelitan ini adalah angket kecerdasan emosional yang setiap butir pertanyaan atau pernyaaan memiliki skor sebagai berikut:

Skor Penilaian Angket Kecerdasan Emosional

Jawaban Favorable (+) Unfavorable(-)
Sangat Setuju (ST) 5 1
Setuju             (S) 4 2
Ragu-ragu      (R) 3 3
Tidak Setuju  (TS) 2 4
Sangat Tidak Setuju (STS) 1 5

Sedangkan tes dalam penelitian ini adalah soal tes hasil belajar matematika siswa yang berbentuk uraian terdiri dari 5 soal dengan materi persamaan garis lurus untuk setiap soal memiliki nilai 20 dan nilai maksimal siswa adalah 100.

Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan tiga tahap, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Pada tahap persiapan, peneliti mempersiapkan instrumen penelitian. Sedangkan pada tahap pelaksanaan, terdiri dari proses belajar mengajar. penyebaran angket, melakukan tes. Tahap akhir, pada tahap ini peneliti melakukan analisis data dengan menggunakan Korelasi Product Moment yang digunakan untuk menentukan sebuah hubungan. Untuk mengetahui kejelasan lebih lanjut tahap ini akan dibahas pada pembahasan selanjutnya.

Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi product moment.

 

HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian ini dipaparkan dalam dua sajian. Sajian pertama adalah deskripsi data dan sajian kedua adalah pengujian hipotesis data.

Deskripsi data. Data hasil penelitian berupa data hasil angket kecerdasan emosional (X) dan tes hasil belajar matematika (Y) yang dilaksanakan pada siswa kelas VIII D di  SMP Negeri 23 Surabaya dalam penelitian diperoleh:

 

 = 3122  = 3433
 =  245774 296259
268922

 

 

 

 

Dengan menggunakan rumus korelasi moment berikut:

Maka perhitungan statistik menggunakan rumus korelasi product moment di atas diperoleh nilai  = 0,529

 

Pengujian hipotesis. Data yang telah diperoleh diolah dengan menggunakan metode statistika yaitu analisis korelasi product moment. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika materi persamaan garis lurus pada siswa (), dan Tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika materi persamaan garis lurus pada siswa (). Dengan taraf signifikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah . Pada penelitian ini banyak sampel (N) = 40 siswa. Maka diperoleh nilai  product moment sebesar 0,312 an nilai  = 0,529.

Berdasarkan perhitungan statistik diperoleh  = 0,529 lebih besar dari  = 0,312, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol  ditolak dan hipotesis kerja  diterima yang berarti ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika siswa kelas VIIID di SMP Negeri 23 Surabaya.


 

PEMBAHASAN

Hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukan perhitungan statistik dengan menggunakan korelasi product momen memperoleh nilai  sebesar 0,529 dan nilai  product moment dengan taraf signifikan 5% sebesar 0,312. Dengan mengetahui nilai  dan , berarti nilai  lebih besar dari . Nilai  bernilai positif artinya hubungan antara kecerdasan emosional sebagai variabel bebas (X) dan hasil belajar matematika sebagai variabel terikat (Y) memiliki hubungan yang erat. Hubungan kedua variabel yang sangat erat antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika, siswa perlu meningkatkan kecerdasaan emosional yang dimiliki agar hasil belajar matematika juga ikut meningkat. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Prof. Sarlito (dalam Akbar, 2004:174) menyatakan bahwa: “Kecerdasan emosional merupakan salah satu faktor penting yang ada pada diri siswa (kenyataan internal) yang mempunyai peranan penting dalam menentukan prestasi belajar”.

Dari data yang diperoleh nilai  sebesar 0,529 memiliki hubungan yang bersifat positif. Data yang menunjukkan bahwa nilai hasil angket kecerdasaan emosional yang rendah maka nilai hasil tes belajar matematika siswa juga akan ikut rendah begitu juga jika nilai hasil angket kecerdasan emosional tinggi maka nilai hasil tes belajar matematika juga tinggi. Kedua variabel memiliki hubungan yang erat.

Kecerdasan emosional yang dimiliki oleh setiap siswa berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini diperlihatkan oleh nilai angket kecerdasan yang dimiliki oleh setiap siswa berbeda-beda. Siswa yang memiliki kecerdasan emosioanal yang tinggi akan memiliki nilai hasil belajar matematika yang tinggi pula. Hal ini ditunjukkan oleh data hasil penelitian di kelas VIII D SMP Negeri 23 Surabaya. Bahwasannya keberhasilan siswa memperoleh nilai hasil belajar yang tinggi tidak hanya tergantung kepada kecerdasan inteletual (IQ) saja tetapi juga tergantung kepada pengolahan kecerdasan emosional (EQ) yang dimiliki siswa tersebut.

Hal ini dibuktikan oleh Goleman (2002:44) yang menyatakan bahwa 20% keberhasilan seseorang yang dipengaruhi oleh IQ sedangkan sisanya 80% dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lain. Kecerdasaan emosional merupakan salah satu dari kekuatan lain yang menunjang keberhasilan atau kesuksesan dalam kehidupan seseorang.

 

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil simpulan bahwa ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika materi persamaan garis lurus pada siswa kelas VIII D di SMP Negeri 23 Surabaya. Dalam hal ini hubungan yang dimaksud adalah hubungan yang bersifat positif. Hubungan yang bersifat positif artinya semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki siswa maka semakin tinggi pula hasil belajar matematika, namun sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosional yang dimiliki siswa maka semakin rendah hasil belajar matematika.

 

SARAN

Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka saran yang dapat peneliti berikan adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengembangkan dan mengoptimalkan kecerdasan emosional yang berperan dalam keberhasilan siswa baik di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya, maka disarankan kepada pihak sekolah terutama guru-guru pengajar agar memasukkan unsur-unsur kecerdasan emosioal dalam menyampaikan materi serta melibatkan emosi siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat memacu peningkatan kecerdasan emosional siswa.
  2. Bagi para orang tua, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi yang mampu membantu para orang tua dalam mendidik putra/putri dirumah sehingga kecerdasan emosional yang dimiliki setiap anak dapat di asah sejak dini. Hal ini dapat digunakan untuk menghadapi masalah yang akan dihadapi anak dikemudian hari serta dapat membantu dalam mencapai keberhasilan anak dalam kehidupannya.
  3. Bagi para siswa/siswi sebaiknya melatih serta mengelola kecerdasan emosional yang dimiliki secara interen, agar dapat mengembangkan kecerdasan emosional yang dapat membantu dalam mencapai keberhasilan atau kesuksesan dalam belajar.
  4. Bagi para peneliti untuk penelitian selanjutnya sebaiknya di dalam pengambilan data tentang hasil belajar tidak menggunakan seluruh mata pelajaran melainkan difokuskan pada satu atau dua mata pelajaran saja sehingga hasil dari data tersebut sesuai dengan yang diharapkan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Akbar, Reni-Hawadi (Ed). 2004. Akselerasi: A-Z informasi program percepatan belajar. Sarlito Wirawan Sartono. Jakarta: Grasindo

Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Aunurrahman. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta

Goleman, Daniel. 2002. Emotional Intelligence: Kecerdasan Emosional Mengapa EI lebih penting daripada IQ.  Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hamalik, Oemar. 2004. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara

Hariwijaya. 2005. Tes Kepribadian (Personality Test). Yogyakarta: Pustaka Belajar

Hasan, Iqbal. 2002. Pokok-pokok Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia

Imam, Kam. 2009. Quantum Emotion The Simple Ways For Your Beatiful Life. Jogjakarta: Garailmu.

Kartono, Kartini. 1996. Psikologi Umum. Bandung: Mandar Maju

Wipperman, Jean. 2006. Meningkatkan Kecerdasan Emosional. Jakarta. Prestasi Pustakaraya

Yusuf, Syamsul. 2011. Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset