Improving Early Childhood Physical and Motor Skills through Mathematics Learning Media


ICETA 6 || International Conference on Educational Technology of Adi Buana
9 Mei 2015 || ISBN: 978-979-3870-55-7
Penerbit : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Penulis  : Nur Fathonah

PDF

Abstract:

This study was based on the fact that early childhood requires a development effort from
birth to the age of six years by providing educational stimulus to help the growth and development of the body and spirit of children.Accordingly, they have the readiness for further education. The research problem was formulated as follows: Can early childhood physical motor abilities be increased through mathematics instructional media. The subjects were 28 children of 3-5 years of age and from “PPT Dahlia PMI RW. VI”, Balas Klumprik Village of Wiyung District of Surabaya. The results showed that the children’s physical gross motor and fine motor skills could increase using the instructional media. Before using the media, the average was 2.1 or 70.71%. After using it, the
average reached 2.8 or 92.7 %. It means that the skills developed very well.

Keywords: physical ability, gross motor, fine motor, mathematics instructional media

 

Pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting bagi manusia khususnya bagi anak-anak untuk menghadapi kehidupannya di masa mendatang, Pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat mendapat keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Setiap anak pada dasarnya memiliki potensi dan keunikan sendiri. Pengembangan potensi
anak harus diperhatikan, agar potensi anak dapat berkembang secara optimal. Potensi anak dapat berkembang secara pesat pada lima tahun pertama, sehingga masa ini disebut masa Emas (The Golden Years). Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas tinggi adalah pembangunan manusia Indonesia sejak usia dini, salah satunya adalah meningkatkan kecerdasan anak yang tidak saja dari sisi kecerdasan intelektual tetapi juga melalui kecerdasan kinestetik yang mencakup kemampuan fisik yang cukup spesifik yakni keseimbangan (balance), kelenturan (flexibility), koordinasi (coordination), kekuatan (streght), kecepatan(speed) dan keakuratan (accuracy), anak yang memiliki kecerdasan kinestetik akan cenderung lebih kuat, lebih cepat dan lebih lincah, hal ini sangat penting karena dunia anak identik dengan dunia bergerak sehingga mampu melahirkan gerak fisik yang cerdas dan dinamis, selalu menyenangkan dan ceria yang
sangat dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang
menitikberatkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Salah satu aspek perkembangan yang perlu diberikan adalah fisik motorik. Kegiatan fisik motorik diberikan sejak dini karena mereka dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Pada masa ini keinginan anak untuk bergerak lebih banyak, sehingga perlu diarahkan dan dibina. Ketika fisik berkembang dengan baik memungkinkan anak untuk dapat lebih mengembangkan keterampilan fisiknya dan eksplorasi lingkungannya dengan tanpa bantuan dari orang lain. Perkembangan fisik anak ditandai juga dengan berkembangnya perkembangan motorik, baik motorik halus maupun motorik kasar.
Perkembangan motorik beriringan dengan proses pertumbuhan secara genetis atau
kematangan fisik anak, Teori yang menjelaskan secara detail tentang sistematika motorik anak adalah Dynamic System Theory yang dikembangkan Thelen & whiteneyerr. Teori tersebut mengungkapkan bahwa untuk membangun kemampuan motorik anak harus mempersepsikan sesuatu di lingkungannya yang memotivasi mereka untuk melakukan sesuatu dan menggunakan persepsi mereka tersebut untuk bergerak. Kemampuan motorik merepresentasikan keinginan anak.
Misalnnya ketika anak melihat mainan dengan beraneka ragam, anak mempersepsikan dalam otaknnya bahwa dia ingin memainkannya. Persepsi tersebut memotivasi anak untuk melakukan sesuatu, yaitu bergerak untuk mengambilnya. Akibat gerakan tersebut, anak berhasil mendapatkan apa yang di tujunya yaitu mengambil mainan yang menarik baginya.
Matematika merupakan bagian penting dari kehidupan manusia. Disadari maupun tidak
sebenarnya seseorang tidak lepas dengan matematika. Mengajarkan matematika melalui
pendekatan psikologi anak dan karakter berpikir anak merupakan cara yang efektif dan pilihan masuk akal bagi guru-guru pra TK maupun TK.Untuk lebih memberikan gambaran bagaimana seharusnya belajar dan mengajarkan matematika bagi anak usia dini, maka pada tulisan ini akan dibahas tentang apa sebenarnya matematika, bagaimana karakteristik anak dalam konteks kemampuan matematis, bagaimana anak usia dini belajar matematika yang seharusnya dan bagaimana belajar dan mengajar bilangan.
Pada umumnya anak usia dini identik dengan bermain. Mereka mendapat dan membangun
pengetahuan melalui kegiatan bermain. Sehingga muncul aktifitas- aktifitas dari anak yang aktif dalam tingkah lakunya, misal tiba-tiba anak menuangkan air ke lantai guna melihat apa yang terjadi ketika air dituang dari wadahnya , anak melemparkan gelas kaca ke lantai guna mengetahui apa yang terjadi ketika gelas tersebut jatuh. Berdasarkan ilustrasi yang ada masih banyak orang tua atau tenaga pendidik anak usia dini yang belum mengetahui makna tersebut sehingga muncul istilah anak bandel atau anak nakal. Anak usia dini yang cenderung aktif biasanya daya imajinasi dan krestifitasnya tinggi. Hal demikian baiknya orang tua dan tenaga pendidik memperhatikan serta memberikan stimuli yang benar mengingat masa pada usia ini merupakan masa golden age atau
masa keemasan dalam tahapan perkembangan manusia. Pada tahap ini berbagai macam konsep mudah dipahami oleh anak, namun juga mudah hilang. Sebagai orang tua dan tenaga pendidik yang baik seharusnya benar-benar peka terhadap segala aktifitas yang di tunjukkan anak dalam kesehariannya.
Bermain merupakan suatu kegiatan yang tidak bisa dipisah dari anak-anak. Sebab dari
bermain, anak-anak bisa merasakan berbagai pengalaman emosi yakni senang, sedih, bergairah, kecewa, bangga marah, suka, dan sebagainya. Dari bermain juga anak-anak bisa mengekspresikan diri sendiri, mereka dapat berinteraksi, berpetualang dan mereka bisa berimajinasi sesuai pola pikir mereka. Melalui bermain pula anak memahami kaitan antara dirinya dan lingkungan sosialnya, belajar bergaul dan memahami aturan ataupun tata cara pergaulan. Selain itu, bermain juga bermanfaat bagi perkembangan fisik anak, perkembangan aspek sosial, aspek emosional, aspek kognisi, dan motorik kasarnya.
Sekarang ini banyak mainan anak-anak yang semakin kreatif, mahal, dan tentunya beraneka macam. Banyak prudusen-produsen mainan yang memproduksi mainan tanpa ada faedah atau manfaat bagi perkembangan motorik anak. Pada dasarnya kebanyakan dari maianan yang diproduksi hanyalah sebagai alat bantu anak untuk bermain bukan merupakan indikator mutlak untuk anak berkembang lebih baik. Jadi, mahal atau murahnya alat permainan bukanlah indikator untuk anak menjadi berkembang lebih baik. Alat permainan akan memberikan fungsi atau manfaat yang luar biasa apabila orang tua atau pendidik mengetahui atau bisa memfungsikan alat permainan tersebut sehingga bisa melatih perkembangan motorik anak.
Motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang
terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan spinal cord. Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan halus.
Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri.

Contohnya
kemampuan duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga dan sebagainya
Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya. Kedua kemampuan tersebut sangat penting agar anak bisa berkembang, dengan Pendekatan Matematika realistik pada dasarnya adalah pemanfaatan realitas dan lingkungan yang dipahami oleh peserta didik untuk memperlancar proses pembelajaran matematika sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan matematika secara lebih baik dari pada masa lalu.
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Dalam Proses belajar mengajar di kelas, Media berarti sarana yang berfungsi menyalurkan pengetahuan dari guru kepada peserta didik.
Melihat paparan diatas, peneliti ingin menjawab permasalahan Apakah kemampuan fisik
motorik anak usia dini bidang matematika dapat meningkat melalui bermacam-macam media pembelajaran? yang hasilnya diharapkan memberikan pembelajaran yang lebih kreatif lagi agar dapat menarik minat anak dalam proses pembelajaran, memberikan media-media dalam bermain sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan anak.

 

METODE PENELITIAN
Metode penelitian merupakan suatu cara untuk dianut dalam mengumpulkan dan
menganalisis data yang diperlukan untuk menjawab masalah yang dihadapi dalam suatu penelitian.
Menurut Sugiyono(2010:3) “Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”. Oleh karena itu dalam memilih metode penelitian harus sesuai dengan kebutuhan, karena keberhasilan suatu penelitian tergantung pada pemilihan dan penerapan suatu metode penelitian.

 

Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif, yaitu penelitian yang dinyatakan dalam bentuk verbal dan dianalisis tanpa menggunakan statistik. Data hasil penelitian berupa kata-kata dan akan dipaparkan sesuai dengan kejadian yang terjadi dan dianalisis secara induktif. Dalam penelitian ini,
peneliti sebagai instrument utama. Hal ini karena peneliti yang akan merencanakan, merancang, melaksanakan, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan dan membuat laporan.

 

Data dan Sumber Data
Data Menurut Suharsimi Arikunto (2003:91) menyatakan bahwa: “data adalah segala fakta dan angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun informasi yaitu hasil pengolahan data yang dipakai untuk suatu keperluan”.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa catatan-catatan, rencana atau persiapan mengajar, laporan dokumen-dokumen lain yang ada hubungannya dengan penelitian ini. Data yang digunakan adalah data Anak PPT Dahlia PMI Rw. VI Kel. Balas Krumpik Kec.Wiyung Surabaya Periode 2014-2015 yang berusia 3-5 tahun sebagai berikut:

Tabel 3.1
Data Anak PPT Dahlia
NO   Nama Lengkap                         Nama Panggilan                   TTL
1     Angelica Kistanti Lova Kusuma        Angel                 Surabaya,04-12-2010
2     Aurelia Puri Keziah Mandala            Aurel                  Surabaya,12-02-2011
3     Aruna Alva Daniswara H                 Aruna                 Surabaya,04-10-2013
4     Aisha Kira Sakhi Septiany               Sasha                 Surabaya,13-09-2011
5     Ardy Fitrianti S Kusuma                   Fitri                   Surabaya,30-11-2011
6     Arsy Aly Wisnu Fadhila                   Wisnu                 Surabaya,15-06-2011
7     Arsyaf Ramadhan                          Arsyaf                 Surabaya,25-08-2011
8     Corine Aqilah Kurniawan                  Olin                   Surabaya,14-03-2011
9     Chika Adisty Putri Kirana                Chika                  Surabaya,17-01-2011
10   Dimas Ahmad Faqih                       Dimas                 Surabaya,24-10-2011
11   Florent Amanta Febriane                Florent                Surabaya,19-02-2011
12   Hernada Rafa Firmansyah                Rafa                  Surabaya,22-10-2011
13   Katara Diandra Nimas S                  Katara                Surabaya,10-01-2011
14   Keysha Charyis Harfy Janetta          Keysha                Surabaya,05-05-2011
15   Khiara Nuriza Qareen                      Khiara                 Surabaya,21-01-2011
16   Maulana Aghzan Wicaksono              Maula                 Surabaya,17-04-2011
17   Muhammad Ryyan D.J                     Rayan                  Sidoarjo,28-01-2011
18   Muhammad Vino Kurniawan              Vino                   Surabaya,06-05-2010
19   Muhammad Farid Abyansyah             Byan                  Sidoarjo,11-07-2010
20   M. Ghaisah Ramagustin                    Aghis                   Gresik,22-08-2011
21   Naufa Zahra Maulana                       Zahra                  Sidoarjo,21-07-2011
22   Rayhan Yudistira Feriyanto               Rayhan                Surabaya,30-11-2010
23   Rasya Nauvalinjo                             Rasya                  Sidoarjo,12-11-2011
24   Reyhan Ghaizan Safiyullah               Reyhan                 Pacitan, 05-10-2010
25   Seyila Nur Oktavianti                        Seyila                  Surabaya,21-01-2011
26   Michael Indrayana                             Miko                   Surabaya,30-09-2010
27   Anggie Septia Ramadhani                  Anggi                  Surabaya,28-09-2011
28   Kirana Fatimah Azzara                        Ara                    Surabaya,08-11-2010

 

Sumber Data
a. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Pos PAUD Terpadu (PPT) Dahlia yang beralamatkan di Perumahan Pondok Maritim Indah RW 06 Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung Kota Surabaya.
b. Waktu Penelitian
Dengan berbagai pertimbangan dan alas an peneliti menentukan waktu perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian selama 3 minggu mulai tanggal 22 November 2014 sampai 12 Desember 2014.
c. Sumber Penelitian
Sumber data diberikan oleh kepala sekolah, guru PPT Dahlia, semua Anak PPT Dahlia
yang berusia 3-5 tahun.
d. Subjek Penelitian
Subjek Penelitian adalah anak PPT Dahlia PMI Rw, VI Kel.Balas Klumprik Kec.Wiyung
Surabaya yang berusia 3-5 tahun yang berjumlah 28 anak.
e. Dokumen atau Arsip
Dokumen atau arsip yang berupa data diambil dari penelitian ini adalah siswa PPT Dahlia PMI Rw, VI Kel. Balas Klumprik Kec.Wiyung Surabaya yang berusia 3-5 tahun yang berjumlah 28 anak periode 2014-2015, yaitu:
1) Data siswa
2) Instrumen penelitian observasi
3) Dokumetasi berupa foto.

Teknik Pengumpulan Data
Teknik Observasi
Observasi adalah kegiatan pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam suatu kegiatan
pembelajaran. Menurut Musfiqon (2012:156) bahwa: “Observasi adalah kegiatan pengumpulan data melalui pengamatan atas gejala, fenomena, dan fakta empiris yang terkaitdengan masalah dalam penelitian”. Menurut Arikunto (2010:199) bahwa: “Observasi merupakan suatu kegiatan(pengamatan) yang dilakukan meliputi kegiatan pemusatan perhat ian terhadap suatu obyek dengan menggunakan seluruh panca indra”. Observasi ini dilakukan secara langsung pada saat anak sedang melakukan kegiatan bermain sambil belajar. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Nasional (2010: 11) merumuskan bahwa: “Pedoman penilaian untuk anak TK adalah dengan menggunakan tanda bintang yang dapat diubah dengan angka”.

 

Tabel3.2 Penilaian di Taman Kanak-kanak
Untuk mengetahui tingkat pencapaian perkembangan anak maka, ditentukan indikator peningkatan fisik motorik anak dibidang matematika melalui media pembelajaran.

 

Tabel3.3
Indikator peningkatan fisik motorik anak dibidang matematika melalui media pembelajaran.

 

No. Aspek yang diamati 4 3 2 1
1. Meronce sambil menyebutkan urutan
bilangan 1-10
2. Bermain tangga majemuk sambil berhitung
anak tangga yang di tapaki.
3. Bermain puzzle
Keterangan:
4 : Berkembang sangat baik (BSB)
3 : Berkembang sesuai harapan (BSH)
2 : Mulai Berkembang (MB)

 

Nilai
Lambang
Penilaian
Konversi
Lambang
Interval
Nilai
speaking skill, video
activity, character
education, literary work
4
BSB
80%-
100%
Anak berkembang sangat
baik
3
BSH
70%-
79%
Anak berkembang sesuai
harapan
2
MB
60%-
69%
Anak mulai berkembang
1 BB ≤59% Anak belum berkembang
6th International Conference on Educational Technology of Adi Buana, 9th May 2015 | 338
1 : Belum berkembang (BB)
Setelah Indikator peningkatan fisik motorik anak dibidang matematika melalui media
pembelajaran diketahui, selanjutnya setiap indikator akan dideskripsikan pada setiap tabel
pedoman instrumen observasi berikut ini:

 

Tabel 3.4
Pedoman Instrumen Observasi
Indikator Meronce sambil menyebutkan urutan bilangan 1-10
Indikator Aspek yang Diamati Nilai Rentang Penilaian keterangan
Meronce
sambil
menyebutkan
urutan
bilangan 1-10
1. Kelenturan tangan dalam
memasukkan bahan
ronceannya.
2. Berhitung 1-10 dengan
bahan ronceannya.
4
3
2
1
BSB
BSH
MB
BB
Anak mampu
meronce dengan
baik sambil
berhitung 1-10
Anak mampu
meronce sesuai
harapan sambil
berhitung 1-8
Anak mampu
merocnce tetapi
masih perlahanlahan
sambil
berhitung 1-6
Anak meronce
masih dengan
bantuan guru dan
berhitung 1-4
Simpulan
Dari penyajian data atau analisis data dapat disimpulkan bahwa adanya suatu peningkatan terhadap fisik motorik baik fisik motorik kasar maupun motorik halus melalui media pembelajaran berbasis matematika anak PPT Dahlia PMI Rw, VI Kel.Balas Klumprik Kec.Wiyung Surabaya yang berusia 3-5 tahun periode 2014/2015.Hasil rata-rata penilaian sebelum permainan fisik motorik dengan menggunakan media berbasis matematika yaitu 2,1 atau 70,17% berkembang sesuai harapan (BSH) sedangkan hasil rata-rata sesudah permainan fisik motorik dengan menggunakan media berbasis matematika yaitu 2,8 atau 92,7% berkembang sangat baik (BSB).

 

Saran
Berdasarkan hasil pembahasan dari penelitian ini, membuktikan bahwa ada peningkatan nilai akhir rata-rata yang signifikan antara sebelum dan sesudah bermain fisik motoric menggunakan media pembelajaran berbasis matematika, maka saran yang peneliti ajukan sebagai berikut:
1. Bagi Pihak Sekolah
Memberikan pembelajaran yang lebih kreatif lagi agar dapat menarik minat anak dalam proses pembelajaran, memberikan media-media dalam bermain sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan anak.
2. Bagi Orang Tua
Diharapkan bagi orang tua memberikan motivasi yang positif dan selalu memantau setiap
perkembangan pada anaknya. Serta orang tua harus selalu punya waktu untuk selalu bersama, karena kebersamaan itu sangat berharga bagi anak dan anak merasa aman dan merasa dirinya ada bagi orang tua sehingga anak-anak mampu mengerjakan apa yang ingin dilakukan sesuai keinginan mereka.

 

DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Zaenal. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan.Surabaya: Lentera Cendikia.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Departemen pendidikan Nasional. 2004. Kurikulum TK Direktorat Pendidikan Nasional TK. Jakarta: Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2005. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: PT. Renika Cipta.
Hadi, Sutrisno. 2004. Statistik Jilid 2. Yogyakarta: Andi.
Maimunah Hasan. 2009. Pendidikan Anak Usia Dini. Jogjakarta: Diva Press.
Martuti, A. 2009. Mendirikan & Mengelola PAUD. Bantul: Kreasi Wacana.
Musfiqon. 2012. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Sudjono, Nana & Rifai, Ahmad. 2002. Media Pengajaran; Penggunaan dan Pembuatannya. Bandung: CV. Sinar Baru.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.
Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.

 

Biodata
Nur Fathonah is a lecturer of Mathematics Education of University of PGRI Adi Buana Surabaya. She earned her master degree in Educational Technology from the same university. Her interests are Elementary Algebra, Geometry, and Assessment of Mathematics Learning.