ARAHAN POLA PENYEBARAN RUANG TERBUKA HIJAU IBUKOTA KECAMATAN TADU RAYA KABUPATEN NAGAN RAYA, NAD


JURNAL WAKTU || Wahana Aktivitas & Kreativitas Teknologi Unipa
Volume 10 || Nomor 02 || Juli 2012 || ISSN: 1412-1867
Penerbit : Fakultas Teknik Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya

Penulis  : Linda Dwi Rohmadiani

PDF

Abstrak

Proporsi Ruang Terbuka Hijau sesuai dengan Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang pada wilayah perkotaan yaitu 30% dari luas kota. Ibukota Kecamatan Tadu Raya memiliki luas wilayah ± 654, 22 ha sehingga dibutuhkan 196, 266 ha yang terdiri dari 20 % RTH publik ± 130,844 ha dan 10 % RTH privat yaitu ± 65,422 ha.

Penelitian ini memberikan arahan pola penyebaran ruang terbuka hijau disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. Proyeksi jumlah penduduk IKK Tadu Raya pada tahun 2031 adalah 2.122 jiwa dan proyeksi kebutuhan RTH-nya seluas 2.000 m2. Dengan rincian proyeksi jumlah penduduk dan kebutuhan RTH sebagai berikut: (1) Desa Alue Bata 887 jiwa dan 1.000 m2; (2) Gunong Pungkie 754 jiwa,dan 750 m2; (3) Desa Gunong Kupok 421 jiwa dan 250 ha; (4) Desa Gunong Sapek 59 jiwa dan 0 m2. Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa pets arahan dan pola sebaran RTH di tiap desa di IKK Tadu Raya, dimana daerah sebaran tersebut berdasarkan penggunaan lahan yang telah ada dengan mengutamakan penggunaan lahan dengan nilai landrent yang rendah yaitu diutamakan tanah kosong, semak, dan pepohonan.