PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PAKEM DAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS KELAS V SDN TROPODO 2 WARU SIDOARJO DAN SDN WADUNGASRI KEC. WARU SIDOARJO


PROSIDING || Seminar Nasional Pendidikan Matematika || Aplikasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Matematika
05 Mei 2012 || ISBN: 978-979-8559-51-8
Penerbit : Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Penulis  : Nur Fathonah

PDF

ABSTRAK
Pengaruh Model Pembelajaran Pakem dan Model Pembelajaran Konvensional terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SDN Tropodo 2 Waru Sidoarjo dan SDN Wadungasri Kec. Waru Sidoarjo.Tesis, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pasca Sarjana Universitas PGRI Surabaya.

Kata Kunci : Pakem, Pembelajaran Konvensional, Hasil Belajar

 

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Standar Nasional Pendidikan yang telah tercantum pada PP Nomor 19 tahun 2005 yaitu tentang pembelajaran bermutu diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik. Selanjutnya dijelaskan pula bahwa pemerintah memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada sekolah untuk mempersiapkan anak bagi kepentingan dirinya sendiri, bagi kepentingan masyarakat dan selanjutnya bagi kepentingan pemerintah. Bagi pihak sekolah sebagai sebuah lembaga pendidikan, dengan peraturan tersebut berarti pemerintah memberi keleluasaan kepada guru untuk memilih dan menentukan bahan ajar yang sesuai dengan kondisi dan situasi setempat. Namun, kebebasan tersebut justru menjadi tanggung jawab yang berat dan besar, karena seorang guru tidak boleh mengajar seenaknya terlebih di lembaga pendidikan tingkat dasar yaitu di sekolah dasar (SD) yang merupakan satuan pendidikan formal pertama yang memiliki tugas meletakkan nilai-nilai dasar dan mengembangkan sikap, kemampuan dan memberikan pengetahuan serta keterampilan dasar.

Di hadapkan pada situasi dan posisi seperti itu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, mau tidak mau perlu dikembangkan pendekatan pembelajaran baru yang mengarah pada standarisasi nasional pendidikan tersebut. Pembelajaran merupakan salah satu unsur penentu baik tidaknya lulusan yang dihasilkan oleh suatu sistem pendidikan. Pembelajaran ibarat jantung dari proses pembelajaran. Pembelajaran yang baik cenderung menghasilkan lulusan yang baik pula. Sebagian besar siswa belum mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya. Oleh karena itu, perlu ada perubahan paradigma pembelajaran.

Pembelajaran yang saat ini dikembangkan di banyak sekolah dasar adalah Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan atau disingkat dengan PAKEM. Disebut demikian karena pembelajaran ini dirancang agar siswa aktif dalam menumbuhkan kreativitas belajar sehingga efektif namun tetap menyenangkan. Siswa harus menjadi arsitek dalam proses belajar mereka sendiri.

Kenyataannya dari diskusi dengan teman-teman sejawat, rata-rata telah mengutarakannya bahwa pembelajaran yang menyenangkan merupakan dambaan dari setiap peserta didik. Karena proses belajar yang menyenangkan bisa meningkatkan motivasi belajar siswa guna menghasilkan produk belajar yang berkualitas. Untuk mencapai keberhasilan proses belajar, faktor motivasi merupakan kunci utama. Seorang guru harus mengetahui secara pasti mengapa seorang siswa memiliki berbagai macam motif dalam belajar.

Dari paradigma baru pembelajaran, tujuan pembelajaran bukan hanya untuk merubah perilaku siswa, tetapi membentuk karakter dan sikap mental profesional yang berorientasi pada perkembangan global. Fokus pembelajaran diarahkan pada bagaimana mempelajari cara belajar (learning how to learn)‖ dan bukan semata-mata mempelajari substansi mata pelajaran. Sedangkan pendekatan, strategi dan metoda pembelajarannya adalah mengacu pada konsep konstruktivisme yang mendorong dan menghargai usaha belajar siswa dengan proses inquiry and discovery learning. PAKEM dalam pelaksanaan pembelajaran mempunya