PENERAPAN TEKNIK SQ3R DALAM MEMBACA PEMAHAMAN KRITIS MAHASISWA

INOVASI || Jurnal Humaniora, Sains, dan Pengajaran
Volume XXI | Nomor 1 | Januari 2019 | ISSN: 0854-4328
Penerbit : Fakultas Bahasa dan Sains Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Penulis : Tri Indrayanti
PDF VERSI CETAK/ASLI

Abstrak
Keterampilan berbahasa sangat dibutuhkan di dalam berkomunikasi. Bahasa digunakan seseorang dalam profesinya, misal guru, pengacara, dosen, wartawan dan yang lainnya. Tanpa bahasa, seseorang tidak akan bisa mengungkapkan ide dan gagasan yang akan diungkapkannya. Melalui bahasa, seseorang juga bisa
mengekspresikan perasaan dan melaporkan fakta-fakta atau hal yang dilihat. Selain itu, ia juga tidak dapat memahami maksud, pikiran, perasaan, gagasan, dan fakta yang disampaikan oleh orang lain kepadanya.
Keterampilan membaca merupakan bagian dari keterampilan berbahasa. Alasan penelitian ini mengangkat tentang membaca, terutama membaca pemahaman disebabkan karena minimnya kemampuan membaca mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Penelitian ini berusaha
untuk mendeskripsikan proses penerapan teknik SQ3R dalam membaca pemahaman kritis. Penerapan teknik SQ3R juga diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam melakukan kegiatan membaca pemahaman kritis. Hal ini dilakukan supaya mahasiswa lebih mudah memahami isi bacaan dan menangkap
secara detail isi bacaan yang dibaca.
Dari hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman kritis mahasiswa tertinggi terdapat di dalam membaca pemahaman gambaran ringkas artikel yakni sebesar 20% dan pemahaman yang terakhir yang diperoleh mahasiswa tentang metode penelitian yaitu 13%.
Kata Kunci: Teknik SQ3R, Membaca Pemahaman Kritis, Mahasiswa

Abstrak
Keterampilan berbahasa sangat dibutuhkan di dalam berkomunikasi. Bahasa digunakan seseorang dalam profesinya, misal guru, pengacara, dosen, wartawan dan yang lainnya. Tanpa bahasa, seseorang tidak akan bisa mengungkapkan ide dan gagasan yang akan diungkapkannya. Melalui bahasa, seseorang juga bisa
mengekspresikan perasaan dan melaporkan fakta-fakta atau hal yang dilihat. Selain itu, ia juga tidak dapat memahami maksud, pikiran, perasaan, gagasan, dan fakta yang disampaikan oleh orang lain kepadanya.
Keterampilan membaca merupakan bagian dari keterampilan berbahasa. Alasan penelitian ini mengangkat tentang membaca, terutama membaca pemahaman disebabkan karena minimnya kemampuan membaca mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Penelitian ini berusaha
untuk mendeskripsikan proses penerapan teknik SQ3R dalam membaca pemahaman kritis. Penerapan teknik SQ3R juga diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam melakukan kegiatan membaca pemahaman kritis. Hal ini dilakukan supaya mahasiswa lebih mudah memahami isi bacaan dan menangkap
secara detail isi bacaan yang dibaca.
Dari hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman kritis mahasiswa tertinggi terdapat di dalam membaca pemahaman gambaran ringkas artikel yakni sebesar 20% dan pemahaman yang terakhir yang diperoleh mahasiswa tentang metode penelitian yaitu 13%.
Kata Kunci: Teknik SQ3R, Membaca Pemahaman Kritis, Mahasiswa

PENGEMBANGAN PARAGRAF DALAM ESAI MAHASISWA UNIPA SURABAYA

PROSIDING KONFERENSI NASIONAL BAHASA DAN SASTRA IV || Peningkatan Mutu Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Dalam Upaya Memartabatkan Bahasa Indonesia
11-12 November 2017 || ISBN: 978-602-73739-1-4
Penyelenggara : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Penulis 1 : Tri Indrayanti
Penulis 2 : Ira Eko Retnosari
PDF VERSI CETAK/ASLI SERTIFIKAT

ABSTRACT
Writing is a creative process to express ideas in the written form with a certain purpose, for
example, giving information, convincing, entertaining and so forth. The result of this creative
process is called an essay or writing. The term “writing” is used to refer to the non-scientific
writing, while the term “essay” refers to the scientific writing. This research discussed the
problems in relation to paragraph development that was applied in the students’ essay. Essay is a
type of writing categorized as nonfiction. The method used in this research was descriptive
qualitative. The data collection technique used in this research was documentation. The object of
this research was students and the data source was sentences in paragraphs. Descriptive
qualitative was used to analyze the data containing the development of paragraph in an essay
written by the students. The students’ essay was chosen in this research because the students were
the objects that had writing skill in terms of self-development, creativity, and work. Based on the
result of the reserach, it can be described that the first, most of the essays written by the students
of PGSD of Unipa Surabaya year 2015 used the type of cause-effect paragraph in the amount of
25%. It happened because the students were easier to describe their ideas based on the causeeffect
of event, the second is the example paragraph in the amount 16 %, the third is the definition
paragraph in the mount of 13.6%, the fourth is the fact and classification paragraph in the amount
of 11.4%, the fifth is the opposition and comparasion paragraph in the amount of 5%, the sixth is
process paragraph in the amount of 4.5%, and the last is analogy paragraph. This type is the
lowest amount written by the students, that is, 2,3% because the students were confused to develop
this paragraph.
Keywords: development of paragraph, essay, students

ABSTRAK
Menulis merupakan sebuah proses kreatif menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis dalam
tujuan, misal memberitahu, meyakinkan, menghibur atau tujuan yang lain. Hasil dari proses kreatif
ini disebut dengan istilah karangan atau tulisan. Istilah mengarang digunakan untuk menyebut
dalam proses menulis berjenis nonilmiah, sedangkan menulis melekat pada kegiatan menulis
berjenis ilmiah. Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang pengembangan paragraf yang
digunakan di dalam tulisan esai mahasiswa. Esai merupakan jenis tulisan dikategori nonfiksi.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang
digunakan yaitu dokumentasi. Objek yang digunakan adalah mahasiswa dan bersumber data
berupa kalimat dalam paragraf. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif berisi
penjelasan berupa pembuktian berupa penulisan pengembangan paragraf yang digunakan
mahasiswa dalam menulis esai. Tulisan mahasiswa dipilih dalam penelitian ini karena mahasiswa
merupakan objek yang senantiasa dilekati keterampilan menulis dalam rangka pengembangan diri,
kreativitas, dan berkarya. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diuraikan bahwa sebagian besar esai
yang ditulis oleh mahasiswa PGSD UNIPA Surabaya angkatan 2015 menggunakan jenis
pengembangan paragraf cara sebab akibat yaitu sebesar 25%. Hal ini dikarenakan bahwa
mahasiswa lebih mudah menguraikan gagasan yang dilatarbelakangi dengan peristiwa sebab dan
diikuti dengan akibat yang ditimbulkan. Kedua cara pengembangan paragraf contoh sebesar 16%,
ketiga cara pengembangan definisi sebesar 13.6%, keempat cara fakta dan cara klasifikasi sebesar
11.4%, kelima cara pengembangan paragraf pertentangan dan perbandingan sebesar 5%, keenam
cara pengembangan proses sebesar 4.5%, dan cara pengembangan paragraf yang paling sedikit
ditulis oleh mahasiswa yaitu cara analogi sebesar 2.3% karena mahasiswa masih kebingungan
menguraikan cara pengembangan ini.
Kata kunci: pengembangan paragraf, esai, mahasiswa

Potret Penggunaan Bahasa Remaja dalam Perspektif Kalangan Mahasiswa

PROSIDING SEMINAR NASIONAL PRASASTI II || Kajian Pragmatik Dalam Berbagai Bidang
13-14 Maret 2015 || ISBN: 978-602-7349-80-3
Penerbit : Universitas Sebelas Maret
Penulis : Tri Indrayanti
PDF VERSI CETAK/ASLI

Abstrak
Bahasa sebagai alat komunikasi bersifat efektif, mutlak dan diperlukan setiap bangsa. Dalam perkembangannya bahasa telah dipengaruhi oleh berbagai hal. Media sosial memiliki peranan penting di dalamnya. Bahasa remaja adalah salah satu bentuk bahasa yang telah dipengaruhi oleh perkembangan tersebut. Mahasiswa merupakan salah satu subjek yang menggunakan variasi bahasa. Penggunaan bahasa remaja bertujuan agar apa yang disampaikan singkat, jelas dan agar sedikit keren, namun tanpa mahasiswa sadari isi pesan tersebut telah yang jauh dari kaedah bahasa. Bahasa meliputi ungkapan, pengucapan kata, dan konstruksi yang telah dipakai dalam jangka waktu yang lama. Ungkapan, pilihan kata, dan konstruksi itu
dipilih oleh penutur dari generasi yang berbeda dengan frekuensi yang berbeda pula. Bahkan, ada bagian bahasa, lebih-lebih pada tataran leksikal dan sintaksis, yang dirasakan berbeda oleh para penutur yang “modern” dengan yang “kuno”. Ungkapan kuno tidak disediakan untuk penutur yang “berpandangan modern” atau “bahasa generasi tua” disediakan untuk penutur muda.
Kata kunci : Penggunaan bahasa, bahasa remaja, mahasiswa.