PENERAPAN METODE BELAJAR SILENT GAMES DENGAN PENDAYAGUNAAN PROGRAM SPSS (Statistical Product and Service Solution) TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA POKOK BAHASAN STATISTIKA KELAS XI IPS SMA NEGERI 7 KEDIRI TAHUN AJARAN 2011/2012

Oleh : Erni Septiana Wati, S1 – Pendidikan Matematika

Prestasi belajar matematika siswa kelas XI IPS SMA Negeri 7 Kediri masih terlalu rendah. Guru di sekolah ini terutama untuk guru mata pelajaran Matematika masih menggunakan metode belajar tradisional seperti metode ceramah dan tugas individual dalam melaksanakan pembelajaran setiap harinya. Hal ini mengakibatkan kurang aktifnya siswa dalam KBM di kelas.

Berdasarkan uraian diatas, peneliti berusaha untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menerapkan metode belajar Silent Games dengan mendayagunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution). Permasalahan yang diungkap oleh peneliti adalah bagaimanakah proses pembelajaran matematika siswa kelas XI IPS SMA Negeri 7 Kediri dengan menerapkan metode belajar Silent Games melalui pendayagunaan program SPSS, dan apakah pembelajaran matematika dengan penerapan metode belajar Silent Games melalui pendayagunaan program SPSS dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 7 Kediri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pemebelajaran matematika siswa kelas XI IPS SMA Negeri 7 Kediri dengan menerapkan metode belajar Silent Games melalui pendayagunaan program SPSS pada pokok bahasan statistika dan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 7 Kediri dengan penerapan metode Silent Games melalui pendayagunaan program SPSS pada pokok bahasan statistika.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas dengan dua siklus yang dilaksanakan pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 7 Kediri. Tiap-tiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan observasi. Analisis data dilakukan dengan analisis data prestasi siswa dan analisis lembar observasi guru dan siswa.

Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Dari data tes siklus I, ketuntasan belajar siswa pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 yaitu 26 % dan 71 %. Sedangkan dari data siklus II, ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 91,18 %. Jadi, hasil belajar pada siklus II sudah memenuhi criteria pengujian hipotesis. Pencapaian ketuntasan belajar siswa sudah sesuai dengan yang diharapkan yaitu 85% siswa memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 78,3 (sesuai dengan KKM SMA Negeri 7 Kediri). Kemampuan guru baik dan keaktifan siswa juga aktif.

Simpulan yang dapat diambil adalah pembelajaran matematika dengan penerapan metode belajar Silent Games dengan pendayagunaan program SPSS dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pokok bahasan statistika kelas XI IPS SMA Negeri 7 Kediri tahun ajaran 2011/2012.

Keyword : Silent Games, SPSS (Statistical Program and Service Solution)

PDF

UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS BELAJAR STATISTIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT DENGAN PENDEKATAN REALISTIK SISWA KELAS XI SMAN 1 KEDIRI TAHUN AJARAN 2011/2012

Oleh : Arum Riyana Sari, S.Pd, S1 – Pendidikan Matematika

Guru matematika diharapkan mampu mengembangkan model pembelajaran yang inovatif yang dapat mendorong siswa untuk dapat lebih optimal di dalam belajar mandiri atau di dalam kelas. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika. Suatu pembelajaran dapat dikatakan efektif jika pembelajaran itu mencapai tujuannya. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti, bahwa SMAN 1 Kediri merupakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ( RSBI ) dengan program akselerasi perlu adanya upaya pengembangan model pembelajaran matematika untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika Melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Script dengan Pendekatan Realistik diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika di SMAN 1 Kediri khususnya kelas XI pada materi Statistika. Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari 2 siklus. Hasil dari siklus I dapat dianalisa untuk perencanaan di siklus II. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila memenuhi kriteria efektivitas pembelajaran berikut, hasil lembar observasi pengelolaan kelas oleh guru dalam kategori baik, hasil lembar observasi aktivitas siswa menunjukkan 76% siswa belajar secara aktif dan meningkat pada setiap pertemuannya, hasil angket respon siswa menyatakan 76% siswa menunjukkan respon positif, dan hasil evaluasi belajar siswa menunjukkan bahwa 85% dari jumlah siswa mendapatkan nilai di atas KKM (75) dan meningkat pada setiap pertemuannya. Dari hasil analisis didapatkan bahwa kemampuan guru dalam mengelola kelas dan menerapkan model pembelajaran Cooperative Script dengan pendekatan realistik dalam kategori baik yaitu dengan perolehan rata – rata presentase 76,46% pada siklus I dan 97,05% pada siklus II. Siswa aktif dalam proses pembelajaran. Ditunjukkan dengan ≥76% siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran dan meningkat setiap pertemuannya, yaitu sebesar 85,5% pada pertemuan pertama siklus I dan sebesar 66,67% pada pertemuan kedua siklus I meningkat menjadi sebesar 91,6% pada siklus II. Siswa merasa senang dengan penerapan model pembelajaran Cooperative Script dengan pendekatan realistik. Ditunjukkan dengan hasil analisis angket siswa yang menunjukkan bahwa secara klasikal siswa yang menunjukkan respon positif ≥76% dari jumlah siswa keseluruhan yaitu sebesar 87,5%. Hasil belajar siswa tuntas dan meningkat. Ditunjukkan dengan ≥85% siswa mendapat nilai di atas KKM dan meningkat setiap pertemuannya, yaitu sebesar 87,5% pada pertemuan pertama siklus I dan sebesar 70,8% pada pertemuan kedua siklus I meningkat menjadi sebesar 91,6% pada siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran yang telah diterapkan memenuhi kriteria efektivitas pembelajaran sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Cooperative Script dengan pendekatan realistik dapat dikatakan sebagai pembelajaran yang efektif.

Keyword : Matematika, Efektivitas, Cooperative Script, Realistik

PDF

PEMBELAJARAN KOOPERATIF ARTIKULASI DENGAN ALAT PERAGA JARINGAN LISTRIK PADA POKOK BAHASAN LOGIKA MATEMATIKA

Oleh : Ania Umami, Program Studi Pendidikan Matematika

Keyword : Pembelajaran Kooperatif Artikulasi, Alat Peraga Jaringan Listrik, Prestasi Belajar, Logika Matematika.

Pendidikan pada dewasa ini tidak terlepas dari sistem pendidikan nasional. Dimana pendidikan dalan undang – undang No.20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya. Dalam hal ini pembelajaran menjadi salah satu kunci pokok dalam pembentukan potensi diri tersebut. Jika suatu pembelajaran yang dilakukan tidak dapat diterima siswa sesuai nalarnya, maka akan mempengaruhi respon siswa tersebut termasuk juga hasil belajarnya.

Hal ini ditandai dengan masih rendahnya hasil belajar matematika yang dicapai, baik dalam nilai Ulangan Harian, Ujian Akhir Sekolah, dan Ujian Akhir Nasional. Terbukti dengan catatan hasil nilai Ulangan Harian X SMAN 8 Kediri pada tahun ajaran 2010/2011 yang menyebutkan nilai KKM bidang studi matematika adalah 75 sedangkan nilai yang diperoleh siswa masih dibawah KKM tersebut khususnya dalam materi logika matematika dalam sub bab disjungsi dan konjungsi.

Untuk mengatasi permasalahan yang ada, maka peneliti ingin mencoba menerapkan pembelajaran kooperatif artikulasi dengan alat peraga jaringan listrik pada pokok bahasan logika matematika dalam sub bab disjungsi dan konjungsi.

Sehingga berdasarkan hasil penelitian yang akan dilakukan diharapkan pembelajaran kooperatif artikulasi dengan jaringan listrik dapat dijadikan salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika.

Keyword : Pembelajaran Kooperatif Artikulasi, Alat Peraga Jaringan Listrik, Prestasi Belajar, Logika Matematika.

PDF

STANDAR ISI DAN STANDAR PROSES DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Oleh : Abdulloh Jaelani, Program Studi Pendidikan Matematika (abdjae@gmail.com ; abdjae@yahoo.co.id)

Pada abad ke-20 ini, matematika telah berkembang semakin cepat karena perkembangan matematika menjawab permasalahan yang ada di masa sekarang. Makalah ini akan membahas standar matematika yang di sarankan NCTM, yaitu standar isi dan standar proses. Standar isi mengandung pengetahuan atau fakta dalam matematika sedangkan standar proses memberitahu siswa “bagaimana mendapatkan” matematika itu sendiri.

Keyword : Standar Isi, Standar Proses, Matematika

PDF

PENDIDIKAN KARAKTER DAN BUDAYA BANGSA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Oleh : Abdul Muiz (math.muiz@gmail.com)

Bangsa Indonesai sebagai negara kesatuan yang terdiri dari berbagai pulau telah melahirkan berbagai macam budaya yang unik dan menarik untuk dikaji lebih mendalam. Seiring dengan perkembangan zaman, nilai budaya yang terkandung dari setiap etnik yang ada akan menghasilkan karakter atau identitas bagi bangsanya. Suatu bangsa yang baik adalah suatu bangsa yang dapat mewariskan budaya yang baik terhadap para generasi penerusnya. Pembiasaan menamankan budaya-budaya yang baik bagi generasi muda memungkinkan untuk mendapatkan penerus yang berkarakter baik pula. Pendidikan sebagai suatu sistem pembentukan watak dan prilaku merupakan salah satu sarana dalam mencetak generasi yang handal dan berkarakter baik. Untuk itu, pendidikan karakter dan budaya bangsa yang selama ini secara tersirat dilakukan dalam proses pembelajaran, harus dilakukan secara tersurat dan terprogram dalam setiap pembelajaran. Pembelajaran matematika sebagai salah satu mata pelajaran wajib dalam setiap jenjang pendidikan dasar dan menengah di bangsa ini juga berkewajiban menanamkan nilai-nilai budaya bangsa dalam setiap aktivitas pembelajarannya. Untuk itu harus dikembangkan suatu pembelajaran matematika yang tidak hanya mengasah kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah matematika, tetapi juga harus menanamkan pendidikan karakter dan budaya bangsa.

Keyword : Pendidikan Karakter, Budaya Bangsa dan Pembelajaran Matematika

PDF

1 2 3