UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF NHT PADA MATERI SPLDV KELAS VIII D SMPN 43 SURABAYA

Oleh : Iksan Miftakhul Ulumi, Sunyoto Hadi Prayitno, S1 – Pendidikan Matematika

Keberhasilan proses pembelajaran merupakan hal utama yang didambakan dalam melaksanakan pendidikan di sekolah. Langkah guru dalam menetapkan metode yang tepat untuk menyampaikan materi pelajaran di kelas merupakan salah satu penentu keberhasilan, sehingga ketuntasan hasil belajar siswa dapat tercapai. Peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Togheter (NHT) karena dalam model pembelajaran ini menerapkan bimbingan antar teman dimana siswa yang pandai bertanggung jawab terhadap siswa yang lemah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan prestasi belajar matematika siswa melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT pada materi SPLDV.

Dalam penelitian ini lokasi penelitian telah ditetapkan di SMPN 43 Surabaya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII D SMPN 43 Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan tes subjektif. Data yang berupa hasil tes siswa selanjutnya akan di analisis secara deskriptif kualitatif untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal.

Dari hasil analisis didapatkan bahwa hasil belajar siswa secara klasikal telah mengalami peningkatan dari siklus I sampai dengan siklus II yaitu : Siklus I (59,46%) dan pada siklus II (91,89%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa.

Keyword : Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT, Prestasi Belajar Siswa.

PDF

PENALARAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PECAHAN

Oleh : Iis Holisin, S1 – Pendidikan Matematika

Sejak kurikulum 2004 yang dikenal dengan istilah Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) disosialisasikan, yang ditindaklanjuti dengan berbagai pelatihan tentang inovasi pembelajaran, banyak guru yang berusaha mengubah langkah-langkah pembelajaran di kelas dari pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered) menjadi berpusat pada siswa (student centered). Adanya perubahan langkah-langkah pembelajaran tersebut secara tidak langsung akan berpengaruh pada proses berpikir dan penalaran siswa.

Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan peran penalaran dalam pembelajaran matematika, serta bagaimana menumbuhkan kebiasaan bernalar pada diri siswa. Penulis melakukan studi literatur terhadap beberapa hasil penelitian tentang penalaran, mengamati proses pembelajaran dan melakukan wawancara berbasis tugas kepada beberapa siswa Sekolah Dasar.

Hasil kajian menunjukkan bahwa penalaran sangat diperlukan dalam mempelajari matematika. Kebiasaan bernalar akan tumbuh apabila pembelajaran dikelola dengan baik, bahan ajar didesain sehingga mampu menata nalar anak.

Keyword : Penalaran, Pembelajaran Matematika

PDF

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL YANG DIPENGARUHI OLEH NILAI KARAKTER TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X MULTIMEDIA I SMK NEGERI 01 SURABAYA TAHUN AJARAN 2011–2012

Oleh : Harfriful Krisworo Rahayuwanti, Agustina Nurhayati, S1 – Pendidikan Matematika

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional siswa yang dipengaruhi oleh nilai karakter terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X Multimedia 1 SMK Negeri 01 Surabaya tahun ajaran 2011-2012 (2) nilai karakter yang muncul selama pembelajaran berlangsung. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MULTIMEDIA SMK Negeri 10 Surabaya, yang terdiri dari 2 kelas. Sampel sejumlah 35 siswa diambil dari kelas X MUTIMEDIA I SMK Negeri 01 Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif sehingga data dianalisis untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika siswa. Instrumen pengambilan data menggunakan dokumentasi, angket, dan pengamatan langsung yang kemudian dianalisis menggunakan korelasi linier sederhana. Hasil penelitian diperoleh (1) terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional siswa yang dipengaruhi oleh nilai karakter terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X Multimedia 1 SMK Negeri 01 Surabaya tahun ajaran 2011-2012 (2) nilai karakter yang muncul selama pembelajaran berlangsung yaitu Jujur, Disiplin, Bertanggung jawab, Kerja keras, Percaya diri, Berpikir logis, kritis, kreatif, inovatif, Ingin tahu, Menghargai karya dan prestasi orang lain, Santun, Demokratis, Peduli sosial dan lingkungan, serta Menghargai keberagamaan.

Keyword : Kecerdasan Emosional, Nilai Karakter, Dan Hasil Belajar

PDF

PENERAPAN STRATEGI SAVIR DALAM PROBLEM BASED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN POKOK BAHASAN PELUANG PADA SISWA KELAS XI IPA-3 SMAN 1 KEDAMEAN GRESIK TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Oleh : Fitri Sugiarti, Umi Khanifah, S1 – Pendidikan Matematika

Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan yang menentukan kualitas suatu negara tersebut. Sedangkan permasalahan yang sering dijumpai dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia adalah rendahnya hasil belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran matematika yang merupakan pondasi ilmu pengetahuan. Oleh karena itu dalam pembelajaran matematika diperlukan strategi dan model pembelajaran yang tepat. Salah satu strategi dan model pembelajaran yang tepat adalah strategi SAVIR dalam Problem Based Learning yang diteliti penulis dalam tugas akhir ini. Dalam pembelajaran ini, siswa dalam kelompok diharuskan bekerjasama untuk mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah dengan memanfaatkan seluruh kemampuan yang ada.

Permasalahan yang ingin dikaji oleh peneliti adalah : Apakah penerapan strategi SAVIR dalam Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar matematika dengan pokok bahasan peluang pada siswa kelas XI IPA-3 SMAN 1 Kedamean Gresik ? dan Bagaimana respon siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan strategi SAVIR dalam Problem Based Learning.

Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika dan mendiskripsikan respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan penerapan strategi SAVIR dalam Problem Based Learning. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus mencakup empat tahapan yaitu perencanaan(planning), pelaksanaan tindakan(action), observasi(observation), dan reflesi(reflection). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA-3 SMA Negeri 1 Kedamean kota Gresik. Data yang diperoleh berupa hasil tes siswa pada setiap siklus dan respon siswa pada akhir pembelajaran.

Dari hasil analisis didapat bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan siklus I sampai dengan siklus 2 yaitu nilai rata-rata tes siswa dari 78,32 menjadi 82,70 dan ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal tercapai, hal ini karena 30 siswa dari 34 siswa sudah tuntas secara individu dengan persentase mencapai 88,23 %. Sedangkan hasil analisis respon siswa yang menggunakan skala Likert menunjukan rata-rata 29,94.

Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi SAVIR dalam Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar matematika dengan pokok bahasan peluang pada siswa kelas XI IPA-3 SMA Negeri 1 Kedamean Gresik tahun pelajaran 2011/2012 dan menunjukkan respon yang positif.

Keyword : Strategi SAVIR Dalam Problem Based Learning, Upaya Peningkatan Hasil Belajar, Hasil Belajar.

PDF

MENANAMKAN PEMBELAJARAN BERKARAKTER MELALUI MODEL “KENDURI” PADA MATA KULIAH PROSES BELAJAR MENGAJAR MATEMATIKA MAHASISWA TINGKAT II PRODI MATEMATIKA DI UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

Oleh : Feny Rita Fiantika, S1 – Pendidikan Matematika

Pendidikan merupakan ujung tombak keberhasilan dan kemajuan suatu bangsa. Melalui pendidikan kita sebagai seorang guru dapat membentuk karakter dan moralitas suatu bangsa. Sementara itu, banyak kasus yang terjadi di negeri tercinta ini seperti Korupsi, Kolusi dan nepotisme yang ada di Indonesia. Sebagai pendidik perlu kiranya kita mereflesksikan diri terhadap apa yang terjadi dan salah dalam pendidikan di Indonesia. Jika kita telusuri proses pendidikan kita saat ini adalah lebih menekankan kemampuan kognitif dan psikomotorik siswa dan sedikit sekali menyentuh sisi afektifnya. Padahal dalam suatu proses pembelajaran kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik dapat sekaligus ditanamkan. Kenduri merupakan tradisi Jawa yang sudah berjalan puluhan bahkan ratusan tahun. Pembelajaran kenduri merupakan analogi dari pelaksanaan kenduri pada tradisi Jawa. Pelaksanaan kenduri pada tradisi Jawa lebih dikenal dengan berkumpul bersama-sama untuk menikmati makanan di rumah yang mempunyai hajat. Sementara itu, Model kooperatif merupakan pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok untuk mencapai tujan bersama dan diakhiri dengan penghargaan. Pembelajaran kenduri mempunyai beberapa kesamaan dengan pembelajaran kooperatif, untuk itu penulis memodifikasi langkah-langkah pembelajaran kooperatif untuk menentukan langkah-langkah pembelajaran kenduri. Setiap materi perkuliahan mempunyai karakter yang dapat diangkat menjadi kemampuan afektif yang sekaligus dapat ditanamkan pada mahasiswa. Mata kuliah proses belajar mengajar matematika merupakan mata kuliah yang mengajarkan tata laksana belajar mengajar matematika di sekolah. Banyak tema atau topik yang dapat kita angkat dan banyak nilai yang dapat kita tanamkan sekaligus dalam matakuliah ini, misalnya sikap jujur, sikap adil, selalu berpikir positif, konsisten, hidup teratur dan masih banyak nilai yang lain. Untuk menyiapkan guru yang bermartabat maka diperlukan penanaman pendidikan berkarakter melalui kemampuan afektif. Selain mata kuliah proses belajar mengajar matematika masih sangat dimungkinkan untuk mata kuliah lain dapat menanamkan pendidikan berkarakter. Dengan demikian tugas dosen FKIP dalam menyiapkan tenaga guru sebagai pengajar dan pendidik dapat dilaksanakan sekaligus. Seorang dosen FKIP dapat menyiapkan tenaga guru yang mampu mendidik dan membentuk karakter pribadi peserta didik, sudah seharusnya juga tidak saja berpengetahuan, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat. Jika hal ini dilaksanakan oleh semua dosen FKIP dalam menyiapkan tenaga guru di Indonesia maka penulis yakin sedikit demi sedikit permasalahan yang dihadapi bangsa ini akan dapat terselesaikan karena anak bangsa tumbuh melalui tangan dingin guru berkarakter.

Keyword : Pendidikan Berkarakter, Pembelajaran Kenduri, Matematika

PDF

Oleh : Erlin Ladyawati, Zarah Mous Tafavi, S1 – Pendidikan Matematika

Masih banyak para siswa yang hasil belajarnya masih kurang memuaskan, khususnya dalam mata pelajaran matematika. Kebanyakan dari mereka kesulitan untuk menghafal rumus. Oleh karena itu, peneliti mencoba mengadakan penelitian pada materi bilangan pangkat rasional dengan menggunakan pendekatan induktif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah pendekatan induktif dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi bilangan pangkat rasional di kelas X – MM 2 di SMK PEMUDA KRIAN Tahun Ajaran 2011 / 2012? Selain itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bilangan pangkat rasional dengan menggunakan pendekatan induktif di kelas X-MM2 di SMK PEMUDA KRIAN Tahun Ajaran 2011 / 2012. Dari hasil analisis didapatkan bahwa hasil belajar matematika melalui Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan induktif secara klasikal telah mengalami peningkatan dari pretest sampai siklus I. Pada siklus I ketuntasan secara klasikal sebesar 96 % mencakup 45 siswa yang mengalami ketuntasan individu dari 47 siswa dan nilai rata-rata siswa sebesar 85,74. Dari siklus I sudah terlihat bahwa sudah mengalami peningkatan, dimana ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal ≥85%, sehingga tidak memerlukan adanya siklus II.

Keyword : Pendekatan Induktif, Peningkatan Hasil Belajar Matematika.

PDF

MEMBANGUN KARAKTER MELALUI KEBIASAAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X MULTIMEDIA I SMK NEGERI 01 SURABAYA TAHUN AJARAN 2011–2012


PROSIDING || Seminar Nasional Pendidikan Matematika || Aplikasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Matematika
05 Mei 2012 || ISBN: 978-979-8559-51-8
Penerbit : Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Penulis 1: Erlin Ladyawati
Penulis 2: Harfriful Krisworo Rahayuwanti

» Read more

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN KUADRAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY PADA SISWA KELAS X AKUTANSI 1 SMK NEGERI 1 SURABAYA TAHUN AJARAN 2011/2012

Oleh : Eko Sugandi, Sri Rahayu, S1 – Pendidikan Matematika

Dari hasil observasi awal, diperoleh informasi bahwa model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran langsung yang berlangsung secara konvensional. Dilihat dari kondisi siswa, peneliti mendapatkan gambaran bahwa siswa kurang semangat untuk belajar, kurang adanya kerjasama kelompok untuk saling bertukar pikiran dan kurang adanya variasi penggunaan model pembelajaran sehingga timbul kejenuhan. Berdasarkan Hal tersebut, maka peneliti ingin mengatasi permasalahan tersebut dengan menerapkan suatu model pembelajaran kooperatif yang lebih meningkatkan aktifitas siswa, kerjasama siswa, antusias siswa dan terutama prestasi siswa. Salah satu model pembelajaran kooperatif tersebut adalah model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas maka rumusan masalahnya adalah apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada pokok bahasan Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan Kuadrat pada siswa kelas X Akutansi 1 SMK Negeri 1 Surabaya tahun ajaran 2011/2012.

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar matematika pokok bahasan persamaan dan pertidaksamaan kuadrat dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay pada siswa kelas X Akutansi 1 SMK Negeri 1 Surabaya tahun ajaran 2011/2012. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II dimana tiap siklus terdiri dari 4 komponen yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Akutansi 1 SMK Negeri 1 Surabaya tahun pelajaran 2011/2012 dengan jumlah siswa 40 orang yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 35 siswa perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan metode tes dan metode dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan menggunakan teknik deskriptif kualitatif.

Data prasiklus menggambarkan bahwa 28 orang dari 40 siswa tidak berhasil mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ≥ 75, yang berarti 70% siswa belum berhasil dalam mencapai KKM. Disamping itu rerata nilai siswa yang mencapai KKM masih sangat rendah yaitu 47,33 dengan presentase ketuntasan 30%. Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan tindakan perbaikan pencapaian prestasi belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay.

Pada siklus I sebanyak 21 orang siswa berhasil mencapai KKM dengan rerata nilai 62,63 dan presentase ketuntasannya 52,50%. Dalam hal ini terjadi peningkatan dibandingkan dengan data prasiklus tetapi presentase ketuntasannya masih kurang dan belum mencapai 85% sehingga perlu dilaksanakan siklus II. Pada siklus II terjadi peningkatan jumlah siswa yang berhasil mencapai KKM menjadi 35 orang siswa dengan rerata nilai 87,20. Dari hasil analisis data penelitian terlihat adanya peningkatan hasil belajar dari suklus I dan Siklus II berdasarkan tingkat pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ≥ 75 secara klasikal dan telah mencapai presentase ketuntasan 85 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay dapat meningkatkan prestasi belajar metematika siswa kelas X Akutansi 1 SMK Negeri 1 Surabaya tahun ajaran 2011/2012 khususnya pada pokok bahasan sistem persamaan dan pertidaksamaan kuadrat.

Keyword : Prestasi Belajar, Pembelajaran Kooperatif, Course Review Horay

PDF

KETERDIFERENSIALAN PADA RUANG BERNORMA

Oleh : Dwi Nur Yunianti, S1 – Pendidikan Matematika

Pada makalah ini, dibahas definisi fungsi terdiferensial pada ruang bernorma yaitu fungsi terdiferensial Frechet dan fungsi terdiferensial Gateaux, hubungan antara turunan berarah dengan fungsi terdiferensial Gateaux. Selanjutnya, dibahas karakteristik dari fungsi terdiferensial Frechet dan fungsi terdiferensial Gateaux, beserta hubungan antara kedua fungsi tersebut.

Keyword : Ruang bernorma, Fungsi Terdiferensial Frechet, Fungsi Terdiferensial Gateaux

PDF

PERANCANGAN PEMBELAJARAN PAKEM BERBASIS KARAKTER BIDANG STUDI MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR

Oleh : Achmad Fanani, Atnuri, S1 – Pendidikan Matematika

Maraknya berbagai penyimpangan perilaku di masyarakat yang tidak sesuai dengan norma moral, sosial, maupun agama, seperti kecemasan, ketidak percayaan, korupsi, pemaksaan, kekerasan, perusakan, perkelahian massa, kejahatan seksual, kehidupan ekonomi yang konsumtif, kehidupan politik yang carut marut/tidak produktif, dan sebagainya, diindikasikan oleh beberapa pihak merupakan kegagalan pendidikan nasional Indonesia dalam mengembangkan seluruh potensi peserta didik agar menusia yang berkarakter, bermutu, dan bermartabat.

Model pembelajaran PAKEM dapat mengakomodasi tuntutan perkembangan seluruh aspek dalam diri anak, baik kognitif, afektif, maupun psikomotor. PAKEM merupakan model pembelajaran yang dilaksanakan dengan ciri-ciri multi metode dan multi media, praktik dan bekerja dalam satu tim, memanfaatkan lingkungan sekitar, dilaksanakan di dalam dan di luar kelas, serta multi aspek (logika, praktik, dan etika).

Dalam perancangan, guru harus melakukan analisis SK dan KD serta analisis tugas sehingga dihasilkan pemetaan materi dan indikator sesuai dengan aspek belajar (kognitif, psikomotor, dan afektif) sesuai kategori proses dan produk, sehingga delapan prinsip pengembangan silabus dapat terpenuhi. Pengembangan pembelajaran PAKEM dan berbasis karakter harus tercermin dalam setiap hasil pengembangan sesuai dengan prinsip dan unsur masing. Pengembangan skenario kegiatan pembelajaran perlu melibatkan multimetode, multimedia dan aktivitas yang bervariasi, serta permainan-permainan yang aktif, menarik, dan menyenagkan sebagai sarana internalisasi dan aktualisasi nilai karakter. Pengembangan scenario kegiatan pembelajaran harus tampak jelas hubungannya dengan proses internalisasi nilai dan nilai karakter yang dikembangkan sesuai dengan indicator nilai minimal dalam setiap mata pelajaran.

Keyword : Perancangan, Pembelajaran, Pakem Karakter.

PDF

1 2 3