PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PAKEM DAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS KELAS V SDN TROPODO 2 WARU SIDOARJO DAN SDN WADUNGASRI KEC. WARU SIDOARJO


PROSIDING || Seminar Nasional Pendidikan Matematika || Aplikasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Matematika
05 Mei 2012 || ISBN: 978-979-8559-51-8
Penerbit : Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Penulis  : Nur Fathonah

» Selengkapnya

PENDIDIKAN KARAKTER DAN BUDAYA BANGSA DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Oleh : Abdul Muiz (math.muiz@gmail.com)

Identitas suatu bangsa dapat dilihat dari karakter dan budaya dari setiap warga negaranya. Sedangkan karakter dan budaya dari setiap warga negaranya tersebut dapat dipengaruhi oleh tingkatan pendidikan. Berdasarkan argumen tersebut, maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan pendidikan mempunyai peranan penting dalam pembentukan dan pengembangan karakter dan budaya suatu bangsa. Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan generasi yang mampu bersaing dalam kehidupan dan dapat dimungkinkan akan menjadi pemegang kendali kehidupan itu sendiri, sebaliknya apabila terjadi kesalahan dalam mengelola pendidikan dapat dimungkinkan generasi yang terbentuk adalah generasi yang lemah dan hanya akan menjadi beban bagi kehidupan. Pendidikan yang berkualitas dapat diperoleh dengan mengembangkan dan menggunakan model yang memungkinkan adanya interaksi antara tenaga pendidik dan peserta didik serta berorientasi untuk mengembangkan potensi peserta didiknya (student oriented). Model pembelajaran koperatif adalah suatu model yang kembangkan untuk lebih mengintensifkan aktivitas dan pengembangan pola pikir siswa dapat digunakan sebagai salah satu sarana untuk pengembangan pendidikan karakter dan budaya bangsa. Dengan memasukkan nilai-nilai pendidikan karakter dan budaya bangsa dalam fase-fase pembelajaran kooperatif, diharapkan akan tercipta suasana pembelajaran yang terfokus pada pengembangan pola pikir siswa, tetapi juga dapat mengembangkan karakter dan budaya bangsanya.

Keyword : Pendidikan Karakter, Budaya Bangsa Dan Pembelajaran Kooperatif

PDF

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MIND MAPPING BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI PERSAMAAN LINIER SATU VARIABEL SISWA KELAS VII SMP

Oleh : Nur Susilowati, S1 – Pendidikan Matematika

Mata pelajaran matematika diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi untuk membekalai peserta didik agar memiliki kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif. Kenyataan yang penulis jumpai adalah bahwa dalam proses pembelajaran dikelas, sering sekali siswa dianggap sebagai wadah kosong yang dapat diisi ilmu pengetahuan atau informasi apa pun oleh guru. Penulis jarang menemukan guru yang benar-benar aspek perasaan atau emosi murid, kesiapan mereka untuk belajar baik secara fisik maupun pskis. Hal yang kerap terjadi adalah guru masuk ke kelas, murid duduk manis dan diam, lalu guru langsung mengajar.Untuk mengatasi permasalahan yang ada, maka penulis ingin mencoba mengembangkan perangkat pembelajaran mind mapping berbasis kontekstual pada materi persamaan linier satu variabel pada siswa SMP yang dirasa mampu memberikan suasana berbeda dalam pembelajaran.

Keyword : Pengembanagan Perangkat, Pembelajaran Mind Mapping Berbasis Kontekstual, Persamaan Linier Satu Variabel.

PDF

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DENGAN TEKNIK RESITASI DALAM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI BENTUK PANGKAT DAN BENTUK AKAR SISWA KELAS X SMAN 1 GONDANG NGANJUK TAHUN AJARAN 2011/2012

Oleh : Nining Rudiati, S1 – Pendidikan Matematika

Permasalahan pendidikan di Indonesia hingga kini masih menjadi perhatian yang cukup serius bagi pemerintah adalah masalah kualitas pendidikan. Salah satu kurikulum yang pernah diterapkan yang masih terlaksana sampai saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kenyataan yang ada siswa menghafal konsep /Rumus dan kurang mampu menggunakan konsep tersebut jika menemui masalah dalam kehidupan nyata. Hal tersebut menyebabkan siswa jenuh, sehingga motivasi siswa untuk belajar cenderung menurun akibatnya hasil belajar siswa menjadi kurang maksimal.

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa kelas X SMAN 1 Gondang Nganjuk melalui penerapan pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dengan teknik resitasi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus meliputi empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi dengan indikator keberhasilan jika kemampuan guru menerapkan pembelajaran dalam kategori baik, minimal rata-rata aktivitas dan motivasi siswa ≥75%, ketuntasan belajar siswa (individu) dengan KKM ≥ 75 dan ketuntasan secara klasikal ≥85%.

Dari hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah dengan teknik resitasi dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Hal ini ditandai dengan guru mampu menerapkan pembelajaran dengan baik, yaitu mencapai 80% pada siklus I dan 86% pada siklus II. Terjadi peningkatan rata-rata pencapaian secara klasikal aktivitas siswa dari 77% pada siklus I menjadi 80% di siklus II. Peningkatan dari segi motivasi siswa dapat dilihat dari hasil angket motivasi siswa yang meningkat dari siklus I memperoleh rata-rata prosentase pencapaian 78% menjadi 79% di siklus II. Seiring dengan meningkatnya aktivitas dan motivasi siswa dalam belajar, hasil belajar siswa pun juga mengalami peningkatan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya hasil belajar siswa secara klasikal hingga mencapai 87% pada siklus II. Dapat disimpulkan implementasi pembelajaran berbasis masalah dengan teknik resitasi dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa pada materi bentuk pangkat dan bentuk akar siswa kelas X SMAN I Gondang Nganjuk tahun pelajaran 2011/2012.

Keyword : Kualitas Proses Dan Hasil Belajar, Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), Teknik Resitasi

PDF

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI – IPA SMA TARUNA SURABAYA PADA POKOK BAHASAN TRIGONOMETRI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) TAHUN AJARAN 2011 – 2012

Oleh : Muhammad Virdausi, Masykur Arifin, S1 – Pendidikan Matematika

Pembelajaran matematika di sekolah selama ini cenderung hanya proses transfer informasi, menghafal rumus, dan menyelesaikan soal dengan rumus tersebut sehingga pembelajaran matematika kurang bermakna. Dibutuhkan upaya untuk mengefektifkan proses belajar mengajar agar tujuan pembelajaran tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran matematika yang dilihat dari ketuntasan hasil belajar siswa, aktivitas siswa, kemampuan guru mengelola pembelajaran, dan respon siswa terhadap pembelajaran jika diterapkan model pembelajaran kooperatif tipeTGT di kelas XI IPA SMA TARUNA Surabaya.

Subyek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Taruna Surabaya tahun pelajaran 2011-2012, dengan jumlah populasi 27 siswa.Penelitian ini menggunakan dua siklus yang setiap siklusnya terdapat 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi. Dan penerapannya menggunakan metode kooperatif tipe team games turnament (TGT). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes yang selanjutnya hasil belajar yang diperoleh dari siswa akan dianalisis untuk memperoleh ketuntasan belajar secara klasikal dengan standar yang telah ditetapkan dari SMA TARUNA Surabaya.

Dari hasil penelitian diperoleh bahwah hasil belajar siswa secara klasikal telah mengalami peningkatan dari siklus I sampai pada siklus II. Siklus I ketuntasan belajar sebesar 44%, siklus II ketuntasan belajar sebesar 87%, sehingga dapat ditarik kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan yaitu melalui penerapan model kooperatif tipe team games turnament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta dapat digunakan sebagai salah satu alternative dalam pembelajaran matematika.

Keyword : TGT, Hasil Belajar

PDF

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN E-LEARNING DENGAN MEDIA POWER POINT PADA MATERI PERSAMAAN DAN FUNGSI KUADRAT

Oleh : Marina Novitasari, S1 – Pendidikan Matematika

Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting bagi warga negara. Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang diarahan kepada mencerdaskan kehidupan bangsa Jika pendidikan di sekolah yang dilakukan tidak dapat diterima siswa sesuai dengan nalarnya, maka akan mempengaruhi respon siswa termasuk dalam prestasi belajarnya.

Rendahnya prestasi belajar juga merupakan salah satu masalah dalam pembelajaran matematika, khusunya matematika sekolah. Hal ini terbukti dengan rendahnya nilai UH, UAS ataupun nilai UAS siswa SMA.Permasalahan yang sama juga dialami oleh siswa kelas X SMA di Kediri khususnya untuk materi persamaan dan fungsi kuadrat. Hal ini dimungkinkan karena pengemasan pembelajaran yang kurang menarik.

Untuk mengatasi permasalahan yang ada, maka penulis ingin mencoba menerapkan pengembangan perangkat pembelajaran e-learning dengan media power point pada materi persamaan dan fungsi kuadrat dalam penyelesaian permasalah yang ada.

Pembelajaran e-learning dengan media power point merupakan pembelajaran yang berorientasikan pada media elektronik, yang bertujuan untuk mempermudah siswa dalam memahami materi pembelajaran. Sehingga berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diharapkan pembelajaran e-learning dengan media power point dapat dijadikan salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika.

Keyword : Pembelajaran E-learning, Media, Power Point, Persamaan Dan Fungsi Kuadrat.

PDF

PEMBELAJARAN LEARNING COMUNITY DAN TALKING STICK DENGAN MEDIA SEGITIGA SIKU – SIKU PADA POKOK BAHASAN ATURAN SINUS

Oleh : M. SafaÂ’udin, S1 – Pendidikan Matematika

Pendidikan pada dewasa ini tidak terlepas dari sistem pendidikan nasional. Dimana pendidikan dalan undang – undang No.20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya. Dalam hal ini pembelajaran menjadi salah satu kunci pokok dalam pembentukan potensi diri tersebut. Jika suatu pembelajaran yang dilakukan tidak dapat diterima siswa sesuai nalarnya, maka akan mempengaruhi respon siswa tersebut termasuk juga hasil belajarnya.

Rendahnya hasil belajar juga merupakan salah satu masalah dalam pembelajaran matematika, khususnya matematika sekolah. Hal ini terbukti dengan rendahnya nilai ulangan harian (UH), ujian akhir sekolah (UAS) atupun nilai ujian nasional (UN) siswa. Hal ini dimungkinkan karena pengemasan pembelajaran yang kurang menarik.

Untuk mengatasi permasalahan yang ada, maka peneliti ingin mencoba menerapkan pembelajaran Learning Comunity dan Talking Stick dengan alat peraga segitiga siku – siku sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan aturan sinus.

Sehingga berdasarkan hasil penelitian yang akan dilakukan diharapkan pembeljaran learning comunity dan talking stick dengan media segitiga siku – siku dapat dijadikan salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika.

Keyword : Pembelajaran Learning Comunity dan Talking Stick, Alat Peraga Segitiga Siku-Siku, Aturan Sinus.

PDF

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PAKEM DAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS KELAS V SDN TROPODO 2 WARU SIDOARJO DAN SDN WADUNGASRI KEC. WARU SIDOARJO

Oleh : Nur Fathonah, S1 – Pendidikan Matematika

Pengaruh Model Pembelajaran Pakem dan Model Pembelajaran Konvensional terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SDN Tropodo 2 Waru Sidoarjo dan SDN Wadungasri Kec. Waru Sidoarjo. Tesis, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pasca Sarjana Universitas PGRI Surabaya.

Keyword : Pakem, Pembelajaran Konvensional, Hasil Belajar

PDF

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI POKOK BILANGAN BULAT KELAS IV SEKOLAH DASAR

Oleh : Lydia Lia Prayitno, S1 – Pendidikan Matematika

Penanaman karakter pada siswa hendaknya dimulai sejak dini, salah satunya pada usia siswa Sekolah Dasar. Hal ini dikarenakan pada siswa Sekokah Dasar nilai-nilai karakter dapat ditumbuh kembangkan secara maksimal. Penanaman nilai karakter dapat dilakukan salah satunya melalui pembelajaran di sekolah pada materi pokok bilangan bulat. Pembelajaran ini menerapkan pembelajaran langsung dengan setting kelas secara kooperatif. Pada pembelajaran ini nilai karakter yang muncul antara lain amanah, ketaatan, bertaqwa, keberanian, cerdas, kreatif, tanggap, tertib, pengendalian diri, penuh perhatian, toleran, cermat, penuh perhatian, tekun, tertib, giat, disiplin, efisien, kooperatif, tepat waktu, cekatan, fair play, adil, demokratis, peduli, hormat, tekad, tepat waktu, cekatan, kejujuran, peduli, tanggung jawab, arif, bijaksana, santun, ketulusan, kemurahan, dan inisiatif.

Keyword : Nilai, Karakter, Pembelajaran, Bilangan Bulat.

PDF

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF NHT PADA MATERI SPLDV KELAS VIII D SMPN 43 SURABAYA

Oleh : Iksan Miftakhul Ulumi, Sunyoto Hadi Prayitno, S1 – Pendidikan Matematika

Keberhasilan proses pembelajaran merupakan hal utama yang didambakan dalam melaksanakan pendidikan di sekolah. Langkah guru dalam menetapkan metode yang tepat untuk menyampaikan materi pelajaran di kelas merupakan salah satu penentu keberhasilan, sehingga ketuntasan hasil belajar siswa dapat tercapai. Peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Togheter (NHT) karena dalam model pembelajaran ini menerapkan bimbingan antar teman dimana siswa yang pandai bertanggung jawab terhadap siswa yang lemah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan prestasi belajar matematika siswa melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT pada materi SPLDV.

Dalam penelitian ini lokasi penelitian telah ditetapkan di SMPN 43 Surabaya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII D SMPN 43 Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan tes subjektif. Data yang berupa hasil tes siswa selanjutnya akan di analisis secara deskriptif kualitatif untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal.

Dari hasil analisis didapatkan bahwa hasil belajar siswa secara klasikal telah mengalami peningkatan dari siklus I sampai dengan siklus II yaitu : Siklus I (59,46%) dan pada siklus II (91,89%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa.

Keyword : Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT, Prestasi Belajar Siswa.

PDF

1 2 3