PENGGUNAAN MODEL POBLEM BASED INTRACTIONS DENGAN MEDIA ELEKTRONIK

Oleh : Vinsensius Kou, Silvano Yugi Ananta, Akhmad Mustajib, S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : PENGGUNAAN MODEL POBLEM BASED INTRACTIONS DENGAN MEDIA ELEKTRONIK

Pentingnya pemahaman dalam proses belajar mengajar sangat memepengaruhi sikap, keputusan dan cara-cara memecahkan masalah. Untuk itu yang terjadi belajar bermakna dan tidak seperti menuangkan air kedalam gelas pada subjek didik. Maka salah satu faktor untuk mencapai tujuan itu adalah membuat siswa trampil menyelidiki dan memahami tentang pentingnya masalah dalam menggunakan ilmu teknologi yang bisa membantu menambah pengetahuan di bidang matematika melalui proses belajar mengajar. Permasalahan yang dikaji dalam makalah ini adalah “Apakah penggunaan model Problem Based Intractions dengan media teknologi elektronik dapat membantu siswa kelas XI SMK dalam proses pembelajran matematika siswa.?”. makala ini bertujuan Untuk mempermudah guru dan siswa dalam proses belajar mengajar matematika dengan penerapan model Problem based intractions dengan menggunakan Media Teknologi Elektronik pada siswa kelas XI SMK dalam ruang lingkup kelas maupun di luar kelas, baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Makalah ini difokuskan pada pembahasan model pembelajaran berdasarkan masalah dengan menggunakan media teknologi elektronik. Menurut Trianto(2007:67) Pengajaran berdasarkan masalah telah dikenal sejak zaman John Dewey, yang sekarang ini mulai diangkat sebab ditinjau secara umum pembelajaran berdasarkan masalah terdiri dari menyajikan kepada siswa situasi masalah yang otentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri. Media Teknologi Elektronik Media merupakan sarana fisik untuk menyampaikan isi atau materi pembelajaran. Sarana fisik tersebut dapat berupa buku, tape rekorder, kaset, kamera video, film, slide, foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer.Sedangkan yang dimaksud dengan elektronik adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang ilmu alat lisrtik yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran electron atau partikel bermuatan lisrik lainnya. Oleh karena itu media teknologi elektronik merupakan media teknoligi yang berupa internet berbais wab dan slide show (powerpoint) yang dapat menampilkan vidio, gambar, tulisan, suara dll.
Berdasarkan hasil pembahasan maka penulis makalah menyimpulkan bahwa: penggunaan media teknologi elektronik dapat mempermudah pemahaman siswa terhadap matematika. Selain mempermudah siswa dalam proses belajar dapat juga mempermudah guru dalam memberikan materi pelajaran matematika kepada siswa.

PDF

MODEL PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE (TTW) DENGAN PENDEKATAN OPEN – ENDED PADA MATERI PECAHAN

Oleh : Via Keke Okta Pratama , S1 – Pendidikan Matematika
Rencana penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui contoh model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dengan pendekatan Open – Ended pada pokok bahasan Pecahan. Rencana penelitian dilakukan oleh peneliti sendiri. Objek penelitian ini adalah siswa kelas VII F yang berjumlah 36 siswa pada SMP Negeri 7 Kediri. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari peneliti, tes tertulis, lembar observasi, dan catatan lapangan.

Keyword : model pembelajaran kooperatif, Think-Talk-Write (TTW), Open-Ended

PDF

 

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN TUGAS PETA KONSEP PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA SMP

Oleh : Tri Endro Utomo , S1 – Pendidikan Matematika

Berbagai upaya telah dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami mata pelajaran matematika. Akan tetapi hasil yang diharapkan masih kurang maksimal. Dalam mengikuti pembelajaran, motivasi belajar siswa masih kurang. Hal ini tampak ketika mereka mengikuti pembelajaran, cenderung untuk bersikap pasif, dan hanya aktif mencatat penjelasan-penjelasan guru, tanpa mau bertanya tentang konsep dari materi yang dicatat. Dalam proses pembelajaran matematika diperlukan suatu sistem pembelajaran yang bervariasi. Misalnya pembelajaran kontekstual dengan tugas peta konsep suatu materi dalam matematika. Peta konsep dapat dipakai untuk memudahkan siswa dalam memahami konsep suatu materi yang diajarkan serta menyelesaikan masalah dengan benar.

PDF

MODEL RECIPROCAL TEACHING BERBASIS KONTEKSTUAL DENGAN PENGGUNAAN ALAT PERAGA PAPAN FUNGSI

Oleh : Titis Hardatin , S1 – Pendidikan Matematika

Tujuan dari penyusunan proposal seminar ini adalah untuk mengetahui rencana pelaksanaan pembelajaran model Reciprocal Teaching berbasis kontekstual dengan penggunaan alat peraga papan fungsi dan mengetahui cara penggunaan alat peraga papan fungsi. Penelitian direncanakan menggunakan penelitian tindakan kelas dengan subjek kelas VIII SMP Pawyatan Daha 2 Kediri. Dan pokok bahasan yang dipilih adalah relasi dan fungsi.

PDF

MEDIA KARTU DOMINO PERCASI (PERSEN, PECAHAN, DAN DESIMAL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA

Oleh : Tita Septi Riyandhani , S1 – Pendidikan Matematika

Dalam Undang – Undang RI No. 20 Th. 2003 Tentang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) Pasal 37 ditegaskan bahwa mata pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib bagi siswa pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Namun guru dalam mengevaluasi pencapaian hasil belajar matematika hanya memberikan penekanan pada tujuan kognitif tanpa memperhatikan dimensi proses kognitif, khususnya kemampuan metakognitif. Akibatnya upaya-upaya untuk memperkenalkan metakognisi dalam menyelesaikan masalah matematika kepada siswa sangat kurang atau bahkan cenderung diabaikan. Untuk itu upaya guru dalam proses pembelajaran perlu dikembangkan agar lebih menarik dan meningkatkan kreatifitas serta daya pikir siswa. Salah satu upaya tersebut dengan menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran cukup efektif dalam penggunaannya untuk menunjang proses pembelajaran, serta peanguatan konsep pada materi pembelajaran juga perlu ditekankan kepada siswa karena dengan konsep materi dasar yang kuat maka siswa akan lebih mudah mengikuti pembelajaran pada proses materi berikutnya. Media kartu domino PERCASI (Persen, pecahan, dan Desimal) merupakan salah satu media pembelajaran yang memuat materi pecahan senilai. Media tersebut efektif digunakan pada pembelajaran, karena dalam proses pembelajaran siswa juga dapat bermain,sehingga penanaman konsep pembelajaran akan lebih mudah serta peningkatan kemampuan metakognitifpun juga akan semakin baik.

PDF

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL KELAS X SMK BARUNAWATI SURABAYA TAHUN AJARAN 2012-2013

Oleh : Taufik Farisal, Rahmat Mustakim, S1 – Pendidikan Matematika

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa selama ini guru masih menggunakan pembelajaran konvensional meskipun kurikulum yang ada saat ini mengharuskan guru menghindari pembelajaran konvensional. Akibatnya sistem komunikasi yang terjadi cenderung satu arah yaitu guru aktif menjelaskan materi, memberi contoh, dan menyajikan soal ataupun bertanya. Agar dapat menciptakan suasana yang mendukung dalam proses pembelajaran dipilih metode mengajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL).
Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X semester 1 tahun ajaran 2012-2013 diSMK Barunawati Surabaya, sedangkan sampel penelitian ini adalah siswa kelas X Akuntansi 1 yang terdiri dari 28 siswa. Untuk memperoleh data tentang aktivitas siswa diperoleh melalui pengamatan dengan menggunakan instrumen lembar pengamatan aktivitas siswa. Data tentang ketuntasan belajar siswa dilakukan tes dengan tes hasil belajar atau post-test. Data respon siswa diperoleh dengan pengisian angket respon siswa.
Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, dapat diperoleh, aktivitas siswa pada proses pembelajaran termasuk pada kategori aktif. Ketuntasan belajar siswa dapat tercapai. Respon siswa terhadap proses pembelajaran adalah positif.

Artikel PDF

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS VIII-F SMPN 12 SURABAYA TAHUN AJARAN 2012/2013

Oleh : Tanzia Febrinawati, Silmi Al Khoironi, Aini Rochmawati, S1 – Pendidikan Matematika

Selama ini guru hanya menggunakan model pembelajaran langsung, sehingga dalam proses pembelajaran siswa kurang dilibatkan. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan siswa adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Alasan dipilih model pembelajaran kooperatif tipe STAD karena model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa kelas VIII-F SMPN 12 Surabaya tahun ajaran 2012/2013. Subjek yang diselidiki adalah siswa kelas VIII-F SMPN 12 Surabaya tahun ajaran 2012/2013, obyeknya adalah hasil belajar matematika siswa. Keberhasilan penelitian dilihat dari adanya peningkatan hasil belajar siswa terhadap pelajaran matematika. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, metode tes serta metode observasi. Analisis data yang digunakan adalah rata-rata kelas, ketuntasan belajar, dan prosentase rata-rata hasil pengamatan. Dari hasil penelitian diperoleh informasi sebagai berikut hasil pra siklus diperoleh prosentase ketuntasan sebesar 25,6%. Siklus 1 diperoleh prosentase ketuntasan 72,9% dengan rata-rata kelas 73,54 dan siklus 2 sebesar 94,8%, dengan rata-rata kelas 83,84. Simpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-F SMPN 12 Surabaya tahun ajaran 2012/2013.

PDF

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA SUB POKOK BAHASAN PELUANG KELAS XI IPA-1 SMA TAMANSISWA MOJOKERTO TAHUN AJARAN 2012-2013

Oleh : Sundari Sukowati, Nindya Budi Arsanti, Mariyah Ulfah, S1 – Pendidikan Matematika

Sebagian besar proses belajar mengajar di lingkungan sekolah saat ini masih menggunakan model pembelajaran yang didominasi oleh peran guru. Dalam artian guru banyak menempatkan siswa sebagai obyek didik dan bukan sebagai subyek didik sehingga kurang memberikan kesempatan pada siswa dalam berbagai mata pelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir menyeluruh. Berdasarkan observasi, maka peneliti memberikan salah satu alternatif model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Pendekatan ini mengarah pada siswa belajar bersama-sama dengan tujuan untuk mengembangkan ketrampilan sosial siswa untuk bekerja sama pada suatu tugas bersama dan saling membantu sesama kelompok untuk mencapai ketuntasan belajar.
Rumusan masalah dalam penelit ian ini adalah “Apakah penerapan model pembelajaran kooperatuf tipe STAD dapat meningktakan aktivitas dan hasil belajar siswa pada sub pokok bahasan peluang?”. Tujuannya adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada sub pokok bahasan peluang. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Sasarannya adalah 34 siswa kelas XI IPA-1 SMA Tamansiswa Mojokerto. Metode pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan (observasi) dan tes.
Berdasarkan penelitian ini peneliti menyimpulkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas XI IPA-1 SMA Tamansiswa Mojokerto Tahun ajaran 2012-2013; (2) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA-1 SMA Tamansiswa Mojokerto Tahun ajaran 20122013.

PDF

 

IMPLEMENTASI TEORI APOS (ACTION, PROCESS, OBJECT, SCHEME) DALAM SIKLUS ACE (ACTIVITIES, CLASS DISCUSSION, EXERCISE) PADA POKOK BAHASAN MENGGAMBAR GRAFIK FUNGSI KUADRAT

Oleh : Sofyian Hadi Chandra, Feny Rita Fiantika, S1 – Pendidikan Matematika

 

Tulisan ini memaparkan implementasi teori APOS (Action, Process, Object, Scheme) dalam siklus ACE (Activities, Class discussion, Exercise). Siklus ACE (Activities, Class discussion, Exercise) berorientasikan pada keaktifan siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya. Konstruksi pengetahuan meliputi pemahaman konsep-konsep yang sedang dibicarakan, konsep-konsep tersebut harus benar-benar dipahami karena konsep dalam matematika bersifat hirarkis. Sebuah teori konstruksi tentang konsep matematika yang dikenal dengan teori APOS (Action, Process, Object, Scheme), menyatakan ada 4 tahapan dalam mengkonstruksi konsep matematika, yaitu (1) action, (2) process, (3) object, (4) scheme. Teori ini berperan dalam menganalisis kegiatan belajar siswa untuk memahami konsep-konsep matematika pada kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan berdasar siklus ACE dengan pokok bahasan menggambar grafik fungsi kuadrat.

Download Artikel

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN WINDA (WAWASAN, INTERAKSI, NARASI, DAN ARGUMENTASI SERTA EVALUASI) PADA SISWA KELAS VII-E SMPN 32 SURABAYA TAHUN AJARAN 2012-2013

Oleh : Winda Rahmawati, Dra. Sri Rahayu, S.Si., M.Pd., S1 – Pendidikan Matematika

Salah satu faktor rendahnya pemahaman siswa di SMP Negeri 32 Surabaya terhadap konsep-konsep matematika adalah penerapan model pembelajaran yang kurang menarik. Guru sering menggunakan metode ceramah sehingga beberapa siswa kurang memperhatikan saat proses belajar mengajar berlangsung dan nilai matematika yang diperoleh siswa ketika ulangan belum memuaskan. Berdasarkan permasalahan ini, peneliti melakukan upaya perbaikan dengan menerapkan model pembelajaran WINDA. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Data hasil tes siswa selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa secara individu dan klasikal. Dari hasil
analisis didapatkan bahwa prestasi belajar matematika secara klasikal mengalami peningkatan dari prasiklus sebesar 47,36% menjadi 76,31% pada siklus I. Pada
siklus II mencapai 86,84 % dari siklus I. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran WINDA dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar pada siswa kelas VII-E SMP Negeri 32 Surabaya Tahun Ajaran 2012-2013.

PDF

1 2 3 4