PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SUB POKOK BAHASAN PERSAMAAN KUADRAT PADA SISWA KELAS X

Oleh : Yuli Rahmawati, Veti Novita Sari, S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : Pembelajaran Kooperatif tipe STAD, Hasil belajar, Persamaan Kuadrat.

Penelitian ini dilatar belakangi oleh metode pembelajaran yang saat ini diterapkan kebanyakan adalah pembelajaran langsung. Selama proses pembelajaran lebih berpusat/ terfokus pada guru, serta sehari-hari kelas diisi dengan ceramah, sementara siswa dipaksa menerima dan menghafal materi pembelajaran. Disisi lain, pembelajaran hendaknya berorientasi pada siswa. Untuk itu, peneliti memilih suatu model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
Berdasarkan hal tersebut maka rumus n masalah yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah apakah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar matematika sub pokok bahasan persamaan kuadrat pada siswa kelas X ?.
Pembelajaran kooperatiftipe STAD(Student Team Achievement Division) itu sendiri merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 45 orang siswa secara hiterogen.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus yang setiap siklusnya memiliki empat tahap, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes subjektif. Data hasil tes siswa selanjutnya akan di analisis secara deskriptif kualitatif untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal.
Dari hasil analisis didapatkan bahwa tes belajar matematika secara klasikal telah mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 75% sampai dengan siklus II sebesar 87,5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar matematika sub pokok bahasan persamaan kuadrat pada siswa kelas X.

PDF

LED SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PEMBELAJARAN GRADIEN

Oleh : Aris Supriyanto , S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : LED (Light Emitting Diode) , Media pembelajaran , Gradien Meningkatkan antusias , Menanamkan konsep materi baru

Tulisan ini memaparkan pemanfaatan penggunaan LED (Light Emitting Diode) untuk di aplikasikan pada media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan sarana yang digunakan oleh seorang pendidik untuk membantu mempermudah visualisasi pada materi-materi tertentu. Dengan penggunaan LED yang diaplikasikan pada media pembelajaran , diharapkan dapat memberikan gambaran pembaharuan media pembelajaran yang telah ada saat ini. Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat digunakan oleh pendidik ataupun peserta didik dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran yang memiliki aplikasi LED ini dibuat untuk meningkatkan antusias siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, selain untuk meningkatkan antusias siswa media pembelajaran ini digunakan untuk menanamkan konsep materi baru dalam subpokok bahasan gradien , pada pokok bahasan garis lurus. Materi gradien dipilih dikarenakan sebuah materi baru dan perlunya konsep yang perlu ditanamkan dalam pemahaman setiap peserta didik.

PDF

UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN KALKULUS INTEGRAL MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY DENGAN METODE PEMBELAJARAN STAD

Oleh : Andina Ivana Triandani, Burhanudin Arif Nurnugroho, S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : Lesson Study, STAD, Kalkulus Integral

Lesson Study merupakan kegiatan kolaborasi para dosen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pada kegiatan Lesson Study para dosen yang serumpun secara kolaboratif merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran secara nyata pada matakuliah Kalkulus Integral. Metode yang digunakan dalam Lesson Study ini adalah STAD (Student Team Achievment Division). Selama lima kali pertemuan kegiatan lesson study ini diperoleh hasil bahwa keaktifan mahasiswa pada matakuliah Kalkulus Integral melalui kegiatan Lesson Study dengan metode STAD telah meningkat.

PDF

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS VIII-1 SMP NEGERI 4 WARU TAHUN AJARAN 2012-2013

Oleh : Amalia Budi Akasyah, Elly Fidiyawati, Wiwik Fitriyawati, S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : Prestasi Belajar Siswa, Model Pembelajaran QTL.

Kegiatan belajar yang dilakukan guru sebagian besar menggunakan model pembelajaran langsung, oleh sebab itu guru harus kreatif dalam mengelolah pembelajaran di kelas. Salah satu Model Pembelajaran yaitu QTL, dapat memudahkan proses balajar mengajar, membuat pembelajaran yang efektif dan optimal sesuai dengan tujuan pembelajaran. Permasalahan yang dirumuskan dalam penelit ian ini adalah “Apakah dengan melalui model pembelajaran QTL dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 4 Waru Tahun Ajaran 2012/2013?” Penelit ian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya Model Pembelajaran QTL pada siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 4 Waru Tahun Ajaran 2012-2013.
Adapun objek yang akan diteliti adalah prestasi belajar siswa. Untuk mengukur prestasi belajar siswa digunakan soal kuis yang diselesaikan secara individu. Keberhasilan penelitian dilihat dari meningkatnya prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata kelas sebelum penelitian adalah 75. Pada kegiatan pra siklus diperoleh prosentase ketuntasan belajar siswa mencapai 52,94%. Pada siklus I prosentase ketuntasan belajar siswa mencapai 70,58%. Siklus II prosentase ketuntasan belajar siswa mencapai 88,24%. Simpulan dari penelitian adalah dengan menggunakan model pembelajaran QTL dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 4 Waru tahun ajaran 2012-2013.

PDF

MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERDASARKAN TEORI BELAJAR VAN HIELE PADA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG

Oleh : AÂ’imatun Na,imah , S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : Model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD), Bangun Ruang Sisi Lengkung, teori belajar van Hiele.

Tulisan ini menjelaskan tentang rancangan pelaksanaan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) berdasarkan Teori belajar Van Hiele. Model pembelajaran ini menempatkan siswa dalam beberapa kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4 – 5 orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerja, jenis kelamin dan suku. Guru menyajikan pelajaran dan kemudian siswa bekerja dalam kelompoknya. Kemudian seluruh siswa diberikan test tentang materi pelajaran tersebut. Teori belajar Van Hiele dikembangkan oleh dua pendidik berkebangsaan Belanda, Pierre Marie van Hiele dan Dina van HieleGeldof. Menurut van Hiele dalam belajar geometri perkembangan berpik ir siswa terjadi melalui 5 tingkat, yaitu: Tingkat 0 (Visualisasi), Tingkat 1 (Analisis), Tingkat 2 (Abstraksi), Tingkat 3 (Deduction), dan Tingkat 4 (Rigor). Untuk meningkatkan kemampuan dan tingkat berpikir siswa dalam geometri, van Hiele mengajukan lima tahap pembelajaran yaitu: (1) Tahap Informasi (Information); (2) Tahap Orientasi Terbimbing (Guided Orientation); (3) Tahap Ekplisitasi (Explicitation); (4) Tahap Orientasi Bebas (Free Orientation); dan (5) Tahap Integrasi (Integration).Dalam tulisan ini akan dibahas tentang contoh penerapan Model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) berdasarkan Teori belajar Van Hiele pada materi Bangun Ruang Sisi Lengkung.

PDF

PEMBENTUKAN KELOMPOK KOOPERATIF DENGAN BANTUAN APLIKASI VISUAL BASIC

Oleh : Agus Prasetyo Kurniawan , S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : pembentukan, kelompok, visual basic

Pembentukan lingkungan belajar yang dapat membuat peserta didik untuk menata nalar akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari peserta didik tersebut. Oleh karena itu haruslah terbentuk paradigma pembelajaran ke arah konstruktivis, yaitu melalui pembelajaran kooperatif. Dalam pembelajaran kooperatif, pembentukan kelompok menjadi salah satu faktor penting agar kelompok yang terbentuk merupakan kelompok yang heterogen. Untuk itu pengembangan aplikasi visual basic dapat dimanfaatkan untuk pembentukan kelompok dalam pembelajaran kooperatif.

PDF

ANALISIS PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PENERIMA BEASISWA BIDIK MISI DI JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UNESA

Oleh : Affiati Oktaviarina , S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : ANALISIS PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PENERIMA BEASISWA BIDIK MISI DI JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UNESA

Salah satu masalah pendidikan di Indonesia adalah masih banyak lulusan pendidikan jenjang menengah yang terdiri dari lulusan SMA/SMK/MA/MAK yang berprestasi tetapi tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi karena keterbatasan biaya dan mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu. Upaya pemerintah dalam menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan membuat program yang disebut dengan “Beasiswa Bidik Misi”. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terjadap Indeks Prestasi Semester mahasiswa penerima Beasiswa Bidik Misi di Jurusan Matematika Universitas Negeri Surabaya tahun ajaran 2011/2012 digunakan regresi logistik Faktor yang signifikan berkontribusi terhadap Indeks Prestasi Semester mahasiswa penerima Beasiswa Bidik Misi di Jurusan Matematika Universitas Negeri Surabaya tahun ajaran 2011/2012

PDF

TIGA POTENSI MANUSIA MENURUT AL QURÂ’AN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA 3

Oleh : ABDUL MUIZ., S.Pd,. M.Pd., 4, S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : Potensi Manusia, Pendengaran, Penglihatan dan Pikiran

Manusia adalah makhluq Tuhan yang diciptakan dengan kesempurnaan. Tuhan menciptakan manusia dengan beberapa potensi yang melekat padanya. Al qur‟an sebagi kitab suci bagi ummat islam dan petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa telah menjelaskan potensi-potensi yang terkandung pada manusia dalam berbagai ayat dan surat yang berbeda. Terdapat tiga potensi dasar yang melekat pada manusia yang telah dijelaskan dalam Al qur‟an. Tiga potensi tersebut yaitu, pendengaran (As Sam‟a), penglihatan (Al Abshar) dan hati/pikiran (Al Af‟idah). Dalam makalah singkat ini akan jelaskan implementasi ketiga potensi tersebut dalam pembelajaran matematika.

PDF

PENANAMAN KONSEP OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PADA MATERI PECAHAN KELAS 3 SD MELALUI PLASTIK TRANSPARAN DAN PUZZLE PECAHAN

Oleh : Choirul Akladah, Niluh Putu Rut Christiani, S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan, plastik transparan dan puzzle pecahan, kelas 3 SD

Di sekolah sering sekali siswa bisa mengerjakan soal penjumlahan pecahan dengan baik tetapi mereka tidak mengerti dari mana konsep pengerjaan soal tersebut. Padahal anak kelas III SD, lebih memahami jika pembelajaran itu nyata dari pada pembelajaran itu masih abstrak. Untuk itu diperlukan pembelajaran yang bisa memperkuat konsep siswa dengan menggunakan alat pembelajaran yang bisa membantu siswa mengkonkretkan konsep yang abstrak. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre Experimental dengan desain penelitian One Shot Case Study. Penelitian ini dilaksanakan di LSM ISCO Foundation di Kapas Madya IV A/ 02 Surabaya sebagai populasi dan peserta didik kelas 3 SD sebagai sampel (kelas eksperimen) yang terdiri dari 15 peserta didik. Hasil belajar peserta didik sebelum diberikan pembelajaran melalui penanaman konsep operasi penjumlahan dan pengurangan pada materi pecahan kelas 3 SD melalui plastik transparan dan puzzle pecahan sebesar 53,4 dan rata-rata nilai hasil belajar peserta didik setelah diberikan pembelajaran melalui penanaman konsep operasi penjumlahan dan pengurangan pada materi pecahan kelas 3 SD melalui plastik transparan dan puzzle pecahan sebesar 71,7 (nilai hasil belajar meningkat). Artinya konsep pemahaman anak tentang operasi penjumlahan dan pengurangan(penanaman konsep operasi penjumlahan dan pengurangan pada materi pecahan kelas 3 SD) meningkat.

PDF

KESALAHAN NARATIF DALAM MEMBACA SIMBOL-SIMBOL MATEMATIKA 1

Oleh : Abdul Muiz., S.Pd,. M.Pd., 2 , S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : Kesalahan Naratif dan Simbol-simbol Matematika

Matematika tercipta dikarenakan adanya aktivitas dalam kehidupan, bukan matematika yang melahirkan aktivitas kehidupan. Berdasarkan aktivitas-aktivitas kehidupan tersebut, maka lahirlah konsep-konsep dalam matematika. Untuk memudahkan dalam penulisan konsep tersebut, kemudian terciptalah simbol-simbol dalam matematika yang memiliki objek kajian yang abstrak. Keabstrakan dalam bentuk simbol simbol inilah yang menyebabkan kesalahan para matematikawan dan pendidik matematika dalam membacanya secara naratif atau verbal. Dalam makalah singkat ini akan diberikan beberapa contoh kesalahan naratif dalam membaca simbol-simbol matematika.

PDF

1 2 3 4