UPAYA MEMBANTU SISWA MENGINGAT KEMBALI MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINIER SATU VARIABEL SERTA PEMECAHAN MASALAH LEWAT METODE BELAJAR AKTIF MODEL AIR PADA SISWA KELAS 7-1 SMP NEGERI 4 WARU TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Oleh : Widyawati Utami, S1 – Pendidikan Matematika
Keyword : belajar aktif, model AIR (Auditory, Intellectualy,Repetition)

Bagaimanakah agar siswa tidak melupakan materi pelajaran yang telah diterimanya agar siswa nantinya siap menghadapi ulangan harian yang siap atau tidak siap harus mereka hadapi. Bagaimanakah membuat suatu materi ajar agar tidak terlupakan oleh anak didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan penguasaan materi pelajaran yang telah diterima oleh peserta didik. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan
pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas 7-1. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa aKtifitas guru dalam menyampaikan materi dan langkah siklus 1 (7,6 %) menjadi (13,3%),membimbing dan mengamati siswa siklus 1 (21,7%) menjadi (22,6%),memberi umpan balik (8,3%) menjadi(11,7) demikian juga aktifitas siswa dalam kegiatan membaca siklus I (11,5) menjadi (13,1%), bekerja dengan kelompok siklus I (18,7%) menjadi (22,1%), memberi tanggapan siklus I (6,9%) menjadi( 7,3%) sehingga ketuntasan belajar mengalami peningkatan dari siklus I (63 ,8%) menjadi (91,66 ) Simpulan dari penelitian ini adalah gabungan metode ceramah dan metode pengajaran autentik dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa kelas 7-1 serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Matematika.

PDF

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DENGAN METODE PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN BENTUK AKAR PADA SISWA KELAS X PEMASARAN 2 SMK DR. SOETOMO SURABAYA

Oleh : Nella Arsita Tamara, Nailul Izzah, Nailil Muna, S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : Model PembelajaranKooperatif tipe NHT, Metode Permainan, Bentuk Akar, Kompetensi Belajar Matematika.

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa guru menggunakan model pembelajaran langsung di mana guru hanya menyampaikan materi dan menyuruh siswa mengerjakan LKS.Rendahnya penerapan pembelajaran yang memuat kegiatan diskusi yang menyebabkan siswa hanya bergantung pada guru dan kurang bisa menggali informasi sendiri akibatnya siswa menjadi pasif dalam kegiatan pembelajaran dan kompetensi belajar matematika rendah, salah satu pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa adalah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dengan Metode Permainan.Metode pengumpulan data menggunakan data dokumentasi dan tes subjektif yang terdiri dari dua siklus. Data yang diperoleh merupakan hasil tes siswa. Hasil ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya ketuntasan belajar siswa, yaitu 61,9% pada siklus I menjadi 90,47% pada siklus II.Sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan metode permainan dapat meningkatkan kompetensi belajar matematika pokok bahasan bentuk akar pada siswa kelas X Pemasaran 2 SMK Dr. Soetomo Surabaya.

PDF

PROBLEMATIKA BIMBINGAN BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI RUMAH DAN DI SEKOLAH

Oleh : Muhammad Farid Abdillah, Degi Kharisma Rachman, Linda Fauziah, S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : Keaktifan siswa dalam proses bimbingan belajar

Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Mengenai masalah pendidikan di Indonesia secara umum disebabkan oleh beberapa faktor yaitu efektifitas, efisiensi dan standart pengajaran. Adapun masalah khusus dalam pendidikan di Indonesia yaitu rendahnya sarana fisik, rendahnya kualitas pengajar, rendahnya kesejahteraan pengajar, rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan dan mahalnya biaya pendidikan. Dalam kegiatan belajar mengajar, siswa masih mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran karena pelajaran yang semakin sulit. Jika siswa dari awal tidak dapat bisa memecahkan masalah sejak dini, maka siswa akan mengalami kesulitan, hasilnya siswa malas dalam sekolah maupun belajar.Dari latar belakang kami mengambil rumusan masalah bagaimana cara menangani problematika bimbingan belajar yang ada di sekolah dan di rumah? tujuannya untuk mengetahui penanganan problematika bimbingan belajar yang ada di rumah dan di sekolah Problematika bimbingan belajar di rumah dan di sekolah diantaranya menunjukkan prestasi yang rendah yang dicapai oleh kelompok kelas dan hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. Seorang guru dalam memberikan layanan bimbingan belajar harus tetap berporos pada terselenggaranya Proses Belajar Mengajar. Oleh karena itu, diperlukanlah suatu jenis layanan bimbingan belajar yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. Maka jenis layanan bimbingan belajar yang dapat dan seyogianya dijalankan oleh para guru, antara lain : Mengumpulkan informasi mengenai diri siswa, memberikan informasi berbagai kemungkinan jenis program dan keaktifan siswa dalam proses bimbingan belajar.

PDF

 

EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS UNTUK POKOK BAHASAN BARISAN DAN DERET DI KELAS XI-AK3 SMK NEGERI 1 SURABAYA TAHUN AJARAN 2012-2013

Oleh : M. Azrul Anwar, Wenny Ariani Yunindra, S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : Efektifitas, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS, Barisan dan Deret.

Model pembelajaran kooperatif sangat cocok untuk mendorong siswa aktif dalam proses belajar mengajar. Salah satu pendekatan struktural dalam pembelajaran kooperatif adalah pendekatan Think-Pair-Share (TPS). TPS merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa TPS memiliki tiga tahap yaitu Think (berfikir), Pair (berpasangan), Share (berbagi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran matematika yang dilihat dari kemampuan guru mengelola pembelajaran, aktivitas siswa, keterampilan kooperatif siswa, respon siswa, dan ketuntasan hasil belajar siswa terhadap pembelajaran jika diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS di kelas XI-AK3 SMK Negeri 1 Surabaya. Data diperoleh dari lembar pengamatan, angket, dan lembar tes hasil belajar. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa: (1) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dalam kategori baik/efektif. (2) Aktivitas siswa efektif. (3) Keterampilan kooperatif siswa efektif. (4) Respon siswa positif, dan (5) Ketuntasan belajar siswa secara individual dan klasikal mencapai ketuntasan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pembelajaran kooperatif tipe TPS pada pokok bahasan barisan dan deret di kelas XI-AK3 SMK Negeri 1 Surabaya efektif.

PDF

PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI MEDIA UNTUK MENGAJARKAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR

Oleh : Lydia Lia Prayitno , S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : traditional games,mathematics, elementary school.

The traditional game is one of Indonesia’s cultural heritage, through traditional games students will be more interested in learning, especially students at the elementary school. Traditional games that can be used to teach mathematics, one of this games is patil lele and congklak. This game, can be adapted to the learning material that will be taught by mathematics teachers. Patil lele‟s games can be used to teach measurements measurement using standart units and non-standart units. As for the game congklak can be used to perform the sum of natural numbers. So, the teacher must be creative to create enjoyful learning at the classroom.

PDF

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) DENGAN STRATEGI METAKOGNITIF PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL (PLSV)

Oleh : Lestari, S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : Model pembelajaran berbasis masalah, Strategi metakognitif

Tulisan ini memaparkan tentang penggunaan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dengan strategi metakognitif pada materi persamaan linear satu variabel (PLSV). Adapun alasan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dengan strategi metakognitif adalah model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) merupakan pembelajaran yang berfokus pada siswa, yaitu pada apa yang dipikirkan siswa selama mereka mengerjakan bukan pada apa yang sedang dikerjakan siswa. Guru memfungsikan diri sebagai pembimbing dan fasilitator sehingga siswa dapat belajar untuk berpikir dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Hal ini dapat terwujud melalui suatu bentuk pembelajaran alternatif yang dirancang sedemikian rupa sehingga mencerminkan keterlibatan siswa secara aktif yang menanamkan kesadaran metakognisi dalam pemecahan masalah. Melalui pengembangan kesadaran metakognisi, siswa diharapkan akan terbiasa untuk selalu memonitor, mengontrol dan mengevaluasi apa yang telah dilakukan.

PDF

 

MEDIA KARTUN PADA MATERI TRIGONOMETRI UNTUK MENINGKATKAN INTRAPERSONAL INTELLIGENCE SISWA

Oleh : Kurniawan Edi Prasetio, Feny Rita Fiantika, S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : Media Kartun, Trigonometri, Intrapersonal Intelligence.

Pendidikan karakter bertujuan mengembangkan kemampuan siswa memutuskan apa yang baik, memelihara apa yang baik, dan melaksanakan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari. Di dalamnya terdapat nilai-nilai karakter seperti kerja keras, mandiri, dan kreatif yang merupakan indikator Intrapersonal Intelligence siswa.
Dengan membiasakan untuk bekerja keras, mandiri, dan kreatif akan meningkatkan Intrapersonal Intelligence siswa. Namun nilai-nilai karakter tersebut bersifat abstrak, sehingga perlu proses dan media untuk memberikan contohnya kepada siswa. Dalam tulisan ini media tersebut berupa media kartun pada materi trigonometri.

PDF

IMPLEMENTASI GAYA BELAJAR VAK (VISUAL, AUDITORI DAN KINESTETIK) PADA PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN MMP (MISSOURI MATHEMATICS PROJECT) PADA POKOK BAHASAN BILANGAN BULAT DAN PECAHAN

Oleh : Krismiati , S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : gaya belajar VAK, model pembelajaran MMP,Bilangan Bulat dan Pecahan

Tulisan ini memaparkan tentang implementasi gaya belajar VAK (Visual, Auditori Dan Kinestetik) dalam pelaksanaan model pembelajaran MMP (Missouri Mathematics Project) pada pokok bahasan Bilangan Bulat dan Pecahan, dimana siswa dilatih untuk memahami materi dengan banyaknya mengerjakan soal-soal latihan atau lembar kerja . Implementasi gaya belajar VAK (Visual, Auditori Dan Kinestetik) dalam pelaksanaan model pembelajaran MMP (Missouri Mathematics Project) yaitu pembelajaran yang mengkombinasikan ketiga kebiasaan belajar (melihat, mendengar dan bergerak) yang diimplementasikan kedalam model pembelajaran MMP, model pembelajaran MMP meliputi langkah- langkah; (1) review (2) pengembangan (3) latihan terkontrol (4) seat work/kerja mandiri (5) penugasan/ pekerjaan rumah (PR). Model pembelajaran MMP merupakan suatu program untuk membantu guru dalam hal efektivitas penggunaan latihan-latihan agar siswa mencapai peningkatan memecahkan masalah. Latihan-latihan yang dimaksud adalah lembar tugas proyek.

PDF

MENERAPKAN METODE IMPROVE DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIC PADA POKOK BAHASAN MATERI PELUANG

Oleh : Kiki Setya Putra , S1 – Pendidikan Matematika

Keyword : IMPROVE , realistic, materi Peluang.

Tulisan ini menjelaskan tentang menerapkan metode IMPROVE dengan pendekatan matematika realistic pada pokok bahasan materi peluang. IMPROVE merupakan salah satu metode pembelajaran. IMPROVE merupakan sebuah akronim dari Introducing the new concepts, Metacognitive questioning, Practicing, Reviewing and reducing difficulties, Obtaining mastery, Verification and Enrichment. Akronim dari metode IMPROVE adalah suatu tahapan dalam pembelajaran.

PDF

IMPLEMENTASI METAFORA DALAM MODEL PEMBELAJARAN TANDUR (TUMBUHKAN, ALAMI, NAMAI, DEMONSTRASI, ULANGI, RAYAKAN) PADA PEMBELAJARAN MOVING CLASS DENGAN POKOK BAHASAN PERSAMAAN KUADRAT

Oleh : Khusnul Khotimah , S1 – Pendidikan Matematika
Keyword : Moving Class, Metafora, Model Pembelajaran TANDUR, Persamaan Kuadrat.

Tulisan ini memaparkan tentang Pembelajaran Moving Class dalam Model Pembelajaran TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi, Rayakan) pada Pokok Bahasan Persamaan Kuadrat. Pembelajaran ini di fokuskan pada siswa yaitu, siswa lebih aktif untuk mencari guru pengajarnya dan siswa berpindah dari satu kelas ke kelas lain dimana dalam pembelajaran ini dinyatakan dalam 6 langkah yaitu, (1) Tumbuhkan, (2) Alami, (3) Namai, (4) Demonstrasi, (5) Ulangi, (6) Rayakan. Dalam pemberian konsep-konsep matematika kepada siswa yaitu dengan metafora dimana penggunaan metafora dalam pembelajaran ini mempunyai peranan yang sangat penting, yaitu kemampuan menciptakan minat dan meningkatkan motivasi belajar para siswa yang nantinya di sesuaikan dengan langkah – langkah dalam pembelajaran tersebut . Pembelajaran ini berperan dalam menganalisis kegiatan belajar siswa untuk memahami konsepkonsep matematika pada kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada pokok bahasan persamaan kuadrat.

PDF

1 2 3 4