Pengembangan Dan Pengendalian Sarana dan Prasarana Permukiman Kawasan Strategi Cepat Tumbuh Dalam Mewujudkan Kota Berkelanjutan

Author:Anak Agung Sagung Alit Widyastuty, sagungalit@unipasby.ac.id

Abstract:

Definisi kawasan Strategis Cepat Tumbuh yaitu Merupakan Kawasan yang telah berkembang atau potensial untuk dikembangkan, yang memiliki keunggulan geografis dan ekonomi yang dapat menggerakkan pertumbuhan diwilayah sekitarnya. Umumnya perkembangan Kawasan Cepat tumbuh dapat dindikasikan dengan pesatnya perkembangan tata guna lahan, lajunya pertumbuhan penduduk dan tingginya aglomerasi kegiatan ekonomi dan sentra-sentra produksi dan distribusi serta semakin kompleks ketersediaan sarana dan prasarana penunjang kawasan.
Tujuan dari penelitian ini adalah Mengidentifikasi kebutuhan program pengembangan sarana dan prasarana bidang Permukiman pada kawasan cepat tumbuh terpilih dalam
skala prioritas tahun 2010 – 2012 untuk menunjang pengembangan potensinya. Proses identifikasi kawasan Strategis Cepat Tumbuih di Kecamatan Buduran ditentukan
berdasarkan atas beberapa model-model analisa. Metode analisis yang digunakan adalah USG,(urgent Seriousness Growth) dan juga pendekatan – pendekatan MGDsdan
SPM (standart pelayanan Masyarakat). Secara umum perkembangan desa-desa Kawasan Strategis Cepat Tumbuh di Kecamatan Buduran cukup mempengaruhi perkembangan
wilayah baik dari fisiografi, ekonomi dan sosial cultur yang ada di wilayah kecamatan Buduran serta di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Namun perkembangan wilayah kawasan
Cepat Tumbuh tidak selalu berdampak positif bagi perkembangan wilayah Kecamatan Buduran, hal ilni disebabkan dengan semakin berkembanganya suatu kawasan maka akan semakin kompleks pula permasalahan yang muncul sebagai dampaknya. Pola perkembangan kawasan cepat tumbuh di kecamatan Buduran secara umum banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor pemicu serta keberadaan suatu pusat pertmbuhan yang memberikan tarikan yang kuat pada wilayah-wilayah disekitarnya

Keyword : Pengembangan potensi, kawasan cepat tumbuh, sarana dan prasarana permukiman

PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK SEBAGAI UPAYA UNTUK MENUMBUH KEMBANGKAN KARAKTER DAN KEPEDULIAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN


PROSIDING SEMINAR NASIONAL || Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan Menuju Keberlanjutan Lingkungan Hidup
27 Juni 2013 || ISBN: 978-979-8559-91-4
Penerbit : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Penulis 1: Nur Fathonah
Penulis 2: Sri Rahayu

» Selengkapnya

KAJIAN MIKROBIOLOGIS PADA IKAN BANDENG SEGAR YANG DIAWETKAN DENGAN MENGGUNAKAN ASAP CAIR DARI LIMBAH BATOK KELAPA SEBAGAI PENGGANTI FORMALIN


PROSIDING SEMINAR NASIONAL || Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan Menuju Keberlanjutan Lingkungan Hidup
27 Juni 2013 || ISBN: 978-979-8559-91-4
Penerbit : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Penulis 1: Yunus Karyanto
Penulis 2: Sri Widyastuti

» Selengkapnya

PENGARUH INVESTASI DALAM PERSPEKTIF GREEN ECONOMY DI INDONESIA

Author: Permadina Kanah Arieska, redaksi@unipasby.ac.id

Abstract:

Green economy atau disebut juga dengan ekonomi hijau memiliki
pengertian bahwa ekonomi hijau berusaha untuk mendorong sebuah perekonomian
yang relatif rendah karbon, energinya lebih efisien, dan secara sosial lebih
melibatkan banyak orang. Salah satu lembaga internasional yang memberikan
banyak perhatian pada masalah green economy adalah UNEP (United Nations
Environment Programme). Ada tiga indikator green economy menurut UNEP, salah
satu indikator tersebut adalah investasi. Dinyatakan bahwa tingginya investasi akan
mendukung pertumbuhan green economy.
Pada faktanya berbagai macam negara yang menerima investasi, terutama
investasi asing untuk eksploitasi sumber daya alam, ternyata menyebabkan
kerusakan alam yang parah. Investasi yang diharapkan mampu meningkatkan
kesejahteraan dari masyarakat dan juga kelangsungan sumber daya alam yang
diekploitasi ternyata tidak mendukung ekonomi berkelanjutan.
Hasilnya peningkatan investasi tidak berbanding lurus dengan peningkatan
green economy. Alasan investasi digunakan hanya sebagai alat untuk bisa masuk
dan mengambil sumber daya alam suatu negara. Pembangunan berkelanjutan yang
diharapkanpun tidak teraih. Investasi yang ada haruslah diimbangi dengan daya
tawar (bargain position) pemerintah dalam kerjasama investasi. Bukan
menyerahkan sepenuhnya pada pemilik modal asing (investor) yang hanya
memikirkan keuntungan semata.

Keyword : Green economy, Investasi, indikator green economy, UNEP

PEMANFAATAN LIMBAH POPOK SEKALI PAKAI (DIAPERS) UNTUK PEMBUATAN KOMPOS MENGGUNAKAN KOMPOSTER ROTARY DRUM

Author: Sri Widyastuti, sri_widyastuti@unipasby.ac.id

Abstract:

Sebuah pemahaman yang lebih dalam tentang
mikroorganisme-dimediasi mekanisme katalisis hidrokarbon akan
memfasilitasi pengembangan metode baru untuk meningkatkan
bioremediasi daerah yang terkontaminasi hidrokarbon
Penelitian bertujuan untuk mengolah limbah popok sekali
pakai (diapers) menjadi kompos. Limbah yang digunakan adalah
bagian dalam popok sekali yang merupakan senyawa polimer super
absorbent yaitu senyawa poliakrilat.
Komposter yang digunakan adalah jenis rotary drum yang
dilengkapi dengan pengaduk, terbuat dari plastik bekas bahan kimia.
Kapasitas komposter sebesar 15 kg. Dalam proses pengomposan
digunakan kompos stater yang merupakan modifikasi sistem
komposter model Takakura.
Hasil pengujian menunjukkan kompos yang dihasilkan
memenuhi standarat kualitas kompos sesuai SNI nomor 19-7-30-2004
untuk parameter kadar air, kadar C –organik, nitrogen total, C/N ratio
Hasil uji kualitas fisik kompos menunjukkkan bhawaa
kompos berwarna coklat kehitaman dan berbau tanah. Pengomposan
berlangsung selama 3 (tiga) hari. Sama seperti waktu yang dibutuhkan
untuk menguraikan bahan organik dari sampah rumah tangga seperti
sisa makanan.
Kelompok Mikroba yang dapat diidentifikasi dalam penelitian
ini adalah
1. Pengurai Protein : 2,2 . 103 koloni/ gram
2. Pengurai Lemak : 1,6. 102 koloni/ gram
3. Pengurai Amilase : 2,5. 104 koloni/ gram

Keyword : Popok sekali pakai, Poli akrilat, Kompos

PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK SEBAGAI UPAYA UNTUK MENUMBUHKEMBANGKAN KARAKTER DAN KEPEDULIAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN

Author:

Nur Fathonah, nurfathonah@unipa.ac.id

Sri Rahayu, srirahayu@unipasby.ac.id

Abstract:

Dalam kamus bahasa Indonesia karakter diartikan sebagai sifat-sifat
kejiwaan , akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang
lain.Pembelajaran matematika realistik, merupakan sebuah inovasi baru dalam
pembelajaran matematika. Melalui pembelajaran realistik ini siswa dapat belajar
matematika dengan lebih mudah, aktif, inovatif, kratif serta menyenangkan. Dengan
pembelajaran matematika realistik ini siswa dapat belajar matematika dengan lebih
konkret karena siswa langsung belajar melalui kehidupan kesehariannya. Melalui
sifat pembelajaran matematika realistik yang berbasis lingkungan ini, dapat
dimanfaatkan guru sebagai sarana untuk menumbuhkembangkan karakter dan
kepedulian siswa terhadap kondisi sosial disekitarnya. Adapun cara untuk
menumbuhkembangkan kepedulian siswa ini dapat dilakukan dengan memberikan
suatu kondisi lingkungan masyarakat kemudian siswa diajak untuk diskusi tentang
kondisi lingkungan tersebut, apakah sudah ideal atau belum. Dengan adanya
pengarahan “plus” dari guru terhadap pembelajaran matematika realistik ini
diharapkan mampu menumbuhkembangkan kepedulian siswa terhadap lingkungan.
Implikasi dari perkembangan kepedulian siswa adalah terciptanya insan cerdas
seklaigus memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.

Keyword : pembelajaran matematika realistik, karakter dan Kepeduliah lingkungan

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERWAWASAN LINGKUNGAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA

Author: Dyah Rochmawati, dyahrochma@unipasby.ac.id

Abstract:

Berbagai bencana alam yang melanda bangsa Indonesia dan di
berbagai belahan dunia lain menunjukkan adanya kerusakan berbagai
ekosistem yang disebabkan utamanya oleh alam dan tangan-tangan manusia.
Hal ini menjadi tantangan pendidikan di Indonesia dan memunculkan
pemikiran tentang pendidikan yang berwawasan lingkungan guna
mempersiapkan sumber daya manusia yang peduli terhadap kerusakan atau
pencemaran lingkungan, dengan harapan akan terjadi keseimbangan yang
harmonis antara lingkungan dengan manusia yang hidup di dalamnya.
Penguasaan bahasa Inggris sebagai salah satu aspek pengembangan sumber
daya manusia sangat penting karena hampir semua sumber informasi global
dalam berbagai aspek kehidupan menggunakan bahasa Inggris. Makalah ini
bertujuan memaparkan suatu pemikiran bagaimana mengimplementasikan
pendidikan berwawasan lingkungan dalam pembelajaran bahasa inggris guna
mengembangkan sikap siswa untuk cinta dan ramah pada lingkunganya

Keyword : pembelajaran Bahasa Inggris, pendidikan berwawasan lingkungan, pembentukan karakter siswa

WATER TREATMENT BERBASIS ZEOLIT DAN ION EXCHANGE UNTUK DEMINERALISASI AIR PAYAU

Author:

Setyo Purwoto, setyo@unipasby.ac.id

Abstract:

Salinitas dan karakter air payau di daerah pesisir merupakan masalah utama
dalam hal kebutuhan air bersih. Intrusi air laut yang masuk ke badan air tanah
merupakan penyebab salinitas alamiah air tanah di area ini. Untuk mengatasi hal
tersebut, maka solusi sebagai tujuan dalam penelitian ini adalah : penurunan
parameter mineral menurut kriteria air bersih pada sampel air payau.
Sebagai metode untuk mencapai tujuan dimaksud adalah : penggunaan
treatment Zeolit dan Manganese Green dilanjutkan dengan resin anion dan resin
kation sebagai penukar ion yang terkandung dalam air payau menggunakan reaktor
tabung FRP secara rangkaian seri dengan model aliran up flow. Uji laboratorium
hasil treatment Zeolit dan Manganese Green Sand, resin anion, dan resin kation
dirangkai secara berseri menggunakan tabung FRP untuk beberapa parameter air
bersih pada sampel air payau tampak adanya demineralisasi.
Temuan hasil penelitian “Water Treatment Berbasis Zeolit Dan Ion
Exchange Untuk Demineralisasi Air Payau”, dimana kedalaman treatment zeolit dan
resin adalah 80 cm pada suhu 26O C secara komulatif diperoleh nilai penurunan
parameter mineral menurut kriteria air bersih : Warna sebesar 10 Unit PtCo,
Kekeruhan 0.62 Skala NTU, TDS 128 mg/L, Total hardness 642.86 mg/L CaCO3,
Sulfat 57.35 mg/L SO4, Nitrat 0.8 mg/L NO3-N, Nitrit 0.02 mg/L NO2-N, Amonia
0.99 mg/L NH3-N, Besi 0.14 mg/L Fe, Seng 0.03 mg/L Zn, Flourida 0.03 mg/L F,
dan Deterjen 0.02 mg/L.

Keyword : Air payau, Water Treatment, Demineralisasi, Zeolit, ion exchange

SANITASI PROSES PENGOLAHAN BAKSO DI KECAMATAN GUNUNG ANYAR SURABAYA UNTUK KESEHATAN MAKANAN

Author:

Diana Evawati, diana@unipasby.ac.id

Susilowati, redaksi@unipasbya.ac.id

Abstract:

Sanitasi dan Hygiene produksi makanan dilakukan melalui serangkaian
kegiatan yang meliputi persiapan, pengolahan, dan penyajian makanan. Oleh karena
itu sanitasi dalam proses pengolahan dilakukan sejak proses penanganan bahan
mentah sampai makanan itu siap dikonsumsi. Rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah : 1) Bagaimanakah persiapan makanan pada penjual bakso di kecamatan
Gunung Anyar memenuhi syarat kesehatan, 2) Bagaimanakah pengolahan makanan
pada penjual bakso di kecamatan Gunung Anyar Surabaya memenuhi syarat
kesehatan, dan 3) Bagaimanakah penyajian makanan pada penjual bakso di
kecamatan Gunung Anyar Surabaya jika dikaitkan dengan masalah kesehatan
makanan.
Populasi penelitian ini adalah pedagang bakso yang ada di wilayah
Kecamatan Gunung Anyar Surabaya dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak
15 orang pedagang bakso. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara
wawancara, interview dan observasi. Metode Analisis Data yang gunakan adalah
persentase dan digambarkan dalam grafik histogram.
Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa : (1) Tingkat
pencapaian standart kesehatan pada pedagang bakso di kecamatan Gunung Anyar
Surabaya dalam hal persiapan sudah memenuhi syarat kesehatan, (2) Dalam hal
pengolahan bahan, pedagang bakso di kecamatan Gunung Anyar Surabaya, sudah
memenuhi syarat kesehatan namun masih ada beberapa yang belum memenuhi
syarat kesehatan karena sebagian kecil alat pengolahan yang dipakai kurang layak,
(3) Sedangkan dalam hal penyajiannya, pedagang bakso di kecamatan Gunung
Anyar Surabaya, rata-rata sudah memenuhi syarat kesehatan terutama alat
hidangnya, tetapi masih ada yang kurang mendapat perhatian, misalnya serbet
tangan, air cucian dan bahan pencuci. Dari Penelitian ini dapat direkomendasikan 1).
Dinas Kesehatan agar menambah program penyuluhan kesehatan makanan tentang
gizi makanan, pemilihan bahan makanan, pengolahan bahan makanan dan pemilihan
peralatan memasak yang memenuhi syarat kesehatan, sedangkan 2). untuk pedagang
bakso adalah agar meningkatkan perhatiannya tentang cara-cara pemilihan bahanbahan
makanan, pemilihan peralatan memasak yang memenuhi syarat kesehatan
agar konsumen lebih tertarik untuk membeli atau dengan kata lain menjadi
pelanggannya.

Keyword : Sanitasi Persiapan, Pengolahan, Penyajian, Bakso.

1 2