HUBUNGAN MOTIVASI DAN SIKAP MANDIRI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI FUNGSI KELAS VIII A DI SMPN 21 SURABAYA

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA 2017 || Memantapkan Karakter Semangat PAGI (Peduli, Amanah,  Gigih dan Inovasi) Melalui Inovasi Pembelajaran Matematika
13 Mei 2017 || ISBN: 978-979-3870-53-3
Penerbit : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Penulis  : Erlin Ladyawati

» Read more

Identifikasi Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika dengan Pendekatan Open Ended di Kelas VIII SMP Negeri 2 Krian Ditinjau dari Kemampuan Matematika


SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA 2017 || Memantapkan Karakter Semangat PAGI (Peduli, Amanah,  Gigih dan Inovasi) Melalui Inovasi Pembelajaran Matematika
13 Mei 2017 || ISBN: 978-979-3870-53-3
Penerbit : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Penulis 1: Restu Ria Wantika
Penulis 2: Yollanda Dhea Lusfita Loka

» Read more

CERDAS MENDIDIK KEMANDIRIAN ANAK DENGAN PENGASUHAN MANDIRI

PROSIDING SEMINAR NASIONAL || Pintar Mendidik Anak di Era Teknologi
17 Mei 2017 || ISBN: 978-979-8559-87-7
Penyelenggara: Program Studi Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Penerbit     : Erlangga 
Penulis 1    : A. Fachrurrazi
Penulis 2    : Mei Tri Susanti
PDF

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan perbedaan kemandirian dua anak usia 3 dan 6 tahun ditinjau dari dua pola asuh yang berbeda, yaitu diasuh oleh orangtua sendiri dan diasuh oleh pengasuh (dalam hal ini nenek). Pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan studi kasus dengan teknik expost facto karena kasus yang diteliti bersifat individual. Perbedaan yang terindikasi hanyalah dalam hal kemandirian untuk menentukan keinginan sendiri. Anak yang diasuh oleh pengasuh menunjukkan kemampuan cukup mandiri, dibanding anak yang diasuh oleh orangtuanya sendiri. Perbedaan jenis kelamin dapat juga memengaruhi kemandirian. Anak perempuan lebih mandiri dalam menentukan keinginan sendiri. Namun demikan secara keseluruhan dari lima indikator kemandirian anak laki-laki lebih cenderung menunjukkan kemampuan cukup mandiri, walaupun usianya relatif lebih muda (3 tahun) dibanding anak perempuan (6 tahun). Hasil penelitian dapat merekomendasikan bahwa dalam mengembangkan kemandirian pada anak sebaiknya dihindari intervensi yang terlalu banyak dan berlebihan. Berilah kesempatan pada anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai irama perkembangan dan tingkat usia anak,memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan imanjinasi mereka dengan alat-alat permainan yang bisa merangsang kemampuan mereka mengambil keputusan sendiri dan berinteraksi dengan anak menerapkan prinsip ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.
Kata Kunci: Kemandirian anak, pengasuhan mandiri

1 2 3 4 24