PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN OPEN ENDED BERLATAR BELAKANG KOOPERATIF PADA OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT SISWA KELAS V SDN KAMPUNG DALEM 5 KEDIRI TAHUN AJARAN 2009 – 2010

Oleh : Feny Rita Fiantika, M.Pd, S1 – Pendidikan Matematika (Shell.fine@yahoo.com)

Matematika merupakan pelajaran yang menuntut kreatifitas siswa. Namun demikian dalam pembelajaran matematika sering kita temui adanya siswa yang kesulitan dalam menerima materi yang diajarkan. Kesulitan ini dapat disebabkan antara lain faktor internal yaitu : motivasi, intelegensi, minat dan keadaan psikologis siswa. Sering kita temui siswa yang kurang tertarik mengikuti pelajaran matematika bahkan ada pula siswa yang takut dan benci pada pelajaran matematika. Mungkin hal ini merupakan gejala yang disebabkan oleh materi matematika yang dipelajari dan cara penyajiannya kurang sesuai dengan kematangan siswa, sehingga kegiatan belajar-mengajar tidak bermakna dan hasilnya pun kurang memuaskan.
Demikian juga yang dialami siswa kelas 5 SDN Kampung Dalem 5 Kediri mereka sering mengeluh saat mengerjakan soal-soal matematika utamanya dalam memahami operasi bilangan bulat. Dua tahun terakhir ulangan harian untuk materi operasi bilangan bulat kelas 5A didapatkan tahun 2008 ada 6 orang yang tuntas dari 25 siswa dan kelas 5B ada 5 orang yang tuntas dari 25. Ulangan harian siswa materi operasi bilangan bulat tahun 2009 kelas 5A ada 7 anak yang tuntas dari 25 siswa dan kelas 5B ada 6 anak yang tuntas dari 25 siswa.
Pemilihan model pembelajaran yang tepat perlu diupayakan guru untuk memudahkan proses terbentuknya pengetahuan pada siswa, namun guru juga harus memperhatikan apakah model pembelajaran yang digunakan itu penerapannya sudah efektif dan koefisien. Salah satu model yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran matematika adalah pendekatan pembelajaran open ended berlatar belakang kooperatif. Pendekatan open ended merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat membangun kreatifitas siswa dan pola pikir matematis siswa yang disesuaikan dengan kemampuan siswa, karena dalam pendekatan ini tujuan utamanya adalah bukan untuk mendapatkan jawaban yang benar tetapi lebih menekankan pada bagaimana cara untuk sampai pada jawaban tersebut . Pembelajaran ini dimulai dari suatu problem atau masalah yang diberikan oleh guru dan siswa mencari solusinya dengan cara yang berbeda-beda namun hasil akhirnya tetap sama antara satu siswa dengan siswa yang lain. Cara ini dapat dimanfaatkan oleh guru dari keberagaman cara yang digunakan oleh siswa sehingga akan menambah pengalaman siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan berdasarkan pengetahuan, keterampilan dan cara berpikir matematis yang telah diperoleh sebelumnyaPada pendekatan pembelajaran open ended siswa diharapkan mampu menyelesaikan suatu permasalahan
Pada penelitian ini dalam menyelesaikan masalah open ended siswa dikelompokkan dengan menggunakan fase-fase pembelajaran kooperatif supaya siswa dapat lebih mengembangkan kreatifitasnya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan dalam pelaksanaanya diamati oleh dua orang pengamat yang mengamati kegiatan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi guru dan mengamati kegiatan siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi guru.Dari data hasi observasi aktivitas guru dalam menerapkan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan open ended diperoleh nilai rata – rata 3.33 yang bernorma sangat baik dan hasil observasi aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung diperoleh nilai rata – rata 2.7 yang bernorma baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa antara guru dan siswa terdapat hubungan timbal balik selama kegiatan pembelajaran sehingga pembelajaran matematika dengan pendekatan open ended pada pokok bahasan Operasi Hitung Bilangan Bulat adalah efektif.Dari data hasil uji t didapatkan bahwa harga t hitung lebih besar daripada t table sehingga Ho ditolak dan Ha diterima., dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan pendekatan open ended pada pokok materi Operasi HItung Bilangan Bulat pada siswa kelas V SDN Kampung Dalem V Kediri adalah efektif.

Keyword : Open ended, Kooperatif

PDF

PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN LOGARITMA ANTARA SISWA YANG BERASAL DARI SMP NEGERI DAN SISWA YANG BERASAL DARI SMP SWASTA DI SMK PAWIYATAN SURABAYA KELAS X TAHUN AJARAN 2009-2010

Oleh : Sri Rahayu

Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa siswa yang berasal dari SMP Negeri prestasi belajarnya lebih berhasil dibandingkan dengan siswa yang berasal dari SMP swasta, terutama pada pembelajaran matematika. Bertolak dari tanggapan masyarakat tersebut, mendorong penulis untuk meneliti lebih jauh tentang kebenaran dugaan masyarakat tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan prestasi belajar matematika pada pokok bahasan logaritma antara siswa yang berasal dari SMP Negeri dan siswa yang berasal dari SMP Swasta di SMK Pawiyatan Surabaya kelas X Tahun Ajaran 2009-2010. Berdasarkan tujuan tersebut, maka rumusan masalahnya adalah adakah perbedaan prestasi belajar matematika pada pokok bahasan logaritma antara siswa yang berasal dari SMP Negeri dan siswa yang berasal dari SMP Swasta di SMK Pawiyatan Surabaya kelas X Tahun Ajaran 2009-2010?.

Dalam penelitian ini untuk mendapatkan data menggunakan metode tes. Tes yang dimaksud adalah tes formatif berjenis essay dengan jumlah sebanyak 5 soal (dalam hal ini tes pada pokok bahasan logaritma). Sedangkan untuk memperoleh informasi tentang sekolah asal siswa kelas X di SMK Pawiyatan Surabaya dengan menggunakan metode dokumentasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMK Pawiyatan Surabaya yang terdiri atas 17 kelas. Dari populasi yang telah ada, maka dapat diambil sampel penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling atau sampel bertujuan yaitu mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random, atau daerah tetapi didasarkan atas dasar tujuan tertentu. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X AK yang terdiri atas 40 siswa dengan 20 siswa yang berasal dari SMP Negeri dan 20 siswa yang berasal dari SMP Swasta.

Untuk menganalisis data digunakan statistik uji t-score dengan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan 38. Aturan keputusan yang digunakan adalah menerima hipotesis (Ho) jika – t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel dan menolak hipotesis (Ho) jika t hitung < t tabel atau t hitung > t tabel. Dalam penelitian ini diperoleh rata-rata nilai siswa yang berasal dari SMP Negeri = 76,95 dan rata-rata nilai siswa yang berasal dari SMP Swasta = 72,15 dengan t hitung = 1,21 dan t tabel = 2,042. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa – t tabel ≤ t hitung ≤t tabel sehingga hipotesis (H0) diterima. Hal ini berarti tidak ada perbedaan prestasi belajar matematika pada pokok bahasan logaritma antara siswa yang berasal dari SMP Negeri dan siswa yang berasal dari SMP Swasta di SMK Pawiyatan Surabaya kelas X Tahun Ajaran 2009-2010.

PDF

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI KETERAMPILAN GURU DALAM BERTANYA (QUESTIONING SKILLS) PADA BIDANG STUDY MATEMATIKA

Oleh : Drs. H. Sunyoto H. P., ST., M. Pd. 1) Ulif Laila Hikmiyah 2), S1 – Pendidikan Matematika

Salah satu dasar yang mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah matematika. Matematika merupakan suatu bidang studi yang dianggap sulit bagi siswa untuk mempelajarinya, ada pula yang beranggapan kalau pelajaran matematika adalah pelajaran yang menakutkan dan dianggap sukar. Untuk mengurangi kesulitan tersebut, maka seorang guru perlu mempunyai suatu keterampilan yaitu keterampilan bertanya guru agar prestasi belajar siswa dapat meningkat.
Rumusan masalah penelitian ini adalah “ Apakah Ada Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Melalui Keterampilan Guru Dalam Bertanya (Questioning Skills) Pada Bidang Studi Matematika?”.
Penelitian ini dilaksanakan di kelas X-2 SMA Kawung I Surabaya. Dari hasil analisis dapat ditarik kesimpulan yaitu “Ada Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Melalui Keterampilan Guru Dalam Bertanya (Questioning Skills) Pada Bidang Studi Matematika”.

PDF

UPAYA MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DENGAN MENGGUNAKAN LANGKAH—LANGKAH POLYA DI KELAS X-7 MAN SIDOARJO TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Oleh : Sri Rahayu

Salah satu upaya yang dilakukan untuk menyempurnakan sistem pendidikan nasional adalah dengan mengadakan perubahan kurikulum. Perubahan kurikulum ini diharapkan dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan pada kurikulum sebelumnya. Perubahan kurikulum dapat dilakukan dengan cam menerapkan model pembelajaran yang tepat misalnya untuk menyelesaikan soal matematika bentuk cerita diterapkan model pembelajaran Langkah-langkah Polya. Langkah-langkah Polya dapat membantu siswa dalam menyelesaikan secara unit dimulai dari apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, membuat model matematika, pelaksanaan model matematika dan memeriksa kembali hasil dari pelaksanaan model matematika. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan menggunakan Langkah-langkah Polya dapat meningkatkan penguasaan konsep matematika pada pokok bahasan Sistem persamaan linier di kelas X-7 MAN Sidoarjo tahun pelajaran 2009/2010. Permasalahan yang ingin dikaji dalam hal ini adalah: “Apakah dengan menggunakan langkah—langkah Polya dapat meningkatkan penguasaan konsep matematika pada pokok bahasan sistem persamaan linier di kelas X-7 MAN Sidoarjo Tahun Pelajaran 2009/2010?”.

Penelitian ini menggunakan dua siklus yang setiap siklusnya memiliki empat tahapan yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan yang terakhir adalah tahap refleksi. Dalam penelitian ini lokasi penelitian telah ditetapkan di MAN Sidoarjo. Dan subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-7 MAN Sidoarjo. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan dokumentasi yang digunakan untuk mengumpulkan data prasiklus serta dengan menggunakan tes subjektif dalam setiap siklusnya. Data yang berupa hasil evaluasi belajar siswa selanjutnya akan di analisis secara deskriptif kualitatif untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa secara klasikal.

Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama dua siklus, dan berdasarkan pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat diambil suatu kesimpulan bahwa Pembelajaran dengan Langkah-langkah Polya dapat meningkatkan penguasaan konsep matematika pada pokok bahasan Sistem persamaan linier dua peubah yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklusnya, yaitu siklus I (75,76%), siklus II (87,88%).

PDF

UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBER HEAD TOGETHER)

Oleh : Prayogo1 Sulia Djauhariana2, S1 – Pendidikan Matematika (prayogounipa@gmail.com, suliadjauhariana@yahoo.co.id)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana partisipasi siswa dalam pembelajaran di kelas dikaitkan dengan model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Number Head Together). Sebagai subyek penelitian adalah lima (5) siswa dari 40 siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sooko Mojokerto, yang akan dilihat partisipasinya dalam pembelajaran, sedangkan materi yang diajarkan adalah Teorema Pytagoras. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan kolaborasi antara guru dan dosen pada bulan Nopember 2009. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengobservasi subyek penelitian melalui pedoman observasi yang telah disiapkan, yang selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi siswa yang ditunjukkan dengan memberikan pendapat, saran dan tenaga, tanggung jawab dalam pembelajaran, dan komunikasi timbal balik, setelah pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe NHT meningkat.

Keyword : partisipasi siswa, pembelajaran tipe NHT

PDF

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DI KELAS X SMA NEGERI 3 MOJOKERTO TAHUN PELAJARAN 2009-2010

Oleh : Liknin Nugraheni, S. Si., M. Pd. 1) Nifa Rusliyah 2), S1 – Pendidikan Matematika
Dibuat : 2010, dengan 1 file

Keyword : Metode Pembelajaran matematika Realistik , Prestasi Belajar.

Proses belajar mengajar merupakan kegiatan inti dalam pendidikan di sekolah. Pemilihan model mengajar akan berpengaruh pada hasil belajar siswa. Jika pemilihan metode tersebut sesuai dengan materi yang akan diajarkan maka akan mengubah cara belajar siswa. Sehingga untuk mencapai hal itu peneliti mencoba meneliti lebih jauh tentang metode pembelajaran matematika realistik yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pembelajaran matematika realistik adalah pemanfaatan realitas dan lingkungan yang di pemanfaatan realitas dan lingkungan yang di pahami peserta didik untuk memperlancar proses pembelajaran matematika sehingga mencapai tujuan pendidikan matematika secara lebih baik daripada masa yang lalu. Selain itu metode pembelajaran matematika realistik berarti menerapkan dua pendekatan, yaitu dari sisi pendekatan terhadap kegiatan pembelajaran (persiapan,proses,evaluasi dan tindak lanjut) dan pendekatan materi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pendekatan pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa di kelas X SMA Negeri 3 Mojokerto tahun pelajaran 2009-2010.
Dalam penelitian ini digunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-B SMA Negeri 3 Mojokerto tahun pelajaran 2009-2010 dengan jumlah siswa 49 orang yang terdiri dari 21 siswa laki-laki dan 28 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, yaitu metode tes subjektif buatan guru yaitu digunakan untuk mengetahui prestasi belajar siswa pada setiap siklusnya.
Untuk menganalisis data tersebut peneliti menggunakan prosentase ketuntasan hasil belajar siswa yang dapat diperoleh dengan ketentuan ketuntasan siswa dalam belajar secara individu dikatakan tuntas apabila mencapai ≥ 65, sedangkan ketuntasan siswa secara klasikal dapat dikatakan tuntas apabila secara keseluruhan siswa dalam kelas mencapai ketuntasan sebesar ≥ 85 %.

Dalam penelitian ini diperoleh ketuntasan hasil belajar siswa meningkat dari siklus I sebesar 71,42% dan siklus II sebesar 89,79%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan pendekatan pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa di kelas X SMA Negeri 3 Mojokerto tahun pelajaran 2009-2010.

PDF

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN PEMBELAJARAN AKTIF MENGGUNAKAN STRATEGI GROUP-TO-GROUP EXCHANGE MELALUI BANTUAN TUTOR SEBAYA DI KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 5 KARANGGENENG LAMONGAN

Oleh : Drs. Prayogo, M. Kom. 1) Ayu Silviana 2), S1 – Pendidikan Matematika

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penerapan pembelajaran yang memuat kegiatan diskusi yang menyebabkan siswa banyak bergantung pada guru dan kurang bisa menggali informasi sendiri , akibatnya siswa menjadi pasif dalam kegiatan belajar mengajar, salah satu pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa adalah pembelajaran aktif dengan strategi group-to-group exchange. Pembelajaran ini dapat membuat siswa menjadi aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan, serta menggali informasi sendiri dalam kelompok-kelompok dengan bantuan tutor sebaya, Permasalahan yang ingin dikaji dalam hal ini adalah “Apakah pembelajaran aktif dengan strategi group-to-group exchange melalui bantuan tutor sebaya dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Muhammadiyah 5 Karanggeneng Lamongan?”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar matematika siswa di kelas X SMA Muhammadiyah 5 Karanggeneng Lamongan setelah diterapkan pembelajaran aktif menggunakan strategi group-to-group exchange melalui bantuan tutor sebaya.
Penelitian ini menggunakan dua siklus yang setiap siklusnya memiliki empat tahapan yaitu : tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Dalam penelitian ini lokasi penelitian adalah di SMA Muhammadiyah 5 karanggeneng Lamongan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan tes subjektif pada setiap siklusnya. Data yang berupa hasil tes siswa selanjutnya akan di analisis secara deskriptif kualitatif untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal.
Dari hasil analisis didapatkan bahwa hasil belajar matematika dengan menerapkan Strategi group-to-group exchange melalui bantuan tutor sebaya, secara klasikal telah mengalami peningkatan dari siklus I sampai dengan siklus II yaitu : ketuntasan belajar klasikal pra siklus 53,84%, siklus I sebesar 74% mencakup 29 siswa yang mengalami ketuntasan belajar secara individu dari 39 siswa di kelas X, sedangkan pada siklus II telah mencapai 89% dimana sebanyak 35 siswa mampu memenuhi kriteria ketuntasan belajar secara individu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan pembelajaran aktif menggunakan strategi group-to-group exchange melalui bantuan tutor sebaya dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Muhammadiyah 5 Karanggeneng Lamongan.

Keyword : tutor sebaya, pembelajaran aktif , strategi group-to-group exchange.

PDF

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE DRILL POKOK BAHASAN PERTIDAKSAMAAN PADA SISWA KELAS X-3 SMA KARTIKA IV-3 SURABAYA TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Oleh : Dra. Wara Pramesti, M. Si. 1) Eka Mery Fatmawati Sukarno 2), S1 – Pendidikan Matematika

Pendidikan merupakan kegiatan yang universal di dalam kehidupan manusia. Dimanapun dan kapanpun di dunia ini terdapat pendidikan. Dalam hal ini pendidikan merupakan suatu yang di dalamnya terdapat komponen – komponen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Agar proses interaksi guru dan siswa sesuai dengan tujuan yang dikehendaki maka diperlukan suatu metode mengajar yang tepat, terlebih dalam proses pengajaran bidang studi matematika yang sering dianggap sulit. Salah satu metode mengajar yang bisa membuat siswa terampil memecahkan permasalahan matematika adalah metode drill (latihan). Dengan metode drill (latihan) siswa banyak berlatih mengerjakan soal – soal sehingga keberhasilan belajar siswa dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan prestasi belajar matematika melalui metode drill pokok bahasan pertidaksamaan pada siswa kelas X-3 SMA Kartika IV-3 Surabaya tahun pelajaran 2009/2010.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan sebanyak tiga siklus dimana tiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Dalam tiap siklus terdiri dari empat tahapan kegiatan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan, dan tahap refleksi. Tempat penelitian di SMA Kartika IV-3 Surabaya dengan subyek penelitian siswa – siswi kelas X-3 SMA Kartika IV-3 Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan tes subjektif yang terdiri dari 10 butir soal pada tiap siklusnya. Data yang berupa hasil tes siswa selanjutnya akan dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa secara klasikal.
Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar matematika siswa secara klasikal telah mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu siklus I sebesar 74,36 %, siklus II sebesar 82,05 %, dan siklus III sebesar 89,74 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah melalui penerapan metode drill terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.

Keyword : Metode Drill, Prestasi Belajar.

PDF

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE PENGAJARAN PEMBERIAN TUGAS INDIVIDU PADA SUB POKOK BAHASAN BARISAN DAN DERET KELAS XI AP.K. 1 SMK BARUNAWATI SURABAYA

Oleh : Anies Fuady, S. Pd., M. Pd. 1) Arwindah Istifani 2), S1 – Pendidikan Matematika

Untuk mencapai pendidikan yang lebih maju tentu tidak lepas dari anak didik yang mempunyai hasil belajar yang baik. Pada umumnya, orang tua selalu menginginkan hasil belajar anaknya meningkat terutama pada pembelajaran matematika. Maka dari itu peneliti dapat meneliti lebih jauh tentang metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah melalui metode pengajaran pemberian tugas individu dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada sub pokok bahasan barisan dan deret kelas XI AP.k. 1 SMK Barunawati Surabaya.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode dokumentasi dan metode tes. Metode dokumentasi yang digunakan peneliti untuk memperoleh data tentang hasil belajar siswa sebelum tindakan (pra siklus), sedangkan metode tes yang digunakan peneliti adalah tes subjektif yang berupa uraian dengan jumlah sebanyak 5 soal (dalam hal ini tes pada sub pokok bahasan barisan dan deret). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI AP.k. 1 SMK Barunawati Surabaya yang terdiri dari 41 siswa yang semuanya perempuan.
Untuk menganalisis data peneliti menggunakan prosentase ketuntasan hasil belajar siswa yang dapat diperoleh dengan ketentuan ketuntasan siswa dalam belajar secara individu dikatakan tuntas apabila mencapai ≥ 60, sedangkan ketuntasan siswa secara klasikal dapat dikatakan tuntas apabila secara keseluruhan siswa dalam kelas mencapai ketuntasan sebesar ≥ 85 %. Sebelumnya pada ketuntasan hasil belajar siswa pra siklus sebesar 51,22%. Dalam penelitian ini diperoleh ketuntasan hasil belajar siswa yang meningkat dari siklus I sebesar 75,61% dan siklus II sebesar 87,80%. Hal ini berarti dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui metode pengajaran pemberian tugas individu dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada sub pokok bahasan barisan dan deret kelas XI AP.k. 1 SMK Barunawati Surabaya.

PDF

PENTINGNYA KECERDASAN EMOSIONAL GURU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR

Oleh : Sunyoto Hadi Prayitno, S1 – Pendidikan Matematika (Nyoto_hp@yahoo.com)

Banyak cara yang dapat dilakukan guru dalam pembelajaran matematika, agar siswa dapat menemukan konsep dengan caranya sendiri, diantaranya memberi waktu yang cukup kepada siswa untuk berpikir, menyediakan sarana pembelajaran yang cocok, bekerja sama dengan temannya, serta memberikan bantuan bimbingan seperlunya. Cara-cara tersebut disamping untuk menumbuhkan pemahaman konsep matematika juga dapat digunakan untuk membangun kecerdasan emosional siswa.
Pendidikan matematika pada semua jenjang pendidikan formal di negara kita saat ini masih lebih mementingkan aspek kognitif. Aspek afektif seperti kecerdasan emosional (EI) nampaknya masih ditelantarkan sebagaimana halnya system nilai (value system). Hal ini cukup beralasan dengan munculnya praktek-praktek moral bernegara dan berbangsa yang belum mencerminkan tingkat moralitas yang tinggi
Soedjadi (2000) menyajikan ilustrasi secara lugas tentang cara mengajarkan matematika sekolah sehingga matematika dapat difungsikan sebagai wahana menumbuhkan kecerdasan, kemampuan, ketrampilan, serta untuk membentuk kepribadian siswa. Dalam membentuk kepribadian siswa inilah diperlukan kecerdasan emosional (emotional intelligence).
Tidaklah mudah untuk membentuk pribadi siswa dengan membangun kecerdasan emosional yang ideal, perlu kesabaran, kreativitas dan ketelitian dari seorang guru. Usaha membangun kecerdasan emosional ini bukanlah suatu yang harus membebani guru dalam mendidik siswanya, namun merupakan tanggung jawab profesional yang melekat padanya.
Goleman (2007) mengatakan bahwa “ bila dua orang melakukan interaksi, arah perpindahan suasana hati adalah dari orang yang lebih kuat dalam mengungkapkan perasannya menuju ke orang yang lebih pasif”. Tetapi, beberapa orang amat rentan terhadap penularan perasaan, kepekaan mereka membuat saraf autonomnya (penanda kegiatan emosional) lebih mudah dipicu, sehingga membuat mereka lebih mudah terpengaruh.
Pendapat diatas, jika diterapkan dalam suatu pembelajaran di kelas, maka gurulah yang dapat mempengaruhi perasaan siswa, sehingga akan terjadi interaksi guru dengan siswa yang sinkron. Sinkroni antara guru dan murid-muridnya menunjukkan seberapa jauh hubungan yang mereka rasakan.
Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa satu perubahan saja dapat memberikan afek yang luar biasa pada kehidupan anak kita. Dengan kata lain, menekankan pada salah satu aspek (dalam kecerdasan emosionai) akan mendatangkan efek yang besar dalam kehidupan anak.
Mengingat akan pentingnya kecerdasan emosional bagi anak, diperlukan usaha dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sehingga napas dari kecerdasan emosional akan muncul dalam setiap pembelajaran yang dilakukan.

Keyword : Kecerdasan Emosional, Pembelajaran Matematika

PDF

1 2