PENERAPAN STRATEGI PLANNING MATRIX TERHADAP GURU TKLB DALAM MEMBERIKAN INTERVENSI DINI ANAK DENGAN AUTISM SPECTRUM DISORDER

JURNAL DISABILITAS
Jilid 2 || Nomor 1 || Februari 2018 || ISSN: 2580-9415
Penerbit : Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) dan Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia (APPKhl) Kalimantan Selatan
Penulis 1: Muchamad Irvan
Penulis 2: M. Nurrohman Jauhari
Penulis 3: Tantra Sakre
PDF VERSI CETAK/ASLI

Abstrak: Planning Matrix, merupakan suatu kerangka kerja sederhana berbentuk tabel
yang mengutamakan pendekatan positive partnership. Tujuannya adalah untuk
mempermudah proses identifikasi karakteristik, menentukan metode pembelajaran, dan
mengevaluasi anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Planning Matrix perlu
digunakan setiap guru sebagai strategi memberikan intervensi dini anak dengan ASD.
Intervensi dini merujuk pada program layanan khusus yang sengaja dirancang untuk
anak-anak berkebutuhan khusus dalam rangka mencegah atau memperkecil potensi
terjadinya keterlambatan dan mengoptimalkan perkembanganya. Dalam praktiknya,
program intervensi dini perlu dirancang agar dapat menentukan metode dan model
penanganan yang tepat. Penelitian ini dilaksanakan di SLB-B Putra Harapan
Bojonegoro dengan subjek penelitian guru TKLB. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan One group pre-test and post-test design. Penelitian ini
menggunakan teknik analisis data non-parametrik yaitu tes rangking bertanda
Wilcoxon (Wilcoxon Sign Rank Test ) yang diberi simbol T.Berdasarkan
analisis data, diketahui bahwa hasil Z hitung = -3,320 dengan P = 0,001 pada taraf
signifikasi 5%. Hasil tersebut lebih kecil dari 0,05 dapat terbukti kebenarannya.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan
Ha diterima yang menyatakan “Penerapan strategi Planning Matrix efektif bagi guru
TKLB dalam memberikan intervensi anak dengan ASD di SLB-B Putra Harapan
Bojonegoro”.
Kata kunci: intervensi dini, autism spectrum disorder, planning matrix

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TEKNIK KONVENSIONAL DAN TEKNIK SQ3R DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN KRITIS

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL RISET DAN PENGABDIAN || Inovasi, Teknologi dan Pendidikan Guna Mewujudkan Indonesia Sejahtera Di Era Industrialisasi 4.0 
21 Desember 2018 || ISBN: 978-602-5793-40-0
Penerbit : Adi Buana University Press
Penulis : Tri Indrayanti
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRAK
Keterampilan membaca adalah salah satu keterampilan berbahasa. Penelitian ini
mengangkat masalah tentang membaca, yakni membaca pemahaman kritis. Alasan membaca
pemahaman kritis dipilih dalam penelitian karena minimnya kemampuan membaca kritis mahasiswa.
Metode yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan
keefektivan penggunaan teknik SQ3R dalam membaca pemahaman kritis mahasiswa. Penggunaan
teknik SQ3R dapat membantu mahasiswa dalam melakukan kegiatan membaca pemahaman kritis
karena mahasiswa lebih mudah memahami isi bacaan dan menangkap secara detail isi bacaan.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman kritis dengan teknik
konvensional bisa dipersentasekan bahwa mahasiswa yang memeroleh skor di atas KKM dan
berkategori baik sekitar 30%, skor sama dengan KKM atau berkategori cukup baik 50%, dan yang
skor di bawah KKM dan berkategori kurang sekitar 20%. Sedangkan proses membaca pemahaman
kritis mahasiswa dengan teknik SQ3R bisa dipersentasekan bahwa mahasiswa yang memeroleh
skor di atas KKM dan berkategori sangat baik sekitar 80%, skor di atas KKM atau berkategori baik
20%, dan yang skor di bawah KKM dan berkatogori cukup baik dan kurang 0%.
Kata Kunci: Efektivitas, Teknik SQ3R, Membaca Pemahaman Kritis

ABSTRACT
This research is aimed at explaining the effectiveness of using SQ3R technique on the
students’ critical reading comprehension that becomes one of language skills. The discussion of
critical reading comprehension is chosen because the students’ critical reading skill is low. This
research is descriptive quantitative. This design is used to describe the effectiveness of SQ3R
technique on the students’ critical reading comprehension. The use of SQ3R can help the students
to do critical reading comprehension because the students are easier to understand the content of
text and to apprehend the content of the text in detail.The result of the research showed that critical
reading comprehension skill using traditional way can be presented that the students’ scores are
higher than KKM and the category is about 30%, the score that is the same as KKM is about 50%,
and the score under KKM is less than 20%. While the process of the students’ critical reading
comprehension using SQ3R technique can be represented that the students get higher scores than
KKM and can be categorized as the best around 80%, the students get higher than KKM and can be
categorized as good around 20%, and the score under KKM and categorized as enough is around
0%.
Keywords: effectivitas, SQ3R technique, critical reading comprehension, reading skill

PENERAPAN TEKNIK SQ3R DALAM MEMBACA PEMAHAMAN KRITIS MAHASISWA

INOVASI || Jurnal Humaniora, Sains, dan Pengajaran
Volume XXI | Nomor 1 | Januari 2019 | ISSN: 0854-4328
Penerbit : Fakultas Bahasa dan Sains Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Penulis : Tri Indrayanti
PDF VERSI CETAK/ASLI

Abstrak
Keterampilan berbahasa sangat dibutuhkan di dalam berkomunikasi. Bahasa digunakan seseorang dalam profesinya, misal guru, pengacara, dosen, wartawan dan yang lainnya. Tanpa bahasa, seseorang tidak akan bisa mengungkapkan ide dan gagasan yang akan diungkapkannya. Melalui bahasa, seseorang juga bisa
mengekspresikan perasaan dan melaporkan fakta-fakta atau hal yang dilihat. Selain itu, ia juga tidak dapat memahami maksud, pikiran, perasaan, gagasan, dan fakta yang disampaikan oleh orang lain kepadanya.
Keterampilan membaca merupakan bagian dari keterampilan berbahasa. Alasan penelitian ini mengangkat tentang membaca, terutama membaca pemahaman disebabkan karena minimnya kemampuan membaca mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Penelitian ini berusaha
untuk mendeskripsikan proses penerapan teknik SQ3R dalam membaca pemahaman kritis. Penerapan teknik SQ3R juga diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam melakukan kegiatan membaca pemahaman kritis. Hal ini dilakukan supaya mahasiswa lebih mudah memahami isi bacaan dan menangkap
secara detail isi bacaan yang dibaca.
Dari hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman kritis mahasiswa tertinggi terdapat di dalam membaca pemahaman gambaran ringkas artikel yakni sebesar 20% dan pemahaman yang terakhir yang diperoleh mahasiswa tentang metode penelitian yaitu 13%.
Kata Kunci: Teknik SQ3R, Membaca Pemahaman Kritis, Mahasiswa

Abstrak
Keterampilan berbahasa sangat dibutuhkan di dalam berkomunikasi. Bahasa digunakan seseorang dalam profesinya, misal guru, pengacara, dosen, wartawan dan yang lainnya. Tanpa bahasa, seseorang tidak akan bisa mengungkapkan ide dan gagasan yang akan diungkapkannya. Melalui bahasa, seseorang juga bisa
mengekspresikan perasaan dan melaporkan fakta-fakta atau hal yang dilihat. Selain itu, ia juga tidak dapat memahami maksud, pikiran, perasaan, gagasan, dan fakta yang disampaikan oleh orang lain kepadanya.
Keterampilan membaca merupakan bagian dari keterampilan berbahasa. Alasan penelitian ini mengangkat tentang membaca, terutama membaca pemahaman disebabkan karena minimnya kemampuan membaca mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Penelitian ini berusaha
untuk mendeskripsikan proses penerapan teknik SQ3R dalam membaca pemahaman kritis. Penerapan teknik SQ3R juga diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam melakukan kegiatan membaca pemahaman kritis. Hal ini dilakukan supaya mahasiswa lebih mudah memahami isi bacaan dan menangkap
secara detail isi bacaan yang dibaca.
Dari hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman kritis mahasiswa tertinggi terdapat di dalam membaca pemahaman gambaran ringkas artikel yakni sebesar 20% dan pemahaman yang terakhir yang diperoleh mahasiswa tentang metode penelitian yaitu 13%.
Kata Kunci: Teknik SQ3R, Membaca Pemahaman Kritis, Mahasiswa

KLASIFIKASI KUALITAS MADU LEBAH MENGGUNAKAN SISTEM SPEKTROFOTOMETER DAN MACHINE LEARNING BERBASIS SINGLE BOARD COMPUTER

PROSIDING B SNAST 2018 || SEMINAR NASIONAL APLIKASI SAINS & TEKNOLOGI
15 September 2018 || ISSN: 1979-911X || e-ISSN: 2541-528X
Penerbit : INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA
Penulis 1: Sagita Rochman
Penulis 2: M Nushron Ali Mukhtar
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRACT
Honey is a natural sweet substance produced by bees with nectar flower ingredients containing various
nutrients such as carbohydrates, proteins, amino acids, vitamins, minerals, plant pigments and aromatic
components. Honey consists of water (17%), fructose (38.2%), glucose (31.3%), other disaccharides (5%),
melezitose (<0.1%), erlose (0.8%) , other oligasakarida (3.6%), minerals (0.2%), amino acids (0.3%). It also
contains anti-microbial substances, which can prevent some disease on human. Because it has a high economic value and contains unique substances, honey is often falsified. Honey can be faked in various ways by mixing natural artificial sweetener components or by giving the sugar (sucrose) into the honey, so it is dangerous if given to infants or people suffering from diabetes mellitus. The design of this research used spectrofotometer methode and pattern recognition algorithm (machine learning) system for classifying honey quality. It is based on honey having a chromophore group responsible for absorbance, electronic transition and color giver. We can also knowing the type of honey by using pattern recognition algorithm support vector machine.In this research is used three types of honey to using a spectrophotometer at a wavelength of 500 nm, the absorbance obtained in randu honey type of 0.523-0.654, coffee honey for 0.735-0.824, and rubber honey by 0.947-1.043.
Keywords: Honey Quality, Machine Learning, Single Board Computer, Spectrophotometer.

INTISARI
Madu adalah zat manis alami yang dihasilkan lebah dengan bahan baku nektar bunga yang
mengandung aneka zat gizi seperti karbohidrat, protein, asam amino, vitamin, mineral, pigmen tumbuhan dan
komponen aromatik. Secara Kimiawi madu terdiri dari air (17%), fruktosa (38,2%), glukosa (31,3%), disakarida
lainnya (5%), melezitose (<0,1%), erlose (0,8%), oligasakarida lainnya (3,6%), mineral (0,2%), asam amino
(0,3%). Madu mengandung zat anti mikrobial, yang dapat menghambat penyakit. Karena mempunyai nilai
ekonomis yang cukup tinggi serta mengandung zat-zat yang unik, maka sering terjadi pemalsuan madu. Madu dapat dipalsukan dengan berbagai cara yaitu dengan mencampur komponen-komponen pemanis buatan alami atau dengan memberikan gula pasir (sukrosa) ke dalam madu, sehingga berbahaya bila diberikan pada bayi atau orang yang menderita penyakit diabetes Mellitus. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan sistem untuk pengklasifikasian kualitas madu dengan sistem spektofotometer dan algoritma pengenalan pola (machine learning). Hal ini didasarkan pada adanya kandungan gugus kromofor yang menghasilkan absorbansi transisi elektronik dan pemberi warna pada madu. Kualitas jenis madu juga dapat diketahui dengan menggunakan sistem algoritma pengenalan pola support vector machine. Dalam pengujian tiga jenis madu dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 500 nm, absorbansi yang didapatkan pada jenis madu randu sebesar 0.523-0.654, madu kopi sebesar 0.735-0.824, dan madu karet sebesar 0.947-1.043.
Kata Kunci: Kualitas Madu, Machine Learning, Single Board Computer, Spektrofotometer.

Media Pembelajaran Signalong Indonesia Untuk Melatih Kemampuan Komunikasi ABK

JURNAL DISABILITAS
Jilid 2 || Nomor 1 || Februari 2018 || ISSN: 2580-9415
Penerbit : Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) dan Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia (APPKhl) Kalimantan Selatan
Penulis 1: Muhammad Nurrohman Jauhari
Penulis 2: Muchamad Irvan
Penulis 3: Tantra Sakre
PDF VERSI CETAK/ASLI

Abstrak: Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian informasi dari satu orang ke orang lain sebagai bentuk interaksi sosial. Bentuk komunikasi sebagai proses interaksi sosial dapat berbentuk bahasa verbal dan bahasa non verbal. Komunikasi anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik yang berbeda antara jenis disabilitas satu dengan yang lain. Hal tersebut menjadi suatu permasalahan besar ketika anak berkebutuhan khusus berinteraksi dengan orang lain. Mengatasi masalah komunikasi perlu menggunakan sistem komunikasi dengan bahasa isyarat yang lebih mudah digunakan oleh semua anak berkebutuhan khusus. Isyarat signalong diadaptasi dan dimodifikasi dengan budaya komunikasi yang ada di Indonesia. Setelah melalui tahapan pengembangan, hasil adaptasi isyarat dan simbol Signalong disebut sebagai Signalong Indonesia. Adaptasi Signalong Indonesia bertujuan untuk membantu komunikasi anak berkebutuhan khusus dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di Indonesia (Jauhari : 2017). Untuk mempermudah penerapannya, dalam pembelajaran sistem isyarat Signalong Indonesia memerlukan media yang dapat memvisualisasikan model isyarat kepada peserta didik. Adapun media pembelajaran adalah berupa foto, video model isyarat, dan simbol. Ketiga media tersebut dikembangakan dengan menggunakan prosedur pengembangan Research and Development (R & D) Borg and Gall (1983). Media pembelajaran signalong Indonesia telah melewati beberapa prosedur pengembangan termasuk tahapan uji ahli dan dinyatakan layak setelah menyelesaikan revisi pada beberapa aspek dasar.

Kata kunci: media pembelajaran signalong, komunikasi ABK

Meme Dagelan_Jowo: Kajian Semiotika

KOLITA 16 || Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya Keenam Belas
27 Februari 2018 || ISSN: 2549-810X
Penerbit : Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Penulis  : Tri Indrayanti
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRAK/ABSTRACT
Saat ini, di jejaring sosial seperti line, instagram, facebook, twitter, dan lain-lain banyak ditemukan
gambar atau tulisan meme dengan karakter unik dan menggelitik. Isi meme yang dibuat sangat beraneka
ragam. Ada yang berisi curahan hati dan perasaan, penggambaran kondisi ekonomi, politik,
mengungkapkan kritik sosial, humor, dan sindiran-sindiran di berbagai bidang. Meme sengaja dibuat
sebagai gambaran berkembangnya teknologi dan informasi. Di Indonesia sendiri, pembuatan meme
berkembang dengan pesat. Gambar yang disertai tulisan selalu dapat menarik perhatian masyarakat
karena point of interest sangat mencolok sehingga pesan yang ingin disampaikan mudah diterima.
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penanda (Signifer) dan petanda (Signifed) dalam meme
dagelan_jowo dan menjelaskan makna yang terkandung dalam meme dagelan_jowo. Meme
dagelan_jowo sendiri merupakan salah satu meme yang terdapat di dalam media sosial instagram.
Pendekatan penelitian dalam penelitian yaitu pendekatan kualitatif yang menghasilkan analisis deskriptif.
Peneliti berusaha mendeskripsikan fakta-fakta yang melatarbelakangi pembuatan meme dagelan_jowo
yang ada di instagram. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik
pustaka dan dokumentasi. Signifer dan Signifed ditemukan dalam meme dagelan_jowo antara lain: merk
favorit sepeda motor (beat), pentingnya rupa dalam pasangan (perempuan cantik), petuah hidup,
percintaan, masalah remaja (terkait jomblo, mantan), sifat manusia (tukang gosip dan kritik), dan lainlain.
Dari segi kalimat yang digunakan, meme dagelan_jowo memiliki jenis kalimat yang memberikan
pernyataan berupa informasi, memberikan nasihat, mengungkapkan perasaan, sindiran, pendapat,
pertanyaan berupa sindiran, dan harapan.
Kata kunci/Keywords: meme, dagelan_jowo, semiotika

1 2 3 4 22