PENINGKATAN DAYA OUTPUT GENERATOR LISTRIK TIPE AFPMG PADA PUTARAN RENDAH MENGGUNAKAN 3 ROTOR DAN 2 STATOR

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL RISET DAN PENGABDIAN || Inovasi, Teknologi dan Pendidikan Guna Mewujudkan Indonesia Sejahtera Di Era Industrialisasi 4.0 
21 Desember 2018 || ISBN: 978-602-5793-40-0
Penerbit : Adi Buana University Press
Penulis 1: Sagita Rochman
Penulis 2: Akbar Sujiwa
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRAK
Axial Fluks Permanent Generator Magnet (AFPMG) merupakan generator magnet permanen yang memiliki arah medan fluks sejajar dengan sumbu putar. Fluks tersebut merupakan hasil dari gaya tarik menarik antara dua buah magnet permanen yang memiliki kutub yang berbeda. Generator tipe ini cocok dipakai turbin angin dengan kecepatan angin kisaran 2-6 m/s atau putaran rendah yang sesuai karakter angin di Indonesia. Tujuan penelitian adalah merancang dan menganalisa generator AFPMG yang berputar menggunakan angin kecepatan rendah dan dapat menghasilkan tenaga listrik untuk keperluan rumah tangga. Untuk mendapatkan daya output yang optimal, metode yang digunakan adalah menggunakan 3 rotor dan 2 stator pada AFPMG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa purwarupa turbin angin dapat menghasilkan tegangan 30,8 Volt pada kecepatan angin 3 m/s (200,4 rpm), dan menghasilkan tegangan 62,3 Volt pada kecepatan angin 6 m/s (401,2 rpm). Daya output generator yang dihasilkan pada beban dengan resistansi 23 ohm adalah 15,7 W pada 300 rpm dan 98,5 W pada 1.000 rpm. Nilai daya tersebut meningkat 62% dibanding penelitian sebelumnya menggunakan 1 stator dan 2 rotor.
Kata kunci: Generator Turbin Angin, Generator Magnet Permanen Fluks Aksial

ABSTRACT
Axial Flux Permanent Generator Magnet (AFPMG) is a permanent magnet generator that has
the direction of the flux field parallel to the rotary axis. The flux is the result of the attraction between
two permanent magnets that have different poles. This type of generator is suitable for use by wind
turbines with a wind speed range of 2-6 m / s or low speed that matches the wind character in
Indonesia. The aim of the study was to design and analyze AFPMG generators that rotate using low
speed winds and can generate electricity for domestic use. To get the optimal output power, the
method used is to use 3 rotors and 2 stators in AFPMG. The results showed that prototypes of wind
turbines can produce a voltage of 30.8 volts at wind speeds of 3 m / s (200.4 rpm), and produce a
voltage of 62.3 volts at wind speeds of 6 m / s (401.2 rpm). The output power of the generator
produced at a load with 23 ohms resistance is 15.7 W at 300 rpm and 98.5 W at 1,000 rpm. The
power value increased by 62% compared to previous studies using 1 stator and 2 rotors.
Keyword: Wind Turbine Generator, Axial Flux Permanent Magnet Generator (AFPMG)

PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PGSD UNIPA SURABAYA

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran 2017 || Inovasi Pembelajaran dan Layanan Peserta Didik Pada Kurikulum 2013
Volume I
|| 11 November 2017 || ISSN: 2598 - 6139
Penerbit : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusantara PGRI Kediri
Penulis 1: Arif Mahya Fanny
Penulis 2: Danang Prastyo
Penulis 3: Atnuri
PDF VERSI CETAK/ASLI

Abstrak
Adanya perbedaan gaya belajar pada mahasiswa menjadikan tantangan tersendiri bagi dosen dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswanya. Jika dilihat, gaya belajar antara mahasiswa satu dengan mahasiswa lainnya tidak sama, ada gaya belajar audio, ada gaya belajar visual dan ada gaya belajar kinestetik. Dengan mengetahui gaya belajar masing-masing mahasiswa akan mempermudah dosen dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswanya. Untuk mengetahui gaya belajar mahasiswa, dosen harus memberikan kuesioner kepada mahasiswa. Untuk kuesioner gaya belajar dapat diadopsi dari DePorter. Untuk Kuesioner DePorter terdapat 36 pertanyaan dan terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama untuk pertanyaan 1-12 mewakili gaya belajar visual. Bagian kedua, untuk pertanyaan 13-24 mewakili gaya belajar auditorial. Bagian ketiga untuk pertanyaan 25-36 mewakili gaya belajar kinestetik. Diharapkan setelah mahasiswa mengisi lembar kuesioner, dosen dapat dengan mudah mengetahui masing-masing gaya belajar mahasiswanya. Apakah mahasiswa yang diajarkannya mayoritas memiliki gaya belajar audio, atau gaya belajar visual dan gaya belajar kinestetik.
Kata kunci: Gaya belajar dan prestasi belajar

PEMANFAATAN RUMEN SAPI DAN JERAMI SEBAGAI PUPUK ORGANIK

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL RISET DAN PENGABDIAN || Inovasi, Teknologi dan Pendidikan Guna Mewujudkan Indonesia Sejahtera Di Era Industrialisasi 4.0 
21 Desember 2018 || ISBN: 978-602-5793-40-0
Penerbit : Adi Buana University Press
Penulis 1: Rhenny Ratnawati
Penulis 2: Sugito
Penulis 3: Nidya Permatasari
Penulis 4: Muhammad Fikri Arrijal
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRAK
Kegiatan Rumah Potong Hewan (RPH) setiap harinya akan menghasilkan limbah berupa feses, urine, isi rumen atau isi lambung, ceceran darah, air cucian, dan sisa pakan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengkaji pengaruh komposisi bahan baku limbah padat RPH pada kualitas produk pupuk organik, 2) Mengkaji kualitas produk pupuk organik yang dibandingkan dengan baku mutu sesuai Peraturan Menteri Pertanian No. 70 tahun 2011 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenahan Tanah. Proses pengomposan dilakukan selama 50 hari. Variabel komposisi bahan baku rumen sapi dan jerami adalah: RK1 (100% rumen sapi), R1 (60% rumen sapi:40% jerami), R2 (50% rumen sapi:50% jerami), dan R3 (40% rumen sapi:60% jerami). Penelitian dilakukan secara duplo, sehingga dibutuhkan 8 buah reaktor standing drum dengan volume 120 L. Berat bahan baku yang digunakan pada masing-masing reaktor yaitu sebesar 20 kg. Sampel pupuk organik diambil setiap 10 hari sekali, dengan parameter yang diuji adalah rasio C/N, hara makro P, K, nilai pH, dan suhu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi bahan baku berpengaruh pada kualitas pupuk organik yang dihasilkan. Variasi terbaik adalah reaktor R3 (40% rumen sapi:60% jerami) dengan hasil rasio C/N= 15,00; P= 8,35%; K= 9,72%, pH= 6,79; dan suhu= 33,70oC, memenuhi baku mutu sebagai pupuk organik.
Kata kunci: Jerami, Komposting, Limbah Padat Rumah Potong Hewan, Pupuk Organik, Rumen

ABSTRACT
Slaughterhouse (SH) activities is produced waste in the form of feces, urine, rumen contents or gastric contents, spilled blood, washing water, and leftover feed everyday. This study aims to: 1) Assess the effect of RPH solid waste composition on the quality of organic fertilizer products, 2) Assess organic fertilizer products quality compared to quality standards according to Minister of Agriculture Regulation No. 70 year 2011 concerning Organic Fertilizers, Biofertilizers, and Soil Improvement. The composting process is carried out for 50 days. Variable composition of raw materials for cattle rumen and straw are: RK1 (100% cattle rumen), R1 (60% cattle rumen:40% rice straw), R2 (50% cattle rumen:50% rice straw), and R3 (40% cattle rumen:60% rice straw). The research was conducted in duplicate, so that 7 standing drum reactors were needed with a volume of 120 L. The weight of the raw material used in each reactor was 20 kg. Organic fertilizer samples are taken once every 10 days, with the parameters tested being the C/N ratio, macro nutrients P, K, pH value, and temperature. The results showed that variations in the composition of raw materials had an effect on the quality of the organic fertilizer produced. The best variation is R3 reactor (40% cattle rumen:60% rice straw) with a C/N ratio= 15.00 ratio; P = 8.35%; K = 9.72%, pH = 6.79; and temperature = 33.70oC, meet quality standards as organic fertilizer according to the Minister of Agriculture RegulationNo. 70 year 2011.
Keyword: Cattle Rumen, Composting, Rice Straw, Slaughterhouse Solid Waste, Organic Fertilizer

PENGARUH PEMBELAJARAN WEB ONLINE TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA SMK NEGERI 8 SURABAYA

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL RISET DAN PENGABDIAN || Inovasi, Teknologi dan Pendidikan Guna Mewujudkan Indonesia Sejahtera Di Era Industrialisasi 4.0 
21 Desember 2018 || ISBN: 978-602-5793-40-0
Penerbit : Adi Buana University Press
Penulis 1: Fitria Hansyah Fatmasari
Penulis 2: Rina Asamul
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Web online terhadap aktivitas belajar siswa pada SMK Negeri 8 Surabaya. Rancangan penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimental. Desain yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design dengan Pretest-posttest control group design. Populasinya adalah seluruh siswa SMK Pariwisata di Surabaya. Sampel penelitian ini sejumlah 30 kelompok eksperimen yang menggunakan pembelajaran web online dan jumlah 30 kelompok kontrol pembelajaran langsung. Data penelitian aktivitas belajar diperoleh setelah melakukan penilaian pada kelas eksperimen yaitu, dengan pembelajaran web online dan penilaian pada kelas kontrol, yaitu dengan model pembelajaran langsung. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas belajar siswa pada siswa yang dengan pembelajaran web online, lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan siswa yang hanya mendapatkan pembelajaran langsung.
Kata kunci: Web online dan Aktivitas Belajar

ABSTRACT
This study aims to determine the effect of online Web learning on student learning activities at SMK Negeri 8 Surabaya. The design of this study uses the Quasi Experimental method. The design used was Nonequivalent Control Group Design with Pretest-posttest control group design. The population was all Tourism Vocational School students in Surabaya. The sample of this study was 30 experimental groups using online web learning and the number of 30 direct learning control groups. Data on learning activity research was obtained after making an assessment in the experimental class, that is, with online web learning and assessment in the control class, namely with the direct learning model. The results showed that student learning activities in students with online web learning were significantly higher than students who only received direct learning.

Keyword: Web online and learning activity

K-MEANS CLUSTERING DENGAN METODE ELBOW UNTUK PENGELOMPOKAN KABUPATEN DAN KOTA DI JAWA TIMUR BERDASARKAN INDIKATOR KEMISKINAN

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL RISET DAN PENGABDIAN || Inovasi, Teknologi dan Pendidikan Guna Mewujudkan Indonesia Sejahtera Di Era Industrialisasi 4.0 
21 Desember 2018 || ISBN: 978-602-5793-40-0
Penerbit : Adi Buana University Press
Penulis 1: Anita Fitria Febrianti
Penulis 2: Antonito Hornay Cabral
Penulis 3: Gangga Anuraga
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRAK

Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan kabupaten dan kota terbanyak di Indonesia yang terdiri dari 29 kabupaten dan 9 kota. Besarnya wilayah di Jawa Timur menyebabkan pemerintah daerah sulitmenangani kasus kemiskinan. Oleh karena itu perlu adanya pengelompokan kabupaten dan kota supaya mudah dalam menangani permasalah dan mengetahui kabupaten atau kota yang membutuhkan bantuan Pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengelompokan kabupaten dan kota di Jawa Timur berdasarkan indikator kemiskinan. Pada penelitian ini menggunakan Metode K-Means Cluster, merupakan salah satu metode yang bisa digunakan untuk mengelompokan kabupaten dan kota di Jawa Timur. Algoritma pada metode K-Means Cluster menetapkan suatu obyek ke dalam cluster yang mempunyai centroid (mean) terdekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengelompokan kabupaten dan kota kedalam 4 cluster maka dapat diperoleh cluster pertama terdiri dari 10 kabupaten, cluster kedua terdiri dari 5 kabupaten, cluster 3 terdiri dari 19 kabupaten dan cluster 4 terdiri dari 4 kabupaten. Hasil karakteristik cluster pertama memiliki presentase penduduk 15 tahun keatas pendidikan SLTA yang tinggi, cluster kedua memiliki rumah tangga menerima raskin yang cukup tinggi, cluster ketiga memiliki angka partisipasi sekolah rendah dan karakteristik pada cluster keempat memiliki penduduk 15 tahun keatas yang bekerja di sektor pertanian yang sangat tinggi.

Kata kunci: kemiskinan, K-Means Cluster, Elbow Method

ABSTRACT

East Java Province is one of the provinces with the most regencies and cities in Indonesia, consisting of 29 regencies and 9 cities. The size of the area in eastern Java has made it difficult for regional governments to handle poverty cases. therefore it is necessary to group districts and cities that need government assistance. The purpose of this study is to classify districts and cities in East Java. Based on poverty indicators. In this study using the K-Means Cluster method, is one method that can be used to group districts and cities in East Java. Algorithms in the K-Means Cluster method assign an object to a cluster that has the closest centroid (mean). The results showed that by grouping districts and cities into 4 duster, the first cluster consisted of 10 districts, the second cluster consisted of 5 districts, cluster 3 consisted of 19 districts and cluster 4 consisted of 4 districts. The results of the first cluster characteristics have a percentage of the population of 15 years and above for high school education which is high, the second cluster has households that receive quite high Raskin. The third cluster has low school achievement rates and the characteristics of the fourth cluster have a population of 15 years and over who work in a very high agricultural sector.

Keywords : Poverty, K-Means Cluster, Elbow Method

ANALISIS GRANULOMETRI TANAH DI KAWASAN RAWAN LONGSOR DESA PENANGGUNGAN KECAMATAN TRAWAS KABUPATEN MOJOKERTO

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL RISET DAN PENGABDIAN || Inovasi, Teknologi dan Pendidikan Guna Mewujudkan Indonesia Sejahtera Di Era Industrialisasi 4.0 
21 Desember 2018 || ISBN: 978-602-5793-40-0
Penerbit : Adi Buana University Press
Penulis 1: Moch. Shofwan
Penulis 2: Farida Nur’Aini
PDF VERSI CETAK/ASLI

Abstrak
Tanah longsor (landislide) adalah bentuk erosi atau pemindahan masa tanah yang pengangkutan atau pemindahan tanahnya terjadi jika di penuhi oleh tiga keadaan, yaitu: 1) adanya lereng yang cukup curam, 2) terdapat bidang gelincir yang kedap air dibawah permukaan tanah, dan yang ke 3) terdapat cukup air dalam tanah diatas lapisan kedap (bidang gelincir) sehingga tanah jenuh air. Desa Penanggungan merupakan salah satu dari desa yang ada di Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto yang tergolong rawan longsor. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis kawasan rawan longsor dengan menggunakan analisis granulometri tanah. Metode analisis yang digunakan analisis deskriptif kuantitatif berdasarkan penilaian granulometri tanah untuk kajian kelerengan di kawasan rawan longsor Desa Penanggungan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kawasan Desa Penanggungan secara morfologi bentukan lahannya bergelombang bahkan dibeberapa titik sangat curam. Berdasarkan hasil pengukuran lapangan dan analisis granulometri tanah dengan metode USLE didapatkan bahwa kisaran kehilangan tanah yang diperkirakan yakni sebesar 0,98784 kg/m2/tahun. Maka besar laju erosi di lereng Desa Penanggungan jauh lebih besar dari batas yang diterima.
Kata kunci: Desa Penanggungan, Granulometri Tanah, Longsor.

Abstract
Landslides are a form of erosion or displacement of the soil which transports or removes the soil if it is fulfilled by three conditions, namely: 1) the existence of a fairly steep slope, 2) there is a watertight slope under the surface of the soil, and to 3) there is enough water in the soil above the impermeable layer (slip plane) so that the soil is saturated with water. Penanggungan Village is one of the villages in Trawas Subdistrict, Mojokerto Regency which is classified as prone to landslides. The purpose of this study was to analyze landslideprone areas using soil granulometry analysis.The analytical method used is quantitative descriptive analysis based on soil granulometry assessment for slope studies in landslide prone areas of Penanggungan Village. Based on the results of the research that the Penanggungan Village area is morphologically shaped, the land is undulating even in some very steep spots. Based on the results of field measurements and soil granulometry analysis using the USLE method, it was found that the estimated range of soil loss was 0.98784 kg/m2/year. So the rate of erosion on the slopes of Penanggungan Village is far greater than the acceptable limit.
Keywords: Landslide, Penanggungan Village, Soil Granulometry.

STUDENT ENGAGEMENT: MENGAPA PENTING BAGI MAHASISWA DPERGURUAN TINGGI?

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL RISET DAN PENGABDIAN || Inovasi, Teknologi dan Pendidikan Guna Mewujudkan Indonesia Sejahtera Di Era Industrialisasi 4.0 
21 Desember 2018 || ISBN: 978-602-5793-40-0
Penerbit : Adi Buana University Press
Penulis : Moesarofah
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRAK
Konsep student engagement dalam aktivitas akademik merupakan faktor penting yang menyumbang kesuksesan mahasiswa di perguruan tinggi. Student engagement bertindak sebagai penangkal menurunnya motivasi dan kinerja akademik di perguruan tinggi. Studi ini mengarah dari adanya kesenjangan tentang motivasi dan keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas akademik di perguruan tinggi. Hasil studi merupakan kajian pustaka tentang keterlibatan akademik mahasiswa di perguruan tinggi. Peneliti mengarahkan studi engagement sebagai konstruk multidimensi, yang mencakup behavioral, cognitive dan emotional engagement. Penelitian student engagement dapat memperkaya karakteristik mahasiswa dalam berpikir, merasa dan berperilaku, sementara sifat engagement yang malleable, dan responsif pada situasi kontekstual memungkinkan student engagement menjadi target intervensi berkaitan dengan kinerja akademik mahasiswa.
Kata kunci: motivasi, student engagement, kinerja akademik

ABSTRACT
The concept of student engagement in academic activities is an critical factor that contributes to the success of students in college. Student engagement acts as an antidote to decreasing motivation and academic performance in college. This study leads to gaps about student motivation and engagement in academic activities in higher education. The results of the study are literature studies of students’ academic engagement in higher education. The researcher directed the study of engagement as a multidimensional construct, which included behavioral, cognitive and emotional engagement. Student engagement research can enrich student characteristics in think, feel and behave, while malleable nature of engagement, and responsiveness in contextual situations allows student engagement to be the target of interventions related to the academic performance of students college.
Keyword: motivation, student engagement, academic performance

WORKSHOP KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MELALUI LATIHAN ASERTIF PADA IBU-IBU PKK DI DESA GADUNG

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL RISET DAN PENGABDIAN || Inovasi, Teknologi dan Pendidikan Guna Mewujudkan Indonesia Sejahtera Di Era Industrialisasi 4.0 
21 Desember 2018 || ISBN: 978-602-5793-40-0
Penerbit : Adi Buana University Press
Penulis 1: Moesarofah
Penulis 2: Maghfirotul Lathifah
Penulis 3: Aniek Wirastania
Penulis 4: Ayong Lianawati
Penulis 5: Boy Soedarmadji
Penulis 6: Hartono
Penulis 7: Kusbandiami
Penulis 8: Sutijono
Penulis 9: Cindy Alis Pravesti
Penulis 10: Muwakhidah
Penulis 11: Mudhar
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRAK
Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat workshop pengembangan kemampuan
komunikasi interpersonal melalui latihan asertif di Desa Gadung agar para Ibu mampu secara
terbuka mengkomunikasikan keinginan dan kebutuhan mereka, berani mengatakan tidak, secara
terbuka dapat mengkomunikasikan perasaan positif dan negatif dengan lawan komunikan, serta
menjalin kontak hubungan yang baik dengan suami, anak, tetangga, teman. Metode pelaksanaan
kegiatan PPM ini ialah dengan memberikan ceramah, diskusi serta pelatihan. Hasil dari kegiatan
PPM ini ialah Ibu-ibu PKK Desa Gadung menginginkan adanya pembinaan dan evaluasi dari
pelatihan yang sudah dilaksanakan. Pembinaan diarahkan pada kemasan latihan asertif untuk
meningkatkan keterampilan komunikasi secara berkala setiap minggu sesuai dengan jadwal
kegiatan PKK. Evaluasi diarahkan pada perubahan sikap sewaktu berkomunikasi. Kesimpulan dari
kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat meningkatkan kemampuan komunikasi
interpersonal para Ibu PKK Desa Gadung Kecamatan Driyorejo.
Kata kunci: Komunikasi interpersonal, Latihan asertif

ABSTRACT
The purpose of community service workshops is the development of interpersonal
communication skills through assertive training in Gadung Village so that mothers are able to openly
communicate their desires and needs, dare to say no, can openly communicate positive and negative
feelings with the communicant’s opponents, and establish contact relationships that both with
husband, child, neighbor, friend. The method for implementing PPM activities is by giving
conversation, discussions and training. The results of this PPM activity are Mothers want guidance
and evaluation of the training that has been carried out. Coaching is directed at packing assertive
exercises to improve communication skills on a regular basis every week according to the schedule
of PKK activities. Evaluation is directed at changing attitudes when communicating. The conclusion
of this community service activity can improve the interpersonal communication skills of the PKK
women in the Gadung Village, Driyorejo District.
Keyword: Interpersonal communication, Assertive training.

KETIDAKEFEKTIFAN KALIMAT PADA TESIS MAHASISWA INDONESIA TIMUR PROGRAM MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN UNIPA SURABAYA

INOVASI || Jurnal Humaniora, Sains, dan Pengajaran
Volume XXI | Nomor 1 | Januari 2019 | ISSN: 0854-4328
Penerbit : Fakultas Bahasa dan Sains Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Penulis 1: Ira Eko Retnosari
Penulis 2: Tri Indrayanti
PDF VERSI CETAK/ASLI

Abstract

The effective sentence is a sentence that can represent the writers’ ideas
clearly and concisely in readers’ mind as what the writers mean. This research describes the effectiveness of sentence on the students’ theses of Post Graduate in Education Technology Department, Unipa Surabaya. This research uses qualitative approach. The data source of this research is theses of Post Graduate students of Education Technology Department, Unipa Surabaya and the data of the research are the sentences existed in the theses of Post Graduate students of Educataion Technology Department, Unipa Surabaya. The data collection in this research is conducted through documentation method. The data collection procedure in this research is (1) collecting theses, (2) copying theses, (3) reading paragraphs and sentences, (4) identifying, (5) classifying, (6) codifying, and (7) analyzing. The data analysis in this research uses descriptive method. In analyzing the data, the writers use some stages, that is, (1) collecting data, (2) classifying data, (3) interpreting some mistakes, and (4) explaining. The result of this research indicates that the most ineffectiveness of the sentences occurs in amount of (50%) inappropriateness of spelling, that is, (10%) the use of capital letters, (12%) how to write words, (6%) spelling of borrowing words, (22%) puntuation. While the least ineffectiveness of the sentence occurs on the accurateness in amount of 20%, that is, (10%) diction, (8%) useless words, (8%) conjunction, and (1%) parallel.
keywords: effective sentence, theses, post graduate students

EFEKTIFITAS PENERAPAN PRINSIP SISTEM KEUANGAN SYARIAH MELALUI NILAI-NILAI ANTI KORUPSI : KESEDERHANAAN, KEBERANIAN, DAN KEADILAN

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL RISET DAN PENGABDIAN || Inovasi, Teknologi dan Pendidikan Guna Mewujudkan Indonesia Sejahtera Di Era Industrialisasi 4.0 
21 Desember 2018 || ISBN: 978-602-5793-40-0
Penerbit : Adi Buana University Press
Penulis 1: Taudlikhul Afkar
Penulis 2: M. Afrizal Miradji
Penulis 3: Ferry Hariawan
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis nilai-nilai anti korupsi yang diterapkan
dalam nilai kesederhanaan, nilai keberanian, dan nilai keadilan terhadap penerapan prinsip
sistem keuangan syariah. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional random
sampling dengan jumlah responden 75 dengan perhitungan perbandingan jumlah kantor
dengan jumlah sumber daya insani (SDI) bank syariah di Jawa Timur. Analisis
menggunakan regresi linier ganda dengan tujuan untuk menguji tiga prediktor yaitu nilai
kesederhanaan, nilai keberanian, dan nilai keadilan. Hasil penelitian secara parsial maupun
secara simultan menunjukkan bahwa kesederhanaan, keberanian, dan keadilanefektif
dalam penerapan prinsip sistem keuangan syariah. Secara statistik koefisien regresi untuk
nilai keberanian (X2) sebesar 3.950, sedangkan koefisien regresi untuk nilai keadilan (X3)
sebesar 28.525, keduanya memiliki nilai positif artinya dengan menerapkan keberanian dan
keadilan maka penerapan prinsip sistem keuangan syariah lebih mudah. Namun
sebaliknya nilai koefisien regresi untuk nilai kesederhanaan (X1) sebesar -2.235, artinya
dengan kesederhanaan masih terdapat peluang untuk terbawa dalam pengaruh lingkungan
yang tidak baik seperti yang dijelaskan dalam teori GONE, teori means and scheme, dan
teori solidaritas sosial sehingga penerapan prinsip sistem keuangan syariah mengalami
penurunan apabila tidak ada keteguhan hati.
Kata Kunci : anti korupsi, sistem keuangan syariah, kesederhanaan, keberanian,
keadilan


ABSTRACT
The purpose of this study is to analyze the anti-corruption values applied in the
values of simplicity, value of bravery, and value of fairness towards the application of the
principles of the Islamic financial system. The sampling technique used was proportional
random sampling with the number of respondents 75 with the calculation of the comparison
of the number of offices with the number of Islamic human resources (SDI) in East Java.
The analysis uses multiple linear regression with the aim to test three predictors, namely
the value of simplicity, the value of bravery, and the value of fairness. The results of the
research partially or simultaneously show that simplicity, bravery, and fairness are effective
in applying the principles of the Islamic financial system. Statistically the regression
coefficient of bravery (X2) is 3,950, while the regression coefficient of fairness (X3) is
28,525, both of which have positive values means that by applying bravery and fairness
the application of the principles of the Islamic financial system is easier. However, the
regression coefficient of simplicity (X1) is -2,235, meaning that with simplicity there are still
opportunities to be carried away in environmental influences that are bad as described in GONE theory, means and scheme theory, and social solidarity theory so that the
application of the principles of Islamic financial systems decrease if there is no strong
heart.
Keywords: anti corruption, islamic financial system, simplicity, bravery, and fairness

1 2 3 22