ANALISIS GRANULOMETRI TANAH DI KAWASAN RAWAN LONGSOR DESA PENANGGUNGAN KECAMATAN TRAWAS KABUPATEN MOJOKERTO

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL RISET DAN PENGABDIAN || Inovasi, Teknologi dan Pendidikan Guna Mewujudkan Indonesia Sejahtera Di Era Industrialisasi 4.0 
21 Desember 2018 || ISBN: 978-602-5793-40-0
Penerbit : Adi Buana University Press
Penulis 1: Moch. Shofwan
Penulis 2: Farida Nur’Aini
PDF VERSI CETAK/ASLI

Abstrak
Tanah longsor (landislide) adalah bentuk erosi atau pemindahan masa tanah yang pengangkutan atau pemindahan tanahnya terjadi jika di penuhi oleh tiga keadaan, yaitu: 1) adanya lereng yang cukup curam, 2) terdapat bidang gelincir yang kedap air dibawah permukaan tanah, dan yang ke 3) terdapat cukup air dalam tanah diatas lapisan kedap (bidang gelincir) sehingga tanah jenuh air. Desa Penanggungan merupakan salah satu dari desa yang ada di Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto yang tergolong rawan longsor. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis kawasan rawan longsor dengan menggunakan analisis granulometri tanah. Metode analisis yang digunakan analisis deskriptif kuantitatif berdasarkan penilaian granulometri tanah untuk kajian kelerengan di kawasan rawan longsor Desa Penanggungan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kawasan Desa Penanggungan secara morfologi bentukan lahannya bergelombang bahkan dibeberapa titik sangat curam. Berdasarkan hasil pengukuran lapangan dan analisis granulometri tanah dengan metode USLE didapatkan bahwa kisaran kehilangan tanah yang diperkirakan yakni sebesar 0,98784 kg/m2/tahun. Maka besar laju erosi di lereng Desa Penanggungan jauh lebih besar dari batas yang diterima.
Kata kunci: Desa Penanggungan, Granulometri Tanah, Longsor.

Abstract
Landslides are a form of erosion or displacement of the soil which transports or removes the soil if it is fulfilled by three conditions, namely: 1) the existence of a fairly steep slope, 2) there is a watertight slope under the surface of the soil, and to 3) there is enough water in the soil above the impermeable layer (slip plane) so that the soil is saturated with water. Penanggungan Village is one of the villages in Trawas Subdistrict, Mojokerto Regency which is classified as prone to landslides. The purpose of this study was to analyze landslideprone areas using soil granulometry analysis.The analytical method used is quantitative descriptive analysis based on soil granulometry assessment for slope studies in landslide prone areas of Penanggungan Village. Based on the results of the research that the Penanggungan Village area is morphologically shaped, the land is undulating even in some very steep spots. Based on the results of field measurements and soil granulometry analysis using the USLE method, it was found that the estimated range of soil loss was 0.98784 kg/m2/year. So the rate of erosion on the slopes of Penanggungan Village is far greater than the acceptable limit.
Keywords: Landslide, Penanggungan Village, Soil Granulometry.