Media Pembelajaran Signalong Indonesia Untuk Melatih Kemampuan Komunikasi ABK

JURNAL DISABILITAS
Jilid 2 || Nomor 1 || Februari 2018 || ISSN: 2580-9415
Penerbit : Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) dan Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia (APPKhl) Kalimantan Selatan
Penulis 1: Muhammad Nurrohman Jauhari
Penulis 2: Muchamad Irvan
Penulis 3: Tantra Sakre
PDF VERSI CETAK/ASLI

Abstrak: Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian informasi dari satu orang ke orang lain sebagai bentuk interaksi sosial. Bentuk komunikasi sebagai proses interaksi sosial dapat berbentuk bahasa verbal dan bahasa non verbal. Komunikasi anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik yang berbeda antara jenis disabilitas satu dengan yang lain. Hal tersebut menjadi suatu permasalahan besar ketika anak berkebutuhan khusus berinteraksi dengan orang lain. Mengatasi masalah komunikasi perlu menggunakan sistem komunikasi dengan bahasa isyarat yang lebih mudah digunakan oleh semua anak berkebutuhan khusus. Isyarat signalong diadaptasi dan dimodifikasi dengan budaya komunikasi yang ada di Indonesia. Setelah melalui tahapan pengembangan, hasil adaptasi isyarat dan simbol Signalong disebut sebagai Signalong Indonesia. Adaptasi Signalong Indonesia bertujuan untuk membantu komunikasi anak berkebutuhan khusus dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di Indonesia (Jauhari : 2017). Untuk mempermudah penerapannya, dalam pembelajaran sistem isyarat Signalong Indonesia memerlukan media yang dapat memvisualisasikan model isyarat kepada peserta didik. Adapun media pembelajaran adalah berupa foto, video model isyarat, dan simbol. Ketiga media tersebut dikembangakan dengan menggunakan prosedur pengembangan Research and Development (R & D) Borg and Gall (1983). Media pembelajaran signalong Indonesia telah melewati beberapa prosedur pengembangan termasuk tahapan uji ahli dan dinyatakan layak setelah menyelesaikan revisi pada beberapa aspek dasar.

Kata kunci: media pembelajaran signalong, komunikasi ABK