BERMAIN PERAN BERPENGARUH TERHADAP KEMAMPUAN BICARA ANAK USIA DINI


PEDAGOGI || Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini
Volume 3 || Nomer 3a || Desember 2017 || P-ISSN: 2338-8943 || E-ISSN: 2599-042X
Penerbit : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Muhammadiyah Surabaya

Penulis  : Aisyah
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRAK

Pengembangan kemampuan berbicara anak usia pra-sekolah, guru dan orang tua harus meperhatikan prinsip perkembangan anak dan berorientasi pada kebutuhan anak seperti bermaian sambil belajar atau belajar sambil bermain. Bermain merupakan pendekatan yang efektif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Upaya-upaya pendidikan yang diberikan oleh pendidik hendaknya dilakukan dalam situasi yang menyenagkan dengan menggunakan strategi, metode, materi/bahan dan media yang menarik serta mudah untuk diikuti anak. Bermain peran adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan

beragam potensi dalam diri anak, seperti perkembangan berbicara anak yang sangat menarik untuk diperhatikan, sehingga kita dapat mengetahui berbagai perkembangan bahasa dan perilaku yang dilakukannya, mulai dari perkembangan ucapan- ucapannya sampai mereka bisa bicara dengan kata-kata dan kalimat-kalimat yang diucapkannya. bermain peran berpengaruh terhadap perkembangan bicara anak yaitu dapat melatih anak berbicara lancar, melakukan bermain peran akan lebih menyenangkan dan anak tidak merasa bosan. Dengan bermain peran mereka bebas berimajinasi sesuai perannya. Sehingga akan muncul percakapan atau dialog antar teman. Setelah usai bermain anak akan senang diajak berdiskusi tentang peran yang telah dimainkan, mengenai kesan-kesannya setelah ia memperagakan peran tertentu. Dengan demikian berdasarkan teori yang ada dapat membuktikan bahwa bermain peran berpengarug terhadap kemampuan bicara anak usia dini.

Kata Kunci: Bermain Peran, Kemampuan Bicara, Anak Usia Dini.

 

ABSTRACT

Developing to talk pre-school children, teachers and parents must be oriented on the needs of children like playing while learning or studying while playing. Play is an effective approach in carrying out the activities of learning. Educational efforts provided in the situation that sites using strategies, methods, /materials and media that is interesting and easy to follow. Role playing is one of the methods used to develop a wide array of potential in children, such as the development of speaking, so that we can know the various language development and behavior that he did, from the development of speech-Word until they could speak with words and sentences are spoken. playing the role of influential on the development of the child, namely talk can train children speak fluently, do play the role would be more fun and not feel bored. Playing the role of free will in accordance to their role. So it would appear the conversation or dialogue between friends. And once after the playground would love to be invited to a discussion about the role, about the effects after he demonstrated a certain role. Based on existing theory can prove that playing the role of childhood speech ability.

Keywords: Role Playing, Ability To Talk, Early Childhood.

 

PENDAHULUAN

Perkembangan bicara anak sangat menarik untuk diperhatikan, dengan memperhatikan bicara anak, kita dapat mengetahui berbagai perkembangan bahasa dan perilaku yang dilakukannya, mulai dari perkembangan ucapan- ucapannya sampai mereka bisa bicara dengan kata-kata dan kalimat-kalimat yang diucapkannya. Kondisi yang juga berpengaruh dalam perkembangan bicara anak adalah hubungan sosial dengan teman seperti yang dikemukakan Hurlock (1997:187) bahwa: Semakin banyak hubungan anak dengan teman sebayanya dan semakin besar keinginan mereka untuk diterima sebagai anggota kelompok sebaya, akan semakin kuat motivasi mereka untuk belajar berbicara.

Dalam rangka mengembangkan kemampuan bicara anak hendaknya memperhatikan beberapa prinsip antara lain: perkembangan anak, berorientasi pada kebutuhan anak, bermaian sambil belajar atau belajar sambil bermain. Bermain merupakan pendekatan yang efektif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Upaya-upaya pendidikan yang diberikan oleh pendidik hendaknya dilakukan dalam situasi yang menyenagkan dengan menggunakan strategi, metode, materi/bahan dan media yang menarik serta mudah untuk diikuti anak. Banyak metode yang digunakan dalam mengembangkan kemampuan bicara anak, metode umum yang digunakan antara lain metode bercakap-cakap, tanya jawab, bercerita, pemberian tugas, karya wisata, demonstrasi, sosiodrama, eksperimen, bermain peran.

Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2003:18), bermain peran berpengaruh terhadap perkembangan bicara anak yaitu dapat melatih anak berbicara lancar, melakukan bermain peran akan lebih menyenangkan dan anak tidak merasa bosan. Dengan bermain peran mereka bebas berimajinasi sesuai perannya. Sehingga akan muncul percakapan atau dialog antar teman. Dan setelah usai bermain anak akan senang diajak berdiskusi tentang peran yang telah dimainkan, mengenai kesan-kesannya setelah ia memperagakan peran tertentu.

 

PEMBAHASAN

Bicara adalah termasuk dalam proses belajar. Disini anak akan mengalami perubahan tingkah laku akibat pengalaman. Menurut Hurlock (1997:176) bicara adalah bentuk bahasa yang menggunakan artikulasi atau kata-kata yang digunakan untuk menyampaikan maksud. Menurut Tarigan, (dalam Suhartono, 2005:20) bicara adalah kemampaun mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, dan menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Menurut Rumini dan Sundari (2004:26),bicara merupakan bagian dari bahasa yang harus dilakukan dengan menggunakan suara  atau bunyi dengan bantuan otot-otot bibir,lidah,pipi,rahang,hidung, sehingga suara tadi berupa percakapan untuk berkomunikasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan bicara adalah kapasitas seorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam bentuk bahasa yang menggunakan ekspresi verbal meliputi artikulasi atau kata-kata yang digunakan untuk menyampaikan maksud.

Menurut Hurlock (1997:185),belajar berbicara mencakup tiga proses terpisah tetapi saling berhubungan satu sama lain,yakni: (1) Pengucapan (pronunciation) dipelajari dengan meniru. Sebenarnya anak hanya”memungut”pengucapan kata dari orang yang berhubungan dengan mereka; (2) Pengembangan kosa kata. Dalam mengembangakan kosa kata, anak harus belajar mengaitkan arti dangan bunyi. Karena banyak kata yang memiliki arti yang lebih dari satu dan karena sebagian kata bunyinya sama,tapi memiliki arti yang berbeda, membangun kosa kata lebih sulit ketimbang mengucapkan; (3) Pembentukan kalimat yaitu menggabungkan kata kedalam kalimat yang tata bahasanya betul dan dapat dipahami orang lain,adalah yang paling sulit dari ketiga tugas tersebut. Pada mulanya anak menggunakan kalimat satu kata,yakni kata benda atau kata kerja,yang kemudian digabungkan dengan isyarat untuk mengungkapkan suatu pikiran utuh.

Pengertian bermain peran menurut Departemen Pendidikan Nasional(2003:18)adalah memerankan tokoh-tokoh atau benda-benda disekitar anak dengan tujuan untuk mengembangkan daya khayal (imajinasi)dan penghayatan terhadap bahan pengembangan yang dilaksanakan. Menurut Asmawati(2008:10.3), bermain peran dikenal juga dengan sebutan main pura-pura, khayalan, fantasi, make believe, atau simbolik. Menurut Asmawati (2008:10.3) bermain peran adalah kegiatan bermain dimana anak melakukan kegiatan meniru perilaku. Perilaku ini dapat berupa perilaku manusia, hewan,tanaman,dan kejadian. Kegiatan bermain peran memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan berbagai ketrampilan. Tujuan bermain peran menurut Asmawati (2008.10.4) yaitu: Mempelajari diri sendiri,keluarganya,dan lingkungan sekitarnya, belajar untuk menilai dan memilih berbagai informasi, belajar untuk saling berinteraksi dengan orang lain, belajar menjawab dan memberikan pertanyaan, belajar membangun kerjasama, membangun kemampuan berkonsentrasi, mempelajari keterampilan hidup (life skill), belajar untuk mengatasi rasa takut.

Membantu anak mengembangkan berbagai macam aspek perkembangannya. Tujuan kegiatan bermain peran menurut Departemen Pendidikan Nasional (2003:18)antara lain adalah sebagai berikut: 1) melatih daya tangkap, 2) melatih anak berbicara lancar, 3) melatih daya konsentrasi, 4) melatih membuat kesimpulan, 5) membantu perkembangan intelegensi, 6) membantu perkembangan fantasi, dan 7) menciptakan suasana yang menyenangkan.

Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2003:18), bermain peran berpengaruh terhadap perkembangan bicara anak yaitu dapat melatih anak berbicara lancar, melakukan bermain peran akan lebih menyenangkan dan anak tidak merasa bosan. Dengan bermain peran mereka bebas berimajinasi sesuai perannya. Sehingga akan muncul percakapan atau dialog antar teman. Dan setelah usai bermain anak akan senang diajak berdiskusi tentang peran yang telah dimainkan, mengenai kesan-kesannya setelah ia memperagakan peran tertentu.

 

KESIMPULAN

Dari berbagai teori yang telah dijabarkan dan dijelaskan tentang bermain peran dan kemampuan berbicara terhadap ank usia dini sehingga penulis dapat meyimpulkan  bahwa dengan bermain peran kemampuan bicara anak usia dini semakin meningkat, dapat membuat anak lebih cerdas dan mudah mengungkapkan apa yang dirasakan dan dipikiran, dapat berinteraksi dan komunikasi antar teman, sehingga semakin menyenangkan dalam situasi bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain.

 

DAFTAR PUSTAKA

Aisyah, Siti. Dkk. 2008. Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini.  Jakarta: Universitas Terbuka.

Kementrian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar. 2010. Pedoman Pengembangan Program Pembelajaran Di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional.

Maydiawati, Erna. 2009. Pengaruh Penggunaan Metode Bermain Peran Terhadap Perkembangan Bicara Pada Siswa PAUD Taman Harapan Bangsa I KeputranPanjunan Surabaya. Skripsi Sarjana Pendidikan: Universtas Negeri Surabaya.

Montolalu, B.E.F. dkk. 2009. Bermain dan Permainan Anak. Jakarta: Universitas Terbuka.

Patmonodewo, Soemiarti. 2003. Pendidikan Anak Prasekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Pringgawidagda, Suwarna. 2002. Strategi Penguasaan Bahasa. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.

Rumini, Sri danSundari, Sri. 2004. Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: Rineka Cipta.

Suhartono. 2005. Pengembangan Ketrampilan Bicara Anak Usia Dini Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.