Pengembangan Produksi Bioetanol Dalam Media Lignoselulosa Sekam Padi Dengan Ko-Kultur Saccharomyces Cerevisiae Dengan Mikroorganisme Penghasil Bioetanol Lain

  

Nama             : Tatang Sopandi
NIDN             : 0004076302
Perguruan Tinggi : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Nama             : Wardah
NIDN             : 0008076101
Perguruan Tinggi : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

PENDAHULUAN

Penggunaan materi lignoselulosa sebagai bahan baku produksi bioetanol merupakan salah satu strategi untuk menurunkan biaya produksi dan mengatasi kendala teknologi. Mikroorganisme fermenter tidak dapat mengkonversi semua gula terutama   glukosa dan silosa menjadi bioetanol dalam jumlah yang tinggi (Chen, 2011). Efisiensi fermentasi produksi bioetanol dari lignoselulosa dapat dipengaruhi oleh pemanfaatan dan konversi gula sederhana (glukosa, xylose dan arabinose) hasil hidrolisis bioethanol. Fermentasi ko-kultur merupakan strategi yang pada saat ini dikembangkan untuk meningkatkan laju hidrolisis selulosa, memperkaya penggunaan substrat dan meningkatkan hasil produksi melalui kombinasi jalur metabolisme yang berbeda untuk mereduksi efek negatif dari inhibitor (Cheng dan Zhu, 2012).