ALASAN MENIKAH PADA PASANGAN SUAMI ISTRI YANG AKAN BERCERAI


ARKETIPE|| Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Volume 8 || Nomor 2 || November 2006 || ISSN: 14411-6634
Penerbit : Fakultas Psikologi Universitas Putra Bangsa Surabaya

Penulis 1: Mudhar
Penulis 2: Dwi Nastiti

PDF

ABSTRAK
Keinginan kawin atau menikah merupakan suatu dorongan alamiah yang pasti akan dialami oleh setiap orang yang normal. Tali pernikahan tidak hanya sekedar halalnya hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan, akan tetapi dengan pernikahan diharapkan akan membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah. Keluarga yang harmonis, kekal sampai dunia akhirat, tidak ada perceraian, utuh sampai kakek nenek.

Namun kasus-kasus perceraian semakin banyak, walaupun sebenarnya dalam ajaran agama islam berkaitan dengan pernikahan bahwa perbuatan halal yang dilakukan manusia namun paling dibenci oleh Allah adalah perceraian. Kalimat ini mengandung pengertian bahwa sebenarnya Allah tidak menghendaki adanya perceraian dari pasangan suami istri. Pandangan agama nasrani juga sangat melarang adanya perceraian, karena pernikahan penyatuan yang dilakukan oleh Tuhan. Dengan demikian penelitian ini untuk mengetahui alasan menikah pada pasangan suami istri yang akan bercerai. Penelitian ini dilakukan di Surabaya dengan subyek penehtian adalah pasangan suami istri yang sedang dalam proses perceraian. Hasil rnenunjukkan bahwa alasan menikah dari keluarga
bercerai ini karena desakan dari orang tua terutama dari orang tua calon istri. Pacaran yang sudah lama, hamil diluar nikah, usia yang sudah cukup merupakan beberapa alasan orang tua untuk mendesak putra-putrinya segera menikah.