Kriteria Efisiensi Pelayanan Terminal Bus Berbasis Data Envelopment Analysis


J Statistika || Jurnal Ilmiah Teori Dan Aplikasi Statistika
Volume 9 || Nomor 1 || November 2016 || ISSN: 2089-0028
Penerbit : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Penulis  : Evita Purnaningrum

VERSI CETAK/ASLI

ABSTRAK

Pengambilan keputusan (Decision Making) dalam suatu organisasi diperlukan perhitungan yang tepat karena berdampak pada keberlanjutan suatu organisasi. Salah satu metode untuk menentukan keputusan organisasi adalah menentukan efesiensi dari beberapa cabang perusahaan, dan memperbaiki cabang perusahaan yang belum efesiens.

Efisiensi merupakan ukuran yang penting untuk kondisi operasional perusahaan dan indikator keberhasilan dari sebuah perusahaan secara individual setelah membandingkan dengan semua perusahaan lain yang sejenis. Salah satu metode untuk menentukan kriteria efisiensi adalah Data Envelopment Analysis(DEA). DEA adalah teknik nonparametrik untuk memperkirakan efisiensi teknis dari serangkaian Decision Making Unit(DMU) dari database yang terdiri dari input dan output. hasil pembahasan dari kriteria efisiensi pelayanan terminal bus adalah ada bagian yang perlu diperbaiki untuk peningkatan kinerja operasional yang mempengaruhi kepuasan pelayanan kepada masyarakat. Hasil studi kasus pada terminal purabaya dan tambak oso wilangun adalah Terminal purabaya berdasarkan kriteria efesiensi pelayanan terminal bus sudah efesien (πœƒπ‘ƒπ‘…=1,π‘ βˆ’=𝑠+=0), berbasis Data Envelopment Analysis. Terminal Tambak Oso Wilangun (πœƒπ‘‡π‘‚π‘Š=0.5928934) perlu perbaikan dengan efektifitas penggunaan lahan sebesar 12778.84 dan penambahan keberangkatan bus 55.97132.

Kata kunci : Data Envelopment Analysis, Terminal Bus, Pengambilan Keputusan, Linier Programming, Riset Operasi, Efisiensi.

Β 

ABSTRACT

Decision Making in an organization required a precise calculation for impact on the sustainability of an organization. One method to determine the decision of the organization is to determine the efficiency of several branch companies, and improve the company’s branch has not efesiens. Efficiency is an important measure of the company’s operational conditions and indicators of success of an individual company after comparing with all other similar companies. One method for determining the efficiency criterion is the Data Envelopment Analysis (DEA). DEA is a nonparametric technique for estimating the technical efficiency of a series of Decision Making Unit (DMU) of a database that consists of input and output. results of the discussion of the efficiency criteria bus terminal services are no parts that need to be improved to increase operational performance affects satisfaction services to the community. The results of case studies on several main terminal and ponds oso wilangun is Purabaya terminal based on efficiency criteria bus terminal service has been efficient (πœ½π‘·π‘Ή=𝟏,π’”βˆ’= 𝒔+ = 𝟎), based on Data Envelopment Analysis. Terminal Tambak Oso Wilangun (πœ½π‘»π‘Άπ‘Ύ = 𝟎.πŸ“πŸ—πŸπŸ–πŸ—πŸ‘πŸ’) needs improvement with the effective use of land amounting to πŸπŸπŸ•πŸ•πŸ–.πŸ–πŸ’ and the addition of bus departure πŸ“πŸ“.πŸ—πŸ•πŸπŸ‘πŸ.

Keywords : Data Envelopment Analysis, Bus Station, Decision Making, Linear Programming, Operation Research, Efficiency

Β 

PENDAHULUAN

Indikator keberhasilan dalam suatu pelayanan perusahaan kepada konsumen adalah kepuasan konsumen. Kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Aryani,2010). Keputusan perusahaan melakukan perbaikan yang sistematis diperlukan untuk menindaklanjuti komplain konsumen dari suatu kegagalan (Elu, 2005).

Perbaikan dan Evaluasi perlu dilakukan setiap periode sebagai peningkatan kualitas layanan suatu perusahaan. Pengambilan langkah keputusan yang akan dilakukan kedepannya berdasarkan hasil evaluasi diperlukan cara yang efektif dan tepat sasaran. Salah satu cara pengambilan keputusan adalah menggunakan riset operasi.

Riset operasi adalah teknik pengambilan keputusan berdasrkan lima tahapan, pertama adalah identifikasi permasalahan, penentuan model, analisis, validasi, kesimpulan. Salah satu bentuk model dari riset operasi adalah formulasi matematika dan salah satu penyelesainn model dengan menggunakan linear programming. Riset operasi merupakan gabungan antara science dan art (Taha, 2008).

Salah satu metode linear programming adalah Data Envelopment Analysis(DEA), yang merupakan metode dalam pengambilan keputusan untuk menentukan efesiensi dari suatu perusahaan.Data Envelopment Analysis (DEA) dikembangkan sebagai model dalam pengukuran tingkat kinerja atau produktifitas dari sekelompok unit organisasi (Decision Making Unit/ DMU). Pengukuran dilakukan untuk mengetahui kemungkinan penggunaan sumber daya yang dapat dilakukan untuk menghasilkan output yang optimal. Produktifitas yang dievaluasi dimaksudkan adalah sejumlah penghematan yang dapat dilakukan pada faktor sumber daya (input) tanpa harus mengurangi jumlah output yang dihasilkan, atau dari sisi lain peningkatan output yang mungkin dihasilkan tanpa perlu dilakukan penambahan sumber daya. Metode DEA secara mudah dan cepat dalam mengevaluasi efesiensi DMU (Sorzabal, 2015)

Hal yang perlu diperhatikan adalah penentuan kriteria efisiensi dari setiap masing masing DMU dengan perbandingan terhadapa DMU yang lainnya. Penelitian ini mengkaji tentang kriteria efesiensi, studi kasus pada pelayanan kepada masyarakat dalam hal ini adalah terminal bus. Sebagai bagian dari transportasi darat, terminal bus mempunyai peran penting untuk pengendalian dan pengaturan sistem pelayanan angkutan.

METODE PENELITIAN

Hal terpenting dalam melakukan kriteria efesiensi pelayanan menggunakan DEA adalah menentukan/ menseleksi variabel input dan output. Selanjutnya data variabel seleksi yang diperoleh akan dianalisis menggunakan DEA dengan bantuan software. Langkah terakhir adalah validasi dan kesimpulan.

2.1 Penentuan variabel input dan output

Variabel input merupakan sumber daya yang dimiliki suatu organisasi. sedangkan output adalah hasil yang dikeluarkan dalam hal ini berkaitan langsung dengan konsumen. Hal terpenting dalam penentuan kriteria variabel input dan output adalah pemilihan variable untuk melakukanan alisis efisiensi DEA diperoleh dari data yang relevan sebelumnya dan pengetahuan pengguna layanan (lo Storto 2014).

Berdasarkan Peraturan Mentri PM No.132 tahun 2015 dalam suatu terminal wajib menyediakan fasilitas terminal yang memenuhi persyaratan dan keamanan, terdapat fasilitas utama dan fasilitas penunjang. Tersedianya fasilitas utama dan penunjang dalam suatu terminal merupakan hal yang paling penting untuk pemenuhan pelayanan pada konsumen dalam hal ini adalah penumpang.

Luas lahan terminal juga merupakan penunjang dari pelayanan di suatu terminal Selain hal tersebut ketersedian sumber daya manusia juga diperhitungkan dalam pemenuhan pelayanan kepada penumpang. Disamping kedua hal tersebut, ketersedian jalur kedatangan dan keberangkatan yang sesuai dengan trayek juga diperlukan.

Penilaian kinerja operasional suatu terminal yang paling menentukan adalah jumlah penumpang. Semakin bertambahnya penumpang maka kepuasan masyrakat terhadap pelayanan terminal terdapat peningkatan. Selain jumlah penumpang, banyaknya keberengkatan bus juga merupakan penentuan kepuasan pelayanan di terminal.

Dari hasil tersebut maka beberapa variabel yang dipilih sebagai input dan output dengan beberapa pertimbangan dapat dilihat pada tabel 1.

Β 

Tabel 1.Variabel pilihan

2.2 Proses penggabungan antara variabel input dan output.

DEA adalah alat manajemen untuk mengevaluasi efesiensi DMU relatif terhadap DMU lain dan bersifat nonparametrik dan multifaktor, baik input maupun output (Yeni, 2005). Penggabungan antara variabel input dan output untuk mendapatkan kriteria efesiensi pelayanan adalah dengan menggunakan metode DEA-CCR.

Model DEA-CCR dikenal sebagai model CRS (ConstantReturn to Scale), yaitu suatu model yang berasumsi bahwa setiap DMU telah beroperasi secara optimal. Ambil sebarangDMUkyang dievaluasi kemudian ditunjuk sebagai DMUodimana k berkisar antara1,2,…,𝑛, nilai 𝑛 bergantung dengan banyaknya DMU (Boussofiane, 1991).

Penentuan kriteria efesiensi pelayanan terminal berdasarkan metode DEA adalah dengan memperhatikan nilai slack(π‘ βˆ’,𝑠+) dan fungsi tujuan optimasi efesiensi yaitu πœƒ.

Kriteria efesiensi dikategorikan sebagi berikut:

  • Jika πœƒ=1,π‘ βˆ’=𝑠+=0, maka DMU dikatakan efesien
  • Jika πœƒ=1,π‘ βˆ’β‰ 0 π‘‘π‘Žπ‘› 𝑠+β‰ 0, DMU tidak efesiens dan perlu dilakukan perbaikan dengan penambahan dan pengurangan slack di setiap variabel DMU.
  • Jika πœƒβ‰ 1,π‘ βˆ’β‰ 0 π‘‘π‘Žπ‘› 𝑠+β‰ 0, DMU tidak efesien dan diperlukan perbaikan DMU dengan menggunakan Distance Friction Minimazation (DFM)

2.3 Penggunaan Software dalam analisis DEA

Software yang digunakan dalam penelitian ini adalah LINGO 15.0. Software ini secara khusus digunakan untuk penyelesaian-penyelesaian linear programming, termasuk analisis sensitivitas dan dualitas.

Penggunaan LINGO terkait dengan DEA di bidang efesiensi pelayanan belum ada, tetapi dalam evaluasi efesiensi sudah ada. Langkahefisiensi yang dipilih bersifat Constan Return to Scale(CRS) danVariable Return to Scale (VRS). CRS bertujuan untuk mencerminkan output yang berubah dengan proporsi yang sama ketika input berubah. Sebaliknya, VRS mencerminkan bahwa output dapat meningkat, menurunkan atau menjaga ketepatan ketika input berubah.

Berdasarkan asumsi, perhitungan efisiensi dapat dilakukan dalam berbagaicara. Pengembangan metode Data Envelopment Analysis terdapat dua kategori: input-oriented atau output oriented.Pertama, input-oriented DEA menentukan berapa banyakvariabel input dari sebuah pelayanan terminal bias bagus jika dikelola secara efisien dalam rangka untuk mencapai tingkat output yang sama, dan sebaliknya dengan model output-oriented.

2.4 Implementasi DEA dalam LINGO

Sebelum menjalankan algoritma DEA di LINGO, beberapa pertimbangan harus diperhitungkan ketika menetapkan nilai variable input dan output:

  • Algoritma menggunakan metode DEA-CCR
  • Tidak perlu normalisasi atau penskalaan untuk input dan output variabel; metodeDEA merupakan noparametrik;
  • Simulasi kriteria efesiensi teminal bus dilakukan di dua tempat yaitu teminal bus Purabaya dan Tambak Oso Wilangun (data terminal bus diperoleh dari masing-masing web terminal tersebut), data output diambil pada saat mudik lebaran.
  • Nilai variable yang berbanding terbalik dengan efisiensi adalah variabel input yaitu karyawan, fasilitas utama, fasilitas penunjang, jalur keberagkatan;
  • Jika adaVRS nilai sama dengan nol, berarti jumlah DMU tidak cukup untuk menguji kasus yang berbeda. Sebagai Akibatnya, nilai SE (CRS/ VRS) cenderungtakterbatas.
  • Usulan perbaikan kriteria efesiensi DMU menggunakan DFM

HASIL DAN PEMBAHASAN

Data yang diperoleh berdasarkan e-dishub surabaya adalah sebagai berikut:

Β 

Tabel 2. Nilai input dan output tiap terminal

*data diperoleh selama 24 hari dari H-12 lebaran hingga H+10 lebaran 2015, dijumlah dan diperoleh rata-rata/hari

3.1 Penentuan kriteria efesiensi pelayanan terminal berbasis data envelopment analysis

Kriteria efesiensi ditentukan dengan menggunakan metode DEA-CCR, yang dalam perhitungan teknis menggunakan CSR. Didefinisikan fungsi tujuan πœƒπ‘˜. Formulasi kriteria efisiensi diperoleh dengan menggunakan persamaan:

Fungsi tujuan: minπœƒπ‘˜

Kendala: Σ𝑒𝑖π‘₯π‘–π‘˜=16𝑖=1;𝑖=1,2,…,6 Ξ£π‘£π‘Ÿπ‘¦π‘Ÿπ‘—βˆ’4π‘Ÿ=1Σ𝑒𝑖π‘₯π‘–π‘˜6𝑖=1≀0;π‘Ÿ=1,2,…,4 π‘£π‘Ÿ,𝑒𝑖β‰₯0 (1)

Variabel π‘₯,𝑦 adalah variabel input dan output. 𝑗 menentukan banyaknya DMU (dalam hal ini ada dua DMU). Kriteria efisiensi pelayanan dikatakan efisien jika πœƒπ‘˜=1 dan nilai dari variabel slack disetiap input maupun output bernilai sama dengan nol (π‘ βˆ’=𝑠+=0). Hasil yang diperoleh dengan menggunakan software LINGO15 untuk efesiensi pelayanan terminal adalah sebagai berikut:

  • Nilai slack masing masing vaiabel input dan output dari Terminal Purabaya adalah nol 𝑠+=π‘ βˆ’=0.
  • Nilai efesiensi dari setiap DMU adalah πœƒπ‘‡π‘‚π‘Š=0.5928934 dan πœƒπ‘ƒπ‘…=1.
  • Nilai slack untuk variabel input dan output dari Terminal Tambak Oso Wilangun adalah sebagai berikut:

Β 

Tabel 3. Nilai Slack Variabel Input dan Output Teminal Tambak Oso Wilangun

Ket: 𝑠+ menunjukan nilai slack untuk variabel input dan π‘ βˆ’ menunjukkan nilai slack untuk variabel output.

Dari hasil diatas dapat dianalisa bahwa yang memenuhi kriteria efesiensi pelayanan terminal bus adalah Terminal Purabaya dengan nilai efisiensi πœƒ=1 dan nilai slack dari variabel input dan outputnya 𝑠+=π‘ βˆ’=0. Untuk terminal Tambak Oso Wilangun diperlukan perbaikan efesiensi, perbaikan kriteria dapat menggunakan metode DFM.

3.2 Perbaikan kriteria efesiensi menggunakan metode DFM.

  • Fokus utama adalah efisiensi pelayanan, dengan demikian langkah perbaikan dilakukan dengan cara memaksimalkan nilai dari variabel output.

maxπœˆΞ£π‘£π‘Ÿπ‘¦2π‘Ÿ4π‘Ÿ=1 (2)

  • Nilai efesiensi maksimal adalah 1. Kendala dari fungsi tujuan adalah jumlah nilai variabel input adalah 1. Secara matematis diformulasikan sebagai berikut:

Σ𝑒𝑖π‘₯2𝑖6𝑖=1=1 Σ𝑒𝑖π‘₯2𝑖6𝑖=1βˆ’Ξ£π‘£π‘Ÿπ‘¦2π‘Ÿ4π‘Ÿ=1β‰₯0 Σ𝑒𝑖π‘₯1𝑖6𝑖=1βˆ’Ξ£π‘£π‘Ÿπ‘¦1π‘Ÿ4π‘Ÿ=1β‰₯0 π‘£π‘Ÿ,𝑒𝑖β‰₯0 (3)

Hasil menggunakan LINGO15 diperoleh bahwa nilai dari 𝑣2=0.4566210×10βˆ’2 dan 𝑒2=0.2×10βˆ’4 yang tidak sama dengan nol, ini berarti yangakan dilakukan perbaikan adalah pada variabel input Lahan dan variabel output Keberangkatan bus.

  1. Tahapan selanjutnya adalah mendapatkan jarak minimal terhadap variabel input (π‘₯) dan output (𝑦) dengan persamaan:

minπΉπ‘Ÿπ‘₯=√Σ(𝑒𝑠π‘₯2π‘ βˆ’π‘’π‘ π‘‘π‘₯)2 (4) minπΉπ‘Ÿπ‘¦=√Σ(𝑣𝑑𝑦2π‘‘βˆ’π‘£π‘‘π‘‘π‘¦)2 (5)

Dengan kendala Σ𝑒𝑠π‘₯2π‘ βˆ’π‘’π‘ π‘‘π‘₯=2(0.5928934)1+0.5928934 Σ𝑣𝑑𝑦2𝑑+𝑣𝑑𝑑π‘₯=2(0.5928934)1+0.5928934 𝑒𝑠π‘₯2π‘ βˆ’π‘’π‘ π‘‘π‘₯β‰₯0 ; 𝑑π‘₯β‰₯0;𝑑𝑦β‰₯0 (6)

Diperoleh nilai 𝑑π‘₯=12778.84 dan 𝑑𝑦=55.97132.

  1. Memperoleh nilai variabel input dan output yang baru.

π‘₯βˆ—=π‘₯βˆ’π‘‘π‘₯=50000βˆ’12778.84 π‘₯βˆ—=37221.16 π‘¦βˆ—=𝑦+𝑑𝑦=219+55.97132 π‘¦βˆ—=274.97132

Dari hasil analisa diatas diperoleh bahwa luas lahan terminal perlu diperhatikan guna efesiensi pelayanan terminal. Luas lahan yang masih belum termanfaatkan sebesar 12778.84 bisa digunakan sebagai tambahan fasilitas bagi penumpang, misalkan sebgaia tempat ATM. Sedangkan dilihat dari segi output yang mengalami perbaikan adalah keberangkatan bus, terjadwal sebelumnya keberangkatan bus rata-rata 219/hari, perlu ditingkatkan dengan menambah keberangkatan sebesar 56/hari, demi kepuasan penumpang.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dari hasil analisa dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kriteria efesiensi pelayan terminal bus dapat dipengaruhi beberapa faktor antara lain, dari segi input menyangkut kesedian yang ada di terminal, yaitu karyawan, lahan, fasilitas utama dan penunjang, jalur kedatangan dan jalur keberangkatan, dari segi variabel output adalah jumlah kedatangan dan keberangkatan bus, penumpang yang datang dan berangkat. Terminal purabaya sudah efesien (πœƒπ‘ƒπ‘…=1,π‘ βˆ’=𝑠+=0), berbasis Data Envelopment Analysis. Terminal Tambak Oso Wilangun (πœƒπ‘‡π‘‚π‘Š=0.5928934) perlu perbaikan dengan efektifitas penggunaan lahan sebesar 12778.84 dan penambahan keberangkatan bus 55.97132.

Saran

Saran yang dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya adalah:

  1. Kriteria efesiensi pelayanan terminal berbasis DEA dapat diterapkan untuk pelayanan publik yang lain.
  2. Metode DEA dapat dikembangkan dengan untuk basis data yang lebih besar (Big Data) atau High Dimension Data.

DAFTAR PUSTAKA

Aryani, D. dan Rosinta, F. 2010. Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Kepuasan Pelanggan dalam Membentuk Loyalitas Pelanggan, Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi,Bisnis dan Birokrasi Vol 17 No. 2 hal 114-126.

Elu, Balthasar. 2005. Manajemen Penanganan Komplain Konsumen di Industri Jasa. Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi,Bisnis &Birokrasi, Vol. 13, No. 3.

http://dishub.surabaya.go.id/. Diakses pada tanggal 04 Maret 2016 jam 16.00WIB

https://purabayabusterminal.wordpress.com/profil/. Diakses pada tanggal 04 Maret 2016 jam 16.15WIB

http://terminalwilangon.blogspot.co.id/p/profile_1.html. Diakses pada tanggal 04 Maret 2016 jam 16.15 WIB

Lo, Storto, C. 2014. Measuring performance in the public administration sector: An analysis of websites Effeciency. Advanced science letters, 20(1),272-275.

Sorzabal, A.A et al. 2015. Obtaining the effeciency of Tourism Destination website based on Data Envelopment Analysis.Procedia-Social and Behavior Sciences 175 pg 58-65.

Taha, Hamdy. 2008. Operation Research:An Introduction ed 8th, Pearson Education,Inc., New Jersey.

Yeni, Suparno. 2015. Penerapan Data Envelopment analysis dalam pemilihan supplier dan perbaikan performasi suplier. Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi II. Surabaya.