Pengaruh Pemberian Vitamin E dan Manipulasi Massage Terhadap Hitung Jenis Leukosit  Darah Pasca Latihan Fisik Submaksimal


JURNAL SPORTIF || Jurnal Penelitian Pembelajaran
Volume 2 || Nomor 2 || November 2016 || ISSN: 2477-3379
Penerbit : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Nusantara PGRI Kediri
Penulis 1: Luqmanul Hakim
Penulis 2: Suharti

PDF

Absract

Latar Belakang

Pada saat melakukan aktivitas fisik, selain terbentuk senyawa radikal bebas, tubuh akan membentuk antibodi berupa antioksidan endogen. Apabila terjadi ketidak seimbangan pembentukan radikal bebas dengan antioksidan (stress oksidatif) pemberian antioksidan eksogen akan membantu memulihkan keseimbangan radikal bebas dengan – antioksidan. Pemberian vitamin dan manipulasi massage segera setelah latihan fisik diharapkan berdampak pada nilai hitung jenis leukosit darah.

 Metode.Merupakan penelitian eksperimental dengan design post tes control group design dengan jumlah sampel 40 mahasiswa Pendidikan Kepeltaihan Olahhraga Unipa. Yang dibagi menjadi 4  kelompok yang masing kelompok berjumlah 10 mahasiswa. Kelompok kontrol, kelompok Vitamin E, Kelompok Massage, kelompok vitamin E dan massage. Sampel melakukan lari 2.4 km setelah iu mahasiswa diberi perlakuan masing-masing berupa vi E dan manipulasi massage.

Hasil:  Dari Sampel didapat nilai hitung jenis leukosi dengan nilai P Value > 0.05 kecuali pada nilai hitung trombosit dengan nilai P Value:0.069 > 0.05. Dengan demikian pemberian manipulasi massage dan Vitamin E mempengaruhi nilai hitung lekosit darah  setelah latihan fisik submaksimal.

Kata Kunci : Olahraga, Massage, Darah, Vitamin E.

 

PENDAHULUAN

Dampak positif olahraga aerob tingkat sel pada otot rangka menurut Fox (1984: 231- 44) ialah jumlah mioglobin meningkat, jumlah dan ukuran mitokhondria meningkat, glikogen otot meningkat, enzim dan oksidasi lipid meningkat.Pada olahraga anaerob sistem fosfagen meningkat, ATP-PC, enzim glikolisis meningkat. Dampak positif olahraga tingkat sistem ruang ventrikel jantung bertambah luas, isi sekuncup jantung(stroke volume) bertambah disertai penurunan denyut jantung istirahat. Volume darah yang beredar meningkat, kadar hemoglobin dan pembuluh darah kapiler yang terbuka meningkat.

Sewaktu melakukan aktivitas fisik, selain terbentuk senyawa radikal bebas, tubuh akan membentuk antibodi berupa antioksidan endogen. Apabila terjadi ketidak seimbangan pembentukan radikal bebas dengan antioksidan (stress oksidatif) pemberian antioksidan eksogen akan membantu memulihkan keseimbangan radikal bebas dengan – antioksidan.

Peningkatan jumlah lekosit mengikuti macam-macam latihan, lama durasi daribeberapa detik sampai beberapa jam (marathon dan berbaris). Besarnya peningkatanbervariasi dan ditentukan oleh kombinasi intensitas latihan dan durasi. Sebagai contoh, peningkatan sampai dua kali setelah lebih dari satu jam latihan, 2-3 kali jam latihan dan 4 kali setelah lebih dari 2 jam latihan (McCarthy dan Dale, 1988: 340).

Sirkulasi jumlah lekosit meningkat secara nyata selama latihan dan besarnyameningkat berhubungan dengan intensitas dan durasi latihan. Peningkatan jumlah lekosit terutama pada jumlah granulosit. Latihan juga meningkatkan sirkulasi jumlah limfosit dan menyebabkan perubahan pada proporsi yang relatif pada sel T, sel B dan sel NK serta pada subset sel T (CD4 dan CD8). Setelah latihan jumlah lekosit total dan granulosit tetap meningkat selama beberapa jam, sedangkan jumlah limfosit menurun di bawah garis dasar sebelumkembali ke nilai preexercise. Perubahan angka pada jumlah lekosit dan limfosit selama latihan tidak lama dan kembali normal dalam 24 jam.Perubahan ini hanya menggambarkan redistribusi keberadaan sel antar perbedaan bagian limfosit dan tidak mengidentifikasikan sintesa dari sel baru (Mackinon,1996).

Tubuh manusia mempunyai unit sistem pertahanan tubuh untuk melawan berbagai macam agen infeksius dan toksik. System ini disebut leukosit yang terdiri dari eosinofil, basofil, neutrofil, limfosit dan monosit. Dari beberapa penelitian ditemukan bahwa pemberian vitaminmemegang peranan penting dalam pembentukan limfosit menjaga system immune guna melawan agen infeksius dan toksit serta kerusakan yang diakibatkan oleh terbentuknya radikal bebas akibat kerja fisik maksimal dan lama. Sedangkan pemberian manipulasi massage yang berkaitan dengan leukosit perlu adanya pembuktian lanjut.

 

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian eksperimental laboratoris.

Rancangan penelitian ini adalah The Randomized Post Test Only Control Grup Design.

  1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Jurusan Pendidikan OlahragaUniversitas  PGRIAdibuana Surabaya.

  1. Sampel

Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini masing – masing kelompok n = 10  Masing – masing kelompok yaitu; Kelompok Perlakukan vitamin E : 10, kelompok massage ; 10, kelompok vitamin E dan Massage : 10 dan kelompok control 10.

  1. Bahan dan Instrumen Penelitian
  2. Vitamin E tablet
  3. Larutan turk untuk hitung jumlah leukosit.
  4. Darah di ambil sebanyak 3cc.
  5. Larutan ØGiemsa untuk pembuatan hapusan darah yang berfungsi untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit.
  6. Minyak emersi.
  7. Handuk
  8. Minyak massage
  9. Matras untuk alas
  10. Lintasan Lari
  11. Alat suntik lengkap
  12. Pipet leukosit.

Dilakukan uji normalitas setelah itu data yang terkumpul dari pengukuran dianalisa melalui bantuan computer program SPSS for windows dengan taraf signifikan 95%. Uji statistik yang digunakan adalah ANOVA.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

  1. Pengambilan data lapangan Data awal yang diperoleh

Hasil Yang diperoleh setelah meakukan pengumpulan data didapat berupa tabel hasil pemeriksaan Hb, Eritrosit,lekosit, limfasit.monosit, dan granula. Berikut ini akan disajikan dalam bentuk tabel.

Tabel. 1. Distribusi rata-rata masing kelompok menurut nilai hitung Hb,Trombosit,Monosit, Granula danLimfosit

Kelompok Hb       Trombosit
Mean SD 95%  CI P Value Mean SD 95%CI PValue
kontrol 14.00 1.15 13.17-14.83 259.40 64.670 213.14-305.66
massage 14.00 0.94 13.33-14.67 0.026 262.50 32.098 239.54-285.46 0.069
vitaminE 14.30 1.05 13.54-15.06 261.40 59.418 218.89-303.91
massage dan VitaminE 15.00 0.81 14.42-15.58 263.10 50.907 243.58-326.42
Kelompok            Monosit            Granula
Mean SD 95% CI P Value Mean SD 95%CI P Value
kontrol 8.00 1.764 6.74-9.26 62.90 9.65 55.99-69.81
massage 9.30 1.829 7.99-1061 0.037 63.00 8.13 57.18-68.82 0.049
vitaminE 9.20 2.201 7.63-10.77 61.80 7.51 56.43-67.17
massage dan VitaminE 9.20 1.549 8.09-10.31 70.50 5.21 66.77-74.23
Kelompok             Limfosit
Mean SD 95% CI P Value
kontrol 26.200 5.308 22.40-30.00
massage 26.600 5.543 22.64-30.56 0.046
vitaminE 30.700 5.870 26.50-34.90
massage dan VitaminE 30.200 5.266 26.43-33.97

 

Interpretasi

Dari tabel rerata di dapat bahwa terjadi perbedaan bermakna antara masing masing kelompok. Data tersebut menunjukan bahwa pada nilai Hb pada kelompok Massage dan Vitamin E menunjukan rerata yang paling tinggi dibanding dengan kelompok kontrol yaitu15.00 dibanding dengan 14.00. Pada hitung trombosit didapat rerata pada kelompok massage dan vitamin E memiliki rerata paling tinggi di banding kelompok kontrol, massage dan kelompok Vitamin E. Pada hitung jenis monosit didapat kelompok massage memiliki nilai rerata paling tinggi di banding kelompok kontrol, vitaminE dan kelompok massage vitaminE. Pada nilai hitung Hb terdapat perbedaan bermakna, hal ini dapat dilihat dengan hasil P Value: 0.026. Pada hitung monosit diperoleh nilai P value: 0.037 sehingga terdapat perbedaan bermakna antara masing-masing  kelompok. Pada hitung jenis lekosit terdapat nilai P value:0.046 yang berarti terdapat  perbedaan bermakna antara masing-masing kelompok. Pada hitung granula didapat nilai P value :0.049 yang berarti terdapat perbedaan antara masing-masing kelompok. Sedangkan pada hitung trombosit diperoleh nilai P value :0.069 yang berarti tidak terdapat perbedaan antara masing-masing kelompok.

 

Pembahasan

Dari masing kelompok didapat nilai P value < 0.05 yang berarti terdapat perbedaan antara masing-masing kelompok kecuali pada hitung trombosit sebasar P value :0.069 > 0.05 yang berarti tidak terdapat perbedaan anatara masing-masing kelompok. Saat kerja maksimal dan lama maka konsumsi oksigen dalam tubuh meningkat sampai beberapa kali dibanding konsumsi waktu istirahat (Clanton, 1999). Meningkatnya konsumsi oksigen dapat meningkatkan pembentukan senyawa oksidan melalui berbagai proses.

Mekanisme terbentuknya radikal bebas selama kerja maksimal dan lama ada 2 cara. Pertama disebabkan lepasnya elektron superoksida dari mitokondria. Pada saat aktivitas fisik maksimal terjadi peningkatan konsumsi. Penggunaan oksigen yang berlebih ini dapat memicu pembentukan radikal bebas di berbagai jaringan tubuh serta menurunkan sistem imun yaitu leukosit serta jumlah leukosit. Selama kerja maksimal dan lama, pengeluaran radikal bebas terutama superoksida dapat meningkat dalam mitokondria, atau pusat-pusat energi di dalam sel demikian juga jumlah leukosit akan meningkat  karena terjadi mobilisasi dari sumsum tulang. Sesudah kerja maksimal dan lama maka leukosit menurun akibat mobilisasi dan kerusakan leukosit akibat radikal bebas. Pemberian manipulasi massage  secara teratur akan membantu pelancaran pembuluh darah sehingga darah secara perlahan akan kembali secara normal. Pemberian vitamin E akan memberikan efek pemulihan kembali sistem antibodi dalam tubuh setelah latihan olahraga.

 

SIMPULAN

Dari hari analisis data didapat bahwa terdapat perbedaan antara masing-masing kelompok perlakuan pada hitung jenis lekosit, kecuali pada nilai hitung trombosit tidak terdapat perbedaan secara bermakna antara  masing-masing kelompok. Adanya pemberian manipulasi massage yang dikombinasi dengan asupan  vitamin E secara teratur akan membantu mengembalikan nilai hitung lekosit, sehinga akan membantu secara perlahan peningkatan kembali sistem antibodi setelah melakukan aktifitas fisik berat.

 

Daftar Pustaka

Adam, GM. 2002. Exercise Physiologi, laboratory manual, New York, Mcgraw-Hill Companis MC.

Albina JE, Reichner JS.1998. Role of nitric oxide in mediation of macrophage cytotoxicity and apoptosis.Cancer Metatasis Rev. 17:38-53.

Allen RG, Tressini M. Oxidative stress and gene regulation.2000. Free Radical Biol Med. 28:463-99.

Anonym. Facts About Dietary Supplements, December 9, 2002. Didapatdari: www.cc.nih.gov/ccc/supplements/selen.html.

Araujo V, Arnal C, Boronat M, et al.1998. Oxidant-anti oxidant imbalance in blood of children with juvenile rheumatoid arthritis.Bio Factor. 8:155-59.

Ardle, Mc.1981.Exercise Physiology Energi. Nutrition and Human Performance.Philadelphia: Lea &Febiger.

Astrand, P.O.andRodahl, K.1970. Text Book of Work Physiologi.3th ed. New York: Mc. Graw Hill Book Company.

Barja, G.C. 1994. Free Radical and Respiration.New York: Oxford University Press.

Bagchi, D.C. 2000. Oxygen Free Radical Scavenging Abilities of Vitamin C and E. Illionis : AOCS Press.

Bendich, A. 1991.Exercise and free radicals: effect of antioxidant vitamins. Med Sport Sci:            32: 59 – 78.

Bompa, O.T.1990. Theory and Methodology of Training.Dubuque, Iowa :Kendal/Hunt Publishing Company.

Bompa, Tudor O. 1994. Theory and Methodology of Training: The Key to Athelic Performance. Kendall/Hunt Publishing Company, IOWA. USA.

Casaburi, R. (1992), Principles of Exercise Training. American College of Chest

Physicians, 101, 263-267.

Cooper, K.H.2000. Antioxidant Revolution, Tennessee, Thomas Nelson Publishers.

Devlin, M.T. 2002. Bioenergetics and oxidative metabolism In: Biochemistry with clinical correlations. 5th ed. Wiley-liss, Canada. 590-592.

Droge W.2002. Free radicals in the physiological control of cell function. Physiol Rev. 82:47-95.

Evans, W. J. (2000), Vitamin E, vitamin C, and exercise.Am J ClinNutr, 72, 647S-52S.

Foss L.M.1998.Physiology basis for exercise and sport. New York: McGraw Hill Book Company.

Fox , Bowers R.W, Foss M.L. The Physiological Basis for Exercise and Sport, 5th ed. Dubuque :Wm C Brown Communications Inc.

Ganong WF, 2001. Review in medical physiology, 20th ed. USA: McGraw-Hill Company.

Gervino EV, Douglas PS,1993.The Benefits and Risk of Edurance Exercise . In J Sport Cardiol 2.p73-78

Gutman, 2002.Leukosite and Immune System.Sports Medicine 671-672.

Halliwell B,1999. Free Radicals in Biology and Medicine .Oxford, New York, Toronto. P.10

Hanafiah, K.A. 2003.RancanganPercobaan :Teori&Aplikasi. Raja GrafindoPersada. Jakarta, hal 1 – 9

Harjanto. 2005. Pertanda biologis dan faktor yang mempengaruhi derajat stress oksidatif pada latihan olahraga aerobik sesaat. Penelitian eksperimental laboratoris.

Hertanti, M. Pardene, H., Kodariah, R. 1999. Kadar Imonoglobin A Dalam Air Liur Atlit Pasca Pertandingan. Majalah Kedokteran  Indonesia.

Inoue M.2001. Protective mechanisms against reactive oxygen species. In: Arias IM The liver biology and pathobiology Lippincott Williams and Wilkins 4th-ed. Philadelphia. 281-90.

Ji LL,1999. Antioxidants and Oxidative Stress In Exercise. Society for experimental Biology and medicine (222) p. 283-292.

Jimmy, 2010.Immune System, Exercise and Oxidative Stress.Experimental Blood and Immune System.131-132.

KDIKeolahragaan.2000.IlmuKeolahragaandanRencanapengembangannya.Jakarta :Depdiknas.

Kiyatno, (2009), Antioksidan Vitamin dan Kerusakan Otot pada Aktivitas Fisik Studi Eksperimen pada Mahasiswa JPOK-FKIP UNS Surakarta,Volume 43, Nomor 6, Tahun 2009.

Ksing, (2000), Physiology of Immune System and Exercise.Sports Medicine and Physiology 98-100

Kusumawati, Diah. 2004. Bersahabat Dengan Hewan Coba. Gajah Mada University Press. Yogyakarta

Len J, Davies CT, Young K. 2002. Changes in indicator of inflammation after eccentric exercise of the elbow flexors, Med Sci Sport Med 25: 236-9.

Leeuwenburgh&Heinecke (2001).Sports and Stress Oxidative.Med Sci Sport Med 32: 158-159.

Margaritis, I., Palazzetti, S., Rousseau, A. S., Richard, M. J. &Favier, A. (2003), Antioxidant supplementation and tapering exercise improve exercise-induced antioxidant response. J Am CollNutr, 22, 147-56.

Miras, Lindley and Miras, Cecille. 2008. Dosage of Glutathione As an Antioxidant and For Whitening Purposes.© 2011 EzineArticles.com – All Rights Reserved Worldwide.http://EzineArticles.com/?expert=Lindley_Miras.

Ong NO, Chia SE. 2001. Oxidative damage antioxidant and human sperm. In: Nasretman, Packer, editors. Micronutrients and health; molecular, biological mechanism. Illionis: AOCS Pers.

Poli G. Liver damage due to free radicals.B M Bull. 49;1993:604-20.

Proctor PH, Reynolds ES.Free radicals and disease in man.PhysiolChemPhys Med. 16;1984:175-95.

Rost RE,1993. Cardiovaskular incidents during Physical Activity .Int J Sport Cardiol 2.p.11-18

Senturk, U. K., Gunduz, F., Kuru, O., Kocer, G., Ozkaya, Y. G., Yesilkaya, A., Bor-

Kucukatay, M., Uyuklu, M., Yalcin, O. &Baskurt, O. K. (2005), Exerciseinduced oxidative stress leads hemolysis in sedentary but not trained humans. J ApplPhysiol, 99, 1434-41.

Sjodin B, HellstenWesting Y, Apple FS, 1990.Biochemical Mechanism for Oxygen Free Radicals formation during exercise.Sports Med; 10 (4) :236-254

Sugiharto. 2005. Fragilitas Osmotik Eritrosit pada aktivitas Fisik Aerobik. Jurnal Iptek Olahraga. Vol 7, no 3, september 2005 : 160 – 169

Tambunan, S.D. 2004. Pemberian Suplemen Vitamin C dan Vitamin E pada Olahraga. Majalah Gizmindo.

Wirakusumah, E. S., 2000, TetapBugar di UsiaLanjut. TrubusAgriwidya. Jakarta. Hal. 6 – 97.

Wuryastuti, H., 2000, Stress OksidatifdanImplikasinyaTerhadapKesehatan, (Pidato) Pengukuhan Guru BesarFakultasKedokteranHewan, UGM, 39 halaman.