PROGRAM BIMBINGAN KARIER UNTUK MENGEMBANGKAN KONSEP DIRI DALAM PEMILIHAN KARIER SISWA SMA


PSIKOLOGI KONSELING || Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling
Volume 8 || Nomor 01 || Juni 2016 || ISSN: 2085-8086 || Online Jurnal: 2502-7190
Penerbit : Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Unversitas Negeri Medan

Penulis  : Aniek Wirastania

PDF

Abstract

The concept of self is the whole (totality) of the application of a person against himself, about his attitude and overall self-image. Career guidance program is defined as a series of activities to obtain or assist something that is based on the development of the theory applied in practice. This study will look at the effectiveness of career guidance program to develop students’ self-concept in selecting a career.

This study uses a quantitative approach. The method used in this study is a quasi-experimental design (quasi-experimental). Collecting data in this study is done through documentation method. The procedure of collecting data in this research is data collection techniques using test instruments and nontes. The test instrument using a questionnaire concept in selecting a career, while non-test using observation and documentation. The data analysis was conducted using the Wilcoxon test testing done using SPSS 17, the result of 0, 018. These values ​​are significant differences in self-concept scores in the selection of the student’s career before and after the sessions of career counseling program.

Results of this study are career guidance program can efetif in developing the concept of a career in the selection of students.

 

Keywords: Self-concept, Election Career, Career Guidance Program

 

Abstrak

Konsep diri adalah keseluruhan (totalitas) dari penerapan yang dimiliki seseorang terhadap dirinya, sikap tentang dirinya dan keseluruhan  gambaran diri. Program bimbingan karier didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan  untuk mendapatkan atau membantu sesuatu yang  berdasarkan pada pengembangan teori yang diaplikasikan secara nyata. Penelitian ini akan melihat efektifitas program bimbingan karier dalam mengembangkan konsep diri siswa dalam pemilihan karier.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  quasi experimental design (eksperimen semu). Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui metode dokumentasi. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes dan nontes. Instrumen tes dengan menggunakan angket konsep diri dalam pemilihan karier, sedangkan non tes dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji wilcoxon yang pengujiannya dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS 17, didapatkan hasil 0, 018. Nilai ini bermakna terdapat perbedaan skor konsep diri dalam pemilihan karier siswa sebelum dan sesudah mengikuti sesi program bimbingan karier.

Hasil penelitian ini adalah program bimbingan karier dapat efetif dalam mengembangkan konsep diri dalam pemilihan karier siswa.

 

Kata Kunci : Konsep Diri,  Pemilihan Karier,  Program Bimbingan Karier

 

LATAR BELAKANG MASALAH

Perkembangan ilmu  pengetahuan dan teknologi berjalan dengan begitu cepat, sehingga perbaikan kegiatan belajar dan mengajar juga harus segera dilakukan secara maksimal agar mutu pendidikan juga mengalami peningkatan. Peningkatan kualitas pendidikan akan dapat memberikan implikasi yang luas terhadap pemikiran manusia dalam berbagai bidang, oleh karena itu para generasi muda harus banyak belajar agar dapat menjadi seorang manusia yang terdidik dan dapat memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Idealisme pendidikan nasional  yang diusung di atas masih berbenturan dengan kondisi realitas yang ada. Saat ini dilapangan masih sering kita lihat bahwa banyak sekali siswa yang menganggap diri mereka bodoh, tidak memiliki kemampuan dan hal ini dapat kita maknai bahwasanya konsep diri negatif masih sangat banyak dimiliki oleh para siswa.  Konsep diri yang bersifat negatif ini selanjutnya akan dapat menghambat perkembangan vokasional. Hal ini sejalan dengan pendapat Super yang menyatakan bahwa konsep diri sangat dibutuhkan dalam perkembangan vokasional siswa, dan bila seseorang kurang memiliki konsep diri maka perkembangan vokasionalnya akan terhambat dan membuat perkembangan kariernya terhenti.

Konsep diri adalah merupakan salah satu bagian yang sangat dibutuhkan dalam perkembangan vokasional manusia. Konsep diri  menurut Burns (dalam Slameto, 1988: 184) menyatakan bahwa “The self concept refers to the connection of attitude and beliefs we hold about ourselves” yang berarti konsep diri adalah hubungan antara sikap dan keyakinan dirinya sendiri. Sedangkan konsep diri menurut  Gage dan Barliner (dalam Prayitno, 2002: 118) adalah keseluruhan (totalitas) dari penerapan yang dimiliki seseorang terhadap dirinya, sikap tentang dirinya dan keseluruhan  gambaran diri. Menurut Super (dalam website : http://makalahkitasemua.blogspot.com/2010/06/teori-donald-super.html) konsep diri merupakan unsur yang penting dalam proses perkembangan vokasional. Salah satu tahap perkembangan vokasional yang memiliki peranan penting adalah pada pemilihan karier.

Pemilihan karier merupakan, salah satu penyesuaian diri yang dialami siswa di Sekolah Menengah Atas adalah ketika menghadapi pemilihan karier. Pemilihan karier yang dimaksud di sini adalah jurusan, Pemilihan jurusan merupakan keputusan kecil dari suatu karier, dan jurusan merupakan salah satu faktor penentu karier seseorang kelak. Siswa dalam pemilihan karier harus bisa memiliki konsep diri yang kuat sehingga dapat menyesuaikan diri dengan karier yang dijalaninnya agar siswa dapat menjalankan pilihan kariernya tanpa beban dan tidak mengalami maladjustment yang ditandai dengan perilaku menyimpang.

Layanan bimbingan dan konseling sebagai salah satu bagian penting dalam pelaksanaan  pendidikan, mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam membina perkembangan peserta didik untuk mampu membantu diri sendiri dalam memilih dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab sehingga menjadi manusia yang berkembang optimal, produktif dan berbudaya. Prinsip bimbingan dan konseling adalah “Guidance For All”,  artinya individu memiliki hak yang sama dalam mendapatkan layanan bimbingan dan konseling, siapa pun individu itu, dari mana pun individu itu berasal, dan bagaimana pun kondisi individu itu memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan. (Nurihsan & Yusuf, 2009: 17)

Layanan dasar bimbingan merupakan layanan bantuan bagi peserta didik melalui kegiatan-kegiatan kelas atau di luar kelas yang disajikan secara sistematis, dalam rangka membantu siswa mengembangkan potensinya secara optimal. Layanan bimbingan bertujuan untuk membantu semua peserta didik agar memperoleh keterampilan dasar hidupnya. Yusuf dan Nurihsan  (2009 :26) merumuskan tujuan dari layanan bimbingan sebagai upaya dalam membantu siswa agar memiliki kesadaran pemahaman tentang diri dan lingkungannya, mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang tepat bagi penyesuaian dirinya dengan lingkungannya, mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, serta mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya.

Bimbingan karir merupakan salah satu bimbingan yang dilaksanakan di sekolah dengan tujuan mengupayakan timbulnya kesadaran diri siswa akan pilihan karirnya di masa depan. Menyadari keadaan yang demikian perlu dilaksanakan bimbingan karir yang menekankan kegiatan-kegiatan dan informasi yang sistematis tentang dunia kerja dan alternatif pendidikan di masa datang. Informasi tentang karir perlu dikomunikasikan secara seksama kepada siswa. Informasi tentang dunia kerja dan pendidikan di masa depan terutama berkaitan dengan sikap atau tingkah laku tidak selalu dapat diinformasikan secara lisan. (Ketut S, 1994: 548).

Salah satu model bimbingan yang dipandang efektif dalam mengembangkan konsep diri dalam pemilihan karier siswa adalah dengan merancang program bimbingan  karier Bimbingan karier menurut Nathan and Hill (2006: 10)  dapat dimaknai dalam definisi lebih luas yaitu sebagai berikut: “…Bimbingan karir sebagai sarana yang memfasilitasi konseli untuk dapat memanajemen diri mereka agar dapat memahami kemamapuan dan kompetensi mereka, sehingga nilai-nilai intrinsik dalam diri seorang individu dapat muncul.  Pernyataan ini secara langsung menjelaskan bahwa bimbingan karier mengandung konsep yang luas namun tetap menitik beratkan pada perencanaan kehidupan seseorang dengan mempertimbangkan keadaan dirinya dengan lingkungannya agar ia memperoleh pandangan yang lebih luas tentang pengaruh dari segala peranan positif dan dilaksanakannya dalam masyarakat.

Berdasarkan uraian di atas maka  penelitian ini  mengusung judul “PROGRAM BIMBINGAN KARIER  UNTUK MENGEMBANGKAN KONSEP DIRI DALAM PEMILIHAN KARIER SISWA Sekolah Menengah Atas”

Penelitian ini penting dilakukan mengingat konsep diri merupakan bagian utama yang dibutuhkan  dalam perkembangan vokasional. Kurangnya konsep diri siswa akan dapat menghambat perkembangan vokasional dimana hal ini diawali dengan seorang pribadi tidak dapat menentukan pilihan karier yang akan dijalani dalam kehidupannya.

 

TINJAUAN PUSTAKA

  1. Definisi Konsep Diri
  • Konsep diri adalah merupakan salah satu bagian yang sangat dibutuhkan dalam perkembangan vokasional manusia. Konsep diri menurut Rudolph F. Verderber (dalam Sorbur, 2003: 506) mendefinisikan konsep diri sebagai “A collection of perception of every aspect of your being , your apperarance, physical and mental capabilities, vocational potencial, size, strength and so forth” yang  bila diterjemahkan bermakna sebuah kumpulan  dari persepsi setiap aspek dari keberadaan diri, penampilan, kemampuan fisik dan mental, potensi kejuruan, ukuran, kekuatan dan sebagainya. Sedangkan konsep diri menurut  Gage dan Barliner (dalam  Prayitno, 2002: 118) adalah keseluruhan (totalitas) dari penerapan yang dimiliki seseorang terhadap dirinya, sikap tentang dirinya dan keseluruhan  gambaran diri.
  • Aspek Konsep Diri
  1. E. Hamachek (Rakhmat, 1994: 106) menyebutkan aspek-aspek dari konsep diri yaitu :
  2. Menyakini betul nilai-nilai dan prinsip-prinsip tertentu dan bersedia mempertahankannya, walaupun menghadapi pendapat kelompok yang kuat.
  3. Mampu bertindak berdasarkan penilaian yang baik tanpa merasa bersalah yang berlebihan atau menyesali tindakannya jika orang lain tidak menyetujui tindakannya.
  4. Tidak menghabiskan waktu yang tidak perlu untuk mencemaskan apa yang akan terjadi besok, apa yang terjadi waktu yang lalu, dan apa yang terjadi waktu yang sekarang.
  5. Memiliki keyakinan pada kemampuannya untuk mengatasi persoalan walaupun ketika menghadapi kegagalan ataupun kemunduran.
  6. Merasa sama dengan orang lain.
  7. Sanggup menerima dirinya sebagai orang yang penting dan bernilai bagi orang lain.
  8. Dapat menerima pujian tanpa berpura-pura, rendah hati dan menerima penghargaan tanpa merasa bersalah.
  9. Cenderung menolak usaha orang lain untuk mendominasinya.
  10. Sanggup mengaku kepada orang lain bahwa ia merasakan berbagai dorongan dan keinginan dari perasaan marah sampai cinta, sedih sampai bahagia, dari kecewa yang mendalam sampai kepuasan yang mendalam pula.
  11. Mampu menikmati dirinya secara utuh dalam berbagai kegiatan yang meliputi pekerjaan, permainan, ungkapan diri yang kreatif, persahabatan, atau sekedar mengisi waktu.
  12. Peka pada kebutuhan orang lain, pada kebiasaan sosial yang telah diterima, dan terutama sekali pada gagasan bahwa ia tidak bisa bersenang-senang dengan mengorbankan orang lain.

3) Pemilihan Karier

Krech, Cruthfield, dan Ballachey (dalam Harahap, 1993 : 33) mendefinisikan pemilihan karier sebagai suatu usaha individu mempersiapkan diri untuk memasuki karier yang berhubungan dengan pekerjaan melalui serangkaian proses kegiatan yang terarah dan sistematis sehingga mampu memilih karier sesuai yang diinginkan.

4)Aspek-aspek Pemilihan Karier

Aspek-aspek yang mempengaruhi dalam pemilihan karier menurut Harahap (1993: 39) antara lain sebagai berikut :

  1. Faktor Sosial
  2. Kelompok primer yaitu kelompok yang erat hubungannya dengan individu, seperti keluarga.
  3. Kelompok sekunder yaitu kelompok yang tidak erat hubungannya dengan individu. Seperti : teman sebaya
  4. Faktor Pribadi
  5. Kemampuan intelegensi
  6. Bakat
  7. Minat
  8. Sikap
  9. Kepribadian
  10. Hobi
  11. Prestasi
  12. Pengalaman kerja
  13. Pengetahuan tentang dunia kerja
  14. Kemampuan dan keterbatasan fisik
  15. Imbalan uang yang diharapkan
  16. Ketersediaan kesempatan kerja.

 

  • Bimbingan Karier

Bimbingan karier menurut Nathan and Hill (2006: 10)  dapat dimaknai dalam definisi lebih luas yaitu sebagai berikut: “…Bimbingan karir sebagai sarana yang memfasilitasi konseli untuk dapat memanajemen diri mereka agar dapat memahami kemamapuan dan kompetensi mereka, sehingga nilai-nilai intrinsik dalam diri seorang individu dapat muncul. Bimbingan terkait dengan perkembangan kemampuan kognitif dan afektif maupun keterampilan seseorang dalam mewujudkan konsep diri yang positif, memahami proses pengambilan keputusan maupun perolehan pengetahuan dan keterampilan yang membantu dirinya memasuki kehidupan, tata hidup dari kejadian dalam kehidupan yang terus menerus berubah, tidak semata-mata terbatas pada bimbingan jabatan atau bimbingan tugas .”

 

METODE PENELITIAN

  • Pendekatan dan Metode Penelitian

Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang dilakukan guna mendapatkan gambaran secara empirik perkembangan konsep diri pemilihan karier siswa  sebelum dan sesudah dilaksanakan pelayanan, serta data empirik tingkat efektivitas program bimbingan karier dalam mengembangkan konsep diri pemilihan karier siswa. Selain pendekatan kuantitatif, guna memperjelas hasil penelitian maka pendekatan kualitatif juga digunakan untuk dapat menjelaskan hasil penelitian secara lebih detail dengan melakukan triangulasi data.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  quasi experimental design (eksperimen semu). Penggunaan metode quasi experimental design dilakukan agar dapat mencapai tujuan penelitian yaitu mengujicobakan efektivitas  program bimbingan karier untuk mengembangkan konsep diri pemilihan karier siswa.

  • Rancangan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama dilakukan untuk mengetahui gambaran umum konsep diri dalam pemilihan karier siswa, tahap ke kedua memperoleh program bimbingan karier yang dapat mengembangkan konsep diri pemilihan karier siswa, dan tahap ketiga menerapkan program bimbingan karier yang telah dirancang dan melakukan revisi.

  • Metode Pengumpulan Data

teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes dan nontes. Instrumen tes digunakan untuk mengumpulkan informasi data tentang kondisi konsep diri pemilihan karier siswa. Pengisian instrumen ini dilakukan pada saat sebelum perlakuan dan sesudah dilakukannya perlakuan guna melihat bagaimana efektivitas program bimbingan karier dalam mengembangkan konsep diri pemilihan karier siswa. Angket yang digunakan sebagai instrumen tes dalam penelitian ini agar menjadi sebuah alat ukur yang valid dan reliabel terhadap aspek yang diukur, maka sebelum digunakan angket ini dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas yang penghitungannya dilakukan dengan bantuan Instrumen non tes yang digunakan adalah dokumentasi dan observasi, dan wawancara yang bersifat triangulasi, yaitu mengembangkan  berbagai teknik pengumpulan data secara gabungan.program komputer SPSS 17.

 

  • Metode Analisis Data

Pengujian efektivitas program bimbingan pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data metode non parametrik. Pengujian yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Penggunaan Uji Wilcoxon dilakukan karena variabel data yang ada dalam penelitian ini adalah variabel data ordinal, selain itu, uji Wilcoxon tidak menerapkan syarat-syarat mengenai parameter-parameter populasi penelitian. Uji Wilcoxon adalah pengujian yang dilakukan dengan mencari perbedaan mean pre-test dan post-test.

 

HASIL PENELITIAN

Studi pendahuluan yang dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa konsep diri siswa dalam pemilihan karier  di SMA Kristen YBPK 1 Surabaya secara umum memiliki tingkat sedang.

. Karakteristik  konsep diri pemilihan karier pada siswa kelas XI IPA 1 SMA YBPK Surabaya  adalah sebesar 18, 4 % termasuk kategori tinggi, sebesar 63, 2 % termasuk kategori sedang, dan sisanya sebesar 18, 4 % termasuk kategori rendah. Hasil studi pendahuluan ini dapat menegaskan  bahwa terdapat keragaman  pada perkembangan konsep diri siswa dalam pemilihan karier. Kondisi ini dapat dimaknai  bahwa konsep diri siswa dalam pemilihan karier siswa dapat berkembang dan ditingkatkan melalui dukungan fasilitas yang bisa meningkatkan perkembangan konsep diri dalam pemilihan karier.

Konsep diri dalam pemilihan karier dalam penelitian ini dimaknai sebagai suatu kondisi penerimaan sikap orang lain terhadap dirinya, sikap tenang dalam menentukan pilihan kariernya, serta pemahaman individu terhadap keseluruhan tentang gambaran dirinya.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari tiga aspek yang menjadi dasar konsep diri siswa dalam pemilihan karier ini bila kita lihat secara tingkat pencapaian siswa, yang paling tinggi adalah pada aspek bagaimana  kondisi penerimaan sikap orang lain terhadap dirinya. Kondisi ini terjadi dikarenakan penerimaan sikap orang lain secara langsung menurut mereka memberikan makna bahwa mereka memiliki hubungan sosial yang baik dengan lingkungan sekitar. Hal ini berbeda dengan pada dua aspek yang lain yaitu  tentang bagaimana ketenangan mereka dalam menentukan kariernya serta  bagaimana pemahaman mereka tentang gambaran dirinya.

Penemuan pada studi pendahuluan menunjukkan bahwa perkembangan konsep diri dalam pemilihan karier siswa  secara umum di SMA Kristen YBPK 1 Surabaya  yang dijadikan sebagai tempat pelaksanaan penelitian sudah cukup baik. Kondisi ini menandakan bahwa kehidupan sehari-hari memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan konsep diri siswa dalam pemilihan karier. Pengalaman  hidup sehari-hari  dan pengaruh lingkungan yang ada di sekitar  siswa memberikan dampak yang positif maupun negatif terhadap seluruh aspek perkembangan siswa.

Pengembangan konsep diri dalam pemilihan karier siswa merupakan salah satu tujuan dalam proses pendidikan yaitu menunjang dalam perkembangan vokasional manusia. Hal ini senada dengan pendapat Super (dalam website : http://makalahkitasemua.blogspot.com/2010/06/teori-donald-super.html) yang menyatakan bahwa konsep diri merupakan unsur yang penting dalam proses perkembangan vokasional. Salah satu tahap perkembangan vokasional yang memiliki peranan penting adalah pada pemilihan karier.

Salah satu model bimbingan yang dipandang efektif dalam mengembangkan konsep diri dalam pemilihan karier siswa adalah dengan merancang program bimbingan  karier Bimbingan karier menurut Nathan and Hill (2006: 10)  dapat dimaknai dalam definisi lebih luas yaitu sebagai berikut: “…Bimbingan karir sebagai sarana yang memfasilitasi konseli untuk dapat memanajemen diri mereka agar dapat memahami kemamapuan dan kompetensi mereka, sehingga nilai-nilai intrinsik dalam diri seorang individu dapat muncul.  Pernyataan ini secara langsung menjelaskan bahwa bimbingan karier mengandung konsep yang luas namun tetap menitik beratkan pada perencanaan kehidupan seseorang dengan mempertimbangkan keadaan dirinya dengan lingkungannya agar ia memperoleh pandangan yang lebih luas tentang pengaruh dari segala peranan positif dan dilaksanakannya dalam masyarakat.

Hasil pelaksanaan program bimbingan karier yang menunjukkan hampir semua indikator mengalami perubahan yang positif.  Perubahan  konsep diri dalam pemilihan karier siswa  yang terjadi pada siswa kelas XI IPA 1 SMA Kristen YBPK 1 Surabaya menunjukkan keberagaman, dimana ada peserta didik yang mengalami perubahan signifikan.

Capaian skor perubahan konsep diri pada pemilihan karier siswa yang dilihat berdasar pada hasil pretest dan posttest dimana selanjutnya dilakukan pengujian dengan menggunakan uji wilcoxon didapatkan  Asymp. Sig. = 0.018. Hasil nilai Asymp. Sig. = 0.018 < α = 0.05 maka Ho ditolak dan H1 diterima. Artinya, terdapat perbedaan skor konsep diri dalam pemilihan karier siswa sebelum dan sesudah mengikuti sesi program bimbingan karier. Perubahan yang terjadi pada siswanya juga beraneka ragam. Kondisi ini dapat terlihat dari keberagaman capaian skor siswa pada setiap indikator pada pra layanan dan pasca layanan yang menunjukkan peningkatan.

Berdasarkan pada pengamatan yang dilakukan pada kelompok eksperimen dengan menggunakan pedoman observasi yang dilakukan pada sesi pretest. Berdasarkan kegiatan pretest yang dilakukan pada kelompok eksperimen melalui pengamatan observer dengan menggunakan pedoman observasi didapatkan  7 peserta didik yang memiliki tingkat konsep diri dalam pemilihan karier rendah.

Siswa  kelas XI IPA 1 SMA Kristen YBPK 1 Surabaya yang melaksanakan kegiatan ini adalah yang dinilai memiliki tingkat konsep diri dalam pemilihan karier rendah dimana kondisi  ini nampak dengan jelas selama pelaksanaan kegiatan observasi. Peserta didik yang memiliki tingkat konsep diri dalam pemilihan karier rendah dan dibagi berdasar jenis kelamin siswa adalah sebagai berikut dengan no presensi 3, 20, 22, 26, 32, 34, dan 38. Berikut adalah penjelasan tentang perilaku yang ditunjukkan para peserta dengan konsep diri dalam pemilihan karier rendah selama pelaksanaan program bimbingan karier.

Selama pelaksanaan program bimbingan karier  berlangsung semua siswa yang termasuk dalam kategori siswa dengan konsep diri dalam pemilihan karier rendah melaksanakan kegiatan ini dengan penuh semangat. Mereka melaksanakan kegiatan dengan tertib, dan semua pelaksanaan program bimbingan karier yang telah disusun secara khusus untuk dapat meningkatkan konsep diri dalam pemilihan karier dapat dilaksanakan dengan baik. Pelaksanaan program bimbingan karier dilakukan sejak 1 November 2014 sampai dengan tanggal 15 Januari 2015. Pelaksanaan program bimbingan dilakukan sesuai dengan pengondisian sekolah dan dilaksanakan ketika jam pelajaran bk berlangsung di kelas. Program bimbingan karier ini dilaksanakan secara langsung pada semua siswa di kelas XI IPA 1, namun yang mendapatkan perhatian khusus adalah 7 siswa yang termasuk kategori konsep diri rendah dalam pemilihan karier. Tujuh siswa tersebut melaksanakan kegiatan dengan aktif, bahkan pada siswa dengan absen no 20 dan 32 selalu aktif dalam mengeluarkan pendapatnya pada setiap kegiatan program bimbingan karier berlangsung. Berikut ini penjelasan perkembangan setiap siswa yang dilihat berdasar pada perbandingan hasil pretest dan post test instrumen konsep diri dalam pemilihan karier siswa.

  1. Siswa Presensi No. 3

Siswa ini mengalami perkembangan yang cukup baik bila dibandingkan pada saat kondisi sebelum pelaksanaan program bimbingan. Perkembangan yang terjadi pada siswa ini terlihat pada meningkatnya kepercayaan dirinya dalam menentukan pilihan tanpa mendapat pengaruh dari teman-teman sekitarnya, lebih pandai dalam memanfaatkan waktu yang ada, lebih merasa nyaman saat berkumpul bersama teman-teman yang lain, dan perubahan penting yang lain adalah  siswa dapat lebih berani dalam mengutarakan pendapatnya.

 

  1. Siswa Presensi No. 20

Siswa ini mengalami perkembangan yang baik pada saat kondisi setelah pelaksanaan program bimbingan. Perkembangan yang terjadi pada siswa ini terlihat pada meningkatnya kepercayaan dirinya dalam menentukan pilihan tanpa mendapat pengaruh dari teman-teman sekitarnya, lebih pandai dalam memanfaatkan waktu yang ada, lebih merasa nyaman saat berkumpul bersama teman-teman yang lain.

 

  1. Siswa Presensi No. 22

Siswa ini mengalami perkembangan yang cukup baik bila dibandingkan pada saat kondisi sebelum pelaksanaan program bimbingan. Perkembangan yang terjadi pada siswa ini terlihat pada meningkatnya kepercayaan dirinya dalam menentukan pilihan tanpa mendapat pengaruh dari teman-teman sekitarnya, lebih pandai dalam memanfaatkan waktu yang ada, lebih merasa nyaman saat berkumpul bersama teman-teman yang lain, dan perubahan penting yang lain adalah  siswa dapat lebih aktif dalam menyampaikan pendapatnya saat kegiatan berkelompok.

 

  1. Siswa Presensi No. 26

Siswa ini mengalami perkembangan yang cukup baik bila dibandingkan pada saat kondisi sebelum pelaksanaan program bimbingan. Perkembangan yang terjadi pada siswa ini terlihat pada meningkatnya kepercayaan dirinya dalam menentukan pilihan tanpa mendapat pengaruh dari teman-teman sekitarnya, lebih pandai dalam memanfaatkan waktu yang ada, lebih merasa nyaman saat berkumpul bersama teman-teman yang lain, dan perubahan penting yang lain adalah  siswa dapat lebih berani dalam mengutarakan pendapatnya.

 

  1. Siswa Presensi No. 32

Siswa ini mengalami perkembangan yang cukup baik bila dibandingkan pada saat kondisi sebelum pelaksanaan program bimbingan. Perkembangan yang terjadi pada siswa ini terlihat pada meningkatnya kepercayaan dirinya dalam menentukan pilihan tanpa mendapat pengaruh dari teman-teman sekitarnya, lebih pandai dalam memanfaatkan waktu yang ada, lebih merasa nyaman saat berkumpul bersama teman-teman yang lain, dan perubahan penting yang lain adalah  siswa dapat lebih berani dalam mengutarakan pendapatnya.

 

  1. Siswa Presensi No. 34

Siswa ini mengalami perkembangan yang cukup baik bila dibandingkan pada saat kondisi sebelum pelaksanaan program bimbingan. Perkembangan yang terjadi pada siswa ini terlihat pada meningkatnya kepercayaan dirinya dalam menentukan pilihan tanpa mendapat pengaruh dari teman-teman sekitarnya, lebih pandai dalam memanfaatkan waktu yang ada, lebih merasa nyaman saat berkumpul bersama teman-teman yang lain, dan perubahan penting yang lain adalah  siswa lebih termotivasi dalam mengukir prestasi untuk bekal di masa depan.

 

  1. Siswa Presensi No. 38

Siswa ini mengalami perkembangan yang cukup baik bila dibandingkan pada saat kondisi sebelum pelaksanaan program bimbingan. Perkembangan yang terjadi pada siswa ini terlihat pada meningkatnya kepercayaan dirinya dalam menentukan pilihan tanpa mendapat pengaruh dari teman-teman sekitarnya, lebih pandai dalam memanfaatkan waktu yang ada, lebih merasa nyaman saat berkumpul bersama teman-teman yang lain, dan perubahan penting yang lain adalah  siswa dapat lebih berani dalam menentukan pemilihan arah kariernya.

 

KESIMPULAN

Konsep diri pemilihan karier siswa kelas XI IPA 1 SMA YBPK Surabaya  secara umum memiliki tingkatan yang sedang.  Hasil studi pendahuluan ini dapat menegaskan bahwa terdapat keragaman pada perkembangan konsep diri dalam pemilihan karier siswa. Kondisi ini dapat dimaknai dengan potensial, dimana konsep diri dalam pemilihan karier  siswa dapat berkembang  dan ditingkatkan melalui dukungan fasilitas yang dapat meningkatkan perkembangan konsep diri dalam pemilihan karier siswa.

Peningkatan konsep diri dilakukan dengan memfasilitasi siswa kelas XI IPA 1 SMA YPBK Surabaya dengan pemberian layanan program bimbingan karier.  Konsep diri merupakan hubungan antara sikap dan keyakinanan, dima a konsep diri ini merupakan keseluruhan dari penerapan yang dimiliki seseorang terhadap dirinya. Sikap tentang dirinya dan keseluruhan gambaran diri. Kurang berkembangnya konsep diri siswa dalam pemilihan karier ini terjadi karena dominasi orang tua dalam menentukan pilihan karier anaknya yang  hal ini bisa mengakibatkan konsep diri dalam pemilihan karier siswa tidak berkembang dengan baik.

Setelah dilakukan intervensi degan penerapan program bimbingan karier yang digunakan untuk mengatasi permasalahan konsep diri pemilihan karier siswa ini memberikan sebuah pengaruh yang cukup baik. Salah satu hal penting yang dapat diambil dari program bimbingan karier ini adalah siswa memahami begitu pentingnya pemahaman konsep diri dalam pemilihan karier terhadap masa depan mereka

 

DAFTAR PUSTAKA

Borg, R Walter & Gall.  Meredith  D & Joyce. P (2003). Educational Research. United States Of America : Pearson Education Inc Corporation

Creswell, J. W. & Vicky L. Plano Clark (2007).  Designing and Conducting Mixed Methods Research. London: Sage Publications,  Inc.

Harahap, Dewi Yanti. (1998). Pemilihan Karier. Solo.

Hurlock B. Elizabeth. (1994). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta : Erlangga

Irawan. (2010). Logika dan Prosedur Penelitian. Jakarta, STIA-LAN

Konselor Indonesia. (2011). Tahap Pelaksanaan Konseling  Kelompok [Online] http://belajarpsikologi.com/tahap-pelaksanaan-konseling-kelompok/ Tersedia : (14 Juni 2010)

Mamat Supriatna. (2010). Layanan Bimbingan Karir Di Sekolah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Psikologi dan Bimbingan.

Makalah Kita Semua. (2010). Teori Donald Super [Online] http://makalahkitasemua.blogspot.com/2010/06/teori-donald-super.html) tersedia : 1 Juni 2010

Nathan, Robert &Hill, Linda. (2006). Career Counseling (Second Edition). London. Sage Publication.

Nurihsan, Juntika & Yusuf, Syamsu. (2009). Landasan Bimbingan & Konseling. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.

Prayitno, Elida. 2002. Psikologi Perkembangan Remaja. Padang : Jurusan Bimbingan Konseling FIP UNP

Rakhmat, Jalaluddin. 1994. Psikologi Komunikasi, Bandung. PT Remaja Rosdakarya

Psikologi WordPress. (2011). Konseling  Kelompok [Online] http://ilmupsikologi.wordpress.com/tag/bimbingan-kelompok/ Tersedia : ( 1 Juni 2009)

Sudrajat, Akhmat. (2008). Konsep Bimbingan Karier [Online] http :website http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/07/konsep-bimbingan-karier/) Tersedia : 2 Juli 2008

Sugiono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung : Alfabeta

Sobur, Alex. (2003). Psikologi Umum. Bandung : Pustaka Setia

Yusuf, Syamsu. (2009). Program Bimbingan & Konseling Di Sekolah. Bandung : Rizqi Press

Yusuf, Syamsu. (2004). Psikologi perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : PT. Rosdakarya.

Yusuf, Syamsu. (2005). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Program Pasca Sarjana Universitas Pendidikan indonesia dan Rosda.