Pengembangan Ekonomi Kawasan Pesisir Sedati Berbasis Minapolitan


WAHANA || Jurnal Ilmiah Sains & Ilmu Pendidikan
Volume 62 | Nomor 1 | Juni 2014 | ISSN: 0853-4403
Penerbit: - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
          - Pascasarjana Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Penulis : Suning

VERSI CETAK/ASLI

Abstrak
Kecamatan Sedati merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo yang dalam perencanaanya dijadikan sebagai kawasan strategis. Kawasan strategis merupakan kawasan yang di dalamnya berlangsung kegiatan dan mempunyai pengaruh besar terhadap tata ruang di wilayah sekitarnya, kegiatan lain di bidang yang sejenis dan kegiatan di bidang lainnya, dan/atau peningkatan kesejahteraan masyarakat. Secara umum mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, swasta dan nelayan. Potensi ekonomi yang ada adalah hasil pertanian, perikanan dan pertambakan, sehingga diperlukan konsep dan strategi untuk mengembangkannya.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekonomi, mengoptimalkan dan meningkatkan peran sektor perikanan tangkap maupun budidaya dalam rangka mendukung pengembangan konsep minapolitan di Kecamatan Sedati. Metode penelitian yang digunakan adalah survey data sekunder dan survey data primer. Alat analisis yang digunakan adalah analisa deskriptif kualitatif dan analisis potensi ekonomi unggulan dengan metode loqation-quotien (LQ).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan konsep regionalisasi kawasan dan hasil analisa potensi ekonomi dengan metode loqation-quotien (LQ) diperoleh Kecamatan Sedati merupakan Kecamatan pusat pertumbuhan (growth pole) dengan konsep pengembangan minapolitan dan kawasan pariwisata baik untuk wilayahnya sendiri maupun sebagai hinterland kawasan lainnya. Berdasarkan potensi unggulan dan potensi strategis lokasi, Kecamatan Sedati memiliki nilai LQ sebesar 1,69 sehingga besarnya nilai LQ tersebut harus dikembangkan potensinya. Sedangkan konsep pengembangan kawasan pesisir berbasis minapolitan dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan indikasi program yang telah direncanakan.

Kata Kunci: Action Plan, Kawasan Pesisir, Minapolitan, Pengembangan Ekonomi, loqation-

quotien

 

Pendahuluan

Kecamatan Sedati direncanakan sebagai kawasan strategis pesisir dengan pengembangan agropolitan perikanan, pengembangan gemopolis dan marina city. Kawasan strategis merupakan kawasan yang di dalamnya berlangsung kegiatan yang mempunyai pengaruh besar terhadap tata ruang di wilayah sekitarnya, kegiatan lain di bidang yang sejenis dan kegiatan di bidang lainnya, dan/atau peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kawasan agropolitan perikanan adalah kawasan yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada wilayah  perdesaan  sebagai  sistem  produksi  pertanian, perikanan  dan pengelolaan sumber daya alam tertentu yang ditunjukkan oleh adanya  keterkaitan fungsional dan hierarki keruangan satuan sistem permukiman dan sistem agrobisnis. (RTRW Kabupaten Sidoarjo, 2009/2029).

Berdasarkan KepMen  Kelautan  dan  Perikanan  No. 18/Men/2011, bahwa tujuan dan  sasaran  pengembangan  kawasan minapolitan memiliki beberapa esensi yaitu pertama; pelayanan  secara  terpadu  dan  efisien  dari  instansi  pusat  dan  daerah  serta  instansi lintas-sektor pada kawasan minapolitan, kedua; berkembangnya sektor ekonomi dari komoditas sektor perikanan, ketiga; kawasan sentra minapolitan bersama wilayah sekitarnya tumbuh sebagai kota mandiri, keempat; pengisian  tenaga  kerja  pada  wilayah  sekitar  sentra  minapolitan  sesuai  dengan kapasitas daya dukung produksi perikanan. Wiadnya (2011) menyatakan minapolitan merupakan proses yang dinamis secara siklik, melibatkan peran multi-sektor secara terintegrasi untuk mewujudkan kota kecil secara mandiri dengan sektor penggerak ekonomi dari perikanan yang dilakukan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, program minapolitan harus selalu dievaluasi (melalui monitoring) secara berkala untuk mengukur keberhasilan atau bahkan kegagalan program. Hasil monitoring selanjutnya digunakan sebagai informasi dasar bagi pengelola dalam memperbaiki atau memperbaharui program ke depan. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka penelitian mengambil tema minapolitan pada lokus kawasan pesisir adalah layak untuk dilakukan.

Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan dua (2) metode. Pertama, metode survei data sekunder diperoleh dari instansi terkait, seperti Badan Pusata Statistik (BPS), Dinas Kelautan dan Perikanan, Bappeda dan kantor kecamatan. Kedua, metode survey data primer diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan melalui wawancara maupun diskusi kecil dengan masyarakat pesisir sehingga diperoleh catatan-catatan kecil yang mendukung  adanya data-data yang diperlukan sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini bersifat deskriptif baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Sesuai dengan tujuan dan lingkup studi yang dilakukan, maka secara keseluruhan tahap pengumpulan data sekunder dan data primer dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Tahap pengumpulan data sekunder dan data primer

No Aspek Yang dikaji Parameter Jenis Data Sumber data
1 Kewilayahan Batasan geografis studi, hidrologi, geologi, iklim, topografi, tata guna lahan Sekunder RTRW Kabupaten Sidoarjo dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidoarjo
2 Kependudukan Demografi Kecamatan dan Kondisi sosial ekonomi (pendidikan, pekerjaan) Sekunder Kecamatan Sedati Dalam Angka
3 Potensi ekonomi, potensi perikanan tangkap, dan budidaya Potensi ekonomi Kecamatan Sedati, hasil perikanan tangkap maupun budidaya Sekunder BPS, Dinas Kelautan dan Perikanan

 

Teknik Analisis Data

Secara garis besar teknik analisis dijelaskan dalam desain kegiatan penelitian yang terlihat pada gambar 1. Sedangkan teknik analisis dan sasaran penelitian  yang dilakukan dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2 Teknik analisis dan sasaran penelitian

Sasaran Penelitian Teknik Output
Mengidentifikasi  potensi ekonomi unggulan Kecamatan Sedati Analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif berdasarkan analisa loqation-quotien  (LQ) Teridentifikasinya potensi ekonomi unggulan Kecamatan Sedati berdasarkan analisa LQ
Mengidentifikasi  hasil potensi perikanan tangkap dan budidaya Kecamatan Sedati Analisis deskriptif Teridentifikasinya potensi perikanan tangkap dan budidaya Kecamatan Sedati

         Sumber: Peneliti, 2012

 

Tahapan dan langkah-langkah penelitian yang telah dilakukan dalam pelaksanaan penelitian ini dapat dilihat  pada Gambar 1 berikut.

Konsepsi Minapolitan :

PER.12/MEN/2010

Zoning Regulation SSWP V Kabupaten Sidoarjo, Action Plan Pengembangan Wilayah Timur dan Selatan Kabupaten Sidoarjo
Sinergisitas RTRW Kabupaten Sidoarjo dan RDTR

Kecamatan Sedati

Pertumbuhan dan Pengembangan

Ekonomi

Potensi Unggulan Kecamatan Sedati
Potensi Sumber Daya Alam dan Manusia (SDA & SDM)
Konsep Pengembangan  Ekonomi Berbasis Minapolitan
Gambaran Umum Kecamatan Sedati dan Konsep Pengembangan Minapolitan
Analisis Potensi Unggulan Kecamatan Sedati Berdasarkan Loqation-Quotien (LQ)
Setting Pengembangan Minapolitan Kecamatan Sedati
Struktur Kawasan
Pola Guna Lahan
Potensi Ekonomi
Potensi SDA & SDM
Potensi Sarana & Prasarana
Konsep Pengembangan Ekonomi Pesisir Sedati Berbasis Minapolitan

Gambar 1.  Kerangka Pikir Konsep Pengembangan Ekonomi Pesisir Sedati Berbasis Minapolitan

              Berdasarkan gambar 1 di atas, tahap kegiatan penelitian dijelaskan sebagai berikut:

  1. Penelitian Tahap 1 : Mengidentifikasi Potensi Ekonomi Unggulan

Kecamatan Sedati

                                          Proses penelitian tahap 1 ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif berdasarkan data PDRB Kecamatan Sedati terhadap Kabupaten Sidoarjo dengan indikator PDRB. Metode yang digunakan adalah dengan cara menggunakan analisis loqation-Quotien (LQ). Penelitian tahap 1 ini diharapkan akan menghasilkan suatu identifikasi potensi ekonomi unggulan Kecamatan Sedati.

  1. Penelitian Tahap 2 : Membuat indikasi program berupa action plan

                                        untuk pengembangan ekonomi kawasan pesisir

                                        berbasis minapolitan

                                            

            Output dari penelitian tahap 2 ini adalah terprogramnya secara bertahap kegiatan berdasarkan indikasi program berupa action plan untuk program implementasi minapolitan yang ada di pesisir Kecamatan Sedati.

Analisis dan Interpretasi

  1. Analisis Loqation Quotien (LQ) Sebagai Dasar Pengembangan

Potensi Kecamatan Sedati

Untuk mengukur nilai tambah yang diakibatkan oleh terjadinya aktifitas ekonomi dalam suatu wilayah disebut sebagai PDRB. Oleh sebab itu secara umum besaran PDRB akan dijadikan sebagai rujukan atau indikator untuk menilai kinerja pelaku ekonomi di suatu wilayah. Perbandingan PDRB antar Kecamatan dengan total PDRB Kabupaten merupakan kontribusi PDRB Kecamatan yang mampu disumbangkan kepada PDRB tingkat Kabupaten. Salah satu metode yang digunakan untuk menghitung sektor/sub sektor unggulan di suatu wilayah adalah metode loqation-quotient (LQ). Analisa ini dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan masing-masing sektor yang ada maupun untuk mengetahui kemampuan kecamatan pada sektor tertentu terhadap wilayah yang lebih luas dengan sektor yang sama. Tujuan dari metode ini adalah untuk mengetahui sektor unggulan yang dominan untuk dikembangkan dan keberadaan komoditi tersebut di wilayah yang diukur dan merupakan alat sederhana untuk mengetahui apakah suatu daerah sudah seimbang atau belum dalam kegiatan tertentu. Adapun metode perhitungan adalah sebagai berikut:

dimana  :

Si   :    Besaran dari suatu kegiatan tertentu yang akan diukur di daerah

yang diteliti

Ni  :    Besaran total untuk kegiatan tertentu dalam daerah yang lebih

luas

S    :    Besaran total untuk seluruh kegiatan di daerah yang diteliti

N   :    Besaran total seluruh kegiatan di daerah yang lebih luas

Angka LQ memberikan indikasi sebagai berikut :

LQ       >  1  :  daerah yang bersangkutan memiliki potensi ekspor

LQ       <  1  :  daerah tersebut memiliki kecenderungan impor

LQ       =  1  :  daerah tersebut telah memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri

Selanjutnya untuk mengetahui potensi unggulan yang ada di Kecamatan Sedati berdasarkan data dan hasil analisa LQ dapat dilihat pada barchart berikut.

Gambar 2. Data Perkembangan PDRB Kec.Sedati

Hasil metode loqation-quotient (LQ) berdasarkan data tabel PDRB Kecamatan Sedati tahun 2010/2011 diperoleh bahwa Kecamatan Sedati mempunyai sektor andalan/unggulan di bidang perdagangan dan industri sebesar 12%. Namun sektor unggulan yang paling dominan adalah angkutan udara, dimana pada tahun 2010 mempunyai kontribusi 12,59% atau 7.113.031,383 (Juta) terhadap total PDRB Kabupaten. Sedangkan dari total PDRB Kecamatan Sedati tahun 2010 sebesar 70,57% nya disumbang oleh angkutan udara. Kemudian untuk sektor pertanian dengan sub sektor perikanan juga menjadi sektor unggulan dengan nilai LQ sebesar 1,69 terbesar kedua setelah Kecamatan Sidoarjo sebesar 1,70. Meskipun prosentase sub sektor perikanan tidak sebesar sektor perdagangan dan angkutan udara, namun sub sektor perikanan ini mempunyai perkembangan yang cukup pesat dari tahun ke tahun. Jika dilihat dari berbagai sektor dan sub sektor yang dimiliki, pertumbuhan ekonomi Kecamatan Sedati mencapai 10,46 % di tahun 2010 dan kondisi seperti ini harus dipertahankan dengan meningkatkan sektor dan sub sektor yang ada.

Dari hasil pengamatan di lapangan dari Kecamatan Sedati ke utara maupun ke selatan merupakan kawasan yang didomininasi pertambakan. Kecamatan Sedati juga memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi obyek Minapolitan maupun Agropolitan, sehingga Kabupaten Sidoarjo juga dapat melakukan Konservasi Lingkungan. Secara komprehensif dapat dilakukan usaha perencanaan dan pengembangan terhadap Kecamatan tersebut terutama dari hasil potensi lokal. Perencanaan dan pengembangan tersebut harus memiliki beberapa prinsip dalam rangka mencapai tujuan, prinsip tersebut adalah: efektifias, efisiensi, keberlanjutan dalam ekosistem serta karakteristik wilayah. Khusus Wilayah Sedati diarahkan menjadi kawasan bahari dengan kegiatan : perikanan baik perikanan tangkap dan budidaya, rekreasi air dan darat, pemancingan, resto ikan dan petani garam. Guna mewujudkan konsep tersebut, maka dibutuhkan kajian secara khusus terkait dengan budaya masyarakat pesisir, seperti; upacara pelayaran tahunan atau diulang tahun kemerdekaan dengan melihat adanya jenis kapal nelayan yang cukup bervariasi di sekitar sungai seperti, di desa Gisik Cemandi dari TPI Juanda ke Selatan.

  1. Indikasi Program Action Plan Pengembangan Ekonomi Kawasan Pesisir Sedati Berbasis Minapolitan

 

Pada dasarnya Indikasi Program memberikan gambaran penentuan proritas-prioritas penanganan pada masing-masing kegiatan. Program pada masing-masing bidang di wilayah tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan pesisir yang ada di Kecamatan Sedati. Kebutuhan tersebut tentunya akan disesuaikan dengan karakteristik, potensi dan permasalaan yang ada, sehingga secara detail indikasi program prioritas dapat dilihat pada tabel 3 berikut.

Tabel 3. Indikasi Program Action Plan Pengembangan Ekonomi Kawasan Pesisir Sedati Berbasis Minapolitan

Potensi Masalah Program Kegiatan Lokasi Tahun Pelaksanaan Instansi Pelaksana
2013 2014 2015 2016 2017
Memiliki potensi di bidang perikanan seperti, perikanan tangkap, tambak, kolam pemancingan, tambak garam. Penurunan  kualitas dan produktifitas perikanan Pengoptimalan pengelolaan perikanan tangkap dan budidaya tambak Pembangunan tempat pendaratan ikan ·     Kec. Sedati Dinas Kelautan dan Perikanan, Bappeda, Perguruan Tinggi, Swasta,

Dinas Perindustrian dan Perdagangan,

Dinas PU Bina Marga

Pembangunan pelabuhan rekreasi laut juanda ·     Kec. Sedati Dinas Kelautan dan Perikanan, Bappeda, Perguruan Tinggi, Swasta,

Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Dinas PU Bina Marga

Pengoptimalan TPI Juanda ·     Kec. Sedati Dinas Kelautan dan Perikanan, Bappeda, Perguruan Tinggi, Swasta,

Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Pembangunan rekreasi tempat pemancingan ·     Kec. Sedati Dinas Kelautan dan Perikanan, Bappeda, Perguruan Tinggi, Swasta,

Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Pengoptimalan tambak garam ·     Kec. Sedati Dinas Kelautan dan Perikanan, Bappeda, Perguruan Tinggi, Swasta,

Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Pengembangan tambak udang dan bandeng ·     Kec. Sedati Dinas Kelautan dan Perikanan, Bappeda, Perguruan Tinggi, Swasta,

Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Pembangunan lesehan Sedati ·     Kec. Sedati Dinas Kelautan dan Perikanan, Bappeda, Perguruan Tinggi, Swasta,

Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Pembibitan nener/Nursery ·     Kec. Sedati Dinas Kelautan dan Perikanan, Bappeda, Perguruan Tinggi, Swasta,
Pembangunan pelabuhan  rekreasi laut Sedati ·     Kec. Sedati Dinas Kelautan dan Perikanan, Bappeda, Perguruan Tinggi, Swasta,

Dinas PU Bina Marga

Pembuatan cold storage ·     Kec. Sedati Dinas Kelautan dan Perikanan, Bappeda, Perguruan Tinggi, Swasta,

Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Pembuatan pabrik es ·     Kec. Sedati Dinas Kelautan dan Perikanan, Bappeda, Perguruan Tinggi, Swasta

Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Pembangunan Jalan akses ke lokasi ·     Kec. Sedati Dinas Kelautan dan Perikanan, Bappeda,

Dinas Perhubungan,

Dinas PU Bina Marga

Normalisasi sungai ke laut di Kawasan Sedati ·     Kec. Sedati Dinas Kelautan dan Perikanan, Bappeda
Pembangunan Rekreasi Taman perikanan ·     Kec. Sedati Dinas Kelautan dan Perikanan, Bappeda, Perguruan Tinggi, Swasta,

Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Perbaikan hutan mangrove sebagai bahan baku industri berbasis kegiatan yang ada di pesisir ·     Kec. Sedati Dinas Perikanan dan Kelautan,

Dinas Lingkungan Hidup, Pertambangan & Energi,

Bappeda, LSM, Perguruan Tinggi,

Rehabilitasi mangrove ·     Kec. Sedati Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Lingkungan Hidup, Pertambangan & Energi,

Bappeda,

LSM,

Perguruan Tinggi,

Erosi dan sedimentasi muara sungai Pengolahan sedimentasi muara sungai Pengembangan program pelestarian mangrove berbasis masyarakat ·     Kec. Sedati Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Lingkungan Hidup, Pertambangan & Energi,

Bappeda,

LSM,

Perguruan Tinggi,

Pengembangan program pengelolaan tambak berwawasan lingkungan ·     Kec. Sedati Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Lingkungan Hidup, Pertambangan & Energi,

Bappeda,

Perguruan Tinggi,

Pembuatan Mangrove Information Centre sebagai media yang dapat merangsang pemahaman dan partisipasi masyarakat ·     Kec. Sedati Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Lingkungan Hidup, Pertambangan & Energi,

Bappeda,

LSM,

Perguruan Tinggi,

Memiliki potensi pertanian yaitu lahan sawah serta tambak yang potensial, Penurunan kualitas dan produktifitas pertanian Peningkatan produktifitas pertanian Membuat panduan praktis pengelolaan mangrove ·     Kec. Sedati Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Lingkungan Hidup, Pertambangan & Energi,

Bappeda,

LSM,

Perguruan Tinggi,

Sumber: Hasil Analisis, 2013

 

Kesimpulan

Beberapa simpulan yang dapat dirangkum dari penelitian “Pengembangan Ekonomi Kawasan Pesisir Sedati Berbasis Minapolitan” adalah:

  1. Dengan konsep regionalisasi kawasan dan hasil analisa potensi ekonomi dengan metode loqation-quotien (LQ) diperoleh bahwa Kecamatan Sedati merupakan Kecamatan pusat pertumbuhan (growth pole) dengan konsep pengembangan minapolitan dan kawasan pariwisata baik untuk wilayahnya sendiri maupun sebagai hinterland kawasan lainnya. Berdasarkan potensi unggulan dan potensi strategis lokasi, Kecamatan Sedati memiliki nilai LQ sebesar 1,69 sehingga besarnya nilai LQ tersebut merupakan potensi unggulan yang harus dipertahankan keberadaanya.
  2. Pengembangan ekonomi kawasan pesisir Sedati berbasis minapolitan dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan program action plan yang telah direncanakan sesuai tahun pelaksanaan program, seperti yang tertera pada tabel 3 indikasi program.

 

Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka beberapa saran yang diberikan adalah:

  1. Pelibatan masyarakat dalam aksi implementasi konsep minapolitan dan kawasan pariwisata baik untuk wilayahnya sendiri maupun sebagai hinterland kawasan lainnya
  2. Memperluas jaringan dengan pihak pemerintah maupun swasta terutama bantuan seperti program corporate social responsibility(CSR) yang peduli dengan pemberdayaan wilayah pesisir
  3. Pelatihan dan penyuluhan kepada masyarakat terutama nelayan untuk menjadi tenaga kerja yang handal dan profesional terkait dengan implementasi minapolitan.
  4. Studi banding terhadap daerah lain yang sudah berhasil menerapkan konsep minapolitan.
  5. Mengimplementasikan dengan segera sesuai dengan tahapan dan tahun pelaksanaan indikasi program sesuai tabel 3

Ucapan Terima Kasih

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Universitas PGRI ADI BUANA SURABAYA yang telah mendanai penelitian ini.

Daftar Pustaka

Direktorat  Jenderal  Pembangunan  Daerah (1998) Penyusunan  Kebijakan            Pengelolaan Wilayah Pesisir.  Laporan Akhir.  Bogor.

Dewa Gede Raka Wiadnya (2011). Konsep Perencanaan Minapolitan Dalam Pengembangan Wilayah. Workshop Penyiapan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang di Kabupaten Tematik, ITN Malang.

Kabupaten Sidoarjo Dalam Angka (2010). Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidoarjo

Kecamatan Sedati Dalam Angka (2010). Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidoarjo

Peraturan Menteri Kalautan dan Perikanan Nomor PER.12/MEN/2010 tentang Minapolitan.

Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.32/MEN/2010 tentang Penetapan Kawasan Minapolitan.

Keputusan Menteri Kalautan dan Perikanan Nomor 32/Men/2011 Penetapan Kawasan Minapolitan.

Kamus besar Bahasa Indonesia

Profil Kabupaten Sidoarjo (2010). Laporan

RDTRK Kecamatan Sedati (2009). Laporan

Supriharyono (2007) Konservasi Ekosistem Sumberdaya Hayati di Wilayah Pesisir dan Laut Tropis. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Soetomo dan Sugiono (2005) Sistem Pembangunan Hunian Masyarakat di Wilayah Pesisir. Workshop dan Pelatihan pembangunan Wilayah Pesisir berkelanjutan di kabupaten Aceh besar.

UU Republik Indonesia No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang

UU Republik Indonesia No. 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir

dan Pulau-Pulau Kecil

www.wikipedia.com (2008)