PENGEMBANGAN POTENSI EKONOMI di PULAU ADONARA KABUPATEN FLORES TIMUR BERDASARKAN DISTRIBUSI ARUS BARANG


JURNAL WAKTU || Wahana Aktivitas & Kreativitas Teknologi Unipa
Volume 14 || Nomor 01 || Januari 2016 || ISSN: 1412-1867
Penerbit : Fakultas Teknik Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya

Penulis 1: Agustinus Manek
Penulis 2: A .A. Sagung Alit W

PDF

ABSTRAK

Pulau Adonara merupakan salah satu pulau yang ada  di Wilayah Kepulauan Kabupaten Flores Timur. Pulau  Adonara  terkenal  dengan budaya daerahnya dan  kaya  akan  potensi alam yang di miliki, namun belum dikelola dan dikembangkan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk  Pengembangan Potensi unggulan, Pergerakan Distribusi Arus Barang Masuk dan Keluar serta Strategi Pengembangan di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini menggunakan metode analisa Deskriptif Kuantitatif Kualitatif.

Teknik analisis yang digunakan adalah analisis Location Question (LQ) untuk mengetahui potensi unggulan di Pulau Adonara, distribusi frekuensi untuk mengetahui  barang yang masuk dan keluar  dan analisis SWOT dan STTEP untuk menentukan Strategi Pengembangan Potensi Ekonomi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pulau Adonara memiliki sektor basis dibidang  pertanian dengan sub sektor pertanian kebun dan  pertanian bahan  makanan. Distribusi barang yang ada di Pulau Adonara lebih dominan di ekspor (asam, pertanian kebun, ikan ke Wilayah Jawa, Makasar, Maluku Utara, Ambon, Kefa, Lembata, Button dan Lombok ) dari pada untuk impor. Pengembangan potensi ekonomi di Pulau Adonara dengan cara meningkatkan sumber daya manusia masyarakat di Pulau Adonara yaitu peningkatan sumber daya manusia maka masyarakat lebih siap menghadapi teknologi yang ada, masyarakat lebih siap mengembangkan potensi yang ada, kesadaran masyarakat akan pemanfaatan lahan dan lebih peduli terhadap lingkungan, serta masyarakat akan lebih siap untuk bekerja sama dengan pihak Pemerintah maupun swasta untuk mengembangkan potensi ekonomi yang ada.

Kata Kunci: Potensi, Distribusi, Arus Barang

 

Abstract

Adonara is one of the islands in the East Flores Islands Region. Adonara famous with local culture and rich in natural resources have, but has not been maintained and developed. The purpose of this study was to Development flagship, Flow Distribution Movement of Goods Entry and Exit and Development Strategy in East Flores Region Adonara. This study used a descriptive analysis method Quantitative and Qualitative. The analysis technique used is the analysis of Location Question (LQ) to determine the potential seeded in Adonara, to determine the frequency distribution of incoming and outgoing goods and SWOT analysis supported STTEP analysis to determine the Economic Development Strategy. The results showed that Adonara have a base in agriculture sector by sub-sectors of agriculture and agricultural foodstuffs garden. Distribution of goods in Adonara more dominant in expor (acid, farm garden) than impor. Economic Development Adonara by increasing the Human Resources’ community Adonara That is an increase of Human Resources, the ‘people are more ready Facing existing technologies ‘people are more ready to develop the potential is there, Awareness’ Land Use and the community will be more concerned about the environment, and the public will be ready to cooperate with the government and private parties to develop economic potential.

Keywords: Potential, Distribution, Flow of Goods

 

PENDAHULUAN

Kabupaten Flores Timur merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdiri dari tiga pulau besar yaitu Pulau Flores dengan Larantuka sebagai ibu kota kabupaten, Pulau Adonara dan Pulau Solor sedangkan pulau-pulau kecil lainnya terdiri dari 17 pulau. Tiga pulau dengan aktifitas rutin adalah Pulau Flores yaitu Kota Larantuka, Pulau Adonara dan Pulau Solor. Ketiga pulau ini memerlukan pintu masuk untuk kegiatan distribusi arus barang agar terpenuhi semua kebutuhan manusia didalamnya. Kurangnya kemampuan dalam memenuhi kebutuhan akan barang  dan jasa-nya sendiri maka perlu adanya distribusi arus barang yang baik untuk mengembangkan potensi ekonomi wilayahnya.

Jaringan transportasi laut dalam hal ini memegang peranan sebagai penunjang kelancaran distribusi arus barang. Kegiatan distribusi arus barang merupakan suatu tinjauan terhadap struktur ekonomi, penunjang atau daya dukung kegiatan distribusi, pola aliran distribusi dan kebijakan pengaturan oleh pemerintah dalam pengembangan produksi. Faktor produksi, dalam ilmu  ekonomi meliputi sumber daya alam atau lahan, tenaga kerja dan modal. Berdasarkan faktor produksi tersebut, suatu wilayah dapat memiliki keunggulan dibandingkan wilayah lainnya. Suatu wilayah memiliki keunggulan komparatif apabila wilayah tersebut memiliki komoditas produksi yang dapat dikembangkan bagi pengembangan wilayah Ricardo dalam (Tarigan, 2003)

Komoditas produksi tersebut menurut perbandingan lebih menguntungkan dikembangkan, dibandingkan dengan komoditas produksi lainnya. Komoditas produksi dengan keunggulan komparatif pada akhirnya dapat memiliki prospek menjadi komoditas produksi dengan keunggulan kompetitif. Komoditas produksi dengan keunggulan kompetitif adalah komoditas produksi yang memiliki daya saing dan wilayah pemasaran ke luar daerah hingga pasar global (Tarigan,2004). Keterhubungan (interelationship) dan ketergantungan (interdepency) antar wilayah dapat diperlihatkan dari jaringan arus barang antar wilayah (termasuk di dalamnya arus perdagangan, arus penduduk, dan arus faktor produksi lainnya). Suatu wilayah akan mengekspor (mengantarpulaukan) barang-barang yang mempunyai keuntungan produksi yang relative lebih besar (comparative advantage) dan sebaliknya akan mengimpor (mendatangkan) barang-barang yang mempunyai  keuntungan produksi yang relative kecil atau kerugian produksi yang lebih besar (comparative disadvantage).

Pulau Adonara sebagai salah satu pulau besar di Kabupaten Flores Timur memiliki potensi  yang besar untuk pengembangan potensi Ekonomi di Kabupaten Flores Timur. Potensi yang di miliki Pulau Adonara sebagian besar hidup dari potensi laut selain potensi pertanian dan perkebunan.potensi laut ini sendiri memberikan sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar bagi Kabupaten Flores Timur. Pembangunan masa lalu dan sampai saat ini lebih menitikberatkan kepada eksploitasi daratan daripada lautan, sehingga pembangunan wilayah pulau pulau relatif tertinggal dibandingkan wilayah daratan lainnya. Potensi kekayaan laut, pertanian dan perkebunan yang ada di Pulau Adonara dapat menjadi andalan perekonomian masyarakat Kabupaten Flores Timur. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan mengenai potensi ekonomi di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur berdasarkan distribusi arus barang.

Potensi Ekonomi Daerah (Suparmoko, 2002:99) yaitu:sebagai kemampuan ekonomi yang ada di daerah yang mungkin dan layak dikembangkan sehingga akan terus berkembang menjadi sumber penghidupan rakyat setempat bahkan dapat mendorong perekonomian daerah secara keseluruhan untuk berkembang dengan sendirinya dan berkesinambungan. sumihardjo (2008:114) menjelaskan pengembangan sector ungulan yang dimiliki daerah tercermin dalam visi dan misi daerah yang tertuang di dalam Rencana Pembangunan  Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam rencana tersebut ada prioritas bidang bidang dalam kabupaten atau kota untuk memperkokoh pengembangan sektor unggulan

Kegiatan distribusi merupakan suatu tinjauan terhadap struktur ekonomi, penunjang atau daya dukung kegiatan distribusi, arus distribusi serta kebijakan pengaturan oleh pemerintah dalam pengembangan produksi. Faktor produksi, dalam ilmu  ekonomi meliputi sumber daya alam atau lahan, tenaga kerja dan modal. Berdasarkan faktor produksi tersebut, suatu wilayah dapat memiliki keunggulan dibandingkan wilayah lainnya. Suatu wilayah memiliki keunggulan komparatif apabila wilayah tersebut memiliki komoditas produksi yang dapat dikembangkan bagi pengembangan wilayah (Ricardo dalam Tarigan, 2003). Berdasarkan  uraian latar belakang di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah belum adanya arahan pengembangan potensi ekonomi di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur.

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi unggulan , pergerakan distribusi arus barang yang masuk maupun keluar dan mengidentifikasi arah pengembangan potensi ekonomi di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur.

Hasil penelitin ini diharapkan dapat dijadikan landasan dan bahan masukan bagi pengembangan potensi serta pengoptimalkan potensi unggulan yang ada di pulau Adonara.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan variabel penelitian ini yaitu 1) fisik, 2) sosial, 3) ekonomi, 4) pergerakan, 5) potensi dan 6) arahan pengembangan potensi ekonomi.

Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis Location Question (LQ) untuk melihat potensi ungulan, analisis distribusi frekuensi untuk melihat pergerakan barang masuk dan keluar dan analisis SWOT dan STEEP untuk mengidentifikasi arahan pengembangan potensi ekonomi.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Potensi Unggulan

Berdasarkan data potensi ekonomi di wilayah penelitian maka dilakukan perhitungan LQ untuk mengetahui potensi unggulan di 8 kecamatan di Pulau Adonara seperti yang ada pada tabel 1.

 

Tabel 1. Hasil Perhitungan LQ Pulau Adonara Tahun 2014

No Lapangan Usaha PERHITUNGAN LQ
Adonara Timur Adonara Barat Adonara Tengah Wutan Ulumado Klubagolit Witihama Ile boleng Adonara
1  PERTANIAN  BSB  SB  BSB  BSB  BSB  SB  SB  BSB
2  PERTAMBANGAN & PENGGALIAN  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB
3  INDUSTRI PENGOLAHAN  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB
4  LISTRIK, GAS & AIR BERSIH  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB
5  BANGUNAN  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB
6  PERDAG., HOTEL & RESTORAN  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB
7  PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB
8 KEU. PERSEWAAN, & JASA PERUSAHAAN  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB
9 JASA-JASA  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB  BSB

Sumber:Hasil Analisis 2014

 

Berdasarkan hasil analisis  LQ  menunjukan potensi unggulan Pulau Adonara adalah sektor pertanian. Wilayah Pulau Adonara yang merupakan basis sektor pertanian adalah Kecamatan Adonara Barat (1.24), Kecamatan Witihama (2.232) dan Kecamatan Ile Boleng (1.413).

 

Distribusi Barang

Analisis ini untuk mengetahui pergerakan barang lokal maupun keluar yang ada di Kabupaten Flores Timur, terkhususnya distribusi barang di Pulau Adonara. Peta pergerakan barang masuk dan keluar Pulau Adonara pada berdasarkan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dapat dilihat pada gambar 1 sampai dengan gambar 6.

Sumber:Hasil Analisis 2014

Gambar 1. Peta Desire Line Barang Pertanian Internal- Eksternal di Pulau Adonara Tahun 2014.

Sumber:Hasil Analisis 2014

Gambar 2. Peta Desire Line Barang kehutanan Eksternal Internal di Pulau Adonara Tahun 2014

Sumber:Hasil Analisis 2014

Gambar 3.Peta Desire Line Perikanan Ekternal-Internaldi Pulau Adonara Tahun 2014

Sumber:Hasil Analisis 2014

Gambar 4 Peta  Desire Line Barang Kehutanan Eksernal Internal di Pulau Adonara Tahun 2014

 

Sumber:Hasil Analisis 2014

Gambar 5. Peta Desire Line Barang Perikanan Internal Eksternal di Pulau Adonara

Tahun 2014

 

Sumber:Hasil Analisis 2014

Gambar  6 Peta Desire Line Barang Perikanan Eksternal  Internal di Pulau Adonara Tahun 2014

 

Arahan Pengembangan Potensi Ekonomi

Berdasarkan hasil kombinasi Analisis SWOT dan STEEP diperoleh beberapa strategi-strategi pengembangan, yaitu :

  • Aspek Sosial yang ada pada Analisis STEEP memiliki kekuatan dengan adanya kelompok- kelompok nelayan dan petani dapat memperkuat komunitas para nelayan dan petani, kelemahan sumber daya manusianya diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia tersebut dan sosialisasi masyarakat, peluang Adanya pengembangan pusat perdagangan dan distribusi barang serta  pegembangan pelabuhan skala regional maka petani dan  nelayan  memiliki  kesempatan untuk meningkatkan perekonomian  untuk dapat bersaing dengan wilayah sekitar.Meningkatkan kualitas SDM dengan memberikan  penyuluhan dan bimbingan  pengolahan SDA
  • Aspek teknologi yang terdapat pada Analisis STEEP memiliki kelemahan dalam teknologi pengolahan, pengolahan hasil SDA. Dengan adanya kelemahan dalam aspek teknologi, maka memiliki peluang dalam hal perkembangan teknologi dalam hal teknologi pengolahan hasil potensi alam,
  • Aspek Ekonomi, dengan adanya sektor pertanian sebagai sector basis dan sector lainya yang terus meningkat tiap tahunnya dapat meningkatkan masuknya investor dari luar dan daya saing akan potensi persektor di adonara sehingga mencegah komoditas dari luar masuk di adonara serta kurangnya pemasaran akan hasil potensi alam yang ada. Dengan begitu peningkatan jalinan  kerjasama dengan  pihak swasta dan pemerintahan dalam meningkatkan pendapatan asli daerah sangatlah penting
  • Aspek Ekologi memiliki kekuatan potensi perikanan,potensi pertanian dan potensi kehutanan. Dengan ketidakserasian antara kegiatan masyarakat dengan pelestarian sumber daya alam,tumpang tindih pemanfaatan lahan pertanian untuk permukiman dan pemahaman masyarakat yang rendah yang dapat mengakibatkan pencemaran akan hasil limbah dari tiap sector(rawan bencana,pencemaran dan kekeringan) maka dengan demikian peluang pengembangan potensi di pulau adonara sangatlah penting
  • Aspek Politik, kurangnya pelatihan serta dukungan dari Pemerintah merupakan faktor kelemahan dalam aspek politik yang ada pada Analisis STEEP. Sehingga dengan kelemahan yang ada, peluang untuk Kerjasama dengan pihak Pemerintah untuk mengembangkan usaha para nelayan dan petani,Menjalin kerjasama dengan pihak swasta maupun pihak Pemerintah dalam meningkatkan potensi ekonomi dan Meningkatkan kerjasama serta memperluas pangsa pasar dengan pihak swasta maupun pihak Pemerintah dengan cara meningkatkan sumber daya manusia, memberikan pelatihan pengolahan untuk hasil SDA.

 

KESIMPULAN  dan SARAN

Hasil analisis LQ (Location Quintient) menunjukkan bahwa potensi ekonomi unggulan di Pulau Adonara adalah sektor pertanian yang terdapat di Kecamatan Adonanara Barat, Witihama dan Ile Boleng.

Hasil distribusi barang di Pelabuhan Adonara lebih banyak aktifitas ekspor komoditas pertanian kebun, perikanan dan hasil hutan (asam). Sedangkan aktifitas impor berupa kayu dari Pelabuhan Laywui Kabupaten Maluku Utara dan beras dari Pelabuhan Tuju-Tuju.

Hasil dari kombinasi Analisis SWOT dan STEEP yaitu ada prioritas utama aspek yang perlu dikembangkan yaitu aspek sosial. Dengan cara meningkatkan sumber daya manusia masyarakat di Pulau Adonara. Dengan adanya peningkatan sumber daya manusia maka masyarakat lebih siap menghadapi teknologi yang ada, masyarakat lebih siap mengembangkan potensi yang ada, kesadaran masyarakat akan pemanfaatan lahan dan lebih peduli terhadap lingkungan, serta masyarakat akan lebih siap untuk bekerja sama dengan pihak Pemerintah maupun swasta untuk mengembangkan potensi yang ada.

Sebagai rekomendasi, pengembangan potensi ekonomi di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur berdasarkan distribusi arus barang dapat dilanjutkan ke kebijakan dan Local Economic Development (LED) sebagai upaya pengembangan perekonomian masyarakat Pulau Adonara.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Adisasmita, Rahardjo. 2008. Pengembangan Wilayah Konsep Dan Teori. Yogyakarta. Graha Ilmu

Arikunto, Suharsimi. 2003. Prosedur Penelitian. Jakarta. Rineka Cipta

BAPPEDA Propinsi Nusa Tenggara Timur. 2011. Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2012..Kupang, Indonesia.

BPS. 2013. Kabupaten Flores Timur Dalam Angka Tahun 2013. Larantuka, Indonesia.

Kementrian Perhubungan. 2002.  Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 53 Tahun 2002 tentang Tatanan Kepelabuhan Nasional. Jakarta, Indonesia.

Mulyana, Deddia. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya. Bandung

Rustiadi, Saefulhakim, Dyah R., 2011, Perencanaan Dan Pengembang Wilayah. Jakarta, Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Singarimbun, Masri Dan Sofyan Effendi. 1995. Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES

Sjafrizal, 2011,Ekonomi Wilayah Dan Perkotaan. Jakarta,PT Raja Grafindo                      Persada

C. Lin, Y. L. Kuo, D. Shaw, M. C. Chang, T. M.Kao. Regional Economic Impact Analysis Of Earthquakes In Northern Taiwan And Its Implications For Disaster Reduction Policies

Dipartimento di Ingegneria del Territorio. University of Cagliari. Via Marengo 2. 09123 Cagliari,Italy. Urban Development And Expenditure Efficiency In The 2000–2006 Regional Operational Program Of Sardinia

Long, P. T, & Perdue, R. R. 1990. The Economic Impact Of Rural Festivals And Special Events: Assessing The Spatial Distribution Of Expenditures. Journal Of Travel Research, 28, 10–14.

Cho S, Gordon P, Moore JE II, Richardson HW, Shinozuka M, Chang S 200,  Integrating Transportation  Network And      Regional Economic Models To Estimate The Costs Of A Large Urban Earthquake. J Reg Sci.

Okuyama Y. 2007. Economic Modeling For Disaster Impact Analysis: Past, Present, And Future.

Yamano N, Yoshio K, Yoshiharu S 2007.

Modeling The Regional Economic Loss Of Natural Disasters The Search For Economic Hotspots.

Rose A .2004, Economic Principles, Issues, And Research Priorities In Hazard Loss Estimation. In: Okuyama

Y, Chang SE e, Modeling Spatial And Economic Impacts Of Disasters. Springer, New York, Pp 13–36.