PENGEMBANGAN BUKU AJAR IPS SD KELAS V YANG BERORIETASI PADA PENDEKATAN CTL (Contextual Teaching and Learning) GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SDN KANDANGAN III SURABAYA


BUANA PENDIDIKAN || Teori dan Penelitian Pendidikan
Tahun XI || Nomor 21 || Oktober 2015 || ISSN: 1693-8585
Penerbit : FKIP Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Penulis  : Wahyu Susiloningsih

PDF

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan tujuan (1)mengembangkan buku ajar IPS kelas V SD yang berorientasi pada endekatan CT: guna meningkatkan hasil belajar siswa; (2)mengetahui tingkat kelayakan buku ajar IPS kelas V yang berorientasi pada pendekatan CTL; (3) mengetahui aktifitas siswa dengan menggunakan buku ajar IPS yang berorientasi pada pendekatan CTL; (4)mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa dengan menggunakan buku ajar IPS yang berorientasi pada pendekatan CTL.

Penelitian dilakukan di kelas Va SDN Kandangan III Surabaya sebagai kelas eksperimen dan di kelas Vb SDN Kandangan III Surabaya sebagai kelas kontrol. Pengembangan dilakukan mengacu pada model 4-D oleh Thiagarajan yang telah dimodifikasi peneliti sehingga berakhir pada tahap pengembangan, sedangkan pada tahap uji coba buku ajar yang dikembangkan digunakan pretest-posttest Control Group Design dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial.

Berdasarkan analisis deskriptif diperoleh bahwa proses pengembangan buku ajar telah dilakukan sesuai tahapan yang dikemukakan Thiagarajan yang telah dimodifikasi peneliti sehingga berakhir pada tahap pengembangan. Buku ajar yang dikembangkan juga memiliki kualitas kelayakan baik untuk digunakan. Keefektifan buku ajar diuji dengan statistik inferensial menggunakan SPSS 19.0 yaitu melalui uji F dan uji t. Angka F yang mengasumsikan kedua varian sama sebesar 0,196 dengan probibilitas (sig) sebesar 0,660> 5% berarti tidak ada perbedaan varian antara eksperimen dan kontrol.

Keyword: Buku ajar, IPS, CTL, Hasil Belajar

 

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan tututan bagi pertumbuhan anak-anak artinya, pendidikan menuntut segala kekuatan kodrat yang ada pada diri anak-anak, agar mereka sebagai manusia sekaligus sebagai angota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya menurut Ki Hajar Dewantara (Wiji, 2006:21)

Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu sistem atau proses membelajarkan subjek didik atau pembelajar yang direncanakan atau didesain, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis agar subjek didik dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien (Komalasari, 2010:3)

Pengertian pendidikan sangat erat kaitannya dengan pengertian pembelajaran, sehingga sulit untuk dipisahkan dan dibedakan. Pendidikan tidak dapat dilaksanakan tanpa ada pembelajaran, dan pembelajaran tidak akan berarti jika tanpa diarahkan ke tujuan pendidikan. Selain itu, pendidikan merupakan usaha pembinaan pribadi secara utuh dan lebih menyangkut masalah citra dan nilai. Sedangkan pembelajaran merupakan usaha mengembangkan kapasitas intelektual dan berbagai ketrampilan fisik.

Dewasa ini proses belajar mengajar yang menitik beratkan keaktifan siswa hanyalah teori belaka. Siswa datang ke sekolah dan menerima pelajaran itu dianggap hanya rutinitas siswa yang wajib dilaksanakan setiap hari, sehingga dalam proses tersebut siswa tidak memperoleh tujuan pembelajaran yang dilaksanakan guru. Dari hasil observasi yang dilakukan di SDN Kandangan III Surabaya, penyebab  rendahnya nilai formatif tersebut adalah : (1)guru hanya menggunakan metode ceramah, (2)tidak memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar,(3)buku ajar yang digunakan siswa tidak ter-update dengan sempurna.

Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa, perlu dikembangkan Buku Ajar IPS SD kelad V yang Berorientasi pada Pendekatan CTL Guna Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Buku ajar yang kontekstual (memanfaatkan lingkungan sekitar) siswa sehingga dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar dan pembelajaran lebih bermkana.

Pendekatan CTL berpusat pada siswa yang mampu menanamkan kebiasaan berpikir kritis, kreatif, dan mandiri. Menggali potensi siswa berdasarkan pengalaman yang telah dimiliki untuk dihubungkan dengan pengetahuan yang akan dipelajari. Sesuai dengan teori kontruktivis bahwa dalam mengkonstruk pengetahuan siswa tidak berangkat dari “pikiran kosong” (blank mind), siswa harus memiliki pengetahuan tentang apa yang hendak diketahui yang disebut pengetahuan awal.

Pengembangan buku ajar IPS SD kelas V yang berorientasi pendekatan CTL guna meningkatkan hasil belajar siswa, memfungsikan buku ajar dengan strategi pendekatan CTL yaitu strategi inkuiri, bertujuan untuk menggali segala potensi siswa tidak hanya aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotor. Serta pendekatan CTL yang menghubungkan materi dalam buku ajar dengan kehidupan dan lingkungan sekitar siswa. Hal tersebut dapat terwujud jika siswa mengalami sendiri apa yang dipelajari sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna (Johnson, 2007:35)

 

 

Desain Penelitian (Design Research)

Design research merupakan suatu rangakaian pendekatan dalam merancang, mengembangkan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran untuk memperoleh teori-teori baru yang berdampak pada kegiatan pembelajaran. Sedangkan fungsi penelitian rancangan (design research) yaitu merancang/ mengembangkan suatu intervensi (seperti program, strategi dan materi pembelajaran, produk dan sistem) dengan tujuan untuk memecahkan masalah pendidikan yang kompleks dan untuk mengembangkan pengetahuan (teori) tentang suatu karakteristik dari intervensi serta proses perancangan dan pengembangan tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa desain penelitian (design resiearch) adalah usaha merencanakan kemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas yang dirancang sedemikian rupa guna meningkatkan validitas internal maupun eksternal. Desain yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre test post test kelompok kontrol.

 

Buku Ajar

Buku ajar merupakan buku panduan bagi siswa dalam kegiatan pembelajaran, yang memuat materi pembelajaran dan disertai bagan atau gambar sebagai pendukung ilustrasi dari uraian materi (Trianto, 2007:74)

Definisi selanjutnya menjelaskan bahwa buku ajar adalah sumber belajar berbentuk bahan ajar yang dgunakan siswa untuk membantu tercapainya Standart Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Tujuan Pendidikan yang diharapkan (Depdiknas, 2003)

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa buku ajar adalah buku yang digunakan siswa pada kegiatan pembelajaran, kontennya memuat bahan materi pembelajaran, dan disusun secara sistematis berdasarkan pada karakteristik penggunanya (siswa) serta berfungsi sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran dan kompetensi yang ditetapkan.

 

Pembelajaran IPS

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti, Sosiologi, Sejarah, Geografi, Ekonomi, Politik, Hukum, dan Budaya. IPS dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek cabang-cabang ilmu pengetahuan sosial (Trianto, 2012:171)

IPS juga membahas hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Lingkungan masyarakat dimana anak didik tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari masyarakat, dihadapkan pada berbagai permasalahan yang ada dan terjadi di lingkungan sekitarnya (Solihatin dkk, 2011:14)

Berkenaan dengan Ilmu Sosial, Norma Mackenzie (Ischak dkk, 2007:22) mengemukakan bahwa ilmu sosial adalah semua bidang ilmu yang berkenaan dengan manusia dalam konteks sosialnya atau dengan kata lain semua bidang ilmu yang mempelajari manusia sebagai anggota masyarakat.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa IPS merupakan pembelajaran pada tingkat sekolah yang berperan memfungsionalkan ilmu-ilmu sosial yang bersifat teoritik dalam kehidupan nyata dalam masyarakat. Dalam arti ilmu-ilmu sosial merupakan ilmu murni sedangkan ilmu pengetahuan sosial adalah ilmu terapan, sehingga mnjadi kewajiban bagi ilmu-ilmu sosial untuk selalu mengembangkannya dan tugas dari IPS adalah memanfaatkan dan menyederhanakan materi tersebut ke dalam pembelajaran di sekolah. IPS merupakan pengetahuan terapan yang dilaksanakan dalam kegiatana instruksional di sekolah-sekolah guna mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran anatara lain untuk mengembangkan kepekaan anak didik terhadap kehidupan sosial di sekitarnya.

 

Pendekatan Contextual Teaching and Learning

Blanchard (Komalasari, 2010:6) mengemukakan bahwa pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar dan mengajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarganya, warga negara, dan pekerja.

Pembelajaran komtekstual merupakan suatu konsepsi yang membantu guru mengaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka (Trianto, 2008:17)

Berdasarkan beberapa definisi pembelajaran kontekstual tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual adalah pendekatan pembelajaran yang mengaitkan antara materi yang dipelajari dengan kehidupan nyata siswa sehari-hari.

Jadi jelaslah bahwa pemanfaatan pembelajaran kontekstual akan menciptakan ruang kelas yang di dalamnya siswa akan menjadi peserta aktif bukan hanya pengamat yang pasif, dan bertanggung jawab terhadap belajarnya.

 

  1. METODE PENELITIAN

Pendekatan Penelitian

Prosedur penelitian ini menggunakan model Four-D namun pada penelitian ini peneliti berakhir pada tahap pengembangan. Adapun tahapan kegiatan yang harus dilaksanakan secara runtut. Tahapan pada penelitian pengembangan dengan menggunakan model Four-D, terdiri dari define (pendefinisian), design (Perancangan), develop (pengembangan).

 

Lokasi dan Variabel Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah 37 siswa kelas Va sebagai kelompok uji coba dan 37 siswa kelas Vb sebagai kelas kontrol SDN Kandangan III Surabaya.

 

Variabel Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang terdapat pada BAB I maka variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah:

  1. Validitas buku ajar
  2. Aktifitas siswa
  3. Hasil belajar siswa

Instriment Penelitian

  1. Lembar penilaian buku ajar
  2. Lembar pengamatan aktivitas siswa
  3. Tes hasil belajar

 

Teknk analisis

  1. Analisis Validitas Buku Ajar

Hasil penilaian buku ajar berupa validasi dari pakar atau ahli disimpulkan dalam bentuk kalimat deskriptif. Kriteria interpretasi skor yang diperoleh (memenuhi atau tidak memenuhi) yaitu:

Rentang skor kesimpulan Keterangan
1,00-1,50 Tidak baik Belum dapat digunakan
1,60-2,50 Kurang baik Dapat digunakan dengan banyak revisi
2,60-3,50 Baik Dapat digunakan dengan sedikit revisi
3,60-4,00 Sangat baik Dapat digunakan dengan sedikit revisi

Ismanto (2012:74)

 

  1. Analisis data hasil observasi aktifitas siswa

Data observasi aktifitas siswa selama pembelajaran dianalisis dengan menggunkan presentase. Penghitungannya sebagai berikut:

X 100%

  1. Analisis hasil belajar siswa

Baik pretest maupun postest yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa dan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan buku ajar dan tidak, dianalisis dengan uji T dua sampel berpasangan dengan syarat data homogeny. Operasi komputasi analisisnya menggunakan software SPSS for window 19.0.

Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik sebagai berikut:

  1. Observasi, teknik observasi bertujuan untuk mengumpulkan data penelitian mengenai keterlaksanaan RPP dengan menggunakan buku ajar yang dikembangkan serta aktifitas siswa selama proses pembelajaran.
  2. Pemberian tes hasil belajar, pemberian test meliputi preetest dan posttest sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang telah disusun oleh peneliti.

 

Metode Analisis Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik sebagai berikut:

  1. Observasi

Teknik observasi bertujuan untuk mengumpulkan data penelitian mengenai keterlaksanaan RPP dengan menggunakan buku ajar yang dikembangkan serta aktifitas siswa selama proses pembelajara.

  1. Pemberian tes hasil belajar

Pemberian test meliputi pretest dan post test sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang telah disusun oleh peneliti.

 

  1. HASIL DAN PEMBAHASAN
  2. Validitas Buku Ajar

Secara umum validator menyatakan bahwa buku ajar yang dikembangkan dalam penelitian ini sudah baik dan dapat digunakan dengan sedikit refisi. Rentang skor yang digunakan dikemukakan pada tabel 4.1

 

Menurut Ratumanan&Laurens (2006:105-106) apabila skonya 2,6 ≤ SV (skor validasi) berarti baik. Rata-rata skor validasi buku ajar yang telah dikembangkan adalah 2,8 sehingga 2,6 ≤ 2,8 maka buku ajar yang dikembangkan tersebut tergolong baik dan layak digunakan.

Aspek daya tarik dapat diuraikan dengan beberapa komponen antara lain, (a)cover,(b) kemasan buku ajar yang dinilai dengan kesesuain mkertas, (c)isi materi. Hasil skor rata-rata aspek daya tarik adalah 2,9 denga kategori baik dan dapat digunakan dengan sedikit revisi.

Aspek pemahaman dapat diuraikan dengan beberapa komponen (a)pendahuluan, (b)uraian materi, (c)evaluasi materi. Hasil skor rata-rata pada aspek pemahaman adalah 2,8 dengan kategori baik dan dapat digunakan dengan sedikit revisi.

Aspek standrt teknis dapat diuraikan dengan kesesuaian setting kalimat dengan gambar, kesesuaian setting kalimat dengan gamabr, kesesuaian bahasa dengan EYD. Hasil skor rata-rata pada aspek standart teknik adalah 3,0 dengan kategori baik dan dapat digunakan dengan sedikit revisi.

Aspek pendukung konten dapat diuraikan dengan beberapa komponen antara lain, kesesuaian materi yang dikembangkan dengan kontekstual dan kesesuaian materi yang dikembangkan secara kontekstual dengan kematangan emosi peserta didik. Hasil skor rata-rata pada aspek pendukung konten adalah 3,0 dengan kategori baik dan dapat digunakan dengan sedikit revisi.

Aspek fisik dapat diuraikan dengan beberapa komponen antara lain (a) cover, (b) penggunaan kertas, (c) ukuran dan font huruf, (d) variasi penyajian, (e) pendahuluan, (f) daftar isi, (g) peta konsep, (h) rangkuman, (i) daftar pustaka. Hasil skor rata-rata yang diperoleh pada aspek fisik adalah 3,0 dengan kategori baik dan dapat digunakan dengan sedikit revisi.

Aspek kurikulum dapat diuraikan denga beberapa komponen antara lain (a) kesesuaian KD dengan Indikator, (b) kesesuaian indikator denga tujuan, (c)kesesuaian KD, indikator, tujuan dengan materi, (d) kesesuaian indikator dengan evaluasi, (e)kesesuaian SK, KD dalam RPP, (f) materi kontekstual, (g) keruntutan materi, (h) keseimbangan materi, (i) tujuan pembelajaran. Hasil skor rata-rata pada aspek kurikulum adalah 2,8 dengan kateori baik dan dapat digunakan dengan sedikit revisi.

Aspek media dapat diuraikan dengan beberapa komponen antara lain (a) kesesuaian KD, indikator dnegan gambar, (b) penggunaan gambar, (c) ukuran gamabar, (d) komposisi warna. Hasil skor rata-rata  pada aspek media adalah 2,75 dengan kategori baik dan dapat digunakan dengan sedikit revisi.

Dengan demikian hasil skor rata-rata lembar validasi ahli materi maupun ahli kurikulum dan media menyatakan baik dengan kategori dapat digunakan dengan sedikit revisi.

 

  1. Aktifitas siswa dalam KBM (dalam Presentase)

Berdasarkan tabel 4.3 bahwa skor rata-rata aktifitas ssiwa kelas kontrol yaitu 71,7% yang menunjukkan aktifitas siswa dalam KBM ini adalah kurang aktif. Sedangkan skor rata-rata siswa kelas eksperimen yaitu 85,7% yang menunjukkan aktifitas siswa dalam KBM adalah aktif.

 

Aktifitas belajar merupakan segala kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi (guru dan siswa) dalam rangka mencapai tujuan belajar. Aktifitas belajar siswa yang diamati dalam penelitian ini meliputi beberpa aspek yang dikembangkan dari tujuh sintaks pembelajaran CTL diantaranya: (1) mengembangkan kontruktivisme, (2) melaksanaka inquiry, (3) bertanya jawab, (4) teknik pembagian kelompok, (5) kerja sama dalam kelompok, (6) pemodelan, (7) melaksanakan refleksi, (8) melakukan penilaian autentik, (9) menjawab tes yang diberikan guru.

Hasil pengamatan siswa pada kelas Va yang diajikan pada tabel 4.3 bahwa rat-rata ktifitas siswa yaitu 71,7%. Aktifitas siswa yang paling dominan adalah pada aspek mengembangkan kontruktivisme, melaksanakan inquiry, dan melaksanakan penilaian autentik. Dapat diuraika dari ketiga aspek tersebut, siswa rata-rata memperoleh skor 4. Pada aktifitas siswa kelas Va merupakan aspek yang dilaksanakan secara individu sehingga kaktifan siswa yang terlihat juga secara individu. Sehingga menunjukkan aktifitas siswa dalam KBM kurang aktif.

Pada sisea kelas Vb hasil aktifitas yang disajikan pada tabel 4.4 bahwa rata-rata aktifitas siswa yaitu 85,7%. Aktifitas siswa yang paling dominan adalah teknik pembagian kelompok, kerja sama dalam kelompok, pemodelan dan menjawab tes yang diberikan guru. Dapat diuraikan bahwa pada keempat aspek tersebut, siswa rata-rata memperoleh skor 4 dan dapat dijelaksn dari keempat aspek tersebut dua aspek yang lebih dominan yang dimana siswa melaksanakan KBM dengan teman dan terjadi interaksi antara siswa dan siswa. Berdasar dari hasil pengamatan yang diperoleh aktifitas siswa pada kelas Vb menunjukkan adanya interaksi antar guru da siswa. Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh buku ajar IPS kelas V SD yang berorientasi pada pendekatan Contekstual Teaching and Learning (CTL) terhadap aktifitas siswa.

 

  1. Tes Hasil Belajar

 

Pada awal proses pembelajaran dilakukan tes awal (pretest). Dengan hasil sebgai berikut:

 

Jika dilihat dari nilai rata-rata masing-masing siswa, mayoritas hasil belajar (pre-test) siswa memiliki nilai kurang dari 75 yang berarti mayoritas hasil pre-test pada kelas control maupun eksperimen dinyatakan belum tuntas.

 

Berdasarkan tabel pretest-posttest control dan eksperimen data analisis SPSS dengan hasil output:

 

Berdasarkan tabel 4.12 angka F yang mengasumsikan kedua varisn sama adalah 0,046 dengan probabilitas (sig) sebesar 0,830. Oleh karena angka probabilitas >0,05 maka dapat diartikan tidak ada perbedaan varian antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.

Untuk mengetahui perbandingan tes akhir (posttest) maka dapat dilihat pada angka t-test yang mengasumsi kedua populasi sama adalah -5,965 dengan probabilitas (sig) sebesar 0,000. Oleh karena angka probabilitas <0,05 dapat diartikan ada perbedaan nilai posttest antara kelas eksperimen dan nilai posttest kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh penggunaan buku ajar IPS kelas V SD yang berorientasi pada pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap hasil belajar siswa, dengan kata lain penggunaan buku ajar IPS kelas V SD yang berorientasi pada pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SDN Kandangan III Surabaya.

 

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasar hasil penelitian pada BAB IV dan sesuai dengan tujuan penelitian seperti yang tertulis pada BAB 1 diperoleh data temuan penelitian sebagai berikut:

  1. Hasil penelitian pengambangan Buku Ajar IPS kelas V yang berorientasi pada pendekatan Contekstual Teaching and Learning berkategori baik dan layak untuk digunakan. Hal ini berdasar skor validator ahli materi 2,925 sehingga 2,6 ≤ 2,925 serta skor validator ahli kurikulum dan media 2,85 sehingga 2,6 ≤ 2,85 maka buku ajar tersebut berkategori baik dan layak untuk digunakan.
  2. Berdasarkan hasil analisis terhadap aktifitas siswa, terdapat perbedaan antara aktifitas siswa kelas kontrol dengan aktifitas siswa kelas eksperimen. Aktifitas siswa kelas eksprimen lebih menonjol dibandingkan kelas kontrol. Terlihat pada kegiatan yang dominan pada keas eksperimen.terlihat pada kegiatan dominan pada kelas eksperimen yaitu teknik pembagian kelompok, kerja sama dalam kelompok, pemodelan, dan menjawab tes yang diberikan guru. Dimana pada aspek dominan tersebutterdapat interaksi antara guru dan siswa. Hal ini disebabkan karena digunakannya buku ajar yang dikembangkan pada kelas eksperimen.
  3. Hasil belajar siswa kelas Va yang tidak menggunakan buku ajar rata-rata nilai sebesar 77,95. Adapun ketuntasan kelas persentasenya 62,1% yang belum tuntas secara klasikal karena kurang dari 85%. Sedangkan hasil belajar siswa kelas Vb yang menggunakan buku ajar rata-rata nilai sebesar 85,41. Sehingga dapat disimpulkan penggunaan buku ajar IPS kelas V SD yang berorientasi pada pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa SD di SDN Kandangan III Surabaya.

 

Simpulan

  1. Buku Ajar IPS kelas V yang berorientasi pada pendekatan CTL yang telah dikembangkan, memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan dalam pemeblajaran.
  2. Aktifitas siswa lebih aktif dengan menggunakan buku ajar karena siswa lebih antusias untuk memahami materi.
  3. Ada perbedaan nilai hasil belajar siswa yang signifikan antara kelas Va yang tidak menggunakan buku jaar dan nilai hasil belajar siswa kelas Vb dengan buku ajar. Nilai hasil belajar siswa kelas Vb dengan menggunakan buku ajar yang dikembangkan memperoleh hasil belajar lebih baik dari pada nilai hasil belajar siswa kelas Va yang tidak menggunakan buku ajar.

 

Saran

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan:

  1. Dapat memotifasi para praktisi untuk mengembangkan buku ajar lain sehingga memeperkaya referensi buku ajar yang digunakan dalam pembelajaran.
  2. Guru hendaknya menggunakan buku ajar IPS yang berorientasi pada pendekatan Contextual Teaching and Learning yang memiliki beberapa karakteristik, yaitu: menghubungkan materi dengan kehidupan dan lingkungan sekitas siswa, menggunakan strategi inquiry dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk menggali segala potensi siswa tidak hanya spek kognitif tetapi aspek afektif dan psikomotor.

 

DAFTAR PUSTAKA

Aqib, Zainal. 2013. Model-model, Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (inovatif). Bandung : Yrma Widya

Chomsin S Widodo & Jasmadi. 2008. Pandun menyusun Bahan Ajar Berbasis Kompetensi. Jakarta: elex Media

Johnson, Elaine. 2007 Contectual Teaching and Learning. Bandung: MLC

Komalasari, Kokom. 2010 Pembelajaran Kontekstual. Bandung: PT. Refika Aditama

Muslich, Masnur. 2010. Texs Book Wraiting (dasar-dasar pemahaman penulisan, dan pemakaian Buku Teks). Jogjakarta: Ar-ruzz Medias

Rasyid, Harun dan Mansyur. 2007. Penilaian Hasil Belajar. Bandung: CV Wacana Prima

Suyono. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya

Sugiyanto. 2009. Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka

Suwarno, Wiji. 2006. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jogjakarta: Ar-ruz media

Trianto, 2007. Model Pembelajaran terpadu dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher

Trianto, 2008. Mendesain Pembelajaran Kontekstual. Jakarta: Cerdas Pustaka Pubisher

Trianto. 2012. Model-model pembelajaran Inovatif Berorientasi Kontruktifisme. Jakarta: prestasi Pustaka Raya

Tjipto subroto,  Waspodo dan Suhanadji. 2013. Pendidikan IPS. Surabaya: insan cendikia