PENGGUNAAN EJAAN PADA JURNAL BUANA PENDIDIKAN, FKIP, UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA


BUANA PENDIDIKAN || Teori dan Penelitian Pendidikan
Tahun XI || Nomor 21 || Oktober 2015 || ISSN: 1693-8585
Penerbit : FKIP Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Penulis  : Ira Eko Retnosari

PDF

Abstract

Writing a journal is one of the activities in the university. Through journal, academic community in the university can communicate new information, ideas, studies, and research results. This journal aims to describe the use of the spelling of Buana Pendidikan journal.

This study applies a qualitative approach. The data source of this study is the spelling of Buana Pendidikan journal. The data collecting in this research is done by documentation method. The data collection techniques are (1) the journal collection, (2) copying journal, (3) reading journal, (4) marking with highlighter, (5) classification, (6) coding, and (7) making cards. The data analysis used descriptive method. The stages of data analysis process include (1) the data collection, (2) classification of data, (3) the determination of errors frequency, (4) explanation.

The result of this journal which is the use of spelling that contained in Buana Pendidikan journal is good. It can be proved from the inaccuracy use of spelling that mostly are the use of comma, while other punctuations are relatively little. In addition, the other inaccuracies use of spelling are (1) writing capital letters, (2) writing italics, (3) the writing of numbers, (4) writing the word, (5) the use of dots, and (7) the use of commas.This journal is expected to give inputs to the lecturers to be able to use  spelling correctly when writing a journal. In writing a journal, the use of spelling should be applied properly.

Key words:  the use of spelling, writing journal, the journal of faculty

 

PENDAHULUAN

Menulis merupakan aktivitas berbahasa. Di samping itu, menulis tidak akan pernah tuntas dan lengkap dibahas karena sangat rumit dan bervariasi konsep dan temanya. Menulis juga tidak kalah sulitnya dengan berbicara meskipun dalam hal tertentu berbicara bisa menjadi sangat sulit bagi sebagian orang, namun menulis mungkin lebih mudah bagi mereka. Terlepas dari kesulitan dan kerumitannya, menulis merupakan sebuah proses penting dalam kehidupan siapa pun dewasa ini. Selain menunjang profesionalisme, menulis juga merupakan refleksi dari kesadaran berbahasa dan kemampuan berkomunikasi.

Menulis merupakan salah satu keterampilan yang tidak dikuasai setiap orang. Apalagi, menulis dalam konteks akademik (academic writing), seperti menulis esai, karya ilmiah, laporan penelitian, dsb. (Alwasilah, 2011:2).

Karya ilmiah merupakan karya tulis yang memaparkan ide atau gagasan, pendapat, tanggapan, fakta, dan hasil penelitian yang berhubungan dengan segala kegiatan keilmuan dan menggunakan ragam bahasa keilmuan (Alek dan Achmad H.P., 2011:167). Pada umumnya, penulisan karya ilmiah dilakukan untuk mencari jawaban mengenai suatu hal dan membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Salah satu jenis karya ilmiah adalah artikel ilmiah. Artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan.

Artikel ilmiah dapat dimuat dalam jurnal. Artikel jurnal adalah karangan ilmiah dalam bidang ilmu tertentu yang diterbitkan dalam sebuah jurnal yang khusus menerbitkan bidang kajian ilmu tersebut (Alek dan Achmad H.P., 2011:151).

Penulisan jurnal merupakan salah satu kegiatan di perguruan tinggi. Melalui jurnal, civitas akademik pada perguruan tinggi dapat mengomunikasikan informasi baru, gagasan, kajian, dan hasil penelitian. Dalam menulis jurnal, penggunaan ejaan harus diterapkan dengan baik. Ejaan harus ditaati untuk keteraturan dalam bahasa tulis.keteraturan itu adan berdampak pada kejelasan dan ketepatan makna. Jurnal ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada para dosen agar dapat menggunaan ejaan dengan benar ketika menulis jurnal.

 

KAJIAN PUSTAKA

Ejaan

Ejaan adalah kaidah penulisan huruf, yang mencakup jenis, penggunaan, serta perangkaian dan pemisahannya; penulisan kata, termasuk pula penulisan unsur serapan; dan pemakaian tanda baca (Yulianto dan Purwantono, 1992:14). Menurut Finoza (2001:13), ejaan adalah aturan atau kaidah pelambangan bunyi bahasa, pemisahan, penggabungan, dan penulisannya dalam suatu bahasa. Senada dengan hal itu, Arifin dan Tasai (2000:170) berpendapat bahwa ejaan ialah penulisan huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca. Alek dan Ahmad H.P. (2011:259) mengatakan bahwa ejaan adalah keseluruhan peraturan melambangkan bunyi ujaran, pemisahan dan penggabungan kata, penulisan kata, huruf, dan tanda baca.

 

  1. Penulisan Huruf
  2. Huruf Kapital atau Huruf Besar

1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.

Misalnya: Dia mengantuk.

Apa maksudnya?

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.

Misalnya: Adik bertanya, “Kapan kita pulang?”

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.

Misalnya: Allah, Quran, Islam

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.

Misalnya: Mahaputra Yamin, Haji Agus Salim, Sultan Hasanuddin

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar  kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.

Misalnya: Dia baru saja diangkat menjadi sultan.

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.

Misalnya: Perdana Menteri Nehru, Gubernur Jawa Timur

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, atau nama tempat.

Misalnya: Siapa gubernur yang baru dilantik itu?

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.

Misalnya: Amir Hamzah, Dewi Sartika

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.

Misalnya: mesin diesel, 10 volt

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.

Misalnya: bangsa Indonesia, suku Sunda

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan.

Misalnya: mengindonesiakan kata asing, keinggris-inggrisan

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.

Misalnya: bulan Agustus, hari Lebaran, tahun Hijriah

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama.

Misalnya: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya.

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.

Misalnya: Asia Tenggara, Banyuwangi, Bukit Barisan

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri.

Misalnya: berlayar ke teluk, menyeberangi selat, pergi ke arah tenggara

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis.

Misalnya: garam inggris, gula jawa

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi, kecuali kata seperti dan.

Misalnya: Republik Indonesia, Majelis Permusyawaratan Rakyat

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi  negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan serta nama dokumen resmi.

Misalnya: menjadi sebuah republik, beberapa badan hukum

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.

Misalnya: Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam penulisan nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata seperti di, ke, dari, dalam, yang, untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.

Misalnya: Idrus menulis buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan

Misalnya: Para ibu mengunjungi Ibu Hasan.

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.

Misalnya: Dr.: doktor

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.

Misalnya: Apakah kegemaran Anda?

 

  1. Huruf Miring
  2. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.

Misalnya: majalah Prisma, surat kabar Kompas

  1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.

Misalnya: Dia bukan menipu, melainkan ditipu.

  1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing, kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.

Misalnya: Nama ilmiah padi ialah oryza sativa.

 

  1. Penulisan Angka
  2. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan, nomor, atau jumlah satu sampai dengan seribu ditulis tanpa titik pemisah satuan.

Misalnya: Uangnya ada Rp 525,00.

  1. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan sebuah atau dua buah kata ditulis dengan huruf, kecuali bila digunakan secara berurutan seperti dalam pemerincian.

Misalnya; Ibu membeli tiga ekor ayam.

  1. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah sehingga susunan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat.

Misalnya: Lima puluh orang tewas akibat bencana alam itu.

  1. Angka yang menunjukkan bilangan utuh yang besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca.

Misalnya: Perusahaan kami mendapat pinjaman 250 juta rupiah.

  1. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks, kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi.

Misalnya: Kami memiliki dua puluh unit komputer.

 

  1. Penulisan Kata
    • Penulisan Kata Gabung
  2. Kata-kata yang membentuk gabungan kata ditulis terpisah satu dengan lainnya.

Misalnya: kantor pos, luar negeri, tata bahasa

  1. Gabungan kata yang sudah dianggap sebagai sebuah kata ditulis serangkai menjadi satu.

Misalnya: matahari, apabila, daripada

  1. Gabungan kata yang diberi awalan dan akhiran harus ditulis serangkai sebagai sebuah kata.

Misalnya: melipatgandakan, ketidakadilan, dimejahijaukan

  1. Salah satu unsur gabungan kata (biasanya unsur pertama) yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai sebuah kata ditulis serangkai sebagai sebuah kata.

Misalnya: antarkota, nonbaku, internasional

 

  • Penulisan Kata Depan

Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.

Misalnya: Ia pantas tampil ke depan.

 

  1. Tanda Titik (.)
  2. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

Misalnya: Ayahku tinggal di Aceh.

  1. Tanda titik dipakai untuk memisahkan jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu dan jangka waktu.

Misalnya: pukul 12.10.20

  1. Tanda titik dipakai di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.

Misalnya:

Lawrence, Marry S. 1974. Writing as a Thinking Process. Ann Arbor: University of Michigan Press.

  1. Tanda titik dipakai untuk memisahkan ribuan atau kelipatannya.

Misalnya: Calon mahasiswa yang mendaftar mencapai 20.590 orang.

 

  1. Tanda Koma (,)
  2. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.

Misalnya: Reny membeli permen, roti, dan air mineral.

  1. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan.

Misalnya: Saya ingin datang, tetapi hari hujan.

  1. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.

Misalnya: Karena sakit, kakek tidak bisa hadir.

Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya.

Misalnya: Kakek tidak bisa hadir karena sakit

  1. Tanda koma harus dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, akan tetapi.

Misalnya: Jadi, masalahnya tidak semudah itu.

  1. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat dalam kalimat.

Misalnya: O, begitu?

  1. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.

Misalnya: Kata ibu, “Saya berbahagia sekali.”

  1. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggall, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.

Misalnya:

Jakarta, 11 November 1996

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan ejaan pada jurnal Buana Pendidikan, FKIP,  Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah jurnal Buana Pendidikan dan data penelitian ini adalah ejaan yang terdapat dalam jurnal Buana Pendidikan.

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui metode dokumentasi. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah (1) pengumpulan jurnal, (2) pemfotokopian jurnal, (3) pembacaan jurnal, (4) penandaan dengan stabilo, (5) pengklasifikasian, (6) pengodean, dan (7) pembuatan kartu. Penganalisisan data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Adapun tahap-tahap yang digunakan dalam penganalisisan meliputi (1) pengumpulan data, (2) pengklasifikasian data, (3) penentuan frekuensi kesalahan, dan (4) pengeksplanasian.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan analisis data, penggunaan ejaan pada jurnal Buana Pendidikan, FKIP, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya baik. Berikut ini dipaparkan hasil analisis data.

 

  1. Penulisan Huruf Kapital

Ketidaktepatan penulisan huruf kapital pada jurnal ini tidak banyak ditemukan. Penulisan huruf kapital yang tidak sesuai kaidah penulisan huruf kapital seperti di bawah ini.

Data:

  • … antara lain Sarana dan Prasarana, gizi ….
  • …faktor Pelatih, pemain … .

Kalimat (1) dan kalimat (2) tidak menggunakan huruf kapital secara tepat. Kata Sarana dan Prasarana pada kalimat (1) dan kata Pelatih pada kalimat nomor (2) tidak perlu ditulis dengan huruf kapital. Ketiga kata tersebut hanya sebagai kata biasa. Di samping itu, ketiga kata tersebut tidak termasuk dalam kata yang huruf awalnya ditulis dengan huruf kapital menurut kaidah penulisan huruf kapital. Penulisan huruf kapital yang tepat pada kalimat (1) dan (2) seperti berikut ini.

  • … antara lain sarana dan prasarana, gizi ….
  • …faktor pelatih, pemain … .

 

  1. Penulisan Huruf Miring

Huruf miring digunakan dalam cetakan yang dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing, kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. Ketidaktepatan penulisan huruf miring dapat dilihat di bawah ini.

Data:

  • Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achivement Divisions (STAD) dan Numbered Head Together (NHT) dipilih karena … .

Pada kalimat (1) di atas, kata Student Teams Achivement Divisions dan Numbered Head Together penulsannya tidak tepat. Menurut kaidah penulisan huruf  miring, kata nama ilmiah atau ungkapan asing, kecuali yang telah disesuaikan ejaannya harus dimiringkan. Oleh sebab itu, kalimat (1) akan memenuhi kaidah penulisan huruf miring jika diubah seperti berikut ini.

  • Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achivement Divisions (STAD) dan Numbered Head Together (NHT) dipilih karena … .

 

  1. Penulisan Angka

Kaidah penulisan angka dan lambang bilangan adalah (1) lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan sebuah atau dua buah kata ditulis dengan huruf, kecuali bila digunakan secara berurutan seperti dalam pemerincian, (2) Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks, kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi

Data:

  • … terdapat 4 tahap dalam memecahkan masalah … .
  • … dapat dikategorikan menjadi 5 (lima) macam … .
  • Turney (1973) mengungkapkan 8 keterampilan mengajar … .

Kalimat (1) dan kalimat (3) di atas penulisan angkanya tidak tepat. Menurut kaidah penulisan angka, lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan sebuah atau dua buah kata ditulis dengan huruf, kecuali bila digunakan secara berurutan seperti dalam pemerincian. Sedangkan pada kalimat (2) penulisan angkanya juga tidak sesuai kaidah. Berdasarkan kaidah penulisan angka, bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks, kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Kalimat-kalimat di atas akan memenuhi kaidah penulisan angka jika diubah seperti di bawah ini.

  • … terdapat empat tahap dalam memecahkan masalah … .
  • … dapat dikategorikan menjadi lima macam … .
  • Turney (1973) mengungkapkan delapan keterampilan mengajar … .

 

  1. Penulisan Kata

Kaidah penulisan kata adalah (1) salah satu unsur gabungan kata (biasanya unsur pertama) yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai sebuah kata ditulis serangkai sebagai sebuah kata, (2) kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.

Data:

  • …gol tercipta kegawang lawan penilaian … .
  • … formal saja melainkan pendidikan non formal juga selalu menjadi perbincangan banyak pihak.

Pada kalimat (1) di atas, ketidaktepatan penulisan kata terdapat pada kata kegawang. Berdasarkan kaidah penulisan kata, ke yang berfungsi sebagai kata depan ditulis terpisah. Oleh karena itu, kata kegawang seharusnya diubah menjadi ke gawang. Ketidaktepatan penggunaan kata pada kalimat (2) di atas terdapat pada kata non formal. Menurut kaidah penulisan kata, salah satu unsur gabungan kata (biasanya unsur pertama) yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai sebuah kata ditulis serangkai sebagai sebuah kata. Oleh sebab itu, kata non formal seharusnya diubah menjadi nonformal. Kedua kalimat tersebut akan memenuhi kaidah penulisan kata jika diubah seperti berikut ini.

  • …gol tercipta kegawang lawan penilaian … .
  • … formal saja melainkan pendidikan nonformal juga selalu menjadi perbincangan banyak pihak.

 

  1. Tanda Titik (.)

Tanda titik digunakan pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Ketidaktepatan penggunaan tanda titik seperti di bawah ini.

Data:

  • … bekerja keras sejak awal,
  • “Bagaimana kemampuan mahasiswa pendidikan matematika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dalam memecahkan soal matematika diskrit?”.
  • “Adakah pengaruh penggunaan media pembelajaran kreatif terhadap hasil belajar IPS siswa Sekolah Dasar Negeri di Surabaya Selatan?”.

Kalimat (1) di atas penggunaan tanda titiknya tidak tepat. Berdasarkan kaidah penggunaan tanda titik, kalimat berita diakhiri tanda titik. Oleh karena itu, kalimat (1) seharusnya tidak diakhiri tanda koma, tetapi tanda titik. Pada kalimat (2) dan (3), kesalahan penggunaan tanda titiknya adalah sama. Menurut kaidah penggunaan tanda titik, kalimat tanya diakhiri tanda tanya sehingga tidak perlu dibubuhi tanda titik setelah tanda tanya. Oleh sebab itu, tanda titik pada kalimat (2) dan (3) seharusnya dihilangkan. Kalimat-kalimat tersebut akan memenuhi kaidah penggunaan tanda titik jika diubah seperti berikut ini.

  • … bekerja keras sejak awal.
  • “Bagaimana kemampuan mahasiswa pendidikan matematika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dalam memecahkan soal matematika diskrit?”
  • “Adakah pengaruh penggunaan media pembelajaran kreatif terhadap hasil belajar IPS siswa Sekolah Dasar Negeri di Surabaya Selatan?”

 

  1. Penggunaan Tanda Koma (,)

Tanda koma digunakan (1) di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan, (2) untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan, (3) untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya, (4) tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya, (5) di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, akan tetapi. Penggunaan tanda koma yang tidak tepat seperti berikut ini.

Data:

  • Sumber Daya Manusia (SDM), karena dalam sepakbola … .
  • … pemecahan masalah, sehingga pemecahan masalah perlu diajarkan.
  • … model pembelajaran seadanya, sehingga berakibat tidak tercapainya … .
  • … penguasaan matematika, karena penguasaan matematika merupakan … .
  • Alasan guru umumnya karena rumit membuatnya dan mahal harganya, sehingga mereka tidak mampu … .
  • …sesuai dengan harapan tetapi tanpa gol tercipta … .
  • Prestasi sepakbola Indonesia yang kurang berhasil disebabkan oleh banyak faktor antara lain….
  • … menempuh mata kuliah prasyarat yaitu pengantar dasar matematika dan teori bilangan.
  • …ilmu pendukung seperti psikologi olahraga, fisiologi, ….
  • …ahli lain seperti Krulik dan Rudrick.
  • Untuk itu seorang … .
  • Menurut Depdiknas (2006) mata pelajaran matematika perlu diberikan … .
  • Menurut Polya (1973) terdapat … .
  • Menurut Steiner dan Fresenborg (dalam Marpany, 1993:2) salah satu tugas pokok pendidikan … .
  • Menurut Suherman (2008) matematika merupakan salah satu … .
  • Pada prinsipnya masalah matematika terdiri atas … .
  • Menurut Kirkley (dalam Anggo, 2009) pemecahan masalah merupakan perwujudan … .
  • Pada penelitian ini tahap-tahap pemecahan masalah yang digunakan … .
  • Untuk dapat memecahkan masalah matematika dibutuhkan proses berpikir … .
  • Dari uraian tersebut dikatakan bahwa faktor … .
  • Dari pengamatan peneliti banyak model pembelajaran yang diterapkan … .
  • Dari banyaknya model pembelajaran kooperatif yang ada diharapkan pendidik dapat … .
  • Dalam penelitian ini kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah … .
  • Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapat ditentukan … .
  • Dalam penelitian ini akan ditinjau dari kemampuan … .
  • Dalam proses pembelajaran diperlukan sebuah sebuah alat yang … .
  • Dalam penelitian ini media pembelajaran yang dipakai adalah … .
  • …ilmu gizi, ilmu kepelatihan dll.
  • … abstraksi, penalaran, imajinasi dan pemecahan masalah.
  • …dapat berpikir logis, analitis, kritis dan kreatif dalam mengambil keputusan … .
  • … mahasiswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah.
  • … siswa untuk mencoba, mengalami, merasakan dan menemukan … .
  • … pendidikan yang bertujuan untuk memperbaiki kerja, dan mengembangkan peningkatan manusia melalui media aktivitas jasmani.
  • Jika dilihat sampai saat ini masih ditemukan sebagian pendidik … .
  • Jadi kita mulai berpikir suatu inovasi … .
  • Selain itu dari beberapa … .
  • Sehingga masih kurang memperhatikan … .
  • Selanjutnya Hudoyo (1994:2) mengatakan bahwa ….
  • Akibatnya mahasiswa tidak mampu menyelesaikan … .
  • Dengan demikian media pembelajaran merupakan alat bantu … .
  • Sedangkan tujuan penelitian ini pada dasarnya … .
  • Dengan kata lain perangkat pembelajaran … .

Kalimat (1-5) di atas tidak menggunakan tanda koma secara tepat. Menurut kaidah penggunaan tanda koma, tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya. Pada kalimat (6), ketidaktepatan penggunaan tanda koma terletak pada ketiadaan koma sebelum kata tetapi. Berdasarkan kaidah penggunaan tanda koma, tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan. Keenam kalimat tersebut akan memenuhi kaidah penggunaan tanda koma jika diubah seperti berikut ini.

Data:

  • Sumber Daya Manusia (SDM) karena dalam sepakbola … .
  • … pemecahan masalah sehingga pemecahan masalah perlu diajarkan.
  • … model pembelajaran seadanya sehingga berakibat tidak tercapainya … .
  • … penguasaan matematika karena penguasaan matematika merupakan … .
  • Alasan guru umumnya karena rumit membuatnya dan mahal harganya sehingga mereka tidak mampu … .
  • …sesuai dengan harapan tetapi tanpa gol tercipta … .

Pada kalimat (7-10), penggunaan tanda komanya tidak tepat. Hal itu ditunjukkan dengan ketiadaan koma sebelum kata yang menunjukkan perincian. Agar keempat kalimat tersebut memenuhi kaidah penggunaan tanda koma, kalimat-kalimat tersebut diubah seperti di bawah ini.

  • Prestasi sepakbola Indonesia yang kurang berhasil disebabkan oleh banyak faktor, antara lain… .
  • … menempuh mata kuliah prasyarat, yaitu pengantar dasar matematika dan teori bilangan.
  • …ilmu pendukung, seperti psikologi olahraga, fisiologi, ….
  • …ahli lain, seperti Krulik dan Rudrick.

Kalimat (11-27) tidak menggunakan tanda koma dengan tepat. Menurut kaidah penggunaan tanda koma, kata atau frasa yang menduduki fungsi keterangan yang terletak di awal kalimat diberi tanda koma. Dengan hadirnya koma setelah keterangan, subjek kalimat menjadi jelas. Ketujuh belas kalimat tersebut akan memenuhi kaidah penggunaan tanda koma jika diubah seperti di bawah ini.

  • Untuk itu, seorang … .
  • Menurut Depdiknas (2006), mata pelajaran matematika perlu diberikan … .
  • Menurut Polya (1973), terdapat … .
  • Menurut Steiner dan Fresenborg (dalam Marpany, 1993:2), salah satu tugas pokok pendidikan … .
  • Menurut Suherman (2008), matematika merupakan salah satu … .
  • Pada prinsipnya, masalah matematika terdiri atas … .
  • Menurut Kirkley (dalam Anggo, 2009), pemecahan masalah merupakan perwujudan … .
  • Pada penelitian ini, tahap-tahap pemecahan masalah yang digunakan … .
  • Untuk dapat memecahkan masalah matematika, dibutuhkan proses berpikir … .
  • Dari uraian tersebut, dikatakan bahwa faktor … .
  • Dari pengamatan peneliti, banyak model pembelajaran yang diterapkan … .
  • Dari banyaknya model pembelajaran kooperatif yang ada, diharapkan pendidik dapat … .
  • Dalam penelitian ini, kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah … .
  • Berdasarkan uraian latar belakang di atas, dapat ditentukan … .
  • Dalam penelitian ini, akan ditinjau dari kemampuan … .
  • Dalam proses pembelajaran, diperlukan sebuah sebuah alat yang … .
  • Dalam penelitian ini, media pembelajaran yang dipakai adalah … .

Pada kalimat (28-32), terdapat kesalahan penggunaan tanda koma. Unsur perincian lebih dari dua sebelum kata dan seharusnya diberi tanda koma. Menurut kaidah penggunan tanda koma, tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Sedangkan, kesalahan penggunaan tanda koma pada kalimat (33) terjadi karena kehadiran tanda koma pada unsur perincian yang berjumlah dua. Oleh sebab itu, keenam kalimat tersebut akan memenuhi kaidah penggunaan tanda koma jika diubah seperti berikut ini.

  • …ilmu gizi, ilmu kepelatihan, dll.
  • … abstraksi, penalaran, imajinasi, dan pemecahan masalah.
  • …dapat berpikir logis, analitis, kritis, dan kreatif dalam mengambil keputusan … .
  • … mahasiswa yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah.
  • … siswa untuk mencoba, mengalami, merasakan, dan menemukan … .
  • … pendidikan yang bertujuan untuk memperbaiki kerja dan mengembangkan peningkatan manusia melalui media aktivitas jasmani.

Kesalahan penggunaan kalimat (34) terjadi karena ketiadaan tanda koma setelah anak kalimat yang terletak di awal. Menurut kaidah penggunaan tanda koma, tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. Sedangkan kesalahan kalimat (35-42), terdapat pada ketiadaan koma setelah kata penghubung antarkalimat. Menurut kaidah penggunaan tanda koma, tanda koma harus dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, akan tetapi. Kesembilan kalimat tersebut akan memenuhi kaidah penggunaan tanda koma jika diubah seperti di bawah ini.

  • Jika dilihat sampai saat ini, masih ditemukan sebagian pendidik … .
  • Jadi, kita mulai berpikir suatu inovasi … .
  • Selain itu, dari beberapa … .
  • Sehingga, masih kurang memperhatikan … .
  • Selanjutnya, Hudoyo (1994:2) mengatakan bahwa ….
  • Akibatnya, mahasiswa tidak mampu menyelesaikan … .
  • Dengan demikian, media pembelajaran merupakan alat bantu … .
  • Sedangkan, tujuan penelitian ini pada dasarnya … .
  • Dengan kata lain, perangkat pembelajaran … .

 

5. SIMPULAN

Penggunaan ejaan yang terdapat pada jurnal Buana Pendidikan, FKIP, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya baik. Hal itu dapat dibuktikan dari kesalahan penggunaan ejaan yang terbanyak hanya penggunaan tanda koma. Sedangkan, penggunaan tanda baca yang lain relatif sedikit kesalahannya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Alek dan Achmad H.P.2011. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kencana.

Alwasilah, A. Chaedar. 2011. Menulis: Dari Teori Hingga Praktik (Penawar Racun Plagiarisme). Bandung: Alfabeta.

Arifin, E. Zainal dan S. Amran Tasai. 2000. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademiko Pressindo.

Chaer, Abdul.2011. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. 2013. Pembinaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Finoza, Lamuddin. 2001. Komposisi Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa Nonjurusan Bahasa. Jakarta: Diksi Insan Mulia.

Nurjamal, Daeng dan Warta Sumirat. 2010. Penuntun Perkuliahan Bahasa Indonesia. Bandung: Alfabeta.

Rahardi, Kunjana. 2009. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Erlangga.

Yulianto, Bambang dan Susilo Purwantono. 1992. Bahasa Indonesia. Surabaya: C3 Press Surabaya.