Efektivitas Model Pembelajaran RME Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa Kelas X UPW 2 SMK Negeri 6 Surabaya


Seminar Nasional Matematika 2015 || Membangun Tradisi Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan
30 Mei 2015 || ISBN: 978-979-8559-54-9
Penerbit : Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Penulis 1: Ella Fatma Vemil
Penulis 2: Moh. Syukron Maftuh

PDF

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan pengalaman mengajar guru matematika di SMK Negeri 6 Surabaya yang belum menguasai metode-metode atau model pembelajaranyang sesuai dengan kurikulum 2013 yang telah diterapkan di SMK Negeri 6 Surabaya. Akibatnya, siswa belum sepenuhnya terlibat aktif dalam pembelajaran sehingga menjadikan pembelajaran siswa belum bermakna.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah model pembelajaran RME (Realistic Mathematics Education) efektif dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas X UPW 2 SMK Negeri 6 Surabaya?”. Tujuannya adalah untuk mengetahui efektif tidaknya model pembelajaran RME dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas X UPW 2 SMK Negeri 6 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X UPW 2 SMK Negeri 6 Surabaya Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan jumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan angket. Analisis dilakukan secara analisis deskriptif untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran matematika pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sebesar 3,81 termasuk dalam kategori sangat baik karena terletak pada rentang 3,50 ≤ KG ≤ 4,00, aktivitas siswa juga termasuk dalam kategori aktif karena aktivitas siswa yang relevan dengan KBM yaitu sebesar 94,91%, respon siswa terhadap pembelajaran RME termasuk dalam kategori positif karena ≥85% siswa memberikan respon positif dengan presentase rata-rata respon positif sebesar 99,68% dan hasil belajar siswa secara klasikal dengan presentase ketuntasan klasikal sebesar 93,55% juga dapat dikatakan telah tercapai karena ≥85% siswa tuntas dalam teshasil belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran RME (Realistic Mathematics Education) efektif dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan Sistem Persamaan Linear DuaVariabel (SPLDV) dan Sistem Persamaan Linear TigaVariabel (SPLTV) siswa kelas X UPW 2 SMK Negeri 6 Surabaya.

Kata Kunci: Efektivitas, RME (Realistic Mathematics Education), Pembelajaran Matematika.

 

PENDAHULUAN

Dengan diberlakukannya kurikulum 2013 maka proses pembelajaran harus mulai ditingkatkan dengan menggunakan berbagai pendekatan yang lebih menekankan pada kompetensi peserta didik, yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas serta aktivitas peserta didik dalam berpikir dan bertindak. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan terhadap pelaksanaan proses pembelajaran matematika di SMK Negeri 6 Surabaya, sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah menengah di Surabaya yang telah menerapkan kurikulum 2013 dalam pembelajaran pada peserta didik. Kurikulum 2013 memberikan akses pada peserta didik untuk berkembang secara mandiri, karena siswa dituntut lebih aktif dan tidak pasif, sedangkan pendidik masih belum menguasai metode-metode atau model-model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013. Akibatnya, pembelajaran yang berlangsung belum memberikan makna pada peserta didik.

Untuk menjadikan belajar yang lebih bermakna menurut Imam Tolkhah (2004: 106) dengan melalui latihan perbuatan yaitu melatih atau membiasakan peserta didik melakukan sesuatu yang baik dengan harapan mengetahui sekaligus mengaplikasikan materi pelajaran dengan eksperimen di lapangan (learning by doing) sehingga peserta didik dapat mengaktualisasikan materi ke dalam dunia nyata.

Berdasarkan pendapat di atas, pembelajaran matematika di tekankan pada keterkaitan antara konsep-konsep matematika dengan pengalaman peserta didik dalam kehidupan sehari-hari (realistic), sehingga peserta didik akan merasa akrab dan senang dengan materi yang akan dipelajarinya serta mampu memahami materi itu melalui aktivitasnya. Maka dapat digunakan salah satu pendekatan dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan kehidupan nyata yaitu dengan menggunakan model pembelajaran RME (Realistic Mathematics Education). Diharapkan dengan pendekatan RME, pembelajaran matematika dapat berlangsung dengan lebih baik serta dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan siswa terhadap suatu materi. Oleh karena itu penulis melakukan suatu penelitian dengan judul “Efektivitas Model Pembelajaran RME (Realistic Mathematics Education) dalam Pembelajaran Matematika pada Siswa Kelas X UPW 2 SMK Negeri 6 Surabaya”.

Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang dikemukakan tersebut, maka masalah yang terkait dengan penelitian ini dapat disajikan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut “Apakah penerapan model pembelajaran RME (Realistic Mathematics Education) efektif dalam pembelajaran matematika pada materi Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan Linear siswa kelas X UPW 2 SMK Negeri 6 Surabaya?”  yang hasilnya diharapkan dapat bermanfaat khususnya bagi guru matematika sebagai bahan referensi untuk mengetahui model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013, salah satunya yaitu model pembelajaran RME (Realistic Mathematics Education).

 

  1. KAJIAN TEORI
  2. Pembelajaran Matematika

Pembelajaran matematika adalah proses interaksi antara guru dan siswa yang melibatkan pengembangan pola berfikir dan mengolah logika pada suatu lingkungan belajar yang sengaja diciptakan oleh guru dengan berbagai metode agar kegiatan belajar siswa efektif dan efisien.

  1. RME (Realistic Mathematics Education)

RME (Realistic Mathematics Education) bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti pendidikan matematika dalam dunia nyata. Jadi RME merupakan suatu model pembelajaran yang mengaitkan matematika dengan realitas yang ada dan dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Namun realitas yang dimaksud tidak selalu konkret dapat dilihat oleh mata, tetapi termasuk hal-hal yang dapat di bayangkan oleh siswa. Terdapat 6 langkah dalam pembelajaran matematika realistik yaitu pendahuluan, memahami masalah kontekstual, menyelesaikan masalah kontekstual (berpikir), kemudian siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok, selanjutnya diskusi kelas (berbagi) dan langkah terakhir yaitu kesimpulan.

Asmin (2001: 636) menuliskan beberapa keunggulan model pembelajaran RME, diantaranya:

1)  Pembelajaran RME lebih memberikan makna pada peserta didik karena dikaitkan dengan kehidupan dunia nyata. Konteks dunia nyata yang digunakan untuk sumber pembelajaran dapat berperan sebagai penguat kesan (a memory jogger) atau tidak mudah lupa.

2) Peserta didik lebih senang dan lebih termotivasi karena pembelajaran menggunakan realitas kehidupan.

3) Peserta didik merasa dihargai dan semakin terbuka karena setiap jawaban peserta didik ada nilainya.

4) Memupuk kerjasama dalam kelompok.

5) Melatih keberanian peserta didik, karena harus menjelaskan jawaban yang telah ditemukan.

6) Melatih peserta didik untuk terbiasa berfikir dan mengemukakan pendapat.

7) Aplikasi mata pelajaran benar-benar terdemonstrasikan.

  1. Efektivitas Pembelajaran

Efektivitas didefinisikan pencapaian tujuan, dengan kata lain bagaimana sebaiknya suatu hasil (output) dicapai akan merefleksikan efektivitas (Gaspersz, 2006: 29). Jadi efektivitas merupakan tahapan untuk mencapai suatu tujuan sebagaimana yang diharapkan.

Dalam penelitian ini keefektifan akan ditinjau dari kemampuan guru, aktivitas siswa, respon siswa dan hasil belajar siswa. Jika paling sedikit tiga dari empat aspek di atas terpenuhi (dengan syarat ketuntasan belajar siswa secara klasikal harus terpenuhi), maka pembelajaran RME (Realistic Mathematics Education) dapat dikatakan efektif. Misalnya kemampuan guru baik, aktivitas siswa aktif dan hasil belajar siswa tuntas. Selanjutnya, kemampuan guru baik, respon siswa positif dan hasil belajar siswa tuntas atau aktivitas siswa aktif, respon siswa postif, dan hasil belajar siswa tuntas.

  1. Materi Matematika

Dalam penelitian ini, materi yang dipilih peneliti adalah materi pada bab Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan Linear dengan sub pokok bahasan penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV). Dalam menentukan himpunan penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yaitu metode eliminasi, metode substitusi, dan metode campuran (eliminasi dan substitusi).

Untuk menentukan himpunan penyelesaian SPLTV dilakukan dengan cara yang sama dengan penentuan penyelesaian SPLDV yaitu dengan menggunakan motode eliminasi, substitusi, dan metode eliminasi dan substitusi.

 

  1. METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penilitian kualitatif. Bodgan dan Bilken (dalam Burhanuddin, 2013: 1) mengatakan bahwa dalam penelitian kualitatif ini kehadiran peneliti sangat penting kedudukannya, karena penelitian kualitatif adalah studi kasus, maka segala sesuatu akan sangat bergantung pada kedudukan peneliti. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X UPW 2 SMK Negeri 6 Surabaya Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan jumlah 31 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 5 September – 5 Desember 2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, dan tes. Observasi untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dan aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung, angket untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran, dan tes untuk mengukur pemahaman siswa setelah pembelajaran mengunakan RME. Analisis dilakukan secara analisis deskriptif untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran matematika pada materi pokok Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV).

 

  1. PEMBAHASAN

Hasil penelitian terdiri dari kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung, respon yang diberikan siswa terhadap pembelajaran RME (Realistic Mathematics Education) dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian tersebut akan diuraikan secara rinci sebagai berikut.

  1. Kemampuan Guru

Hasil observasi kemampuan guru dapat dideskripsikan sebagai berikut.

Tabel 1: Hasil Kemampuan Guru selama Pembelajaran RME (Realistic Mathematics Education

No Aspek yang diamati Penilaian
Part.I Part.II
I Pengamatan KBM

A. Pendahuluan

1. Mengucapkan salam dan memimpin doa sebelum pelajaran di

mulai

3 3
2. Mengecek kehadiran siswa 4 4
3. Memotivasi siswa dan mengaitkan materi dengan kehidupan seharihari. 4 4
B. Kegiatan Inti
1. Menjelaskan materi langkah demi langkah. 4 4
2. Membimbing siswa melatih pengetahuan secara individual dengan

pemberian soal/masalah

4 4
3. Membimbing siswa membentuk kelompok untuk menyelesaikan

soal/masalah yang sudah diselesaikan secara individual sebelumnya

4 4
4. Memantau kelompok-kelompok belajar mereka 4 4
5. Meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk

mempresentasikan hasil diskusi mereka

4 4
6. Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah didiskusikan 4 4
7. Membimbing siswa untuk menarik kesimpulan secara bersamasama

tentang materi yang telah dipelajari

4 4
C. Penutup
1. Memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik 4 4
2. Menginformasikan kepada siswa tentang materi yang akan

dipelajari pada pertemuan berikutnya

3 4
3. Menutup pelajaran dengan mengucap salam 3 4
II Suasana Kelas
1. Siswa antusias 4 4
2. Guru antusias 4 3
3. Waktu sesuai alokasi 3 3
4. KBM sesuai dengan skenario RPP 4 4
III Perangkat Pembelajaran
1. LKS mendukung pencapaian indikator 4 4
Jumlah 68 69
Rata-rata tiap pertemuan 3,78 3,83
KG 3,81 SB

 

  1. Aktivitas Siswa

Hasil penelitian aktivitas siswa selama proses pembelajaran dapat dideskripsikan sebagai berikut.

Tabel 2: Aktivitas Siswa Selama P(Realistic Mathematics Education)

No Kriteria observasi aktivitas siswa Presentase aktivitas siswa
Part. 1 Part. 2
1 Mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru 28,70% 25,93%
2 Mendengarkan/memperhatikan penjelasan teman 15,74% 18,52%
3 Membentuk kelompok sesuai arahan guru 5,56% 5,56%
4 Membaca/memahami LKS/buku 5,56% 5,56%
5 Berdiskusi/bertanya antar siswa dengan guru 1,85% 3,70%
6 Berdiskusi/bertanya antar siswa dengan siswa 16,67% 20,37%
7 Mempresentasikan hasil diskusi/menanggapi hasil diskusi 3,70% 1,85%
8 Menulis/menyalin catatan yang relevan dengan kegiatan

pembelajaran

5,56% 5,56%
9 Menyimpulkan materi yang dipelajari 11,11% 8,33%
10 Kegiatan yang tidak relevan dengan KBM, seperti

mengerjakan sesuatu di luar topik pembelajaran, melakukan

percakapan di luar topik pembelajaran, keluar masuk kelas

tanpa ijin.

5,56% 4,63%
Jml 100% 100%  

 

 

  1. Respon Siswa

Respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran matematika realistik pada pokok bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) kelas X UPW 2 SMK Negeri 6 Surabaya tahun pelajaran 2014 – 2015 yang disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 3: Hasil Respon Siswa terhadap Pembelajaran RME (Realistic Mathematics Education)

No Pertanyaan Presentase
Ya Tidak
1 Pembelajaran hari ini menarik dan

menyenangkan

31/31 x 100% = 100% 0/31 x 100% = 0%
2 Dengan pembelajaran hari ini

menjadikan siswa lebih berani

bertanya

31/31 x 100% = 100% 0/31 x 100% = 0%
3 Dengan pembelajaran hari ini

menjadikan siswa lebih dapat

menghubungkan materi dengan

kehidupan sehari-hari

30/31 x 100% = 96,77% 1/31 x 100% = 3,23%
4 Dengan pembelajaran hari ini

menjadikan siswa lebih mudah

dalam memahami materi

31/31 x 100% = 100% 0/31 x 100% = 0%
5 Dengan pembelajaran hari ini

memudahkan siswa dalam

menyelesaikan masalah/ soal-soal

yang diberikan

31/31 x 100% = 100% 0/31 x 100% = 0%
6 Dengan pembelajaran hari ini

menjadikan siswa lebih

menghargai pendapat teman

31/31 x 100% = 100% 0/31 x 100% = 0%
7 Dengan pembelajaran hari ini

memberikan kesempatan pada

siswa untuk berdiskusi dan

mengajukan pendapat

31/31 x 100% = 100% 0/31 x 100% = 0%
8 Dengan pembelajaran hari ini

siswa berkeyakinan memperoleh

nilai yang lebih baik

31/31 x 100% = 100% 0/31 x 100% = 0%
9 Dengan pembelajaran hari ini,

siswa percaya dapat berhasil

mencapai KKM saat ulangan

31/31 x 100% = 100% 0/31 x 100% = 0%
10 Guru pandai dalam mengajar

dengan model pembelajaran hari

ini

31/31 x 100% = 100% 0/31 x 100% = 0%
Rata-rata 99,68% 0,32%

 

 

 

 

  1. Hasil Belajar Siswa

Tabel 4: Hasil Belajar Siswa

No Nama Siswa Nilai Rata-rata Katagori
1 2
1 AR. AGUSTA 100 70 85 Tuntas
2 AYU O. 85 100 93 Tuntas
3 AYU S. 80 100 90 Tuntas
4 AZARIA M. 95 70 83 Tuntas
5 AZIS 100 100 100 Tuntas
6 DEVIA P. P. 90 70 80 Tuntas
7 DEWI RAHIL 80 70 75 Tuntas
8 DEWI S. H. 100 100 100 Tuntas
9 ELVIRA Y. 100 100 100 Tuntas
10 ERI O. 60 100 80 Tuntas
11 ERLISA Y 60 100 80 Tuntas
12 IFADATUL 100 70 85 Tuntas
13 IGA SEPTIA 85 100 93 Tuntas
14 INTAN R. M. 80 100 90 Tuntas
15 LUTFI H. 100 100 100 Tuntas
16 MINQURROTIN A. N. 70 75 73 Tidak Tuntas
17 M. KARINSYAH 80 75 78 Tuntas
18 NOFRI 100 100 100 Tuntas
19 NOVITA W. 100 100 100 Tuntas
20 NURUL 100 100 100 Tuntas
21 RENNO LUZARDIE S. 80 100 90 Tuntas
22 RIZKA A. 85 100 93 Tuntas
23 SAFAR M. 80 100 90 Tuntas
24 SHANTI V. 90 70 80 Tuntas
25 SHINTA AULIA R. L. 80 70 75 Tuntas
26 VELIA . 95 70 83 Tuntas
27 VERISCA E. 85 100 93 Tuntas
28 WAHID ERI WICAKSONO 100 100 100 Tuntas
29 YOELANDA VIRGINIA M 90 50 70 Tidak Tuntas
30 YOGI MAULANA PUTRA 100 100 100 Tuntas
31 ZAFIFATUS 8 100 93 Tuntas

 

Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran diperoleh dari rata-rata kemampuan guru mengelola pembelajaran pada pertemuan pertama dan kemampuan guru mengelola pembelajaran pada pertemuan kedua yaitu sebesar 3,81. Karena rata-rata kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang diperoleh termasuk dalam 3,50 ≤ KG ≤ 4,00 maka masuk dalam kategori sangat baik.

Hasil analisis aktivitas siswa selama proses pembelajaran matematika realistik pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua didapatkan bahwa aktivitas siswa pada pertemuan pertama yang tidak relevan dengan KBM sebesar 5,56% dan aktivitas siswa pada pertemuan kedua yang tidak relevan dengan KBM sebesar 4,63%. Selanjutnya dari pertemuan pertama dan pertemuan kedua dapat ditentukan rata-rata aktivitas siswa yang tidak relevan dengan KBM yaitu sebesar 5,10%, karena rata-rata aktivitas siswa yang tidak relevan dengan KBM ≤10% maka aktivitas siswa termasuk dalam kategori aktif.

Dari tabel 3 diperoleh bahwa respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan model RME (Realistic Mathematics Education) pada materi pokok sistem persamaan dan pertidaksamaan linear mendapatkan respon positif yaitu sebesar 99,68% yang artinya lebih dari 85% siswa dalam satu kelas memberikan jawaban “Ya”. Dan berdasarkan tabel 4 dapat dilihat bahwa jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥ 75, atau yang telah mencapai ketuntasan individu berjumlah 29 siswa. Dengan demikian dapat dihitung presentase siswa yang mendapat nilai ≥ 75, yaitu:

29/31 x 100% = 93,55%

Karena presentase siswa yang mendapat nilai ≥ 75 pada tes hasil belajar adalah 93,55%, maka dapat dikatakan ketuntasan belajar secara klasikal telah tercapai.

 

  1. SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data, dari keempat kriteria keefektifan menunjukkan hasil yang baik maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran RME (Realistic Mathematics Education) efektif dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan Sistem Perasamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV).

 

  1. SARAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan mengetahui hasil yang diperoleh, maka ada beberapa saran yang dapat dikemukakan yaitu:

  1. Diharapkan mengenalkan dan melatihkan keterampilan RME sebelum atau selama pembelajaran agar peserta didik mampu menemukan dan mengembangkan sendiri pengetahuannya.
  2. Guru perlu menambah wawasannya tentang teori belajar dan model-model pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan variatif, sehingga peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar dan tidak merasa bosan.
  3. Peserta didik sering diberi tugas untuk berlatih memahami dan menyelesaikan LKS sendiri sebelum berdiskusi dengan guru agar peserta didik terbiasa berfikir secara mandiri dan menemukan pengetahuannya sendiri.

 

DAFTAR PUSTAKA

Asmin. 2001. Implementasi Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) dan Kendala yang Muncul di Lapangan (Dalam jurnal pendidikan dan kebudayaan). Jakarta: Balitbang Diknas

Burhanuddin, Afid. 2013. Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Afid Burhanuddin: Ide Kita Untuk Kita. (Online), afidburhanuddin.wordpress.com/2013/05/21/penelitian-kuantitatifdan- kualitatif/ (diakses 31 Agustus 2014 00:37)

Gaspersz, Vincent. 2006. Continuous Cost Reduction Through Lean Sigma Approach: Strategi Dramatik Reduksi Biaya dan Pemborosan Menggunakan Pendekatan Lean Sigma. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Tolkhah, Imam dan Barizi. 2004. Membuka Jendela Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.