PROSES BERPIKIR DENGAN KECERDASAN LINGUISTIK DAN KECERDASAN LOGIS MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA


Seminar Nasional Matematika 2015 || Membangun Tradisi Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan
30 Mei 2015 || ISBN: 978-979-8559-54-9
Penerbit : Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Penulis 1: Ika Sulistyowati
Penulis 2: Nur Fathonah
PDF
ABSTRAK

Banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita, masalah yang muncul dikarenakan siswa masih kurang memahami apa yang dimaksudkan dalam soal cerita yaitu mengenai apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal tersebut selain itu bagaimana menyelesaikan persoalan dalam kalimat matematika sehingga  mendapatkan jawaban yang benar.

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah proses berpikir siswa  SMPN 1 Driyorejo dalam menyelesaikan soal cerita yang ditinjau dari kecerdasan linguistik dan kecerdasan logis-matematis? Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa SMPN 1 Driyorejo dalam menyelesaikan soal cerita yang ditinjau dari kecerdasan linguistik dan keceradan logis-matematis.

Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif yang dilakukan di kelas VIII-D SMPN 1 Driyorejo. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari empat orang siswa dengan kriteria dua siswa dengan kecerdasan linguistik dan dua siswa dengan kecerdasan logis-matematis. Data yang diperoleh dengan cara wawancara, yang didalamnya dilakukan tes soal cerita matematika materi fungsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kecerdasan linguistik dapat memahami soal namun kurang mampu dalam memodelkan dan mengerjakan soal tersebut sehingga siswa tidak mampu untuk menyimpulkan jawaban yang benar. Siswa yang memiliki kecerdasan logis-matematis  dapat memahami soal serta mampu dalam memodelkan dan mengerjakan soal tersebut dengan tepat sehingga siswa mampu untuk menyimpulkan jawaban dengan benar.

Kata Kunci: Proses Berpikir, Kecerdasan Linguistik dan Kecerdasan Logis-Matematis, Soal Cerita.

 

PENDAHULUAN

Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan berpikir yang dimiliki oleh individu. Semakin tinggi tingkat kecerdasan yang dimiliki seseorang, maka semakin memungkinkannya melakukan suatu tugas yang banyak menuntut rasio dan akal. Kecerdasan yang ada pada setiap individu dapat diasah sehingga mampu berkembang dan meningkat sampai pada titik tertinggi. Pada dasarnya manusia mempunyai bermacam-macam kecerdasan dalam dirinya yang dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kecerdasan.

Menurut seorang ahli psikologi perkembangan yang bernama Howard Gardner (dalam Paul Suparno, 2004:19) mengemukakan tentang teori kecerdasan ganda yang biasa disebut dengan multiple intelligence yang terdiri dari sembilan kecerdasan. Kesembilan kecerdasan tersebut adalah kecerdasan linguistik (linguistic intelligence), kecerdasan logis-matematis (logical-mathematical intelligence), kecerdasan visual spasial (spatial intelligence), kecerdasan musik (musical intelligence), kecerdasan intrapersonal (intrapersonal intelligence), kecerdasan interpersonal (interpersonal intelligence), kecerdasan kinestetik (kinesthetic intelligence), kecerdasan eksistensial (existential intelligence) dan kecerdasan naturalis (naturalist intelligence).

Beberapa kecerdasan majemuk yang saling berkaitan diantaranya adalah kecerdasan linguistik (linguistic intelligence) dan kecerdasan logis-matematis (logical-mathematical intelligence). Menurut Howard Gardner (dalam Paul Suparno, 2004:26-29), kecerdasan linguistik (linguistic intelligence) berhubungan dengan kemampuan manusia untuk menggunakan dan mengolah kata-kata secara efektif baik secara lisan maupun tertulis. Kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan dan pengembangan bahasa secara umum. Sedangkan kecerdasan logis-matematis (logical-mathematical intelligence) berhubungan  dengan kemampuan manusia dalam penggunaan bilangan dan logika secara efektif dan juga kepekaan pada pola logika, abstraksi, kategorisasi, dan perhitungan.

Di dalam dunia pendidikan, kedua kecerdasan tersebut memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran khususnya menyelesaikan soal cerita matematika materi fungsi, karena dalam menyelesaikan soal cerita harus dapat memahami apa yang dimaksudkan dalam soal cerita yaitu mengenai apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal tersebut selain itu bagaimana menyelesaikan persoalan dalam kalimat matematika sehingga mendapatkan jawaban yang benar.

Berdasarkan uraian diatas dan kenyataan dilapangan dari laporan beberapa peneliti, maka  penulis  tertarik    untuk  mengadakan  penelitian  yang  berjudul―Proses  Berpikir  dengan Kecerdasan Linguistik dan Kecerdasan Logis-Matematis dalam Menyelesaikan Soal Cerita‖.

Melihat paparan di atas, penelitian ini ingin menjawab permasalahan, bagaimana proses berpikir siswa SMPN 1 Driyorejo dalam menyelesaikan soal cerita materi fungsi yang ditinjau dari kecerdasan linguistik dan kecerdasan logis-matematis? yang hasilnya dapat diharapkan dapat mengetahui proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi fungsi. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa SMPN 1 Driyorejo dalam menyelesaikan soal cerita yang ditinjau dari kecerdasan linguistik dan keceradan logis-matematis.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan tidak mengolah data berupa angka, melainkan mengolah data dari hasil tes soal cerita dikerjakan empat orang siswa SMPN 1 Driyorejo dengan masing-masing kecerdasan yang diambil dari skor paling tinggi dari tes identifikasi kecerdasan majemuk yakni dua orang siswa dengan kecerdasan linguistik dan dua siswa dengan kecerdasan logis-matematis, kemudian subjek penelitian diberikan tes soal cerita materi fungsi yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal cerita yang ditinjau dari indikator proses berpikir dan dicek keabsahannya dengan hasil wawancara.

Adapun indikator proses berpikir tersebut yaitu kemampuan menerima informasi, kemampuan mengolah data, kemampuan mengolah dan memanggil informasi dan kemampuan menyimpan informasi.

Proses analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Menganalisis Hasil Tes Identifikasi Kecerdasan Majemuk (TIKM)
  2. Menganalisis Hasil Tes Menyelesaikan Soal Cerita
  3. Wawancara

 

HASIL PENELITIAN
  1. Hasil Analisis Data Tes Identifikasi Kecerdasan Majemuk Siswa

Berdasarkan hasil tes identifikasi kecerdasan majemuk terdapat lima siswa yang memiliki skor tertinggi yang terdiri dari tiga siswa dengan kecerdasan linguistik dan dua siswa dengan kecerdasan logis-matematis. Untuk itu peneliti mengambil dua  dari  tiga subjek secara acak agar sampel yang peneliti butuhkan terpenuhi. Pada tes identifikasi kecerdasan majemuk terpilihlah dua subjek dengan kecerdasan linguistik dan dua subjek dengan kecerdasan logis matematis dengan rincian sebagai berikut:

 

Tabel 1 Subjek Penelitian
Subjek Nama Jenis Kecerdasan
1 Nia Mei Tantri Kecerdasan Linguistic
2 Rama Purbaya Kecerdasan Linguistic
3 Ainur Risma Kecerdasan Logis-Matematis
4 Lilis Mardiana Kecerdasan Logis-Matematis

 

Setelah terpilih subjek penelitian yang memuat kecerdasan linguistik dan kecerdasan logis-matematis kemudian subjek diberi diberikan tes soal cerita pada materi fungsi dan wawancara. Berdasarkan hasil dari tes tulis dan wawancara peneliti analisis bagaimana proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal cerita, dengan rincian sebagai berikuT:

  1. Hasil Analisis Proses Berpikir Siswa dengan Kecerdasan Linguistik Subjek 1
    1. Soal 1
Tabel 2 Hasil Analisis Proses Berpikir Subjek ke-1 dari Tes Tulis dan Wawancara
Indikator proses berpikir Proses berpikir
Menerima informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi kriteria dalam menerima informasi karena subjek mampu menyebutkan kembali apa yang diketahui dan apa yang ditanya dalam soal cerita tersebut dengan menggunakan bahasanya sendiri.
Mengola informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek tidak memenuhi kriteria dalam mengolah informasi hal itu dikarenakan pemodelan matematika subjek tidak tepat.
Mengola dan memanggil informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek tidak memenuhi kriteria dalam mengolah dan memanggil informasi karena konsep yang subjek gunakan untuk mengerjakan soal nomor

1.a dan 1.b tidak tepat selain itu langkah-langkah yang subjek gunakan dalam menyelesaikan soal tersebut juga tidak tepat.

Menyimpan informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek tidak memenuhi kriteria dalam menyimpan informasi hal ini dikarenakan konsep yang digunakan subjek tidak tepat sehingga jawaban akhir subjek juga tidak tepat yang mengakibatkan subjek tidak mampu dalam menarik kesimpulan secara tepat.

 

  1. Soal 2
Tabel 3 Hasil Analisis Proses Berpikir Subjek ke-1 dari Tes Tulis dan Wawancara
Indikator proses berpikir Proses berpikir
Menerima informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi kriteria dalam menerima informasi karena subjek mampu menyebutkan kembali apa yang diketahui dan apa yang ditanya dalam soal cerita tersebut dengan menggunakan bahasanya sendiri.
Mengola informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek tidak memenuhi kriteria dalam mengolah informasi hal itu dikarenakan model matematika yang subjek jelaskan tidak tepat.
Mengola dan memanggil informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek tidak memenuhi kriteria dalam

 

mengolah dan memanggil informasi karena konsep yang subjek gunakan untuk mengerjakan soal nomor

2.a sampai dengan nomor 2.d tidak tepat selain itu langkah-langkah yang subjek gunakan dalam menyelesaikan soal tersebut juga tidak tepat.

Menyimpan informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek tidak memenuhi kriteria dalam menyimpan informasi karena kesimpulan yang subjek jelaskan tidak tepat.

 

  1. Hasil analisis proses berpikir siswa dengan kecerdasan linguistic subjek 2
    1. Soal 1
Tabel 4 Hasil Analisis Proses Berpikir Subjek ke-2 dari Tes Tulis dan Wawancara
Indikator proses berpikir Proses berpikir
Menerima informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi kriteria dalam menerima informasi karena subjek mampu menyebutkan kembali apa yang diketahui dan apa yang ditanya dalam soal cerita tersebut dengan menggunakan bahasanya sendiri.
Mengola informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek tidak memenuhi kriteria dalam mengolah informasi karena subjek tidak mampu dalam memodelkan soal ke dalam bentuk matematika.
Mengola dan memanggil informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek tidak memenuhi kriteria pada tahap ini karena konsep yang subjek gunakan untuk mengerjakan soal nomor 1.a dan 1.b tidak tepat selain itu subjek juga tidak bisa menjelaskan secara runtun langkah-langkah yang digunakan.
Menyimpan informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek tidak memenuhi kriteria pada tahap ini karena subjek tidak mampu untuk menarik kesimpulan dari soal tersebut.

 

  1. Soal 2
Tabel 5 Hasil Analisis Proses Berpikir Subjek ke-2 dari Tes Tulis dan Wawancara
Indikator proses berpikir Proses berpikir
Menerima informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi kriteria pada tahap ini karena subjek mampu menyebutkan kembali apa yang diketahui dan apa yang ditanya.
Mengola informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek tidak memenuhi kriteria pada tahap ini karena subjek tidak mampu dalam memodelkan soal ke dalam bentuk matematika.
Mengola dan memanggil informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek tidak memenuhi kriteria pada tahap ini karena konsep yang subjek tidak tepat selain itu subjek juga tidak bisa menjelaskan secara runtun langkah-langkah pengerjaanya.
Menyimpan informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan

 

wawancara subjek tidak memenuhi kriteria pada tahap ini karena subjek tidak mampu untuk menarik kesimpulan.

 

  1. Hasil analisis proses berpikir siswa dengan kecerdasan logis matematis subjek 3
    1. Soal 1
Tabel 6 Hasil Analisis Proses Berpikir Subjek ke-3 dari Tes Tulis dan Wawancara
Indikator proses berpikir Proses berpikir
Menerima informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi kriteria dalam menerima informasi karena subjek mampu menyebutkan kembali apa yang diketahui dan apa yang ditanya dalam soal cerita tersebut dengan bahasanya sendiri.
Mengola informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi kriteria dalam mengolah informasi karena subjek mampu mengubah apa yang diketahui dan apa yang ditanya ke dalam bentuk matematika dengan memisalkan bulan ke berapa yang dicari menjadi x.
Mengola dan memanggil informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi kriteria pada tahap ini karena konsep dan langkah-langkah yang subjek gunakan untuk menjawab soal nomor 1.a dan 1.b tepat.
Menyimpan informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi kriteria dalam menyimpan informasi karena subjek mampu mengorganisir hasil yang diperoleh.

 

  1. Soal 2
Tabel 7 Hasil Analisis Proses Berpikir Subjek ke-3 dari Tes Tulis dan Wawancara
Indikator proses berpikir Proses berpikir
Menerima informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi kriteria dalam menerima informasi karena subjek mampu menyebutkan kembali apa yang diketahui dan apa yang ditanya dalam soal cerita tersebut dengan bahasanya sendiri.
Mengola informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi kriteria dalam tahap ini karena subjek mampu memodelkan soal ke dalam bentuk matematika.
Mengola dan memanggil informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi kriteria pada tahap ini karena konsep dan langkah-langkah yang subjek gunakan tepat untuk menyelesaikan soal nomor 2.a sampai dengan 2.d.
Menyimpan informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi kriteria pada tahap ini karena subjek mampu untuk menarik kesimpulan.

 

  1. Hasil analisis proses berpikir siswa dengan kecerdasan logis-matematis subjek 4
    1. Soal 1

 

Tabel 8 Hasil Analisis Proses Berpikir Subjek ke-4 dari Tes Tulis dan Wawancara
Indikator proses berpikir Proses berpikir
Menerima informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi kriteria pada tahap ini karena mampu mengungkapkan apa yang diketahui dan apa yang ditanya.
Mengola informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi indikator dalam tahap ini karena subjek mampu dalam memodelkan soal ke dalam bentuk matematika.
Mengola dan memanggil informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi indikator dalam tahap ini karena subjek menggunakan konsep dan langkah-langkah yang tepat.
Menyimpan informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi indikator dalam tahap ini karena subjek mampu menarik kesimpulan dari soal tersebut.

 

Tabel 9 Hasil Analisis Proses Berpikir Subjek ke-4 dari Tes Tulis dan Wawancara
Indikator proses berpikir Proses berpikir
Menerima informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi indikor menerima informasi karena subjek mampu mengungkapkan apa yang diketahui dan apa yang ditanya.
Mengola informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi indikor mengola informasi karena subjek mengubah soal ke dalam bentuk matematika.
Mengola dan memanggil informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi indikor pada tahap ini karena subjek menggunakan konsep dan langkah- langkah yang tepat.
Menyimpan informasi Berdasarkan hasil analisis dari tes tulis dan wawancara subjek memenuhi indikor menerima informasi karena subjek dapat menarik kesimpulan dari soal nomor 2.

 

PEMBAHASAN

Proses berpikir siswa dengan kecerdasan linguistik dalam menyelesaikan soal cerita materi fungsi. Subjek memenuhi indikator menerima informasi karena subjek mampu untuk mengungkapkan kembali apa yang diketahui ddan apa yang ditanyakan dengan menggunakan bahasanya sendiri meskipun subjek membaca soal sebanyak dua sampai tiga kali. Pada tahap mengola informasi subjek tidak memenuhi kriteria karna subjek kurang mampu dalam memodelkan soal ke dalam bentuk matematika. Pada tahap mengola dan memanggil   informasi subjek tidak memenuhi kriteria karena langkah-langkah pengerjaan subjek tidak tepat selain  itu pada tahap menyimpan informasi subjek juga tidak memenuhi kriteria karena subjek tidak menyimpulkan hasil yang diperoleh.

Proses berpikir siswa dengan kecerdasan logis-matematis dalam menyelesaikan soal cerita materi fungsi. Subjek memenuhi indikator dalam menerima informasi karena subjek mampu untuk mengungkapkan kembali apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dengan menggunakan bahasanya sendiri meskipun subjek membaca soal berulang kali sebelumnya untuk memahami soal tersebut. Pada tahap mengola informasi subjek memenuhi indicator karna subjek mampu dalam memodelkan soal ke dalam bentuk matematika yaitu mengubah apa yang ditanya menjadi X. Pada tahap mengola dan memanggil informasi subjek memenuhi kriteria karena subjek mampu menjelaskan secara runtut langkah-langkah yang digunakan dalam menyelesaikan soaltersebut selain itu konsep yang digunakan juga tepat selain itu pada tahap menyimpan informasi subjek memenuhi kriteria karena subjek mampu dalam mengorganisir hasil yang diperoleh karena pengerjaan dalam menyelesaikan soal tersebut benar.

 

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa:

  1. Proses berpikir siswa dengan kecerdasan linguistik dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi fungsi subjek S1 dan S2 dapat memahami bentuk soal, subjek mampu mengungkapkan apa yang diketahui dan apa yang ditanya pada soal tersebut dengan menggunakan bahasanya sendiri namun kurang mampu dalam memodelkan atau mengerjakan soal cerita tersebut, selain itu subjek S1 dan S2 juga tidak mampu dalam menarik kesimpulan karena langkah-langkah yang subjek gunakan tidak tepat sehingga hasil yang diperoleh untuk menarik kesimpulan juga tidak
  2. Proses berpikir siswa dengan kecerdasan logis-matematis dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi fungsi subjek S3 dan S4 dapat memahami bentuk soal, subjek mampu mengungkapkan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dengan menggunakan bahasanya sendiri, subjek S3 dan S4 mampu dalam memedolkan soal kedalam bentuk matematika subjek S3 dan S4 juga mampu dalam mendeskripsikan langak-langkah yang digunakan dalam menyelesaikan soal tersebut dengan tepat selain itu subjek S3 dan S4 mampu dalam menarik kesimpulan karena konsep yang digunakan tepat sehingga dalam menarik kesimpulan juga

 

DAFTAR PUSTAKA

Amstrong, Thomas. 2009. Multiple Intelligences In The Classroom. ThirdEditions. Virginia USA: ASCD.

Awatila, Dina. 2011. Psikologi Umum. Surabaya:Unesa University Press. Efendi, Agus. 2005. Revolusi Kecerdasan Abad 21. Bandung: Alfabeta.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Matematika kurikulum 2013. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Moleong, Lexy. 2013. Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suparno, Paul. 2004. Teori Inteligensi Ganda dan Aplikasinya di Sekolah.  Yogyakarta: Kanisius.

Winarni, Endang Setyo dan Harmini, Sri. 2011. Matematika untuk PGSD. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.