IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DENGAN TEKNIK RESITASI DALAM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI BENTUK PANGKAT DAN BENTUK AKAR SISWA KELAS X SMAN 1 GONDANG NGANJUK TAHUN AJARAN 2011/2012

Oleh : Nining Rudiati, S1 – Pendidikan Matematika

Permasalahan pendidikan di Indonesia hingga kini masih menjadi perhatian yang cukup serius bagi pemerintah adalah masalah kualitas pendidikan. Salah satu kurikulum yang pernah diterapkan yang masih terlaksana sampai saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kenyataan yang ada siswa menghafal konsep /Rumus dan kurang mampu menggunakan konsep tersebut jika menemui masalah dalam kehidupan nyata. Hal tersebut menyebabkan siswa jenuh, sehingga motivasi siswa untuk belajar cenderung menurun akibatnya hasil belajar siswa menjadi kurang maksimal.

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa kelas X SMAN 1 Gondang Nganjuk melalui penerapan pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dengan teknik resitasi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus meliputi empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi dengan indikator keberhasilan jika kemampuan guru menerapkan pembelajaran dalam kategori baik, minimal rata-rata aktivitas dan motivasi siswa ≥75%, ketuntasan belajar siswa (individu) dengan KKM ≥ 75 dan ketuntasan secara klasikal ≥85%.

Dari hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah dengan teknik resitasi dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Hal ini ditandai dengan guru mampu menerapkan pembelajaran dengan baik, yaitu mencapai 80% pada siklus I dan 86% pada siklus II. Terjadi peningkatan rata-rata pencapaian secara klasikal aktivitas siswa dari 77% pada siklus I menjadi 80% di siklus II. Peningkatan dari segi motivasi siswa dapat dilihat dari hasil angket motivasi siswa yang meningkat dari siklus I memperoleh rata-rata prosentase pencapaian 78% menjadi 79% di siklus II. Seiring dengan meningkatnya aktivitas dan motivasi siswa dalam belajar, hasil belajar siswa pun juga mengalami peningkatan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya hasil belajar siswa secara klasikal hingga mencapai 87% pada siklus II. Dapat disimpulkan implementasi pembelajaran berbasis masalah dengan teknik resitasi dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa pada materi bentuk pangkat dan bentuk akar siswa kelas X SMAN I Gondang Nganjuk tahun pelajaran 2011/2012.

Keyword : Kualitas Proses Dan Hasil Belajar, Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), Teknik Resitasi

PDF