Persepsi Manajemen Sentra Industri Kecil Jawa Timur dalam Menyikapi Ketidakpastian Perilaku Konsumen dan Sistem Akuntansi untuk Memperoleh Laba


MAJALAH EKONOMI || Telaah Manajemen, Akuntansi, dan Bisnis
Volume XIV || Nomor 1 || Juli 2011 || ISSN: 1411-9502
Penerbit : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Penulis  : Untung Lasiyono

PDF

Abstraksi
Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen yang melakukan penganalisisan atas Sistem Akuntansi Manajemen, Ketidakpastian Perilaku Konsumen pada Sentra Industri Kecil di Wilayah Jawa Timur. Penelitian yang dilakukan ini termasuk studi diskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang ingin mengetahui bagaimana manajemen Sentra Industri Kecil menyikapi dan menerapkan sistem akuntansi manajemen dan perilaku konsumen.
Sebagai populasi penelitian adalah Sentra Industri Kecil di Wilayah Jawa Timur sedangkan sample penelitiannya adalah Sentra Industri Kecil di Wilayah Jombang dan Kediri, yang metode penentuan sample mcnggunakan stratified random sampling. Sedangkan metode pengumpulan data peneliti menggunakan kuesioner dan dokumentasi dan analisis datanya menggunakan SPSS (Statistic Program far Social Sience).
Berdasarkan hasil analisis dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : (1) Hasil pengujian hipotesis pertama dengan menggunakan analisis regresi linier berganda diperoleh nilai R = 0.645 atau 64,5 %, menunjukkan hubungan yang cukup tinggi dan mempunyai hubungan yang searah, secara simultan diperoleh nilai Fhitung 7.118 dan nilai F (tabel) = 2.58, berarti Fhitung > Ftabel. Hal ini berarti H0 “ditolak” dan Ha “diterima”. (2) Hasil pengujian hipotesis kedua secara parsial yang dilakukan secara berturut-turut dimulai dari Pengendalian Akuntansi Harta (X1) diperoleh nilai thitung = 4.209 dan t tabel 1.684 atau thitung > t table. Hal ini berarti Ha “diterima”, Pengendalian Akuntansi Hutang (X2) diperoleh nilai t hitung = 4.889 dan t tabel = 1.684 atau t hitung > t table hal ini berarti Ha “diterima”, Pengendalian Akuntansi Modal (X3) nilai t hitung = 3.479 dan t tabel 1.684 atau t hitung > t tabel, hal ini berarti H2 “diterima”. Ketidakpastian perilaku Konsumen (X4), diperoleh nilai t hitung = 3.024 dan t tabel = 1.684 atau t hitung > t tabel, hal ini berarti Ha “diterima”. (3) Dari hasil perhitungan nilai t hitung tertinggi uji regresi secara parsial didapat nilai t hitung sccara berturut-turut dimulai dari Pengendalian Akuntansi Hutang sebesar t = 4.889, Pengendalian Akuntansi Harta sebesar t = 4.209. Pengendalian Akuntansi Modal sebesar 3.479, dan Ketidakpastian Perilaku Konsumen sebesar t 3.024, Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial berturut-turut faktor yang paling “dominan” mempengaruhi Perolehan Laba Usaha adalah faktor “Pengendalian Akuntansi Hutang”.