Prediktor Skor Tes Kemampuan Berpikir Verbal, Numerikal, dan Abstrak Terhadap Kriteria Prestasi Akademik Mahasiswa

JURNAL PENELITIAN PSIKOLOGI
April 2011 || ISSN: 2087-3441
Penyelenggara : Program Studi Psikologi Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel
Penulis : Hartono
PDF VERSI CETAK/ASLI

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan uji validitas prediktif tes kemampuan berpikir verbal, numerikal, dan berpikir abstrak dengan kriteria prestasi akademik mahasiswa. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang efektivitas penggunaan tes ini dalam kebijakan seleksi penerimaan mahasiswa baru. Populasi penelitian ini adalah para mahasiswa Program Studi PGSD FKIP Universitas PGRI Adi Buana Surabaya angkatan tahun 2007, sebanyak 95 orang. Data-data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan berpikir verbal, tes kemampuan berpikir numerikal, tes kemampuan berpikir abstrak, dan dokumentasi indeks prestasi akademik komulatif. Temuan penelitian ini adalah skor tes kemampuan berpikir verbal, skor tes kemampuan berpikir numerikal, dan skor tes kemampuan berpikir abstrak secara bersama-sama dinyatakan signifikan sebagai prediktor yang baik untuk memprediksi prestasi akademik mahasiswa.

Kata kunci: Tes kemampuan berpikir verbal, numerikal, dan abstrak, serta prestasi akademik.

Pendahuluan

Tes kemampuan berpikir verbal, numerikal, dan abstrak semakin meluas penggunaannya tidak hanya pada karyawan/pekerja di lingkungan perusahaan/industri, namun juga banyak digunakan pada lingkungan pendidikan formal, seperti SMP, SMA dan yang sederajat serta perguruan tinggi. Pada umumnya tujuan penggunaan tes ini adalah untuk kepentingan seleksi dan prediksi.

Tes kemampuan berpikir verbal dirancang untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memahami ide-ide dan konsep-konsep yang dinyatakan dalam bentuk kata-kata. Tes kemampuan berpikir numerikal dirancang untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memahami ide-ide dan konsep-konsep yang dinyatakan dalam bentuk angka-angka. Sedangkan tes kemampuan berpikir abstrak dirancang untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah-masalah, jika masalah-masalah itu disajikan dalam arti ukurannya, bentuknya, posisinya, atau lain-lain bentuk yang tidak bersifat verbal atau angka. Ketiga tes tersebut diciptakan G.K. Bennet pada tahun 1947, dan dikembangkan di Indonesia sebagai sub tes DAT (Differential Aptitude Test) atau Tes Bakat Diferensial yang digunakan untuk memprediksi kinerja seseorang dalam melakukan pekerjaan (vocational achievement) dan prestasi akademik (academic achievement) peserta didik pada lingkungan pendidikan formal (Hartono, 2005:57).

Prestasi akademik merupakan hasil kinerja seseorang yang menggambarkan kemampuannya dalam mempelajari dan memahami seperangkat matakuliah yang disajikan dalam satu atau beberapa semester menurut kurikulum yang diterapkan. Pada perguruan tinggi, sejak tahun 2004 sampai saat ini telah berlangsung penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang diatur di dalam Kepmendiknas Nomor 232/U/2000 dan Nomor 045/U/2002, seperangkat matakuliah yang dikembangkan berdasarkan kompetensi dikelompokkan ke dalam lima kelompok yaitu kelompok (1) matakuliah keilmuan dan keterampilan (MKKK) disepadamkan dari learning to know, (2) matakuliah keahlian berkarya (MKKB) disepadamkan dari learning to do, (3) matakuliah perilaku berkarya

Makalah Mimbar Ilmiah Universitas PGRI Adi Buana Surabaya 22 September 2011: Hartono 1

(MKPB) disepadamkan dari learning to be, (4) matakuliah berkehidupan bersama (MKBB) disepadamkan dari learning to live together, dan matakuliah pengembangan kepribadian (Depdiknas, 2008:11).

Prestasi akademik mahasiswa dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Yang termasuk faktor internal adalah faktor yang bersumber dari diri mahasiswa, mencakup faktor: (1) kemampuan/kecerdasan, (2) kesehatan fisik, psikis dan sosial, (3) motivasi intrinsik, (4) minat, serta (5) perhatian. Faktor eksternal adalah faktor yang bersumber dari luar diri mahasiswa, yang mencakup faktor: (1) kurikulum dan model pembelajaran yang diterapkan, (2) iklim/suasana pembelajaran, (3) motivasi ekstrinsik, dan (4) infrastruktur pembelajaran yang terdiri dari ruang kuliah dan kelengkapannya, laboratorium, serta perpustakaan. Dengan kata lain kualitas lulusan perguruan tinggi dipengaruhi oleh kualitas input dan kualitas proses yang diuraikan pada gambar 1 sebagai berikut.

1 2 3

Gambar 1: Hubungan kualitas input dan proses pendidikan dalam mempengaruhi kualitas lulusan Perguruan Tinggi

Kualitas input terdiri dari kemampuan/kecerdasan mahasiswa, kesehatan mahasiswa, motivasi mahasiswa, minat dan perhatian mahasiswa dalam kegiatan belajar dan pembelajaran. Semakin baik kualitas input tersebut diprediksikan akan semakin baik pengaruhnya pada proses pendidikan. Kualitas proses pendidikan terdiri dari kualitas kurikulum dan implementasinya, kompetensi dosen, dan pemanfaatan insfrastruktur pendidikan (sarana pembelajaran di dalam kelas, laboratorium dan perpustakaan). Semakin baik kualitas proses pendidikan yang diwujudkan dengan meningkatnya kualitas interaksi proses pembelajaran yang didukung dengan pemanfaatan sarana pembelajaran yang memadai dari aspek kuantitas dan kualitas, maka keluaran/lulusan perguruan tinggi akan semakin baik kualitasnya. Kualitas lulusan pendidikan tinggi dapat diukur dari dua aspek, yaitu aspek outcome dan impact. Outcome adalah seberapa jauh lulusan perguruan tinggi mampu melaksanakan pekerjaan/profesi yang dibutuhkan masyarakat, sedangkan impact menunjuk pada derajat kemampuan lulusan perguruan tinggi dalam melahirkan temuan-temuan baru yang berguna bagi kemajuan bangsa dan negara.

Kemampuan/kecerdasan mahasiswa merupakan salah satu faktor input yang dipandang sangat berpengaruh dalam proses pendidikan. Untuk memperoleh calon mahasiswa yang memiliki kemampuan/kecerdasan yang unggul, dapat dilakukan dengan cara menyelenggarakan sistem seleksi yang kredibel. Di antaranya melakukan tes kemampuan berpikir verbal, kemampuan berpikir numerikal, dan kemampuan berpikir abstrak. Asumsi yang mendasari penggunaan tes tersebut adalah (1) kemampuan berpikir verbal, numerikal, dan abstrak calon mahasiswa baru dapat diukur dengan menggunakan tes psikologis; dan (2) telah tersedia tes baku untuk mengukur kemampuan berpikir verbal, numerikal, dan abstrak calon mahasiswa, sebagai sub tes dari tes DAT (Differential Aptitude Test) yang telah dikembangkan di Indonesia.

Meskipun penggunaan tes kemampuan berpikir verbal, numerikal, dan berpikir abstrak mendasarkan pada asumsi sebagaimana yang diuraikan di atas, namun kecermatan penggunaan tes tersebut juga dipengaruhi oleh faktor-faktor budaya (Rogler, 2010:1) seperti faktor sosialisasi, kebiasaan-kebiasaan, kerja sama, dan perilaku lain yang didorong oleh kebutuhan-kebutuhan individu yang bersangkutan (http://www.lotsofessays.com, diakses

Input

Keluaran

Proses

Pendidikan

Makalah Mimbar Ilmiah Universitas PGRI Adi Buana Surabaya 22 September 2011: Hartono 2

tanggal 22 Februari 2011 pukul 12.00 WIB). Dengan demikian sangat sulit mengembangkan suatu tes psikologis yang bebas dari pengaruh budaya. Banyak perguruan tinggi yang mahasiswanya berasal dari latar belakang budaya yang berbeda-beda, dan hal ini membentuk pola pikir yang berbeda pula dalam melakukan berbagai aktivitas.

Penelitian di Indonesia untuk mengkaji validitas prediktif tes kemampuan berpikir verbal, tes kemampuan berpikir numerikal, dan tes kemampuan berpikir abstrak belum pernah dilakukan pada populasi mahasiswa. Penelitian ini telah dilakukan Marthen Pali (1993:147-149) pada populasi siswa SMA. Hasilnya adalah skor tes kemampuan verbal, numerikal, dan berpikir abstrak merupakan prediktor yang baik untuk memprediksi prestasi belajar siswa di semua kelas dan jurusan di SMA.

Dengan demikian, sampai saat ini belum tersedia informasi yang valid/sahih tentang kecermatan tes kemampuan berpikir verbal, numerikal, dan abstrak sebagai prediktor yang baik terhadap kriteria prestasi akademik mahasiswa. Atas dasar hal tersebut, maka penelitian ini perlu dilakukan yang hasilnya diharapkan dapat memberi manfaat yang berharga bagi para pengelola perguruan tinggi dalam implementasi program seleksi penerimaan calon mahasiswa baru pada umumnya, dan pada khususnya bagi penulis, hasil penelitian ini sangat berharga dalam memberikan informasi atas efektivitas penggunaan tes ini dalam kebijakan seleksi penerimaan calon mahasiswa baru pada program studi PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.

Metode Penelitian

Penelitian ini dikelompokkan ke dalam kategori penelitian korelasional multi variat, dengan populasi pada 95 orang mahasiswa PGSD FKIP Universitas PGRI Adi Buana Surabaya angkatan tahun 2007. Data-data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan Tes Kemampuan Berpikir Verbal (TKBV), Tes Kemampuan Berpikir Numerikal (TKBN), Tes Kemampuan Berpikir Abstrak (TKBA), dan Dokumentasi Prestasi Akademik Mahasiswa (PAM). TKBV digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir verbal mahasiswa. TKBN digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir numerikal mahasiswa. TKBA digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir abstrak mahasiswa. Pengukuran ketiga kemampuan tersebut, dilakukan pada saat seleksi penerimaan calon mahasiswa baru pada tahun akademik 2007/2008. Data prestasi akademik mahasiswa (PAM) dikumpulkan berdasarkan dokumentasi indeks prestasi akademik komulatif sejak semester gasal tahun akademik 2007/2008 sampai dengan semester genap tahun akademik 2009/2010.

Analisis data-data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik analisis statistika parametrik korelasi Product Moment Pearson dan teknik analisis Regresi Linier (Chen, Ender, Mitchell & Wells, 2009; Norusis, 2000; Abdul Muhid, 2010). Sebelum data-data penelitian dianalisis, terlebih dulu dilakukan uji asumsi yaitu uji normalitas sebaran dan uji linieritas hubungan. Program statistika yang digunakan untuk melakukan analisis data penelitian ini adalah SPSS for Windows versi 16.00. Hasil uji normalitas sebaran diuraikan pada tabel 1, sedangkan hasil uji linieritas hubungan skor TKBV dengan PAM diperoleh nilai Sum of Squares = 366,765 derajad kebebasan (df) = 1, Mean Square = 366,765, nilai F = 11,546 pada peluang kesalahan (p) = 0,027 yang berarti hubungannya linier. Hasil uji linieritas hubungan skor TKBN dengan PAM diperoleh nilai Sum of Squares = 263,881 derajad kebebasan (df) = 1, Mean Square = 263,881, nilai F = 12,612 pada peluang kesalahan (p) = 0,001 yang berarti hubungannya linier. Hasil uji linieritas hubungan skor TKBA dengan PAM diperoleh nilai Sum of Squares = 350,162 derajad kebebasan (df) = 1, Mean Square = 350,162, nilai F = 6,024 pada peluang kesalahan (p) = 0,018 yang berarti hubungannya juga linier.

Makalah Mimbar Ilmiah Universitas PGRI Adi Buana Surabaya 22 September 2011: Hartono 3

Tabel 1

Hasil Uji Normalitas Sebaran Data Penelitian

No. Data Metode Kolmogorov-Smirnov
Statistik db Sig. (p) Status  
1. Skor TKBV 0,071 95 0,200 Sebarannya normal
2. Skor TKBN 0,087 95 0,073 Sebarannya normal
3. Skor TKBA 0,099 95 0,067 Sebarannya normal
4. PAM 0,060 95 0,200 Sebarannya normal