PEMANFAATAN BAHAN PANGAN LOKAL SEBAGAI ALTERNATIF DENGAN PENGOLAHAN SECARA INTERNASIONAL

Oleh : Susilowati, S1 – Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (redaksi@unipasby.ac.id)

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang besar dari potensi sumber daya wilayah, sumber daya alam Indonesia memiliki potensi ketersediaan pangan yang beragam dari satu wilayah kewilayah lainnya, baik sebagai sumber karbohidrat maupun protein, vitamin dan mineral, yang berasal dan kelompok padi-padian, umbi-umbian, pangan hewani, kacang-kacangan, sayur dan buah dan biji berminyak. Pangan lokal yang ada di Indonesia sangat beragam dan belum seluruhnya dimanfaatkan secara maksimum untuk pemenuhan gizi. Diperlukan pengembangan dan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memperbaiki konsumsi pangan penduduk baik jumlah, mutu dan keragaman sehingga dapat diwujudkan konsumsi pangan dan gizi yang seimbang, seining mengurangi ketergantungan pada salah satu bahan makanan maupun pangan impor serta dapat menaikkan nilai ekonomi bahan pangan. Budaya masyarakat Indonesia yang memiliki sifat konsumtif terhadap barang maupun bahan makanan import, mereka beranggapan bahwa sesuatu yang impot akan lebih baik dani basil lokal, akan tetapi anggapan itu salah, sebab bahan makanan lokal dapat dijadikan alternatif makanan Intemasional yang dapat diterima oleh manusia di seluruh dunia. Tetapi hal ini masih perlu dikampanyekan akan mencintai makanan dengan bahan lokal. Adapun upaya menganekaragamkan bahan pangan lokal sebagai altematif makanan intemasional dapat dilakulcan dengan: 1. Mengidentifikasi dan Inventarisasi makanan tradisional tiap daerah, 2. Mendorong masyarakat berperan aktif dalam upaya pengembangan penganekaragaman makanan berbahan lokal, 3. Peningkatan Teknologi dan Kelembagaan Pangan, 4. Pengembangan Pusat-pusat Makanan berbahan lokal khususnya makanan Tradisional, 5. Peningkatan Peran Akademi/SekolahTinggi Boga, LSM dan Organisasi masyarakat, 6. Promosi dengan Lomba dan Festival makanan berbahan lokal, serta 7. bantuan media untuk mengumumkan dan mengkampanyekan makanan lokal sebagai makanan Internasional.

PDF