INTERPRETASI TERHADAP TEORI PERKEMBANGAN MENTAL PIAGET

Oleh : H. Ibut Priono Leksono, S2 – Pascasarjana (redaksi@unipasby.ac.id)

Dasar pemikiran dalam mengambil judul di atas adalah adanya beberapa salah penafsiran dalam memahami Teori Piaget. Kekeliruan tersebut antara lain terjadi pada proses pengajaran di Sekolah Menengah Atas bahkan di Perguruan Tinggi. Pada jenjang tersebut pengajar tidak banyak menggunakan metode induktif dalam menyajikan materi pengajaran atau perkuliahan. Hal ini terjadi karena dianggap peserta didik pada tingkat Sekolah Lanjutan atau di atasnya (usia di atas 12 tahun) tahap berpikirnya mencapai tahap operasi formal. Menurut Piaget pada tahap operasi formal seseorang mampu berpikir ilmiah dan melakukan penalaran matematika secara formal.
Di samping itu terdapat anggapan bahwa proses belajar semata-mata hanya menekankan pada aktivitas peserta didik. Dengan demikian terjadi suatu proses belajar mengajar dengan metode penemuan dimana seorang anak cenderung melakukan penemuan sendiri tanpa bantuan teman atau gurunya.

PDF