UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN PEMBELAJARAN AKTIF MENGGUNAKAN STRATEGI GROUP-TO-GROUP EXCHANGE MELALUI BANTUAN TUTOR SEBAYA DI KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 5 KARANGGENENG LAMONGAN

Oleh : Drs. Prayogo, M. Kom. 1) Ayu Silviana 2), S1 – Pendidikan Matematika

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penerapan pembelajaran yang memuat kegiatan diskusi yang menyebabkan siswa banyak bergantung pada guru dan kurang bisa menggali informasi sendiri , akibatnya siswa menjadi pasif dalam kegiatan belajar mengajar, salah satu pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa adalah pembelajaran aktif dengan strategi group-to-group exchange. Pembelajaran ini dapat membuat siswa menjadi aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan, serta menggali informasi sendiri dalam kelompok-kelompok dengan bantuan tutor sebaya, Permasalahan yang ingin dikaji dalam hal ini adalah “Apakah pembelajaran aktif dengan strategi group-to-group exchange melalui bantuan tutor sebaya dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Muhammadiyah 5 Karanggeneng Lamongan?”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar matematika siswa di kelas X SMA Muhammadiyah 5 Karanggeneng Lamongan setelah diterapkan pembelajaran aktif menggunakan strategi group-to-group exchange melalui bantuan tutor sebaya.
Penelitian ini menggunakan dua siklus yang setiap siklusnya memiliki empat tahapan yaitu : tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Dalam penelitian ini lokasi penelitian adalah di SMA Muhammadiyah 5 karanggeneng Lamongan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan tes subjektif pada setiap siklusnya. Data yang berupa hasil tes siswa selanjutnya akan di analisis secara deskriptif kualitatif untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal.
Dari hasil analisis didapatkan bahwa hasil belajar matematika dengan menerapkan Strategi group-to-group exchange melalui bantuan tutor sebaya, secara klasikal telah mengalami peningkatan dari siklus I sampai dengan siklus II yaitu : ketuntasan belajar klasikal pra siklus 53,84%, siklus I sebesar 74% mencakup 29 siswa yang mengalami ketuntasan belajar secara individu dari 39 siswa di kelas X, sedangkan pada siklus II telah mencapai 89% dimana sebanyak 35 siswa mampu memenuhi kriteria ketuntasan belajar secara individu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan pembelajaran aktif menggunakan strategi group-to-group exchange melalui bantuan tutor sebaya dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Muhammadiyah 5 Karanggeneng Lamongan.

Keyword : tutor sebaya, pembelajaran aktif , strategi group-to-group exchange.

PDF