PENTINGNYA KECERDASAN EMOSIONAL GURU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR

Oleh : Sunyoto Hadi Prayitno, S1 – Pendidikan Matematika (Nyoto_hp@yahoo.com)

Banyak cara yang dapat dilakukan guru dalam pembelajaran matematika, agar siswa dapat menemukan konsep dengan caranya sendiri, diantaranya memberi waktu yang cukup kepada siswa untuk berpikir, menyediakan sarana pembelajaran yang cocok, bekerja sama dengan temannya, serta memberikan bantuan bimbingan seperlunya. Cara-cara tersebut disamping untuk menumbuhkan pemahaman konsep matematika juga dapat digunakan untuk membangun kecerdasan emosional siswa.
Pendidikan matematika pada semua jenjang pendidikan formal di negara kita saat ini masih lebih mementingkan aspek kognitif. Aspek afektif seperti kecerdasan emosional (EI) nampaknya masih ditelantarkan sebagaimana halnya system nilai (value system). Hal ini cukup beralasan dengan munculnya praktek-praktek moral bernegara dan berbangsa yang belum mencerminkan tingkat moralitas yang tinggi
Soedjadi (2000) menyajikan ilustrasi secara lugas tentang cara mengajarkan matematika sekolah sehingga matematika dapat difungsikan sebagai wahana menumbuhkan kecerdasan, kemampuan, ketrampilan, serta untuk membentuk kepribadian siswa. Dalam membentuk kepribadian siswa inilah diperlukan kecerdasan emosional (emotional intelligence).
Tidaklah mudah untuk membentuk pribadi siswa dengan membangun kecerdasan emosional yang ideal, perlu kesabaran, kreativitas dan ketelitian dari seorang guru. Usaha membangun kecerdasan emosional ini bukanlah suatu yang harus membebani guru dalam mendidik siswanya, namun merupakan tanggung jawab profesional yang melekat padanya.
Goleman (2007) mengatakan bahwa “ bila dua orang melakukan interaksi, arah perpindahan suasana hati adalah dari orang yang lebih kuat dalam mengungkapkan perasannya menuju ke orang yang lebih pasif”. Tetapi, beberapa orang amat rentan terhadap penularan perasaan, kepekaan mereka membuat saraf autonomnya (penanda kegiatan emosional) lebih mudah dipicu, sehingga membuat mereka lebih mudah terpengaruh.
Pendapat diatas, jika diterapkan dalam suatu pembelajaran di kelas, maka gurulah yang dapat mempengaruhi perasaan siswa, sehingga akan terjadi interaksi guru dengan siswa yang sinkron. Sinkroni antara guru dan murid-muridnya menunjukkan seberapa jauh hubungan yang mereka rasakan.
Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa satu perubahan saja dapat memberikan afek yang luar biasa pada kehidupan anak kita. Dengan kata lain, menekankan pada salah satu aspek (dalam kecerdasan emosionai) akan mendatangkan efek yang besar dalam kehidupan anak.
Mengingat akan pentingnya kecerdasan emosional bagi anak, diperlukan usaha dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sehingga napas dari kecerdasan emosional akan muncul dalam setiap pembelajaran yang dilakukan.

Keyword : Kecerdasan Emosional, Pembelajaran Matematika

PDF