PERILAKU INDIVIDU DAN KELOMPOK DALAM PEMBENTUKAN ETIKA PROFESI AKUNTAN


MAJALAH EKONOMI || Jurnal Ilmiah Sains & Ilmu Pendidikan
Volume XII | Nomor 1 | Juni 2010 | ISSN: 1411-9501
Penerbit: Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Penulis : Untung Lasiyono

PDF

I PENDAHULUAN

Timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara adalah sejalan dengan berkembangnya perusahaan dan berbagai bentuk badan hukurn perusahaan di negara tersebut. Jika perusahaan-perusahaan di suatu negara berkembang sedemikian rupa sehingga tidak hanya rnemerlukan modal dari pemiliknya, namun rnulai rnemerlukan modal dari kreditur, dan jika timbul berbagai perusabaan berbentuk badan hukum perseroan terbatas yang modalnya berasal dari masyarakat, jasa akuntan publik rnulai diperlukan Jan berkernbang. Daii µrnfesi akuntan publik ini masyarakat kreditur dan investor rnengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terbadap informasi yang disaJikan dalam laporan kcuangan olch manajcmcn pcrusabaan.

Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi masyarakat, yaitu jasa assurance, jasa atestasi, dan jasa nonassurance. Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan. Jasa atestasi tcrdiri dari audit, pcmcriksaan (examination), review, dan proscdur yang discp 1.kati (agreed upon procedure). Jasa atesrasi adalah suatu pcrnyataan pcndapat, pcrtirnbangan orang yang independcn dan kompctcn tcntang apakah asersi suatu entitas scsuai dalam scmua hal yang material, dcngan kriteria yang telah ditetapkan. Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan olch akuntan publik yang di dalamnya ia tidak membcrikan suatu pendapat, keyakinan negatif, ringkasan temuan, arau benmk iai:1 keyakinan. Conroh jasa nonassurance yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik adalah jasa kornpilasi, jasa perpajakan, jasa konsultasi.

Secara umum auditing adaiah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan rnengevaluasi bukti secara objektif mengenai pemyataan temang kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. Ditinjau dari sudut auditor mdependen, auditing adalah pemeriksaan secara objektif atas laporan keuangan suatu perusahaan atau organisasi yang lain dengan, tujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar kcactaan kcuangan dan hasil usaha perusahaan atau organisasi tersebut. Profcsi akuntan publik bertanggung jawab untuk mcnaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan-perusahaan, sehingga masyarakat keuangan memperoleh informasi keuangan yang andal scbagai dasar untuk memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi.

 

Permasalahan

Bcrdasarkan latar bclakang yang tclah diuraikan diatas, maka yang mcnjadi pcrmasalahan adalah “Bagaimanakah pcran pcrilaku individu dan kclompok dalam pembentukan etika proftsi akuntan”

 

II.KONSEPSI MANUSIA DAN PERILAKUNYA

Manusia menurut aliran yang dipelopori oleh Sigmund Freud ini adalah makhluk yang digerakk􀁵n oleh suatu keinginan yang terpendam dalam jiwanya (homo Vo/ens). Aliran psikoanalis secara tegas rnemperhatikan struktur jiwa manusia, Fokus aliran ini adalah totalitas kepribadian manusia bukan pada bagian-bagiannya yang terpisah. Menurut aliran ini, perilaku manusia dianggap sebagai basil interaksi sub sistim dalam kepribadian manusia yaitu: (a) Id, yaitu bagian kepribadian yang menyimpan dorongan­dorongan biologis manusia merupakan pusat insting yang bergerak berdasarkan prinsip kesenangan dan cenderung memenuhi kebutuhannya .Bersifat egoistis, tidak bem1oral dan tidak rnau tahu dengan kenyataan. Id adalah tabiat hewani yang terdiri dari dua bagian (i). Libido – insting reproduktif penyediaan energi dasar untuk kegiatan – kegiatan kosntrukstif disebut juga sebagai insting kehidupan (eras), (ii). thanatos – insting destruktif dan agresif. (b) Ego, berfungsi menjembatani tuntutan Id dengan realitas di dunia luar. Ego adalah mediator antara hasrat-hasrat hewani dengan tuntuun rasional clan realistik. Egolah yang menyebabkan manusia mampu menundukkan hasrat hewaninya dan hidup sebgai wujud rasional. Ia bergerak berdasarkan prinsip realitas. (c) Super ego, yaitu unsur yang menjadi polisi kepribadian, rnewakili sesuatu yang nonnatif atau ideal super ego disebut juga sebagai hati nurani,merupakan internalisasi dari norma-nomrn sosial dan kultur masyarakat. Super ego memaksa ego untuk menekan hasrat-hasrat yang tidak berlainan dibawah alam sadar. Dari ha! tersebut di atas rnaka menurut psikoanalis perilaku manusia adalh 1nerupakan interaksi antara kom ponen biologis I unsur hewani (id), komponen psikologis / unsur aka! rasional (ego) dan komponen sosial / unsur moral (super ego).

Manusia menurut aliran ini adalah homo mechanicus atau perilakunya digerakkan oleh lingkungannya. Manusia berperilaku sebagai hasil belajar yaitu perubahan perilaku akibat pengaruh dari lingkungannya. Dari sini timbul “teori belajar” dan teori “tabula rasa”. Manusia dalam teori tersebut dianggap sebagai kertas putih atau meja Jilin ketika lahir artinya manusia belurn memiliki “war na mental”. Pada perkembangannya yang menyebabkan berubahnya dan bertambahnya warna mental tersebut adalah pengalaman. Secara singkat maka aliran ini menekankan bahwa perilaku manusia, kepribadia’1 manusia, scrta tempramen didasarkan pada pcngalaman indcrawi (sensor:y experience).

Konscp perilaku manusia di atas ol eh salah tokoh aliran ini Ivan Pavlov disempurnakan dengan rnctodc yang discbut pelaziman klasik . Pada metode ini perilaku manusia disebabkan adanya stimuli yang terkondisi atau bersifat netral dengan stimuli yang tak terkondisikan. Hipotesis tersebut menunjukkan bahwa organisme bisa diajar bertindak dengan pemberian sesuatu rangsangan.Untuk menggambarkan metode ini oleh Pavlov melakukan eksperimen dengan seekor anjing yang dikondisikan dengan stimulus tcrtentu. Pada akhirnya didapati dalam ekspcrimcn terscbut bahwa apabila anjing rn..:lihat bekas makanan maka air liur hewan itu keluar sebagai “hasil belajar’ mengaitkan bekas makanan yang dilihat dengan makanan yang akan diberikan kclak. Scbagai contoh illustrasi bahwa setiap kali anak membaca majalah dan orang tuanya mengambil majlah tcrscbut dengan paksa maka anak tcrscbut akan benci terhadap majalah.

Konscp tcntang pcrilaku manusia ini kcmudian discmpurnakan oleh Skinner dengan metode yang disebut operant conditioning (pclaziman operan). Metode ini rnenerangkan bahwa apabila organisme rnenghasilkan sesuatu respon karena mengoper atas stimulus yang diterima disekitamya. Menumt Skinner, pelaziman operan terdiri daripada dt:a konsep utama yaitu:

  1. a) Peneguhan ( reinforcement ) yang terbagi dalam peneguhan positif dan peneguhan negatif.
  • Peneguhan Positif (Positive Reinforcement)

Rangsangan yang bisa rnenambahkan pengulangan suatu tingkahlaku dan dilakukan berkali-kali disebut sebagai Peneguhan Positif.

Contoh: Pekerja yang mencapai prestasi tinggi dalam kerjanya diberikan bonus. Maka ia kan mcningkatkan kincrjanya pada masa berikutnya

  • Peneguhan Negatif (Negative Reinforcement)

Bila ada rangsangan yang menyakiti atau yang mewujudkan keadaan tidak mengenakan dan akan dihindari secara berkali-kali disebut scbagai peneguhan negatif. Organismc kemungkinan mengul?.ng tingkahlaku yang dapat mengelak atau r.1engurangi keadaan yang negatif.

 

  1. b) Denda (punishment)

Adalah Setiap rangsangan yang menyebabkan pengulangan suatu respon tingkahlaku yang dikurangi atau dihapuskan sama sekali . Contoh: Anak yang tidak mcrnbamu ibu tidak diberi peluang untuk bermain bola dengan teman-temannya sehingga ia akan menghapuskan pcrilaku yang dapat mcmbuat dirinya tidak dapat bcrmain bola lagi.

 

Perilaku manusia menumt aliran ini semakin diperkuat dengan Social Learning Theori atau pembelajaran Sosial. Teori ini dikemubmkan oleh Al bcrt Bandura yang mengatakan salah satu sifat manusia ialah menim (imitate) tingkahlaku atau tindak tanduk orang lain yang diterima masyarakat (socially accepted behaviour) dan juga tingkah laku yang tidak diterima masyarakat. Tingkah laku yang diterima dan tidak diterima tersebut bcrbentuk:

  1. a) berbeda antara satu budaya dengan satu budaya yang lain,
  2. b) bcrbeda antara individu,
  3. c) berbeda menumt situasi.

Dcngan dcmikian, pcmbclajaran sosial tidak hanya melibatkan mcmpelajari tingkahlaku yang ditcrima tetapi juga tingkahlaku tidak diterima. Orang meniru karena apa yang dilakukan mcmbawa kcpuasan atau ganjaran, yaitu pcncguhan. Bagairnana pcncguhan te1wujud terdiri atas 3 jenis:

  1. Peneguhan Secara Langsung – lndividu mcndapat ganjaran scperti pujian kcrana dia mcniru scsuatu tingkahlaku yang dipcrhatikan. Misal anak yang mcniru pcrilaku bapaknya karena dia dipuji d,:m mengulangi tingkahlaku tersebut.
  2. Peneguhan Mandiri – Individu meniru bukan kerana ingin dipuji tetapi kerana ingin mencapai cita-citanya sendiri, misal seorang pelajar meniru cara Edwin Moses (atlit lari Amerika ; pemecah rekor dunia) dalam berlari, ia melakukan itu bukan untuk dipuji olch pelatihnya tetapi uncuk membuktikan kcpada dirinya bahwa diapu11 bisa bcrlari sama pcrsis dengan Edwin Moses dan ini memberi kepuasan kepadanya.
  3. Peneguhan Vikarius – Individu mendapat kepuasan secara tak langsung dengan meniru orang lain. Individu yang mernperhatikan orang lain mendapatkan kepuasan atau ganjaran karena meniru model, iapun berbuat demikian karena ingin mendapat peneguhan yang sama. misal. Seorang pelajar memperhatikan rekannya dipuji oleh gurunya karena menyelesaikan tugas dengan cepat maka mungkin pada waktu lain ia akan berbuat demikian kerana dia menyangka akan menerima pujian yang sama.

 

Manusia dalam konsepsi psikologi kognitif adalah mahkluk yang aktif mengorganisasikan dan mengolah stimuli yang diterimanya (homo sapiens). Artinya manusia adalah makhluk yang berpikir dan tidak pasif dalam merespon lingkungannya serta berusaha memahai lingkungannya. Lebih tegasnya bahwa manusia adalah organisme aktif yang menafsirkan dan bahkan mendistorsi lingkungannya.

Logika dari perilaku manusia menurut :iliran ini adalah bahwa jiwa manusia rnenafsirkan pengalaman indrawi sccara aktif melalui proses mencipta, mengorganisasikan, menafsirkan, mendistorsi dan mencari makna. Jadi manusialah yang menentukan makna stimuli dan bukan stimuli itu sendiri. Perilaku berdasar akumulasi dari sekian banyak teori dan aliran. Dari uraian tentang konsepsi manusia rnenurut beberapa aliran dalam psikoiogi maka dapat disimpulkan secara umum bahwa perilaku atau aktivitas yang ada pada diri manusia (individu / organismc) tidak timbul dengan sendirinya tetapi akibat dari rangsangan (stimulus) yang diterima organisme bersangkutan baik stimulus eksternal maupun stimulus internal. Namun prosentase terbesar perilaku manusia dipengarnhi oleh faktor stimulus ekstemal. Oleh karenanya hubungan antara stimulus, organisme dan perilaku dalam bentuk respon diformulasikan dalam bentuk S-O-R (stimulus organisme­respons). Ini berarti bahwa dalam memberikan respon organisme ikut aktif amhil bagian. Pendapat lain dalam meformulas ikan hubungan natar stimulus Jan respon disampaikan oleh Kurt Lewin dalam bentuk B = f (E,O) atau Behavior, fungsi, Enviroment, Organisme. Pada formulasi ini dijelaskan bahwa perilaku dipengarnhi oleh lingkungan dan organisme yang bersangkutan. Sedangkan Bandura memformulasikan perilaku dalam bentuk sbb:

 

B: Behavior, E : enviroment dan P : Person. Formulasi Bandura menerangkan bahwa pcrilaku, lingkungan dan individu saling bcrhubungan atau bcrintcraki satu sama lain bahkan saling mempengaruhi. Ini berarti bahwa individu dapat mempengaruhi individu itu sendiri.  Jenis Perilaku

Skinner membedakan perilaku mcnjadi dua bagian yaitu:

  • perilaku alami (innate behavior) yaitu perilaku yang dibawa sejak lahir berupa refleks dan insting. Contoh dari perilaku ini adalah; gerakan refleks atau spontan ketika ta11gan terkena panas api, kedipan mata bila kena cahaya yang kuat. Perilaku ini secara otomatis digerakkan tanpa melalui pusat susunan syaraf. Jadi reson akan timbul seketika setiap terkena stimulus otomatis.
  • perilaku operan (operant behavior) adalah perilaku yang dibentuk melalui proses belajar. Perilaku jenis ini dikendalikan oleh pusat syaraf atau kesadaran otak. Pada kaitan ini setelah stimulus diterima, kemudian dilanjutkan ke otak. Perilaku jenis ini lebih dominan dibanding perilaku alami.

 

Pembentukan perilaku

  1. Pembentukan perilaku melalui kondisioning (kebiasaan)

Perilaku dapat dibentuk melalui memb iasakan diri dengan untuk berperilaku seperti yang diharapkan.

Misal ; bangun pagi, menggosok gigi dans sebagainya

  1. Pembentukan perilaku dengan pengertian (insight)

Perilaku ini dibentuk dengan belajar kognitif disertai dengan pengertian

  1. Pembentukan perilaku menggunakan model

Perilaku yang terbentuk dengan mcnggunakan contoh atau model. Pcmbcntukan perilaku disini dengan cara teori belajar sosial (social learning theory) Misal umumnya seorang anak berperilaku mencontoh orang tuanya.

 

Pengertian Etika

Menurut Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau rnasyarakat. Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral. MeIJurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Scpcrangkat aturan atau norma atau pcdoman yang mcngatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang hams ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”

Dari asal usu! kata, Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya

  • Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis

(tindakan) manusia.

  • Etika tidak mempersoalkan kcadaan manusia, melainkan mcmpcrsoalkan bagaimana manusia harus bertindak.

Tindakan manusia ini ditcntukan olch bcrmacam-macam norma. Norma ini masih dibagi lagi mcnjadi norma hukum, nonna agama, norma moral dan norma sopan snntun.

  • Norma hukum bcrasal dari hukum dan pcrundang-undangan
  • Norma agama berasal dari agama
  • Norma moral berasal dari suara batin.
  • Norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari sedangkan norma moral berasal dari etika

 

Fungsi Etika

  1. Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang membingungkan.
  2. Etika ingin menampilkanketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis.
  3. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar <la.lam suasana pluralisme

 

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika :

  1. Kebutuhan Individu
  2. Tidak Ada Pedoman
  3. Pcrilaku dan Kebiasaan Individu Yang Terakumulasi dan Tak Dikorcksi
  4. Lingkungan Yang Tidak Etis
  5. Perilaku Dari Komunitas

 

 

Sanksi Pelanggaran Etika :

  1. Sanksi Sosial

Skala relatif keciI, dipahami sebagai kesalahan yang dapat ‘dimaafkan’

  1. Sanksi Hukum

Skala besar, merugikan hak pihak lain.

 

Jenis-jenis Etika

1 . Etika umum yang berisi prinsip scrta moral dasar

  1. Etika khusus atau etika terapan yang bcrlaku khusus.
  • Etika khusus ini masih dibagi lagi menjadi etika individual dan etika sosial.
  • Etika sosial dibagi menjadi:
  • Sikap terhadap sesama;
  • Etika keluarga
  • Etika profesi misalnya etika untuk pustakawan, arsrpans, dokumentalis, pialang infonnasi
  • Etika politik
  • Etika lingkungan hidup serta
  • Kritik ideologi Etika adalah filsafat atau pemikiran kritis rasional tentang ajaran moral sedangka moral adalah ajaran baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dsb. Etika selalu dikaitkan dengan moral serta harus dipahami perbedaan antara etika dengan moralitas.

 

III. PERILAKU ETIKA DALAM PROFESI AKUNTAN/ AUDITOR

Laporan Audit

Laporan audit merupakan alat yang digunakan oleh auditor untuk mengkomunikasikan hasil auditnya kepada masyarakat. Oleh karena itu, makna setiap kalimat yang tercantum dalam laporan audit baku dapat digunakan untuk mengenal secara umum profcsi akuntan pub.lik. Laporan audit baku tcrdiri dari tiga paragraf, yaitu paragraf pengantar, paragraf lingkup, dan paragraf pendapat. Paragraf pengantar berisi objek yang diaudit olch auditor dan pcnjclasan tanggung jawab manajcmcn dan tanggung jawab auditor. Paragraf lingkup berisi pernyataan ringkas mengenai lingkup audit yang dilaksanakan oleh auditor, dan paragraf pcndapat berisi pcmyataan ringkas mengenai pendapat auditor tentang kewajaran laporan keuangan auditan.

Kalimat pertama dalam paragraf lingkup laporan audit baku berbunyi, “Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia”. Dalam kalimat ini auditor menyatakan bahwa audit atas laporan keuangan yang telah dilaksanakan bukan sembarang audit, melainkan audit yang dilaksanakan bcrdasarkan standar auditing yang ditctapkan oleh organisasi profcsi auditor, yaitu Ikatan Akuntan Indonesia. Di samping itu, kalimat kedua dalam paragraf lingkup tersebut menyampaikan pesan bahwa:

  1. dalam pcrikatan urnum, auditor melaksanakan auditnya atas dasar pcngujian, bukan atas -dasar perneriksaan terhadap seluruh bukti;
  2. pemahaman yang memadai atas pengendalian intern merupakan dasar untuk menentukan jenis dan lingkup pengujian yang dilakukan dalam audit;
  3. lingkup pengujian dan pemilihan prosedur audit ditentukan oleh pertimbangan auditor atas dasar pengalamannya;
  4. dalam auditnya, auditor tidak hanya melakukan pengujian terbatas pada catatan akuntansi klicn, namun juga mcncrnpuh proscdur audit lainnya yang dipandang perlu oleh auditor.

 

Paragraf pendapat digunakan oleh auditor untuk menyatakan pendapatnya atas kcwajaran laporan kcuangan auditan, bcrdasarkan kriteria prinsip akuntansi bcrtcrima umum di Indonesia dan konsistensi penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam tahun yang diaudit dibanding dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam tahun scbclumnya. Ada cmpat kemungkinan pernyataan pendapat auditor, yaitu:

  1. auditor menyatakan pendapat w􀃎jar tanpa pcngecualian (unqualified opinion);
  2. auditor menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion);
  3. auditor menyatakan pcndapat tidak wajar (adverse opinion);
  4. auditor mcnyatakan tidak mcmbcrikan pcndapat (disclaimer of opinion atau no opinion).

 

Standar umum mengatur persyaratan pribadi auditor. Kelompok st2.ndar ini mcngatur kcahlian dan pclatihan teknis yang harus dipcnuhi agar seseorang memenuhi syarat untuk rnclakukan auditing, sikap mental indcpcnden yang barns dipertahankan olch auditor dalam segala hal yang bersangkutan dengan pelaksanaan perikatannya, dan keharnsan auditor menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.

Ada tiga tipe auditor menurut lingkungan pekerjaan auditing, yaitu auditor independen, auditor pemerintah, dan auditor intern. Auditor independen adalah auditor profesional yang menjual jasanya kepada masyarakat umum, terutama dalam bidang audit atas laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya. Auditor pemerintah c1dalah auditor profesional yang bekerja di instansi pemerintah yang tugas pokoknya mdakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi dalam pemerintahan atau pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah. Auditor intern adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan (perusahaan negara maupun perusahaan swasta) yang tugas pokoknya adalah menentukan apakah kcbijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajernen puncak telah dipatuhi, mcnentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi, menentukan efisiensi dan efektivitas prosedur kegiatan organisasi, serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi. Ada tiga tipe auditi ng, yaitu audit laporan xeuangan, audit kepatuhan, dan audit operasional.

 

Etika Profesional Profesi Akuntan Publik

Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Etika Kornpartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dalam konggresnya tahun 1973, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk perta111a kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan Indonesia, kemudian disempurnakan dalam konggres IAI tahun 1981, 1986,1994, dan terakhir tahun 1998. Etika profesional yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam kongresnya tahun 1998 diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia.

Akuntan publik adalah akuntan yang berpraktik dalam kantor akuntan publik, yang menyediakan berbagai jenis jasa yang diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik, yaitu auditing, atestasi, akuntansi dan review, dan jasa konsultansi. Auditor independen adalah akuntan publik yang melaksanakan penugasan audit atas laporan keuangan historis yang menyediakan jasa audit atas dasar standar auditing yang tcrcantum dalam Standar Profcsional Akuntan Publik. Kodc Etik Ikatan Akuntan Indonesia dijabarkan ke dalam Etika Kompartcmcn Akuntan Publik untuk mengatur pcrilaku akuntan yang mcnjadi anggota IAI yang bcrpraktik dalam profcsi akuntan publik.

 

Aturan Etika Profesi Akuntansi IAI

Pemberlakuan dan Komposisi

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi sclumh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bckerja di Iingkungan dunia usaha, pada instansi pcm9rintah, maupun di lingkungan dunia pcndidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profcsionalnya.

Tujuan profesi akuntansi adalah mcmcnuhi tanggung jawabnya dengan standar profesionalismc tcrtinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kcpada kcpcntingan publik. Untuk mencapai tujuan terse but terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi:

Kredibilitas. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi.

  • Profesionalisme. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bi dang akuntansi.
  • Kualitas Jasa. Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi.
  • Kepercayaan. Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa tcrdapat kcrangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan.

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian: (1) Prinsip Etika, (2) Aturan Etika, dan (3) Tnterpretasi Aturan Etika. Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pernberian jasa profesional oleh anggota. P1insip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi selumh anggota, sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bcrsangkutan. Intcrpretasi Aturan Etika mcrupakan interpretasi yang dikeluarkan olch Badan yang dibentuk oleh Himpunan setclah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak bcrkcpentingan lainnya, scbagai panduan dala:n penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk rnembatasi lingkup dan penerapannya.