ASIMETRIS INFORMASI DAN MANAJEMEN LABA, PENGIMPLEMENTASIAN INFORMASI AKUNTANSI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN


MAJALAH EKONOMI || Telaah Manajemen, Akuntansi, dan Bisnis
Volume X || Nomor 1 || Juli 2009 || ISSN: 1411-9501
Penerbit : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

authors: Untung Lasiyono (untunglasiyono@unipasby.ac.id)

Abstract: Laporan keuangan dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai pihak, termasuk manajemen perusahaan itu sendiri.Namun yang paling berkepentingan dengan laporan sebenarnya adalah para pengguna eksternal (diluar manajemen). Para pengguna internal (para manajemen) memiliki kontak langsung dengan entitas atau perusahannya dan mengetahui peristiwa-peristiwa signifikan yang terjadi, sehingga tingkat ketergantungannya terhadap informasi akuntansi tidak sebesar para pengguna eksternal. Namun demikian, tidak, sedikit informasi akuntansi tidak disajikan dengan sewajarnya sesuai dengan standart yang berlaku, sehingga situasi ini akan memicu munculnya suatu kondisi yang disebut sebagai asimetri informasi (information asymetry), yaitu suatu kondisi dimana ada ketidakseimbangan perolehan informasi antara pihak manajemen sebagai penyedia informasi (prepaper) dengan pihak pemegang saham dan stakehotler pada umumnya sebagai pengguna informasi (user). Ada tiga asumsi Sifat dasar manusia yaitu: (1) manusia pada umunya mementingkan diri sendiri (self interest), (2) manusia memiliki daya pikir terbatas mengenai persepsi masa mendatang (bounded rationality), dan (3) manusia selalu menghindari resiko (risk adverse). Berdasarkan asumsi silat dasar manusia tersebut menyebabkan bahwa informasi yang dihasilkan manusia untuk manusia lain selalu dipertanyakan reliabilitasnya dan dapat dipercaya tidaknya informasi yang disarnpaikan.
Ada berbagai motivasi yang mendorong dilakukannya manajemen laba. Teori akuntansi positif (Positif Accounting Theory) mengusulkan tiga hipotesis motivasi manajemen laba, yaitu. ( ) hipotesis program bonus (the bonus plan hypotesis), (2) hipotesis perjanjian hutting (the debt covenant hypotesis), dan (3) hipotesis biaya politik (the political cost hypotesis). Dengan menerapkan corporate governance diharapka.n dapat inengurangi dorongan untuk melakukan tindakan manipulasi oleh manajer. Sehingga kinerja yang dilaporkan merefleksikan keadaan ekonomi yang sebenarnya dari perusahaan bersangkutan.

Full-Text PDF : ASIMETRIS INFORMASI DAN MANAJEMEN LABA, PENGIMPLEMENTASIAN INFORMASI AKUNTANSI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

PDF