Biokonversi Sekam Dan Jerami Padi Menjadi Gula Solubel Dan Zat Pewarna Oleh Penicillium Purpurogenum

Nama             : Wardah
NIDN             : 0008076101
Perguruan Tinggi : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Nama             : Tatang Sopandi
NIDN             : 0004076302
Perguruan Tinggi : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

LATAR BELAKANG

Pengembangan proses produksi zat warna dari sumber bahan alam terus meningkat, baik untuk pewarna pangan, kosmetik, dan farmasi (Chattopadhyay, et al, 2008). Peningkatan permintaan konsumen terhadap zat warna alami, perubahan sosiologi dan pengembangan teknologi, serta pangsa pasar  zat warna berubah.

Beberapa zat warna sintetik dapat menimbulkan permasalahan kesehatan seperti efek karsinogenik dan teratogenik  (Babitha et al, 2006). Pewarna alami dari tanaman dan hewan tidak stabil terhadap panas, pH, dan cahaya. Produksi mikroorgaisme.

Pada umumnya mempunyai toksisitas rendah dan mempunyai atribut dapat menyehatkan, namun mempunyai sifat tidak stabil terhadap suhu dan pH.

Aplikasi pewarna pangan tergantung pada hasil evaluasi interaksi antara pewarna dengan konponen produk  pangan (Fabre et al, 2005). Penggunaan pewarna dapat menyebabkan perubahan citarasa yang tidak baik pada produk (Dufosse, 2006)

Buah naga adalah tanaman penghasil buah, produksi dan kesukaan masyarakat  terus meningkat, jumlah limbah berupa kulit buah belum dimafaatkan secara maksimal.  Buah naga mempunyai warna kulit yang sangat menarik (merah dan kuning) dan berpotensi sebagai pewarna pangan  Buah naga mengandung  pigmen betalain, betasianin dan betasantin adalah pigmen nitrogen yang larut dalam air dan berpotensi sebagai antioksidan (Wibranice dan Mizrahi, 2006).