DAFTAR ISI

STUDENT ENGAGEMENT: MENGAPA PENTING BAGI MAHASISWA DPERGURUAN TINGGI?

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL RISET DAN PENGABDIAN || Inovasi, Teknologi dan Pendidikan Guna Mewujudkan Indonesia Sejahtera Di Era Industrialisasi 4.0 
21 Desember 2018 || ISBN: 978-602-5793-40-0
Penerbit : Adi Buana University Press
Penulis : Moesarofah
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRAK
Konsep student engagement dalam aktivitas akademik merupakan faktor penting yang menyumbang kesuksesan mahasiswa di perguruan tinggi. Student engagement bertindak sebagai penangkal menurunnya motivasi dan kinerja akademik di perguruan tinggi. Studi ini mengarah dari adanya kesenjangan tentang motivasi dan keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas akademik di perguruan tinggi. Hasil studi merupakan kajian pustaka tentang keterlibatan akademik mahasiswa di perguruan tinggi. Peneliti mengarahkan studi engagement sebagai konstruk multidimensi, yang mencakup behavioral, cognitive dan emotional engagement. Penelitian student engagement dapat memperkaya karakteristik mahasiswa dalam berpikir, merasa dan berperilaku, sementara sifat engagement yang malleable, dan responsif pada situasi kontekstual memungkinkan student engagement menjadi target intervensi berkaitan dengan kinerja akademik mahasiswa.
Kata kunci: motivasi, student engagement, kinerja akademik

ABSTRACT
The concept of student engagement in academic activities is an critical factor that contributes to the success of students in college. Student engagement acts as an antidote to decreasing motivation and academic performance in college. This study leads to gaps about student motivation and engagement in academic activities in higher education. The results of the study are literature studies of students’ academic engagement in higher education. The researcher directed the study of engagement as a multidimensional construct, which included behavioral, cognitive and emotional engagement. Student engagement research can enrich student characteristics in think, feel and behave, while malleable nature of engagement, and responsiveness in contextual situations allows student engagement to be the target of interventions related to the academic performance of students college.
Keyword: motivation, student engagement, academic performance

WORKSHOP KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MELALUI LATIHAN ASERTIF PADA IBU-IBU PKK DI DESA GADUNG

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL RISET DAN PENGABDIAN || Inovasi, Teknologi dan Pendidikan Guna Mewujudkan Indonesia Sejahtera Di Era Industrialisasi 4.0 
21 Desember 2018 || ISBN: 978-602-5793-40-0
Penerbit : Adi Buana University Press
Penulis 1: Moesarofah
Penulis 2: Maghfirotul Lathifah
Penulis 3: Aniek Wirastania
Penulis 4: Ayong Lianawati
Penulis 5: Boy Soedarmadji
Penulis 6: Hartono
Penulis 7: Kusbandiami
Penulis 8: Sutijono
Penulis 9: Cindy Alis Pravesti
Penulis 10: Muwakhidah
Penulis 11: Mudhar
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRAK
Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat workshop pengembangan kemampuan
komunikasi interpersonal melalui latihan asertif di Desa Gadung agar para Ibu mampu secara
terbuka mengkomunikasikan keinginan dan kebutuhan mereka, berani mengatakan tidak, secara
terbuka dapat mengkomunikasikan perasaan positif dan negatif dengan lawan komunikan, serta
menjalin kontak hubungan yang baik dengan suami, anak, tetangga, teman. Metode pelaksanaan
kegiatan PPM ini ialah dengan memberikan ceramah, diskusi serta pelatihan. Hasil dari kegiatan
PPM ini ialah Ibu-ibu PKK Desa Gadung menginginkan adanya pembinaan dan evaluasi dari
pelatihan yang sudah dilaksanakan. Pembinaan diarahkan pada kemasan latihan asertif untuk
meningkatkan keterampilan komunikasi secara berkala setiap minggu sesuai dengan jadwal
kegiatan PKK. Evaluasi diarahkan pada perubahan sikap sewaktu berkomunikasi. Kesimpulan dari
kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat meningkatkan kemampuan komunikasi
interpersonal para Ibu PKK Desa Gadung Kecamatan Driyorejo.
Kata kunci: Komunikasi interpersonal, Latihan asertif

ABSTRACT
The purpose of community service workshops is the development of interpersonal
communication skills through assertive training in Gadung Village so that mothers are able to openly
communicate their desires and needs, dare to say no, can openly communicate positive and negative
feelings with the communicant’s opponents, and establish contact relationships that both with
husband, child, neighbor, friend. The method for implementing PPM activities is by giving
conversation, discussions and training. The results of this PPM activity are Mothers want guidance
and evaluation of the training that has been carried out. Coaching is directed at packing assertive
exercises to improve communication skills on a regular basis every week according to the schedule
of PKK activities. Evaluation is directed at changing attitudes when communicating. The conclusion
of this community service activity can improve the interpersonal communication skills of the PKK
women in the Gadung Village, Driyorejo District.
Keyword: Interpersonal communication, Assertive training.

KETIDAKEFEKTIFAN KALIMAT PADA TESIS MAHASISWA INDONESIA TIMUR PROGRAM MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN UNIPA SURABAYA

INOVASI || Jurnal Humaniora, Sains, dan Pengajaran
Volume XXI | Nomor 1 | Januari 2019 | ISSN: 0854-4328
Penerbit : Fakultas Bahasa dan Sains Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Penulis 1: Ira Eko Retnosari
Penulis 2: Tri Indrayanti
PDF VERSI CETAK/ASLI

Abstract

The effective sentence is a sentence that can represent the writers’ ideas
clearly and concisely in readers’ mind as what the writers mean. This research describes the effectiveness of sentence on the students’ theses of Post Graduate in Education Technology Department, Unipa Surabaya. This research uses qualitative approach. The data source of this research is theses of Post Graduate students of Education Technology Department, Unipa Surabaya and the data of the research are the sentences existed in the theses of Post Graduate students of Educataion Technology Department, Unipa Surabaya. The data collection in this research is conducted through documentation method. The data collection procedure in this research is (1) collecting theses, (2) copying theses, (3) reading paragraphs and sentences, (4) identifying, (5) classifying, (6) codifying, and (7) analyzing. The data analysis in this research uses descriptive method. In analyzing the data, the writers use some stages, that is, (1) collecting data, (2) classifying data, (3) interpreting some mistakes, and (4) explaining. The result of this research indicates that the most ineffectiveness of the sentences occurs in amount of (50%) inappropriateness of spelling, that is, (10%) the use of capital letters, (12%) how to write words, (6%) spelling of borrowing words, (22%) puntuation. While the least ineffectiveness of the sentence occurs on the accurateness in amount of 20%, that is, (10%) diction, (8%) useless words, (8%) conjunction, and (1%) parallel.
keywords: effective sentence, theses, post graduate students

EFEKTIFITAS PENERAPAN PRINSIP SISTEM KEUANGAN SYARIAH MELALUI NILAI-NILAI ANTI KORUPSI : KESEDERHANAAN, KEBERANIAN, DAN KEADILAN

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL RISET DAN PENGABDIAN || Inovasi, Teknologi dan Pendidikan Guna Mewujudkan Indonesia Sejahtera Di Era Industrialisasi 4.0 
21 Desember 2018 || ISBN: 978-602-5793-40-0
Penerbit : Adi Buana University Press
Penulis 1: Taudlikhul Afkar
Penulis 2: M. Afrizal Miradji
Penulis 3: Ferry Hariawan
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis nilai-nilai anti korupsi yang diterapkan
dalam nilai kesederhanaan, nilai keberanian, dan nilai keadilan terhadap penerapan prinsip
sistem keuangan syariah. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional random
sampling dengan jumlah responden 75 dengan perhitungan perbandingan jumlah kantor
dengan jumlah sumber daya insani (SDI) bank syariah di Jawa Timur. Analisis
menggunakan regresi linier ganda dengan tujuan untuk menguji tiga prediktor yaitu nilai
kesederhanaan, nilai keberanian, dan nilai keadilan. Hasil penelitian secara parsial maupun
secara simultan menunjukkan bahwa kesederhanaan, keberanian, dan keadilanefektif
dalam penerapan prinsip sistem keuangan syariah. Secara statistik koefisien regresi untuk
nilai keberanian (X2) sebesar 3.950, sedangkan koefisien regresi untuk nilai keadilan (X3)
sebesar 28.525, keduanya memiliki nilai positif artinya dengan menerapkan keberanian dan
keadilan maka penerapan prinsip sistem keuangan syariah lebih mudah. Namun
sebaliknya nilai koefisien regresi untuk nilai kesederhanaan (X1) sebesar -2.235, artinya
dengan kesederhanaan masih terdapat peluang untuk terbawa dalam pengaruh lingkungan
yang tidak baik seperti yang dijelaskan dalam teori GONE, teori means and scheme, dan
teori solidaritas sosial sehingga penerapan prinsip sistem keuangan syariah mengalami
penurunan apabila tidak ada keteguhan hati.
Kata Kunci : anti korupsi, sistem keuangan syariah, kesederhanaan, keberanian,
keadilan


ABSTRACT
The purpose of this study is to analyze the anti-corruption values applied in the
values of simplicity, value of bravery, and value of fairness towards the application of the
principles of the Islamic financial system. The sampling technique used was proportional
random sampling with the number of respondents 75 with the calculation of the comparison
of the number of offices with the number of Islamic human resources (SDI) in East Java.
The analysis uses multiple linear regression with the aim to test three predictors, namely
the value of simplicity, the value of bravery, and the value of fairness. The results of the
research partially or simultaneously show that simplicity, bravery, and fairness are effective
in applying the principles of the Islamic financial system. Statistically the regression
coefficient of bravery (X2) is 3,950, while the regression coefficient of fairness (X3) is
28,525, both of which have positive values means that by applying bravery and fairness
the application of the principles of the Islamic financial system is easier. However, the
regression coefficient of simplicity (X1) is -2,235, meaning that with simplicity there are still
opportunities to be carried away in environmental influences that are bad as described in GONE theory, means and scheme theory, and social solidarity theory so that the
application of the principles of Islamic financial systems decrease if there is no strong
heart.
Keywords: anti corruption, islamic financial system, simplicity, bravery, and fairness

PENERAPAN STRATEGI PLANNING MATRIX TERHADAP GURU TKLB DALAM MEMBERIKAN INTERVENSI DINI ANAK DENGAN AUTISM SPECTRUM DISORDER

JURNAL DISABILITAS
Jilid 2 || Nomor 1 || Februari 2018 || ISSN: 2580-9415
Penerbit : Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) dan Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia (APPKhl) Kalimantan Selatan
Penulis 1: Muchamad Irvan
Penulis 2: M. Nurrohman Jauhari
Penulis 3: Tantra Sakre
PDF VERSI CETAK/ASLI

Abstrak: Planning Matrix, merupakan suatu kerangka kerja sederhana berbentuk tabel
yang mengutamakan pendekatan positive partnership. Tujuannya adalah untuk
mempermudah proses identifikasi karakteristik, menentukan metode pembelajaran, dan
mengevaluasi anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Planning Matrix perlu
digunakan setiap guru sebagai strategi memberikan intervensi dini anak dengan ASD.
Intervensi dini merujuk pada program layanan khusus yang sengaja dirancang untuk
anak-anak berkebutuhan khusus dalam rangka mencegah atau memperkecil potensi
terjadinya keterlambatan dan mengoptimalkan perkembanganya. Dalam praktiknya,
program intervensi dini perlu dirancang agar dapat menentukan metode dan model
penanganan yang tepat. Penelitian ini dilaksanakan di SLB-B Putra Harapan
Bojonegoro dengan subjek penelitian guru TKLB. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan One group pre-test and post-test design. Penelitian ini
menggunakan teknik analisis data non-parametrik yaitu tes rangking bertanda
Wilcoxon (Wilcoxon Sign Rank Test ) yang diberi simbol T.Berdasarkan
analisis data, diketahui bahwa hasil Z hitung = -3,320 dengan P = 0,001 pada taraf
signifikasi 5%. Hasil tersebut lebih kecil dari 0,05 dapat terbukti kebenarannya.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan
Ha diterima yang menyatakan “Penerapan strategi Planning Matrix efektif bagi guru
TKLB dalam memberikan intervensi anak dengan ASD di SLB-B Putra Harapan
Bojonegoro”.
Kata kunci: intervensi dini, autism spectrum disorder, planning matrix

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TEKNIK KONVENSIONAL DAN TEKNIK SQ3R DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN KRITIS

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL RISET DAN PENGABDIAN || Inovasi, Teknologi dan Pendidikan Guna Mewujudkan Indonesia Sejahtera Di Era Industrialisasi 4.0 
21 Desember 2018 || ISBN: 978-602-5793-40-0
Penerbit : Adi Buana University Press
Penulis : Tri Indrayanti
PDF VERSI CETAK/ASLI

ABSTRAK
Keterampilan membaca adalah salah satu keterampilan berbahasa. Penelitian ini
mengangkat masalah tentang membaca, yakni membaca pemahaman kritis. Alasan membaca
pemahaman kritis dipilih dalam penelitian karena minimnya kemampuan membaca kritis mahasiswa.
Metode yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan
keefektivan penggunaan teknik SQ3R dalam membaca pemahaman kritis mahasiswa. Penggunaan
teknik SQ3R dapat membantu mahasiswa dalam melakukan kegiatan membaca pemahaman kritis
karena mahasiswa lebih mudah memahami isi bacaan dan menangkap secara detail isi bacaan.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman kritis dengan teknik
konvensional bisa dipersentasekan bahwa mahasiswa yang memeroleh skor di atas KKM dan
berkategori baik sekitar 30%, skor sama dengan KKM atau berkategori cukup baik 50%, dan yang
skor di bawah KKM dan berkategori kurang sekitar 20%. Sedangkan proses membaca pemahaman
kritis mahasiswa dengan teknik SQ3R bisa dipersentasekan bahwa mahasiswa yang memeroleh
skor di atas KKM dan berkategori sangat baik sekitar 80%, skor di atas KKM atau berkategori baik
20%, dan yang skor di bawah KKM dan berkatogori cukup baik dan kurang 0%.
Kata Kunci: Efektivitas, Teknik SQ3R, Membaca Pemahaman Kritis

ABSTRACT
This research is aimed at explaining the effectiveness of using SQ3R technique on the
students’ critical reading comprehension that becomes one of language skills. The discussion of
critical reading comprehension is chosen because the students’ critical reading skill is low. This
research is descriptive quantitative. This design is used to describe the effectiveness of SQ3R
technique on the students’ critical reading comprehension. The use of SQ3R can help the students
to do critical reading comprehension because the students are easier to understand the content of
text and to apprehend the content of the text in detail.The result of the research showed that critical
reading comprehension skill using traditional way can be presented that the students’ scores are
higher than KKM and the category is about 30%, the score that is the same as KKM is about 50%,
and the score under KKM is less than 20%. While the process of the students’ critical reading
comprehension using SQ3R technique can be represented that the students get higher scores than
KKM and can be categorized as the best around 80%, the students get higher than KKM and can be
categorized as good around 20%, and the score under KKM and categorized as enough is around
0%.
Keywords: effectivitas, SQ3R technique, critical reading comprehension, reading skill

PENERAPAN TEKNIK SQ3R DALAM MEMBACA PEMAHAMAN KRITIS MAHASISWA

INOVASI || Jurnal Humaniora, Sains, dan Pengajaran
Volume XXI | Nomor 1 | Januari 2019 | ISSN: 0854-4328
Penerbit : Fakultas Bahasa dan Sains Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Penulis : Tri Indrayanti
PDF VERSI CETAK/ASLI

Abstrak
Keterampilan berbahasa sangat dibutuhkan di dalam berkomunikasi. Bahasa digunakan seseorang dalam profesinya, misal guru, pengacara, dosen, wartawan dan yang lainnya. Tanpa bahasa, seseorang tidak akan bisa mengungkapkan ide dan gagasan yang akan diungkapkannya. Melalui bahasa, seseorang juga bisa
mengekspresikan perasaan dan melaporkan fakta-fakta atau hal yang dilihat. Selain itu, ia juga tidak dapat memahami maksud, pikiran, perasaan, gagasan, dan fakta yang disampaikan oleh orang lain kepadanya.
Keterampilan membaca merupakan bagian dari keterampilan berbahasa. Alasan penelitian ini mengangkat tentang membaca, terutama membaca pemahaman disebabkan karena minimnya kemampuan membaca mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Penelitian ini berusaha
untuk mendeskripsikan proses penerapan teknik SQ3R dalam membaca pemahaman kritis. Penerapan teknik SQ3R juga diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam melakukan kegiatan membaca pemahaman kritis. Hal ini dilakukan supaya mahasiswa lebih mudah memahami isi bacaan dan menangkap
secara detail isi bacaan yang dibaca.
Dari hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman kritis mahasiswa tertinggi terdapat di dalam membaca pemahaman gambaran ringkas artikel yakni sebesar 20% dan pemahaman yang terakhir yang diperoleh mahasiswa tentang metode penelitian yaitu 13%.
Kata Kunci: Teknik SQ3R, Membaca Pemahaman Kritis, Mahasiswa

Abstrak
Keterampilan berbahasa sangat dibutuhkan di dalam berkomunikasi. Bahasa digunakan seseorang dalam profesinya, misal guru, pengacara, dosen, wartawan dan yang lainnya. Tanpa bahasa, seseorang tidak akan bisa mengungkapkan ide dan gagasan yang akan diungkapkannya. Melalui bahasa, seseorang juga bisa
mengekspresikan perasaan dan melaporkan fakta-fakta atau hal yang dilihat. Selain itu, ia juga tidak dapat memahami maksud, pikiran, perasaan, gagasan, dan fakta yang disampaikan oleh orang lain kepadanya.
Keterampilan membaca merupakan bagian dari keterampilan berbahasa. Alasan penelitian ini mengangkat tentang membaca, terutama membaca pemahaman disebabkan karena minimnya kemampuan membaca mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Penelitian ini berusaha
untuk mendeskripsikan proses penerapan teknik SQ3R dalam membaca pemahaman kritis. Penerapan teknik SQ3R juga diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam melakukan kegiatan membaca pemahaman kritis. Hal ini dilakukan supaya mahasiswa lebih mudah memahami isi bacaan dan menangkap
secara detail isi bacaan yang dibaca.
Dari hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman kritis mahasiswa tertinggi terdapat di dalam membaca pemahaman gambaran ringkas artikel yakni sebesar 20% dan pemahaman yang terakhir yang diperoleh mahasiswa tentang metode penelitian yaitu 13%.
Kata Kunci: Teknik SQ3R, Membaca Pemahaman Kritis, Mahasiswa

DESIGNING ICONS FOR SIGNALONG INDONESIA APPS AS AUGMENTATIVE AND ALTERNATIVE COMMUNICATION (AAC) FOR CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS

Nama             : Tantra Sakre
NIDN : 0720038703
Perguruan Tinggi : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Nama : Muchamad Irvan
NIDN : 0715039001
Perguruan Tinggi : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Nama : M. Nurrohman Jauhari
NIDN : 0729118903
Perguruan Tinggi : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
POSTER SERTIFIKAT

CONCLUSION

Icons for Signalong Indonesia Apps designed and developed with Research and Develpment Cycle by Borg Er Gall (1983).
After passing the development stage the results was 324 icons designed.
Validation done by Prof Kieron Sheehy, Ph.D from Open University United Kingdom
and Dr. Budiyanto, M.Pd from State University of Surabaya Indonesia. These icons will be used for visual support material in Signalong Indonesia Apps.

Perancangan Kontrol Suhu Berbasis Koefisien Muai Panjang Aluminium

WAHANA || Jurnal Ilmiah Sains dan Ilmu Pendidikan
Volume 57 || Nomer 2 || Desember 2009 || ISSN: 0853-4403
Penerbit : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Penulis : Rony Haendra Rahwanto Fora
PDF VERSI CETAK/ASLI

Abstrak

       Dewasa ini, daerah pemakaian peralatan kontrol suhu memiliki areal sangat luas, terutama di bidang industri, riset maupun skala rumah tangga. Ada berbagai jenis peralatan kontrol suhu dan ada berbagai kriteria yang diperlukan untuk merancang sebuah peralatan kontrol suhu dari yang memiliki harga tinggi sampai rendah.

       Dalam makalah ini, dibuat perancangan relatif terjangkau dari segi harga untuk kalangan mahasiswa dan mudah didapat di wilayah sekitarnya.

       Hasil perancangan peralatan kontrol suhu menghasilkan rentang waktu ON-OFF 1,5 jam, untuk perancangan ON-OFF control action dengan suhu atas 70oC dan suhu bawah 40oC.

Kata kunci : Aksi ON-OFF, rentang waktu.

PENDAHULUAN

       Mahasiswa teknik, khususnya mahasiswa teknik elektro mendapatkan mata kuliah yang membutuhkan penalaran yang tinggi diantaranya kuliah sisitem kontrol, dimana untuk memahami materi kuliah tersebut akan lebih mudah jika diterangkan melalui satu peralatan kontrol yang bisa dipergunakan untuk membantu mahasiswa memahami materi mata kuliah sistem kontrol.

       Peralatan kontrol adalah alat bantu untuk melengkapi materi kuliah sistem kontrol, namun untuk mendapatkan peralatan kontrol ada beberapa kendala yang harus dihadapi.

       Kendala yang pertama kali ditemui untuk memperoleh peralatan sistem kontrol adalah harga yang cukup tinggi. Untuk mengatasi kendala harga yang cukup tinggi maka dirancanglah peralatan kontrol suhu berbasis koefisien muai panjang logam aluminium.

       Kendala yang kedua adalah pemilihan jenis peralatan kontrol, diantaranya bahan sensor.

       Pemilihan bahan aluminium yang dipergunakan sebagai sensor suhu adalah sifat aluminium yang lebih ringan daripada besi namun lebih besar dari pada koefisien muai panjang besi.

       Kendala ketiga yang dihadapi mahasiswa selain harga adalah pemilihan jenis aksi kontrol yang dipakai pada peralatan kontrol berbasis koefisien muai panjang, dimana jenis aksi kontrol proporsional, proporsional integral, proporsional integral derivative yang perancangannya semakin kompleks untuk tipe berbasis koefisien muai panjang ini, sedangkan tipe yang paling sesuai untuk kontrol ini adalah ON-OFF.

Rumusan Masalah

       Dengan mempertimbangkan kondisi harga pemilihan bahan sensor dan pemilihan jenis aksi kontrol maka dirumuskan permasalahan untuk mengadakan pemilihan penelitian.

–    Perancangan alat kontrol suhu berbasis koefisien muai panjang aluminium.

–    Jenis aksi kontrol ON-OFF.

Tujuan

       Tujuan utama ini adalah memberikan pemahaman kepada mahasiswa atau masyarakat ilmiah tentang karakteristik dan kegunaan mata kuliah sistem kontrol melalui pembelajaran perilaku peralatan kontrol dengan salah satu contoh aksi kontrol yang dipilih adalah tipe ON-OFF sekaligus cara merancang peralatan kontrolnya.

METODE PENELITIAN

       Metode penelitian menggunakan perancangan dan pembuatan alat, metode experimental dan analisis data system fisik dilanjutkan pembuatan blok diagram, blok matematika, pembuatan matrik keadaan dan analisis kestabilan, keteramatan dan analisis keterkendalian.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Teori Dasar

       System kontrol adalah seperangkat peralatan yang bekerja sesuai keinginan kita untuk mencapai dan mempertahankan besaran yang kita inginkan. Suatu contoh sistem kontrol permukaan air 4 m, maka peralatan kontrol akan membuat plant mencapai ketinggian air 4 m dan mempertahankan kondisi tersebut (ketinggian 4 m). Ada satu variabel yang menjadi perhatian adalah waktu yang diperlukan untuk mencapai kondisi 4 m (time setting).

       Begitu pula jika yang kita inginkan adalah suhu 70oC maka peralatan tersebut akan membuat plant mencapai 70oC dan mempertahankan suhu tersebut. Kondisi tersebut dapat  digambarkan secara blok diagram dalam bentuk kanonik berikut ini (gambar 1).

Ganbar 1. Bentuk Kanonik

Input berisi set point atau kondisi yang kita inginkan dalam hal ini suhu 70oC. Signal set point akan menjadi referensi sinyal feed back yang dikeluarkan alat ukur dan hasil penggabungan kedua signal ini akan menjadi masukan controller, dimana controller akan mengatur plant sesuai sinyal masukan untuk dikondisikan pada plant dan akan mengeluarkan sinyal keluaran sesuai yang kita inginkan yaitu suhu 70oC. Keluaran 70oC biasanya tidak tercapai begitusaja, terkadang 70oC , kurang dari 70oC, apapun hasil output akan dibaca oleh alat ukur dan apapun angka yang diperoleh akan dibandingkan dengan referensi selanjutnya sebagai bahan pertimbangan controller untuk melakukan aksinya yaitu mempertahankan kondisi dimana output selalu menunjukkan angka sesuai input yaitu 70oC.

Gambar 2. Aksi Kontrol ON – OFF

Pada controller ON-OFF akan terjadi aksi ON-OFF yaitu saat suhu plant 70oC maka saklar pemanas akan kondisi OFF sehingga pemanas tidak bekerja, sehingga suhu akan turun hingga menunjukkan angka dibawah 70oC, saat suhu dibawah suhu 70oC maka controller akan membuat ON pada pemanas sehingga suhu menjadi naik lagi. Siklus terjadi saat suhu mencapai 70oC maka saklar akan OFF lagi demikian hal ini akan berlangsung terus secara otomatis, yang bisa dilihat pada gambar 2.

Pemodelan

       Pemodelan adalah pembuatan dari sistim fisik sehingga didapat gambaran dan sistim yang sebenarnya. Pemoelan ini bervariasi ragamnya dan harus memperhatikan variabel – variabel apakah yang berpengaruh pada pemodelan tersebut. Kegunaan dari pemodelan adalah mempermudah mempelajari suatu sistim yang nantinya sangat berguna untuk dalam pembahasan lebih lanjut. Dalam menganalisis maupun merancang ulang kita banyak berkaitan dengan pemodelan. Bentuk pemodelan itu sendiri bervariasi namun bentuk yang paling sering digunakan adalah model matematik. Berbagai permasalah sering diselesaikan dengan menggunakan model matematik.

       Pada jurusan teknik Elektro, pembahasan masalah ditekankan pada model matematik, Model matematik diperoleh dari sistim fisik.

       Sistim fisik secara umum dapat dibagi dalam beberapa bentuk yang secara garis besar dapat ditunjukkan menurut sifat-sifat yang dipunyainya maupun besaran-besaran yang mempengaruhinya. Pembagian tersebut dapat ditunjukkan antara lain sebagai berikut :

–      Sistim Mekanik

–      Sistem Hidrolik

–      Sistem Elektrik

–      Sistem Pneumatik

Dari keempat jenis sistim fisik tersebut semuanya dapat didekati dengan pembuatan model matematik.

       Pembuatan model matematik dari sistim pengendalian mempunyai ciri khusus yang mempunyai bentuk umum ditandai dengan munculnya gain konversi dan time constant.

       Yang menjadi perhatian permodelan adalah Gain Konversi dan Time Constant. Gain konversi adalah faktor pembanding signal input dan output sedangkan time constan adalah waktu yang dibutuhkan selama perjalanan signal input dan output sedangkan time constan adalah waktu yang dibutuhkan selama perjalanan signal input sampai dengan signal output.

 Gambar 1. Bentuk umum transfer function

Masing-masing komponen yang membentuk sistim pengendalian dapat dibentuk secara umum menjadi gambar yang tertera diatas.

       Sistem pengendalian secara utuh adalah variasi (gabungan) beberapa komponen tersebut. Gambaran permodelan sistem pengendalian akan didapati pada bab-bab selanjutnya secara lebih jelas. Keterangan gambar 1 adalah dapat dijelaskan sebagai berikut :

–      G =   gain konversi

–      t    =   time konstan

–      S   =   simbol fungsi laplace

Teori Ruang Keadaan

       Teori ruang keadaan adalah suatu teori yang menjelaskan sistim pengendalian dengan menggunakan variabel-variabel keadaan sebagai komponen yang bisa mewakili sistim pengendalian . Pengambilan variabel-variabel keadaan adalah sangat bervariasi sesuai dengan kebutuhan dalam analisis. Teori ruang keadaan ini sangat baik untuk menerangkan (menjelaskan) sistem pengendalian khusus untuk sistim pengendalian multi input output.

       Suatu sistim pengendalian dapat dianalisis dengan berbagai cara, diantaranya adalah menggunakan teori ruang keadaan. Model matematik dan persamaan matematik dan  persamaan matematik yang mendasari teori ruang keadaan adalah bentuk persamaan dalam bentuk matrik. Untuk lebih jelasnya bisa kita lihat bentuk umum persamaan ruang keadaan adalah seperti yang tertera di bawah ini :

                          x   = Ax + Bu

                          y   = Cx

       dengan :

       x, x                  =   variabel keadaan

       A, B, C           =   matriks keadaan

       Y                     =   output

       u                      =   input

Kestabilan

       Kestabilan adalah karakter sistim yang mampu meredam gangguan. Jadi kestabilan tidak hanya dimiliki oleh sistim pengendalian saja namun juga dimiliki oleh sistim yang lain.

       Suatu sistem pengendalian dikatakan stabil bila akar – akar karakteristik dari polynomial karakteristiknya adalah berharga negatif pada bagian nyata, sesuai dengan definisi yang terdapat dalam teori ruang keadaan.

       Metoda pencarian akar – akar karakteristik dalam sistim pengendalian multi input multi output adalah dengan menggunakan Eigen Value. Pencarian harga Eigen Value adalah dengan mengurai dari matrik keadaan A yang dapat ditujukan sebagai berikut :

dengan :

    = akar – akar karakteristik

I      = matriks identitas

A    = matriks keadaan

Keteramatan

       Sistim dikatakan teramati sempurna jika setiap keadaan awal dapat ditentukan dari pengamatan output selama selang waktu terhingga. Oleh karena itu sistim teramati sempurna jika setiap transisi keadaan akhirnya mempengaruhi setiap elemen vektor keluaran. Konsep keteramatan berguna dalam menyelesaikan persoalan rekonstruksi variabel keadaan yang tidak terukur.

       Suatu sistim pengendalian dikatakan teramati jika rank dari determinan matriks sama dengan jumlah baris atau lajur matriks dibawah ini :

atau mempunyai harga determinan tidak sama dengan nol.

Respon Dinamik

       Suatu sistim pengendalian mempunyai output yang biasa diamati tingkah lakunya atau dapat diamati penampilannya, penampilan tersebut menggambarkan karakteristik sistim tersebut, selanjutnya dapat diberi istilah penampilan dinamis sistim.

       Respon dinamik adalah penampilan output dengan masukan yang telah ditentukan.

       Dari respon dinamik akan terlihat banyak informasi, antara lain ; peak time, setting time, dan sebagainya.

       Informasi-informasi dari penampilan dinamis seperti setting time, peak time dan sebagainya tersebut adalah gambaran nyata dari sistim pengendalian yang kita bahas.

       Inti dari analisis dalam artikel ini adalah perbandingan setting time yang diinginkan dengan hasil perancangan ulang yang telah dilakukan, sehingga diharapkan muncul penampilan dinamis yang lebih baik.

Analisis Sistem control Suhu

       Tahap analisis adalah tahap pencarian informasi – informasi yang bisa kita dapatkan dari sistim pengendalian yang terdapat pada sistem control dengan melaksanakan metode – metode sebagai berikut :

–      Sistim fisik

–      Blok diagram

–      Model Matematika

–      Matrix keadaan

Sistim Fisik

       Sistim fisik sistim kontrol suhu yang dirancang secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut : Proses dimulai dengan pengisian tangki air yang akan dikontrol suhunya dengan satu liter air yang bersuhu rendah atau bersuhu dibawah 70oC. Tangki air adalah plan yang akan kita perlakukan suhunya, perlakuan suhu tersebut ada dua yaitu menaikkan suhu dan menurunkan suhu. Kedua perlakuan suhu tersebut menggunakan cara yang berbeda; saat menaikkan suhu dilakukan dengan pemanasan air yang nantinya menggunakan pengaktifan heater dan menurunkan suhu dengan cara tidak mengaktifkan heater. Tugas utama yang  akan kita lakukan disini adalah mengontrol suhu yaitu mengendalikan suhu air terjaga pada temperature tertentu sesuai dengan yang kita inginkan, dalam hal ini diambil suatu contoh suhu 70oC; penentuan suhu ini biasanya ditentukan dari kebutuhan plan yang ada di industri atau kebutuhan tertentu yang lain. Proses selanjutnya adalah mengatur suhu air menurut keinginan kita, dalam hal ini mengatur suhu 70oC sebagai contoh. Mekanisme pengaturan suhu di sini banyak sekali dinamikanya sehingga diperlukan teori control untuk menerangkannya, dalam hal ini salah satu dari sekian banyak metode control digunakan control tipe on-off. Tipe on-off bekerja dengan cara mengaktifkan heater sampai suhu air mencapai suhu 70oC, saat proses pemanasan air sampai mencapai suhu 70oC, secara bersamaan sensor suhu juga mengalami pemanasan dan merasakan kenaikan suhu, dalam hal ini ditandai oleh sifat termometrik sensor. Pemilihan jenis sensor memerlukan pertimbangan tertentu sehingga diputuskan oleh penulis untuk memilih salah satu diantaranya adalah memilih sensor koefisien muai panjang aluminium sebagai sifat termometrisnya. Cara kerja sensor ini adalah sensor ini akan bertambah panjang saat dikenai panas atau saat terjadi kenaikan suhu. Dari sifat muai panjang ini, kita dapat mengimplementasikannya sebagai kontrolernya seperti apa? Mekanismenya adalah menghubungkan ketiga variable yaitu suhu yang diinginkan 70oC, muai panjang aluminium dan saklar pengatur  pengaktifan dan penonaktifan heater menjadi suatu kerja sama yang harmonis untuk menjaga agar temperatur air tetap terjaga pada suhu 70oC. Cara yang paling sederhana untuk menjaga suhu tepat 70oC adalah mematikan heater pada suhu 70oC secara otomatis oleh saklar dimana saklar digerakkan oleh sensor pertambahan panjang aluminium dimana pertambahan panjang aluminium ini diatur agar pada saat suhu tercapai 70oC panjang aluminium tersebut sudah mencukupi untuk menggerakkan saklar untuk mematikan heater. Mekanisme gerakan aluminium ini adalah dorongan yang bisa memutus sambungan rangkaian listrik sehingga bisa mematikan heater. Proses selanjutnya setelah heater tidak aktif adalah suhu air akan turun dan dorongan aluminium akan mengendor sehingga proses selanjutnya adalah saklar akan menyambung lagi sehingga heater akan on dan suhu akan naik lagi sampai batas 70oC sehingga terjadi siklus kedua, ketiga dan seterusnya proses pengaturan suhu.

       Gambaran plan yang sebenarnya dapat dilihat dibawah ini.

Gambar 2. Sistim Pengendalian control suhu

Blok Diagram Fungsional

       Dari sistim fisik yang terdapat pada sub bab diatas maka dapat dibuat blok fungsi sebagai berikut :

       Dengan keterangan sebagai berikut :

–      Contoller  =  Berupa mekanisme sensor muai panjang aluminum yang mendorong saklar.

–      Heater      =  Gambaran plan

–      Sensor      =  Muai panjang aluminium

Gambar 3. Blok fungsi sistem pengendalian umpan tanur putar

       Blok diagram diatas menunjukkan sistim pengendalian dengan input dan output, dengan input – inpu set point suhu 70oC dan hasil suhu 70oC.

Blok Diagram

       Blok diagram adalah bentuk fungsi dengan blok matematik.

       Blok diagram adalah sangat penting. Dari sini sudah dapat diinterpretasikan bagaimana bentuk blok matematik yang sebenarnya yang nantinya bisa dirubah ke dalam matrik keadaan.

       Sesuai dengan yang terlihat pada blok fungsi maka dapat dijelaskan beberapa simbol:

Controller = Gc1

Komponen lainnya =  

Sehingga gabungan variasi komponen tersebut adalah berikut Blok diagram sistem control suhu.

Gambar 4. Blok diagram sistim control suhu

       Keterangan dari gambar blok diagram sistim control suhu dapat diketahui secara jelas dari penjabaran pada bagian ini.

Dari data – data fisik dapat dihitung harga gain controller demikian :

Gain    =

            = 6

Gain Heater dan time konstan dapat dihitung sebagai berikut :

Gain    =

         =

            = detik

Gambar 5. Transfer Function heater

       Gain controller dan time constan untuk sensor yang terpasang pada sistim ini adalah sebagai berikut :

Gain    =

            = 0,16

            =

            =

            = 2,58 detik

       Dapat digambarkan secara umum

Gambar 6. Transfer function sensor

       Sehingga secara umum dapat dibuat blok diagram model matematik secara umum adalah berikut ini

 :

Gambar 7. Model matematika sistim control suhu

       Dari blok diagram ini kita sampaikan variabel – variabel keadaan ; x1, x2 kita tempatkan simbol – simbol input ; u1 serta simbol-simbol tersebut akan digunakan lebih lanjut dalam analisis ini dalam pembentukan matrix keadaan.

       Matrix keadaan adalah identik dengan sistim fisik sebenarnya yang bisa digambarkan dibawah ini sehingga dari hasil matrik ini bisa didapat informasi-informasi lebih lanjut yang sangat penting dalam analistis maupun perancangan ulang.

Matrik Keadaan

Dari sub bab model matematika diatas didapat persamaan dalam bentuk :

       X =   X + U

       Y  =   X

Penurunan persamaan matrix keadaan adalah sebagai berikut :

X1  =   0,63 X1 + 2,58 X2

X2  =   Y + 6U

       Persamaan diatas merupakan keadaan awal untuk menentukan apakah suatu sistim stabil atau tidak.

       Dari penurunan persamaan keadaan tersebut diatas dapat dibentuk matrix keadaan dalam A, B dan C berikut dibawah ini :

Bentuk matrik keadaan

A =

       Matrik keadaan A adalah matrik yang menggambarkan keadaan sistim fisik sistim pengendalian umpan tanur putar di PT. SEMEN GRESIK (PERSERO) khususnya mengenai kestabilan sistim.

Matrik kontrol B

B =

       Matrik untuk signal keluaran adalah dilambangkan berikut

C =  

       Dari hasil-hasil matrik yang kita dapatkan, pengerjaan selanjutnya adalah memasukkan menyiapkan (store) matrik-matrik tersebut sebagai masukan dari program komputer.

       Proses selanjutnya adalah analisis dengan proses komputer untuk memperoleh informasi tentang kestabilan, keteramatan, keterkendalian dan respon dinamis dari sistim yang sudah terwakili oleh matriks keadaan A, B, dan C.

Pembahasan

       Penghitungan kestabilan dapat dilihat dari jenis kontroler yang digunakan. Dalam artikel ini digunakan tipe on-off dimana didapatkan kestabilan dengan rentang waktu 1,5 jam. Penghitungan keteramatan dan keterkendalian system bisa dilihat dari pemakaian matriks dalam bentuk input.

FLOW CHART

 

Keteramatan



       Program yang bisa kita amati pada program dan flowchart di bawah ini nampak bahwa system teramati dan terkendali.

       Flow chart adalah diagram alir dari program komputer. Dari flow chart diperoleh gambaran secara global dan dapat ditelusuri algoritma-algoritma yang berlaku pada program komputer.

       Flow chart untuk kestabilan dapat diterangkan sebagai berikut :

–      Proses pertama adalah mulai. Eksekusi program mulai dijalankan.

–      Proses kedua adalah penyiapan variabel – variabel yang akan dieksekusi dalam hal ini variabel – variabel yang disiapkan adalah orde matrik A.

–      Proses ketiga adalah decision, untuk menanyakan berapakah harga variabel ‘det’, jika variasi det = 0 maka proses akan menghitung determinan matrik keadaan A.

–      Proses keempat adalah decision, untuk menanyakan berapakah harga ‘inv’, jika inv = 0 maka proses dilanjutkan dengan menghitung invers matrik keadaan A, dalam hal ini yang menghitung invers matrik adalah sub program SIMEQ.

–      Proses kelima adalah decision untuk menanyakan berapakah harga ‘err’, jika harga err = 0  maka proses dilanjutkan dengan penghitungan resolvent matrik dan akar-akar karakteristik dalam bentuk eigen value. Dalam hal ini proses dilakukan oleh sub program CHREQ dan sub program PROOT.

–      Proses terakhir adalah decision, untuk menanyakan berapakah harga ‘stm’, jika harga stm = 0 maka proses dilanjutkan dengan penghitungan matrik transisi dalam hal proses dilakukan oleh sub program STMST.

–      Selesai.

Flow chart untuk program keteramatan adalah sebagai berikut :

–      Proses pertama adalah mulai.

–      Proses kedua adalah penyiapan variabel – variabel. Dalam hal ini adalah orde matrik, matrik A dan matrik C.

–      Proses dilanjutkan dengan penghitungan rank matrik, dalam hal ini proses dilakukan oleh sub program HERMIT.

–      Proses dilanjutkan oleh sub program MULT untuk mengalihkan matrik A dan C.

–      Selesai.

Percobaan dan Analisis Data

       Pada bab ini akan dibahas perancangan dan pembuatan alat, dimana pembuatan alat dibagi 2 yaitu controller dan pemasak air (heater). Pemasak air (heater) tidak dibuat disini namun alat kontrol tetap dibuat seperti terlihat pada gambar 3.

Gambar 8. Perancangan alat cara kerja controller

       Bagian sensor yang terbuat dari aluminium bagian kaki akan tercakup pada pemanas air sehingga dengan bertambahnya suhu akan membuat aluminium memuai sehingga mendorong jarum saklar. Kondisi ini dibuat agar saat suhu 70oC maka dorongan saklar ke jarum akan membuat saklar terpanas sehingga heater akan berhenti memanaskan air sampai suhu turun dari 70oC.

       Begitu suhu turun dari 70oC maka sensor aluminium akan menyusut lagi sehingga saklar akan tertutup (tersambung lagi). Hal ini akan terus menerus secara otomatis pada kondisi ON-OFF.

       Pada percobaan dilakukan pemanasan air sebanyak 2 liter yang diisikan pada heater yang menghasilkan data. Data yang akan dianalisis urutan percobaan dikerjakan teliti dan serapi mungkin untuk mendapatkan hasil yang tepat sehingga membentuk pemahaman kita tentang perilaku sistem kontrol yang sudah dijabarkan pada teori dasar sistem kontrol. Urutan pekerjaan yang mempertimbangkan tujuan pemahaman sistem kontrol tersebut adalah sebagai berikut :

1.    Pembuatan alat kontrol

2.    Persiapan percobaan

       –    Menyiapkan air dingin 2 liter ke dalam heater.

       –    Mengatur peralatan percobaan sehingga mudah diamati.

3.    Pelaksanaan percobaan.

4.    Pengamatan

5.    Analisis perbandingan antara teori dan praktek.

Keterangan 1 : Pembuatan alat kontrol kegiatan merangkai sensor (aluminium), jarum saklar dan pengkabelan menuju heater.

Hal yang perlu diperhatikan disini ada dua yaitu sistem mekanik dan sistem listrik dan rangkaian mekanik harus kokoh tidak goyang sedangkan listrik harus kuat terutama penampilan kabel ke jarum saklar dan tiang penyangga saklar semuanya harus dibuat serapi mungkin.

Keterangan 2 : Persiapan percobaan adalah menyediakan air dua liter kedalam heater dan menyambung pengkabelan kerapian sehingga memudahkan kita untuk mengamati percobaan tanpa diganggu oleh tidak bekerjanya alat dengan baik.

Keterangan 3 dan 4 : Pelaksanaan percobaan dilakukan dengan cermat dan percobaan dilakukan selama dua kali dan dihasilkan pengamatan dengan seksama untuk memperoleh hasil optimal.

Keterangan 5 : Hal terpenting dari analisis adalah membandingkan teori dengan praktek yang telah dilaksanakan seperti dikatakan pada teori dasar bahwa sistem kontrol akan mencapai dan mempertahankan suhu 70oC. Pada praktikum suhu 70oC bisa dicapai selama rentang waktu sekitar 1,5 jam dan suhu akan turun menjadi 40oC selama sekitar 1,4 jam. Begitu seterusnya keadaan ini terjadi.

No Akhir Suhu Waktu
1 70oC 1,5 jam
2 40oC 1,4 jam
3 70oC 1,51 jam
4 40oC 1,42 jam

       Dari hasil ini didapat data rentang suhu tinggi 70oC dan suhu rendah 40oC hasil ini menunjukkan rentang yang cukup jauh dan waktu 1 siklus berkisar 1,5 + 1,4 = 2,9 jam ini juga rentang yang cukup lama. Kedua hasil diatas menunjukkan rentang yang jauh dibanding dengan kontroler berbasis listrik yang mempunyai rentang lebih pendek 10% terhadap rancangan berbasis koefisien muai panjang aluminium ini.

KESIMPULAN DAN SARAN

       Rancangan alat kontrol berbasis koefisien muai panjang aluminium sudah bisa mengatur kondisi suhu yang diinginkan 70oC dengan rentang.

*     40oC – 70oC

*     Waktu 1,4 jam s/d 1,5 jam

       Rancangan alat ini sudah bisa membantu pemahaman tentang sistem kontrol dan dapat dibuat dengan harga terjangkau.

SARAN

       Rentang suhu dan waktu yang cukup tinggi ini bisa diperbaiki dengan memperpendek rentang dengan cara :

–      Akurasi engsel

–      Ketegangan saklar dipertinggi

–      Mengganti basis dengan basis elektronika.

DAFTAR PUSTAKA

Ogata, Teknik Kontrol Automatric, Erlangga, Jakarta, 1997.

Higdon, D. T and R. H Cannon, Jr. “On the Control of Unstable Multiple – Output Mechanical System”, ASME Paper No. 63 – Wa 148, 1963.

Kalman, R. E., “When is a Linear Control System Optimal?” ASME J. Basic Engineering, ser. D, 86 (1964), pp 596 – 600.

LaSalle, P.P and S. Lefshetz, Stability by Liapunov’s Direct Method with Applicanous. New York : Academic Press, Inc, 1961.

Melbourne, W. G. and C. G Sauer, Jr. “Optimum Interplanetary Rendezvous with Power – Limited Vehicles, AIAA I, 1 (1963), PP. 54 – 60.

1 2 3 62